Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kaji Kekisruhan Galian C Desa Sebudi, IB Gde Putra Raih Gelar Doktor

BALIILU Tayang

:

de
GELAR DOKTOR: Promovendus Drs. Ida Bagus Gde Putra, M.Hum saat menerima kelulusan promosi Doktor Jumat, 14 Januari 2022 di ruang Ir. Soekarno kampus setempat. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Promosi Doktor dengan promovendus Drs. Ida Bagus Gde Putra, M.Hum. Promosi Doktor dilaksanakan pada Jumat, 14 Januari 2022 secara semidaring di ruang Ir. Soekarno kampus setempat. 

Ujian terbuka dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. Ida Bagus Gde Putra berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Membongkar Kekisruhan Eksplorasi Galian C di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem”. Setelah melalui ujian terbuka, Ida Bagus Gde Putra dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskanIa merupakan Doktor ke-157 di lingkungan FIB Unud dan Doktor ke-258  di lingkungan Prodi S3 Kajian Budaya.

Dalam disertasinya, Ida Bagus Gde Putra memaparkan Desa Sebudi adalah salah satu desa yang terletak pada dataran tinggi pegunungan dengan ketinggian tanah 850 meter dari permukaan laut. Tipologi tanah di Desa Sebudi pascameletusnya Gunung Agung 1963 merupakan hamparan batu pasir yang menutupi wilayah hilir hampir 7 km² hingga mengubah tatanan topografi dan geografis Desa Sebudi. 

Endapan lava dan batu pasir yang dimuntahkan dari letusan Gunung Agung, ungkap IB Gde Putra, berdampak pada masyarakat untuk lebih berorientasi dalam melakukan alih fungsi lahan dan mulai mengeksplorasi endapan tersebut sebagai bahan galian C. Penggalian semakin ramai dilakukan di sekitar wilayah Desa Sebudi.

Relasi kuasa pemerintah dalam membuat keputusan atau kebijakan, serta kewenangan adalah untuk meminta tuntutan dan penyediaan bahan galian C sebagai sumber ekonomi dalam pendapatan asli daerah (PAD). Kebijakan pemerintah ini pada tingkat desa dianggap mampu memberi sumbangan dengan tersedianya lapangan pekerjaan di sektor galian C.

Baca Juga  Iman Handiman Raih Gelar Doktor Ke-62 Fakultas Teknik

Keberadaan eksplorasi galian C yang dilakukan para investor semakin berkembang dengan menyerap tenaga kerja yang berasal dari desa setempat. Regulasi dan operasi galian C yang digerakkan oleh investor tanpa kontrol lokal. Masyarakat lokal belum memiliki posisi cukup kuat untuk mengawasi keseluruhan persoalan galian C.

Masyarakat lokal tidak banyak yang menjadi investor galian C, mereka lebih banyak diserap sebagai tenaga kerja di galian C. Namun, penyerapan tenaga kerja memunculkan ketimpangan, karena volume kerja dengan upah yang diperoleh tidak sebanding dengan hasil yang diharapkan. Investor dengan kekuatan dominan menerapkan pengawasan dalam aktivitas galian C dengan target keuntungan yang lebih.

IB Gde Putra memaparkan, potensi munculnya kekisruhan sebagai bagian dinamika berkaitan dengan sumber daya alam berupa bahan galian C cenderung menjadi ajang pergulatan kepentingan yang mengacu pada persaingan ekonomi dalam pemilikan modal di arena galian C Desa Sebudi.

Bentuk-bentuk kekisruhan eksplorasi galian C yaitu menjadi ajang pergulatan kepentingan ketiga aktor. Ketidakseimbangan akses sumber daya alam berupa pasir, batu, dan kerikil. Buruknya tata kelola publik terhadap lingkungan. Ketertutupan informasi publik tentang harga pasir, resistensi masyarakat akibat transaksi kepentingan politik. Degradasi lingkungan dan terciptanya pola marginalisasi.

Implikasi kekisruhan eksplorasi galian C yaitu pembangunan infrastruktur yang memprioritaskan pengelolaan galian C dibandingkan kebutuhan masyarakat. Perubahan topografi dan geografi kawasan tambang galian C, batas-batas yang tidak jelas akibat tumpang tindihnya regulasi pemerintah. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak efektif dalam pelaksanaan dan penegakan hukumnya. Munculnya kelas sosial baru akibat praktik perjudian, prostitusi, dan premanisme serta bergesernya nilai-nilai masyarakat secara kultural.

Adapun temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, ungkap IB Gde Putra sebagai berikut. Secara horizontal di antara masyarakat mulai muncul bibit kekisruhan yang menekankan tentang adanya konflik bersifat internal. Keberpihakan pemerintah terhadap para pengelola atau investor terlihat dalam terbitnya berbagai ragam kebijakan menyebabkan ketidakpaduan pada sistem perizinan. Kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan begitu banyak dimensi kehidupan masyarakat di Desa Sebudi menyebabkan kekisruhan baru dalam eksplorasi galian C dan dinilai sebagai produk pembangunan yang gagal.

Baca Juga  IGAA Dwi Karmila Berhasil Identifikasi Faktor Risiko Penularan Kusta pada Kontak Serumah

Prof. Dr. A. A. Ngurah Anom Kumbara, M.S. selaku promotor menyampaikan selamat kepada Dr. Ida Bagus Gde Putra atas capaian tertingginya dalam bidang akademik. Ia mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ida Bagus Gde Putra merupakan penelitian penting khususnya dalam ranah kajian budaya. 

“Secara praktis, dengan mengurai kekisruhan ini maka kita bisa mengetahui profil sebuah konflik. Sesungguhnya melalui penelitian ini kita melihat kekisruhan itu terjadi di tingkat pemerintah maupun di tingkat masyarakat. Terjadi kontestasi yang kompleks diantara pemegang kekuasaan atas modal,” ungkap Prof. Anom Kumbara.

Secara empirik dapat dilihat bahwa Desa Sebudi adalah sebuah tambang emas hitam yang menjadi peluang ekonomi pada masyarakat Desa Sebudi. Namun hal ini ketika tidak dikelola dengan baik maka memunculkan berbagai konflik yang berdampak pada lingkungan maupun masyarakat. Sumber: www.unud.ac.id (gs/gp/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkab Tabanan Gencarkan Aksi Bersih Sampah, Ratusan ASN Turun ke Jalan

Published

on

By

sampah tabanan
RESIK SAMPAH: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat mengatasi persoalan sampah yang mulai meluber di sejumlah ruas jalan utama kota. Mendapat atensi langsung dari Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan.

Langkah ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya timbulan sampah tercampur pasca diberlakukannya kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Surat Edaran Bupati Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Tabanan. Sejak 1 Mei 2026, TPA Mandung hanya menerima jenis sampah residu. Namun dalam pelaksanaannya, sebagian besar masyarakat dinilai masih belum melakukan pemilahan sampah rumah tangga sehingga menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik dan memicu pencemaran lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Tabanan bergerak cepat agar timbulan sampah tidak semakin meluas. Melalui gerakan gotong royong yang melibatkan ASN lintas perangkat daerah, pemerintah menunjukkan keseriusannya menjaga kebersihan dan keindahan kota sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Adapun titik-titik pembersihan dipusatkan di beberapa lokasi strategis, mulai dari sisi Timur dan Barat Lapangan Alit Saputra, Jalan KS Tubun, Jalan Diponegoro, kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Gelatik, seputaran Toko Cakra Tabanan, Jalan Rama hingga Jalan Melati. Seluruh peserta terlihat bersama-sama memilah dan mengumpulkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan maupun area publik.

Selain membersihkan kawasan kota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pemerintah daerah terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.

Baca Juga  IGAA Dwi Karmila Berhasil Identifikasi Faktor Risiko Penularan Kusta pada Kontak Serumah

Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Sekda I Gede Susila menyampaikan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, kesadaran memilah sampah dari rumah tangga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan. “Kami ingin memberikan contoh langsung kepada masyarakat, bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah harus dipilah dari rumah agar tidak menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PDI Perjuangan Tabanan Gelar Lomba Senam “Nangun Sat Kerthi Loka Bali“

 Bangkitkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Sehat

Loading

Published

on

By

pdi tabanan
LOMBA SENAM: DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membumikan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Melalui lomba senam ini, masyarakat diajak untuk menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan antar peserta dan masyarakat.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga. Perlombaan diikuti oleh 10 grup yang mewakili masing-masing PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan. Setiap grup terdiri dari 9 peserta dengan kategori usia di atas 50 tahun atau lansia.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Turut hadir Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai I Made Dirga, Ketua Fraksi I Putu Eka Nurcahyadi, seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, serta seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan.

Ketua Panitia Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, I Made Suarta menjelaskan kegiatan ini merupakan representasi harmoni antara alam, manusia, dan budaya Bali. Gerakan-gerakan dalam senam ini mengandung semangat menjaga keseimbangan kehidupan sesuai filosofi Bali dan diharapkan menjadi implementasi nyata dari visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini termasuk dalam rangkain Bulan Bung Karno 2026 dan HUT PDI-Perjuangan Ke-53.

Dia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong-royong dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pola hidup sehat di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Buktikan Potensi Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu, Syuma Adhy Awan Raih Gelar Doktor

“Diharapkan kegiatan serupa dapat rutin digelar setiap tahun agar semakin memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga warisan budayajn Bali tetap lestari,” katanya.

Lomba berlangsung sukses, penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI Ke-21

Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari Suguhkan Kekayaan Seni dan Tradisi Budaya Bali kepada Istri Kepala Daerah

Loading

Published

on

By

city tour denpasar
KUNJUNGAN: Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV, pada Jumat (22/5) saat melakukan kunjungan ke Pasar Kumbasari. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Selain kawasan Sanur, dua objek City Tour Kota Denpasar, yakni Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke-21, yang dibalut dalam kegiatan Ladies Program.

Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV ini, pada Jumat (22/5), dikenalkan dengan kesenian dan tradisi budaya Bali, melalui belajar Tari Pendet dan juga membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara di Bali.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV  APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.

Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,” ungkap Sagung Antari.

Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.

Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.

Baca Juga  Angkat Penampilan Produksi dan Reproduksi Ayam Kampung, AW Puger Raih Gelar Doktor Ilmu Peternakan Unud

“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.

“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca