Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

IGAA Dwi Karmila Berhasil Identifikasi Faktor Risiko Penularan Kusta pada Kontak Serumah

BALIILU Tayang

:

dwi karmila
LULUS DOKTOR: Dr. dr. I Gusti Ayu Agung Dwi Karmila, Sp.KK,FINSDV., dinyatakan lulus sebagai Doktor lulusan ke- 392 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana, Gedung Pascasarjana Denpasar, pada Rabu, 26 Juli 2023 telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovenda, dr. I Gusti Ayu Agung Dwi Karmila, Sp.KK., FINSDV., dengan judul disertasi “Polimorfisme Gen Reseptor Vitamin D FOK-1, Kadar Protein Reseptor Vitamin D dan Kadar Katelisidin Rendah Sebagai Faktor Risiko Kusta Stadium Subklinis pada Narakontak Serumah Kusta”.

Dwi Karmila memaparkan, target eliminasi kusta belum tercapai dengan pengobatan kusta yang efektif serta deteksi dini kasus baru untuk menghentikan penularan. Narakontak serumah kusta tipe multibasiler yang belum memperoleh pengobatan sebagai individu yang memiliki risiko tinggi tertular kusta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran polimorfisme Vitamin D Receptor (VDR) Fok-1, kadar protein VDR dan kadar katelisidin pada narakontak terdekat pasien kusta multibasiler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkuat teori patogenesis pada kusta subklinis dalam hubungannya dengan polimorfisme gen VDR Fok-1, kadar protein VDR dan kadar katelisidin serta mengembangkan teori peran polimorfisme VDR, VDR dan kadar katelisidin pada narakontak terdekat pasien kusta. 

Dwi Karmila menegaskan, penelitian ini merupakan penelitian nested case control study dengan 23 sampel kelompok kasus yaitu narakontak serumah kusta seropositif hasil pemeriksaan IgM anti PGL-1 dan 47 subjek sebagai kontrol yaitu narakontak serumah kusta yang hasil pemeriksaan IgM anti PGL-1 seronegatif. Polimorfisme VDR FokI dideteksi dengan PCR dan sequencing, untuk kadar protein VDR dan kadar katelisidin dideteksi dengan ELISA. 

Analisis data untuk beda proporsi menggunakan Chi-Square dan uji analisis hubungan dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan genotipe FokI rs2228570 terbanyak pada kelompok kasus adalah genotipe Ff yaitu 10 (43,5%) subjek, begitu juga pada kelompok kontrol terbanyak genotipe Ff dengan jumlah 25 (53,2%). Polimorfisme VDR genotype Fok1 rs2228570 dan kadar protein VDR tidak sebagai faktor risiko kusta subklinis pada narakontak serumah. Kadar katelisidin (CAMP) rendah sebagai faktor risiko kusta subklinis pada narakontak serumah kusta. Hasil analisis regresi logistik mendapatkan kadar katelisidin sebagai faktor risiko terjadinya kusta subklinis setelah mengendalikan variabel lainnya secara analisis.

Baca Juga  Angkat Tema ‘’Fluid Stewardship’’, FK Unud Gelar ‘’Guest Lecture’’

Kebaruan dalam penelitian ini, kata Dwi Karmila adalah katelisidin (CAMP) sebagai faktor risiko kusta subklinis pada narakontak serumah kusta dibandingkan dengan narakontak serumah kusta dengan hasil seronegatif pemeriksaan IgM anti PGL-1. Pada narakontak serumah kusta dengan kadar katelisidin rendah berisiko 3,6 kali untuk menjadi kusta subklinis. Polimorfisme VDR Fok1 rs2228570 dan kadar protein VDR tidak terbukti sebagai faktor risiko kusta subklinis pada narakontak serumah kusta.

Ujian dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK Unud, Dr. dr. Made Sudarmaja, M.Kes., dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Promotor); Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si (Kopromotor I); Dr. dr. Luh Made Mas Rusyati, Sp.KK(K) (Kopromotor II); Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes; Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil; Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D; Prof. Dr. dr. A.A Ngurah Subawa, M.Si; Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK (K); Dr. rer. nat. dr. Ni Nyoman Ayu Dewi, M.Si; dr. I Made Winarsa Ruma, S.Ked.,Ph.D.

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr. Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.KK(K),FINSDV, FAADV: Dr. dr. Ni Putu Sriwidyani, Sp.PA(K): Dr. dr. I Gusti Ayu Agung Praharsini, Sp.KK.,FINSDV; Dr. dr. I Gusti Ayu Agung Elis Indira, Sp.KK(K); Dr. dr. Nyoman Suryawati, M.Kes., Sp.KK(K).

Pada ujian kali ini, Dr. dr. I Gusti Ayu Agung Dwi Karmila, Sp.KK,FINSDV., dinyatakan lulus sebagai Doktor lulusan ke- 392 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat sangat memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas3337-Doktor-Ilmu-Kedokteran-Berhasil-Identifikasi-Faktor-Risiko-Penularan-Kusta-Pada-Kontak-Serumah.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kodam IX/Udayana Resmi Lantik 1.407 Prajurit Tamtama Baru dalam Penutupan Dikmata Infanteri 2026

Published

on

By

kodam udayana
DIKMATA: Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026 yang dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Jumat (22/5/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Semangat pengabdian dan jiwa keprajuritan mewarnai Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026 yang dipimpin Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Jumat (22/5/2026). Upacara berlangsung khidmat sebagai penanda resmi dilantiknya 1.407 prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Prajurit Dua yang siap mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.500 peserta dan tamu undangan, serta berlangsung tertib dan penuh makna melalui rangkaian prosesi militer, mulai dari pemeriksaan pasukan, pembacaan pernyataan resmi penutupan pendidikan, penanggalan tanda siswa, pemasangan tanda pangkat, hingga pengambilan sumpah prajurit. Momentum sakral ini menjadi simbol transformasi para siswa dari warga sipil menjadi prajurit TNI AD yang telah ditempa secara fisik, mental, dan disiplin keprajuritan.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam IX/Udayana selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan buah dari kegigihan, disiplin, loyalitas, dan semangat juang selama menjalani proses pembentukan prajurit. Kasad juga mengingatkan agar para mantan siswa senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Momentum pelantikan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian yang masih panjang. Pelihara kehormatan diri, jaga nama baik satuan, dan buktikan bahwa kalian layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI Angkatan Darat,” demikian amanat Kasad yang dibacakan Kasdam IX/Udayana.

Lebih lanjut, Kasad menekankan pentingnya peran prajurit muda dalam mendukung penguatan Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan multidimensional bangsa. Para tamtama remaja diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang profesional, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat, membantu pembangunan, serta memperkuat ketahanan wilayah demi mendukung stabilitas nasional.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Program Belajar Mahasiswa, FK Unud Gelar Lokakarya Kurikulum Interprofessional Education

Upacara penutupan pendidikan turut dihadiri Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, unsur Forkopimda Kabupaten Buleleng, serta perwakilan instansi BUMN dan BUMD.

Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para prajurit berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan capaian terbaik selama menjalani pendidikan. Penghargaan tersebut diberikan kepada Prada Muhammad Aldino sebagai peraih Nilai Tertinggi Tri Pola Dasar sekaligus Nilai Tertinggi Pengetahuan dan Keterampilan, Prada Aril Efendi sebagai peraih Nilai Tertinggi Sikap dan Perilaku, serta Prada Oswald Juventus Kaenube sebagai peraih Nilai Tertinggi Jasmani Militer.

Tidak hanya itu, para prajurit muda juga menampilkan demonstrasi keterampilan militer dengan penuh semangat dan percaya diri. Atraksi yang ditampilkan meliputi Bela Diri Militer, ketangkasan halang rintang sebagai simulasi menghadapi tantangan medan penugasan, hingga atraksi Separko yang memperlihatkan kekuatan fisik, kekompakan, disiplin, serta kesiapan mental prajurit muda TNI Angkatan Darat dalam menghadapi berbagai tugas pengabdian ke depan.

Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa keberhasilan para mantan siswa menyelesaikan pendidikan dasar keprajuritan merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia TNI AD yang profesional, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara.

“Para prajurit muda ini telah melewati proses pembentukan yang tidak mudah. Mereka ditempa untuk memiliki disiplin, mentalitas tangguh, jiwa korsa, serta kesiapan menghadapi dinamika tugas ke depan. Kodam IX/Udayana berharap para lulusan Dikmata mampu menjadi prajurit yang profesional, adaptif, dicintai rakyat, dan senantiasa menjaga kehormatan institusi TNI Angkatan Darat,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Penutupan Dikmata Infanteri Gelombang I TA 2026 ini menjadi tonggak awal lahirnya generasi prajurit TNI Angkatan Darat yang profesional, tangguh, adaptif, dan senantiasa hadir untuk rakyat dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (gs/bi)

Baca Juga  FK Unud Jalin Kerja Sama Tri Dharma dengan Pukyong National University Korsel

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TNI AD Siap Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali

Published

on

By

Pangdam Udayana
KUNKER: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Provinsi Bali, Jumat (22/5/2026), bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Jl. Surapati No.1, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. dalam kunjungan kerja di wilayah Provinsi Bali, Jumat (22/5/2026), bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Jl. Surapati No.1, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka rapat koordinasi dan peninjauan lokasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta calon lokasi PSEL terbaru di wilayah Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam kegiatan tersebut, KASAD didampingi para Pejabat Utama TNI AD dan Staf Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI. Turut hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya, para Asisten Kasdam IX/Udayana, Walikota Denpasar, Bupati Badung, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, serta Kapendam IX/Udayana.

Kedatangan KASAD beserta rombongan disambut langsung oleh Gubernur Bali di halaman Rumah Jabatan Gubernur Bali, sebelum selanjutnya menuju Gedung Kertha Sabha untuk mengikuti rapat dan paparan terkait penanganan sampah di Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat datang kepada KASAD beserta rombongan yang telah tiba di Bali dalam keadaan aman dan lancar. Gubernur juga memaparkan berbagai persoalan sampah yang menjadi tantangan serius bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dan pusat kebudayaan nasional.

Menurutnya, Bali dituntut mampu menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem di tengah meningkatnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat dan sektor pariwisata.

Gubernur Bali turut menjelaskan perkembangan proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang saat ini masih berada pada tahap pembangunan dan diperkirakan berlangsung selama 18 bulan. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2027 sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi di Bali.

Baca Juga  Angkat Tema ‘’Fluid Stewardship’’, FK Unud Gelar ‘’Guest Lecture’’

“Saya menegaskan bahwa pembangunan PSEL harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi masyarakat. Aspirasi masyarakat sekitar harus didengar dan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek ini. Yang kami upayakan selama ini adalah menertibkan pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Sementara itu, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.

KASAD menjelaskan sejumlah keunggulan metode tersebut, di antaranya tidak memerlukan investasi pemerintah, proses pengolahan sampah yang relatif cepat, ditargetkan dapat beroperasi pada April 2027, tidak membutuhkan subsidi pemerintah, serta menggunakan teknologi ramah lingkungan tanpa emisi terbuka.

Selain itu, TNI AD juga siap membantu mendukung sistem pengambilan dan pengelolaan sampah di wilayah Bali guna mempercepat penanganan persoalan sampah secara terpadu.

Dalam paparannya, KASAD juga menyampaikan beberapa hal yang diperlukan untuk mendukung implementasi program tersebut, di antaranya dukungan prosedur administrasi, penyediaan lahan sekitar 5 hektare untuk kapasitas pengolahan 100 ton sampah per hari, jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan, serta kerja sama berkelanjutan selama 30 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Staf Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Ibu Neni, turut memaparkan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pemilahan sampah organik, plastik bernilai ekonomis, dan limbah rumah tangga harus dilakukan sejak dari sumbernya. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, buah, dan sayuran dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair, maupun budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF).

Baca Juga  Hasilkan Lulusan yang Baik, Prodi Spesialis Kedokteran Jiwa Gelar Lokakarya Pendidikan

Lebih lanjut disampaikan bahwa penggunaan teknologi PSEL dan pengolahan sampah menjadi BBM terbarukan dinilai mampu membantu mengurangi kondisi kedaruratan sampah di kawasan Denpasar Raya, termasuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Provinsi Bali juga telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project teknologi pirolisis bersama beberapa kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, dan Semarang, yang pelaksanaannya akan didukung oleh TNI AD bersama tim terpadu lintas kementerian dan lembaga.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara TNI AD, Pemerintah Daerah, dan kementerian terkait dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern, terpadu, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang bersih dan sehat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Pemprov Bali, Pemkab/Pemkot, dan TNI AD Matangkan “Groundbreaking” PSEL Denpasar Raya

Published

on

By

PSEL Denpasar Raya
RAKOR: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri rapat koordinasi Pembangunan PSEL Denpasar Raya kawasan Benoa di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali serta ke lokasi proyek PSEL Denpasar Raya, Jumat (22/5). (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di kawasan Benoa terus dipercepat. Pemprov Bali bersama Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (22/5), dilakukan di sela kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Rapat kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi proyek PSEL Denpasar Raya serta calon lokasi Pembangkit Energi (PSE) BBM Terbarukan.

Percepatan proyek strategis nasional ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan hadirnya Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, dalam pertemuan tersebut.

Ditemui usai peninjauan lapangan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas dukungan dan inovasi yang digagas KSAD dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah modern di Bali.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Bapak KSAD terhadap percepatan pembangunan PSEL Denpasar Raya. Ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sampah di Bali,” ujarnya.

Sebelumnya di dalam rapat, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan berbagai kesiapan teknis dan administratif menjelang groundbreaking yang dijadwalkan pada 8 Juli 2026 mendatang. Koordinasi intensif tersebut meliputi kesiapan lokasi, rencana penandatanganan MoU dengan Pelindo, akses infrastruktur, legalitas lahan, perizinan lingkungan, hingga teknis pelaksanaan seremoni.

Pada kesempatan yang sama, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memaparkan kesiapan TNI Angkatan Darat untuk mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap isu lingkungan hidup sekaligus mendorong kolaborasi berbasis masyarakat.

Baca Juga  Standly Juwono ES Raih Gelar Doktor di FEB Unud, Angkat Kajian Sistem Angkutan Umum Massal

“Jadi sampah yang ada akan diolah menjadi bahan bakar alternatif menjadi solar. Ini sebagai langkah inovatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi. Jadi pemerintah daerah menyiapkan lahan dan segala perizinannya, nanti kami dari TNI yang membantu menyiapkan fasilitasnya,” ucapnya.

Usai pembahasan di Kertha Sabha, rombongan bertolak meninjau langsung lokasi pembangunan PSEL Denpasar Raya di kawasan Benoa. Di lapangan, proses pengurugan dan pematangan lahan sudah mulai berjalan sebagai tahap awal pembangunan fisik fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Dimulainya aktivitas fisik ini menandai bahwa proyek PSEL Bali kini telah memasuki fase realisasi nyata, setelah sebelumnya melewati berbagai tahapan perencanaan panjang dan koordinasi lintas lembaga.

Sebagai informasi, PSEL Denpasar Raya dirancang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.200 ton sampah per hari, yang mengintegrasikan pengolahan sekitar 700 ton sampah dari Kota Denpasar dan 500 ton dari Kabupaten Badung.

Keberadaan PSEL ini diharapkan menjadi solusi konkret dan jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan Sarbagita, sekaligus membawa Bali menuju sistem pengelolaan lingkungan yang modern, berkelanjutan, dan mandiri energi.

Turut hadir dalam rangkaian agenda tersebut Walikota dan Wakil Walikota Denpasar beserta jajaran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Badung I Made Agus Aryawan, Kepala Dinas LHK Badung Made Rai Warastuthi, Kepala Dinas PUPR Badung I Nyoman R Karyasa, serta perwakilan dari Danantara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca