Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

P3SI Bali Bersinergi dengan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta dan Desa Adat Pecatu Kembalikan Habitat Perkutut Pecatu

BALIILU Tayang

:

de
LEPAS BURUNG: Kembalikan kajayaan perkutut Pecatu, Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, Desa Adat Pecatu dan P3SI Bali lepas burung perkutut, Sabtu (29/1) di areal Pura Luhur Uluwatu. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Sesuai dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi yang telah diperkuat dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2022 sebagai pelaksanaan Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, Pengurus Wilayah Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta dan Desa Adat Pecatu melakukan kegiatan pelepasan burung perkutut di areal Pura Luhur Uluwatu, Pecatu Badung, Sabtu (29/1/2022).

Pelaksanaan pelepasliaran perkutut hasil peternak di Bali ini dihadiri Penglingsir Puri Agung Jro Kuta Denpasar I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau Turah Joko selaku Pengempon Pura Luhur Uluwatu, Bandesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Ketua P3SI Pengwil Bali Ir. Budi Dharma, Perbekel Pecatu, Camat Kuta Selatan dan pengurus P3SI Bali. Setelah didahului melakukan persembahyangan bersama, acara dilanjutkan dengan pelepasan puluhan burung perkutut dan burung-burung jenis lainnya di areal Pura Luhur Uluwatu Badung.

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta Turah Joko (kanan) didampingi Bandesa Adat Pecatu Made Sumerta (kiri). (Foto: Ist)

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta Denpasar Turah Joko selaku pengempon Pura Luhur Uluwatu menyampaikan acara pelepasan burung perkutut ini merupakan rangkaian perayaan Hari Suci Tumpek Uye yang sudah biasa dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali. Tujuannya adalah untuk mengharmonisasi konsep Tri Hita Karana yakni mengharmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam lingkungan.

Turah Joko menuturkan, bahwa Pecatu dulu perkututnya dikenal di seluruh dunia. Dengan momentum Tumpek Uye ini, Turah Joko bersama pecinta perkutut yang berada di bawah P3SI dan Desa Adat Pecatu akan mengembalikan kejayaan habitat perkutut Pecatu. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua P3SI Bali yang sudah memproklamirkan Uluwatu sebagai rool model pelepasan perkutut untuk mengembalikan perkutut Pecatu yang awalnya dikenal di seluruh dunia,’’ ucap Turah Joko.

Baca Juga  Perayaan Tumpek Uye, Gubernur Koster Tebar 100.000 Bibit Ikan, Lepas Burung, dan Serahkan Sertifikat Rabies di Danau Buyan

Sementara itu, Bandesa Adat Pecatu I Made Sumerta juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus P3SI yang dipimpin Budi Dharma sebagai pecinta perkutut, perbekel, camat dan kadis sehingga kegiatan pelepasan burung hari ini bisa terlaksana terlepas dari Instruksi Gubernur. Pelaksanaan seperti ini yang pada intinya menghormati dan memuliakan baik secara sekala dan niskala segala jenis hewan dan binatang telah dilaksanakan setiap enam bulan sekali, salah satunya selalu menjaga dan merawat kera di wilayah Pura Luhur Uluwatu.

Turah Joko sesaat melepas burung perkutut. (Foto: Ist)

Sekarang ini perayaan Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi yang diperkuat dengan Instruksi Gubernur Bali nomor 1 Tahun 2022, pihaknya secara serentak melaksanakan di Pecatu dengan melibatkan unsur dinas yang dikoordinir Perbekel Pecatu dan Desa Adat sejak pagi membersihkan muara-muara sungai, melakukan persembahyangan bersama dan dilanjutkan dengan pelepasan burung perkutut ke alam.

Ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma mengatakan sebagai organisasi sosial, Persatuan Pelestari Perkutut Indonesia tidak saja melakukan aktivitas di bidang penangkaran dan berlomba, tetapi yang utama adalah selalu mengedepankan pelestarian alam di antaranya mengembalikan habitat perkutut di alam dengan melepasliarkan hasil ternakan di bawah naungan P3SI.

‘’Kami tidak hanya memelihara dan lomba, juga ikut melestarikan melalui penangkaran dan melepas ke alam bebas seperti pelepasan di areal Pura Luhur Uluwatu yang akan dipakai pilot projet untuk mengembalikan habitat perkutut Pecatu yang pernah dikenal luas,’’ ujarnya.

Untuk mempertahankan habitat perkutut di Pecatu, Budi Dharma menegaskan pelepasliaran perkutut tak hanya sebatas seremonial, tetapi ada kontinuitas, ada kesinambungan. Biasanya perkutut yang kategori untuk dilombakan kalau dilepas akan ditangkap orang. Maka, untuk menjaga habitat perkutut setelah dilepas pihak desa adat agar membuat aturan semacam awig-awig yang melarang penangkapan burung khususnya perkutut atau mungkin dibuatkan perda.

Baca Juga  Sekda Badung Buka Lomba Ogoh-ogoh di Desa Pecatu

Selain itu, program P3SI juga bekerja sama dengan masyarakat tidak mampu yang diberdayakan dengan dimodali indukan perkutut. Dimana hasilnya kemudian dibeli oleh para donator untuk dilepaskan kembali ke alam bebas. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Desa Adat Pecatu dan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta yang sudah bersinergi untuk menjadikan area Pura Luhur Uluwatu sebagai pilot proyek mengembalikan habitat perkutut Pecatu,’’ tutup Budi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kebakaran Hanguskan Agung Restoran di Kawasan Club Med Nusa Dua, Kerugian Diperkirakan Rp 5 Miliar

Published

on

By

Agung Restoran
KEBAKARAN: Peristiwa kebakaran melanda bangunan Agung Restoran yang berada di area Hotel Club Med, Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Jumat (24/4/2026) pagi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Badung, baliilu.com – Peristiwa kebakaran melanda bangunan Agung Restoran yang berada di area Hotel Club Med, Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Jumat (24/4/2026) pagi. Laporan kejadian diterima sekitar pukul 07.40 WITA, sementara kebakaran diketahui mulai terjadi sekira pukul 06.50 WITA saat aktivitas persiapan sarapan tengah berlangsung di area kitchen.

Berdasarkan keterangan saksi Komang Adi Sugita selaku petugas keamanan, awal kejadian diketahui setelah alarm kebakaran terpantau dari pos pemantauan. Saat dilakukan pengecekan ke lokasi bersama regu jaga, api sudah dalam kondisi membesar dan melalap area kitchen serta restoran. Pihak hotel kemudian segera menghubungi resepsionis untuk meneruskan laporan ke pemadam kebakaran. Tidak berselang lama, tim damkar ITDC tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Keterangan serupa disampaikan sejumlah saksi lainnya, termasuk Supervisor Agung Restoran Imam Hambali dan staf kitchen, yang menyebut api pertama kali muncul dari mesin deep fryer akibat minyak yang terlalu panas. Upaya pemadaman awal dengan alat pemadam api ringan (APAR) sempat dilakukan, namun api cepat membesar hingga mencapai plafon bangunan yang sebagian berbahan kayu dan atap sirap.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari enam unit PMK Badung dan dua unit PMK ITDC, dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Kebakaran menghanguskan bangunan dua lantai seluas kurang lebih 5.000 meter persegi yang mencakup Agung Restoran di lantai dua, serta sejumlah fasilitas di lantai satu seperti butik, booth photoshop, ruang meeting, dan kantor akunting. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5 miliar.

Kapolsek Kuta Selatan AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan berupa menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, dan hingga saat ini, situasi di lokasi telah dinyatakan aman dan kondusif setelah api berhasil dipadamkan. (gs/bi)

Baca Juga  Perayaan Tumpek Uye, Unud Tebar Ikan dan Lepas Burung di Areal Gedung Rektorat

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kolaborasi Kominfosanti Buleleng dan BP3MI Bali Siap Edukasi dan Lindungi PMI

Published

on

By

pmi buleleng
AUDIENSI: Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali saat melakukan audiensi ke Dinas Kominfosanti Buleleng dengan tujuan menjalin kerja sama atau kolaborasi terkait program-program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Jumat (24/4), di Ruang Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Guna meningkatkan kapasitas sasaran edukasi dan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) khususnya di Kabupaten Buleleng, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali melakukan audiensi ke Dinas Kominfosanti Buleleng dengan tujuan menjalin kerja sama atau kolaborasi terkait program-program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Jumat (24/4), di Ruang Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng.

Kadis Kominfosanti Buleleng, Made Suharta menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan Kepala BP3MI Bali, Muhammad Ikbal dalam rangka menjalin kerja sama terkait dengan program-program yang akan dilaksanakan. Pihaknya mengaku siap mendukung penuh penyebarluasan informasi program dimaksud, baik melalui platform media sosial, siaran keliling hingga penayangan melalui videotron.

“Program dari BP3MI kami nilai sangat penting untuk diketahui masyarakat, khususnya pekerja migrant itu sendiri agar nantinya dapat pengetahuan tentang perlindungan pekerja migrant dan mencegah hal-hal yang sekiranya berdampak tidak baik,” ujar Kadis Suharta.

Sementara itu, Kepala BP3MI Bali yang akrab disapa Ikbal itu mengatakan pihaknya merupakan pejabat baru tahun 2026. Sehingga menilai penting melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng, terlebih pada data yang ada tercatat Bali merupakan 6 besar secara Nasional dalam kosentrasi PMI dan Buleleng adalah yang tertinggi di Bali.

“Kami berharap program-program Kementerian yang menjadi titik tekan utama dapat dikerjasamakan kepada Pemkab Buleleng khususnya Dinas Kominfosanti Buleleng sehingga dapat tersebarluas dan langsung mengena kepada pekerja migrant,” ujarnya.

Ditambahkan, BP3MI Bali memiliki beberapa program strategis, salah satunya adalah Kampanye Nasional Migrasi Aman. Program itu diharapkan dapat menyentuh masyarakat secara merata di Buleleng, sehingga potensi-potensi yang bersifat merugikan bagi PMI di Buleleng dapat dicegah sedini mungkin. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ di Pura Batan Kepah dan Dalem Pengrubungan Desa Adat Pecatu

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gianyar Canangkan Program Desa Cantik 2026, Perkuat Peran Data di Tingkat Desa

Published

on

By

Desa Cantik Gianyar
DESA CANTIK: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, pada Kamis (23/4), bertempat di Puspa Aman Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, pada Kamis (23/4), bertempat di Puspa Aman Desa Batuan, Kecamatan Sukawati.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, Camat Sukawati, tiga perbekel desa binaan yakni Desa Batuan, Desa Kemenuh, dan Desa Ketewel, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, dalam berbagai acaranya menyampaikan bahwa program Desa Cantik sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas desa dalam data pengelolaan guna mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

“Pembangunan dari desa menjadi salah satu fokus utama saat ini karena desa tidak lagi dianggap sebagai obyek pembangunan, melainkan sebagai subyek dan ujung tombak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa saat ini desa dihadapkan pada beragam sistem pendataan. Namun demikian, kapasitas dalam mengelola dan memanfaatkan data masih perlu ditingkatkan melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Melalui Program Desa Cantik, pemerintah berupaya meningkatkan literasi dan kesadaran statistik di tingkat desa, mendorong standardisasi pengelolaan data, serta membentuk agen-agen statistik desa yang mampu mengolah dan memanfaatkan data secara optimal,” jelasnya.

Sekda yang akrab disapa Gus Bem ini memaparkan bahwa data statistik yang akurat dan berkualitas sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan di masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Gianyar menegaskan bahwa keberhasilan program Desa Cantik membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, BPS, Bappeda, Dinas PMD, hingga Diskominfo, guna mewujudkan ekosistem data yang terintegrasi.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Puncak Catu Festival 2023 Desa Pecatu

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gianyar Maria Iin Maidiana dalam menyampaikan bahwa BPS berperan sebagai lead sector dalam pelatihan statistik sebagai bagian dari pengembangan Sistem Statistik Nasional (SSN) serta mendukung implementasi Satu Data Indonesia.

“Program Desa Cantik merupakan upaya membangun keterlibatan aktif pemerintah desa dan kelurahan dalam menyediakan data yang berkualitas. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan literasi statistik, memastikan standarisasi pengelolaan data, serta mengoptimalkan pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan desa,” ungkapnya.

Selain itu, Iin Maidiana menjelaskan bahwa program ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen statistik di tingkat desa yang akan menjadi penggerak dalam pengelolaan data sesuai kaidah statistik.

Melalui pencanangan ini, diharapkan Program Desa Cantik dapat berjalan berkelanjutan dan mencakup seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Gianyar sebagai langkah menuju terwujudnya Satu Data Desa Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca