Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jelang Perkuliahan Luring, FIB Unud Gelar Penyamaan Persepsi Antar-dosen

BALIILU Tayang

:

de
DARING: Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menggelar penyamaan persepsi secara daring terkait penyelenggaraan kuliah luring pada Selasa, 25 Januari 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menggelar penyamaan persepsi terkait penyelenggaraan kuliah luring pada Selasa, 25 Januari 2022. Pertemuan ini dipimpin oleh Dekan FIB, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M. Hum., dan diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dipandu oleh Ketua UP3M, Silvia Damayanti, M.Hum.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para dosen terkait dengan perkuliahan semester baru di tahun 2022 yang akan dilakukan secara luring. Seperti yang telah diketahui bahwa selama kurang lebih dua tahun belakangan, segala aktivitas akademik dilakukan secara daring mengingat terjadinya pendemi Covid-19. Namun kini secara perlahan seluruh aktivitas belajar mengajar akan dilakukan secara luring.

Menyikapi hal ini, Fakultas Ilmu Budaya Unud telah mempersiapkan segala fasilitas yang diperlukan untuk menyelenggarakan perkuliahan secara luring penuh, maupun secara hibrid. Meski perkuliahan akan dilakukan secara luring, namun mahasiswa maupun dosen yang akan melakukan perkuliahan secara daring dan hibrid tetap diakomodasi. Hal ini mengingat bahwa tidak semua mahasiswa maupun dosen berkenan melakukan pertemuan luring, khususnya bagi dosen yang memiliki riwayat komorfid.

Dekan FIB Sri Satyawati menyampaikan, semua persyaratan perkuliahan pada semester baru ini telah sejalan dengan Surat Edaran Rektor. Pihak Dekanat juga telah melakukan jajak pendapat di kalangan mahasiswa mengenai pelaksanaan perkuliahan pada semester yang akan datang. Hasil jajak pendapat inilah yang dijadikan pijakan untuk mengambil berbagai kebijakan perihal jalannya perkuliahan ke depan.

“Kita di FIB Unud telah berusaha menyiapkan berbagai kebutuhan untuk memulai semester baru, salah satunya adalah sarana melaksanakan perkuliahan secara hibrid serta berbagai protokol kesehatan. Tim UPIKS telah menyiapkan perangkat yang dapat kita gunakan untuk mengajar secara hibrid. Para dosen akan mengajar di kampus, sementara mahasiswa akan mengikuti perkuliahan sebagian dari rumah sebagian lagi di kampus,” ungkap Dr. Sri Satyawati.

Baca Juga  Dosen Universitas Jenderal Soedirman Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud

Hal ini tentu saja menjadi salah satu solusi yang ditawarkan FIB agar perkuliahan dapat berjalan maksimal di tengah pendemi yang masih merebak. Selain itu, setiap mahasiswa yang akan hadir di kampus wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi serta melakukan check in pada aplikasi tersebut saat tiba di kampus. FIB Unud telah menyiapkan beberapa titik untuk mahasiswa dapat melakukan check in pada aplikasi PeduliLindungi tersebut.

Selain itu, sterilisasi ruangan juga dilakukan sesuai dengan standar prokes yang selama ini telah diterapkan FIB. Hal ini guna memastikan bahwa ruangan yang akan digunakan sebagai ruang perkuliahan tetap terjaga dari segi kesehatan.

Pada penyamaan persepsi kali ini diskusi mengalir dengan baik. Banyak dosen yang juga memberikan saran dan masukan pada sistem perkuliahan yang akan berjalan. Berbagai masukan akan diakomodasi serta dieksekusi dengan cepat, mengingat perkuliahan akan dimulai pada awal bulan Februari. Sistem perkuliahan dengan sistem hibrid ini merupakan pola baru, dan FIB sudah sangat siap untuk menjalankannya. Dengan dukungan berbagai perangkat baru serta SDM yang telah menguasai bidang teknis serta IT. (gs/bi/gp)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Subianto Terima Delapan Duta Besar Negara Sahabat

Published

on

By

Presiden Prabowo
TERIMA DUTA BESAR: Presiden Prabowo Subianto menerima delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat pada Senin, 8 Juni 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat pada Senin, 8 Juni 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. Para duta besar menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo.

Prosesi acara penyerahan surat kepercayaan dimulai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan dari masing-masing negara setibanya para duta besar di Istana Merdeka. Setelahnya, para duta besar menyerahkan surat kepercayaan secara langsung kepada Presiden Prabowo.

Adapun delapan duta besar negara sahabat yang diterima oleh Presiden Prabowo antara lain:

1). Sumadhurika Sashikala Premawardhane, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia; 2). Christopher Baltazar Montero, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Filipina untuk Republik Indonesia; 3). Yoon Soongu, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Korea untuk Republik Indonesia; 4). Petr Kopřiva, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Ceko untuk Republik Indonesia; 5). Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, Duta Besar LBBP Designate Resident Negara Palestina untuk Republik Indonesia; 6).  Dimitrios Michalopoulos, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Yunani untuk Republik Indonesia; 7). Salam Al Achkar, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Lebanon untuk Republik Indonesia; dan 8). Menissa Rambally, Duta Besar LBBP Designate Non-Resident Saint Lucia untuk Republik Indonesia.

Usai menyerahkan surat kepercayaan, masing-masing duta besar kemudian berfoto bersama Kepala Negara. Selanjutnya, para duta besar diterima oleh Presiden Prabowo di ruang veranda belakang Istana Merdeka.

Setelah pertemuan selesai, para duta besar berpamitan dengan Prasiden Prabowo dan selanjutnya menuju tangga depan Istana Merdeka. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun turut diperdengarkan pada kesempatan tersebut.

Baca Juga  ‘’Bali International Program on Asian Studies’’ Selenggarakan Orientasi Spring Program 2022

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pertahankan WTP 12 Kali Beruntun, Bupati Kembang Tegaskan Fokus pada Penguatan Tata Kelola APBD Jembrana

Published

on

By

bupati kembang
TERIMA LHP LKPD 2025: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Senin (8/6/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 tersebut diterima langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Senin (8/6/2026).

Meskipun mencetak capaian gemilang, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan penekanan kuat bahwa opini WTP ini jangan hanya dipandang sebagai sebuah piala penghargaan, melainkan sebagai standar kewajiban yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“WTP yang kita raih hari ini sebenarnya melalui proses yang panjang. Kita sudah mulai mendapatkan opini WTP ini sejak 12 tahun yang lalu dan berhasil mempertahankannya hingga kini. Namun, opini WTP bukanlah sebuah piala prestasi, melainkan standar kewajiban yang memang harus dipenuhi melalui komitmen dan kerja keras yang konsisten, bahkan mutlak untuk terus ditingkatkan untuk tata kelola APBD yang lebih baik,”tegas Bupati Kembang usai acara.

Kembang juga menyebut WTP adalah standar minimum transparansi yang wajib dipenuhi, jadi bukan sekadar ajang pamer penghargaan. Capaian ini dinilai sebagai pelecut kerja bersama agar lebih baik lagi ke depan.

“Capaian ke-12 ini merupakan buah dari koordinasi dan kerja sama yang kokoh antara Pemkab Jembrana dan DPRD Kabupaten Jembrana beserta segenap stakeholdernya,” sambungnya.

Selanjutnya Pemkab Jembrana berkomitmen penuh untuk menjadikan catatan dan rekomendasi BPK sebagai bahan evaluasi demi perbaikan tata kelola ke depan.

Diantaranya, Anggaran APBD akan terus dioptimalkan melalui langkah-langkah efisiensi belanja dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi mewujudkan visi Jembrana Maju, Harmoni, Bermartabat.

Baca Juga  Dekan FIB Unud Teken Perjanjian Kerja Sama dengan SEAQIL

Penyerahan LHP ini dilakukan serentak oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali yang juga berhasil mempertahankan predikat WTP.

Satria Perwira mengingatkan agar seluruh kepala daerah tidak cepat berpuas diri. Selain wajib menindaklanjuti rekomendasi dari BPK, pemerintah daerah dituntut untuk merancang program yang dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Capaian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan motivasi berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota diharapkan tidak berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas kinerja demi pelayanan masyarakat yang lebih baik,” ucapnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Jembrana dalam prosesi penyerahan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana I Made Budiasa serta Inspektur Kabupaten Jembrana Ni Wayan Koriani. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buleleng Raih Opini WTP Ke-12 Kali Berturut-turut, Jadikan Dorongan Tingkatkan Kinerja

Published

on

By

wtp buleleng
TERIMA LHP LKPD 2025: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ngurah Arya hadir langsung menerima LHP LKPD TA 2025 yang diserahkan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Satria Perwira, Senin (8/6) di Kantor DPRD Provinsi Bali. (Foto: Hms Buleleng)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Pada Rapat Paripurna ke-39 DPRD Provinsi Bali yang dirangkaikan dengan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah LKPD Tahun Anggaran 2025, Kabupaten Buleleng berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-12 kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan BPK RI Perwakilan Provinsi Bali.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ngurah Arya hadir langsung menerima LHP LKPD TA 2025 yang diserahkan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Satria Perwira, Senin (8/6) di Kantor DPRD Provinsi Bali.

Opini WTP ke-12 kali berturut-turut ini menjadi bukti komitmen Pemkab Buleleng dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan. Capaian ini tidak lepas dari kerja keras, integritas, dan sinergi seluruh Pimpinan Perangkat Daerah serta aparatur di lingkungan Pemkab Buleleng.

Bupati Sutjidra menegaskan, raihan WTP ini tidak boleh membuat lengah, melainkan harus menjadi pendorong untuk berkinerja lebih baik lagi.

“Opini WTP ke-12 kali ini adalah hasil kerja kita bersama. Namun ini bukan tujuan akhir. Justru harus menjadi motivasi dan energi baru agar kita terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan tata kelola pemerintahan, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin prima dan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati meminta seluruh OPD menjadikan hasil pemeriksaan BPK sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. Setiap rekomendasi harus ditindaklanjuti secara serius agar pengelolaan keuangan daerah semakin akuntabel dan bebas dari potensi penyimpangan.

Pemkab Buleleng berkomitmen menjadikan opini WTP sebagai fondasi untuk mewujudkan good governance dan clean government. Dengan pengelolaan keuangan yang disiplin dan akuntabel, diharapkan setiap program pembangunan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Buleleng.

Baca Juga  Meriahkan HUT Ke-22, Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud Gelar "Bulan Kajian Budaya" Juni-Juli 2023

Turut hadir mendampingi Bupati Buleleng, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Inspektur Daerah, Kepala BKAD, serta Kepala OPD terkait. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca