Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

P3SI Bali Bersinergi dengan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta dan Desa Adat Pecatu Kembalikan Habitat Perkutut Pecatu

BALIILU Tayang

:

de
LEPAS BURUNG: Kembalikan kajayaan perkutut Pecatu, Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, Desa Adat Pecatu dan P3SI Bali lepas burung perkutut, Sabtu (29/1) di areal Pura Luhur Uluwatu. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Sesuai dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi yang telah diperkuat dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2022 sebagai pelaksanaan Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, Pengurus Wilayah Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta dan Desa Adat Pecatu melakukan kegiatan pelepasan burung perkutut di areal Pura Luhur Uluwatu, Pecatu Badung, Sabtu (29/1/2022).

Pelaksanaan pelepasliaran perkutut hasil peternak di Bali ini dihadiri Penglingsir Puri Agung Jro Kuta Denpasar I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau Turah Joko selaku Pengempon Pura Luhur Uluwatu, Bandesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Ketua P3SI Pengwil Bali Ir. Budi Dharma, Perbekel Pecatu, Camat Kuta Selatan dan pengurus P3SI Bali. Setelah didahului melakukan persembahyangan bersama, acara dilanjutkan dengan pelepasan puluhan burung perkutut dan burung-burung jenis lainnya di areal Pura Luhur Uluwatu Badung.

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta Turah Joko (kanan) didampingi Bandesa Adat Pecatu Made Sumerta (kiri). (Foto: Ist)

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta Denpasar Turah Joko selaku pengempon Pura Luhur Uluwatu menyampaikan acara pelepasan burung perkutut ini merupakan rangkaian perayaan Hari Suci Tumpek Uye yang sudah biasa dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali. Tujuannya adalah untuk mengharmonisasi konsep Tri Hita Karana yakni mengharmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam lingkungan.

Turah Joko menuturkan, bahwa Pecatu dulu perkututnya dikenal di seluruh dunia. Dengan momentum Tumpek Uye ini, Turah Joko bersama pecinta perkutut yang berada di bawah P3SI dan Desa Adat Pecatu akan mengembalikan kejayaan habitat perkutut Pecatu. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua P3SI Bali yang sudah memproklamirkan Uluwatu sebagai rool model pelepasan perkutut untuk mengembalikan perkutut Pecatu yang awalnya dikenal di seluruh dunia,’’ ucap Turah Joko.

Baca Juga  Sekda Badung Buka Lomba Ogoh-ogoh di Desa Pecatu

Sementara itu, Bandesa Adat Pecatu I Made Sumerta juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus P3SI yang dipimpin Budi Dharma sebagai pecinta perkutut, perbekel, camat dan kadis sehingga kegiatan pelepasan burung hari ini bisa terlaksana terlepas dari Instruksi Gubernur. Pelaksanaan seperti ini yang pada intinya menghormati dan memuliakan baik secara sekala dan niskala segala jenis hewan dan binatang telah dilaksanakan setiap enam bulan sekali, salah satunya selalu menjaga dan merawat kera di wilayah Pura Luhur Uluwatu.

Turah Joko sesaat melepas burung perkutut. (Foto: Ist)

Sekarang ini perayaan Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi yang diperkuat dengan Instruksi Gubernur Bali nomor 1 Tahun 2022, pihaknya secara serentak melaksanakan di Pecatu dengan melibatkan unsur dinas yang dikoordinir Perbekel Pecatu dan Desa Adat sejak pagi membersihkan muara-muara sungai, melakukan persembahyangan bersama dan dilanjutkan dengan pelepasan burung perkutut ke alam.

Ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma mengatakan sebagai organisasi sosial, Persatuan Pelestari Perkutut Indonesia tidak saja melakukan aktivitas di bidang penangkaran dan berlomba, tetapi yang utama adalah selalu mengedepankan pelestarian alam di antaranya mengembalikan habitat perkutut di alam dengan melepasliarkan hasil ternakan di bawah naungan P3SI.

‘’Kami tidak hanya memelihara dan lomba, juga ikut melestarikan melalui penangkaran dan melepas ke alam bebas seperti pelepasan di areal Pura Luhur Uluwatu yang akan dipakai pilot projet untuk mengembalikan habitat perkutut Pecatu yang pernah dikenal luas,’’ ujarnya.

Untuk mempertahankan habitat perkutut di Pecatu, Budi Dharma menegaskan pelepasliaran perkutut tak hanya sebatas seremonial, tetapi ada kontinuitas, ada kesinambungan. Biasanya perkutut yang kategori untuk dilombakan kalau dilepas akan ditangkap orang. Maka, untuk menjaga habitat perkutut setelah dilepas pihak desa adat agar membuat aturan semacam awig-awig yang melarang penangkapan burung khususnya perkutut atau mungkin dibuatkan perda.

Baca Juga  Karya Manusa Pitra Puja Bhaktining Suputra Desa Adat Pecatu Tahun 2025

Selain itu, program P3SI juga bekerja sama dengan masyarakat tidak mampu yang diberdayakan dengan dimodali indukan perkutut. Dimana hasilnya kemudian dibeli oleh para donator untuk dilepaskan kembali ke alam bebas. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Desa Adat Pecatu dan Penglingsir Puri Agung Jro Kuta yang sudah bersinergi untuk menjadikan area Pura Luhur Uluwatu sebagai pilot proyek mengembalikan habitat perkutut Pecatu,’’ tutup Budi Dharma. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Walikota Jaya Negara Dampingi Kunker Menteri LH Jumhur Hidayat di Denpasar

Tanam Pohon Langka Hingga Dialog, Apresiasi Kawasan Tukad Bindu Sebagai Keberhasilan Komunitas Jaga Lingkungan

Loading

Published

on

By

walikota jaya negara
DAMPINGI MENTERI LH: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mendampingi Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Selasa (9/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Selasa (9/6). Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH, Jumhur Hidayat bersama jajaran turut menanam pohon langka, yakni cendana, gaharu dan pala serta berdialog bersama komunitas masyarakat peduli lingkungan.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Pejabat Utama Kementerian LH, Kadis DLHK Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara (Pusdal LH Bali Nusra) saat ini dijabat oleh Ni Nyoman Santi, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, komunitas masyarakat peduli lingkungan serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan local wisdom yang sangat berharga dalam menjaga kelestarian lingkungan, dan salah satu contoh yang patut diapresiasi adalah yang dilakukan oleh Tukad Bindu di Denpasar. Kearifan lokal yang tumbuh dari masyarakat terbukti mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun kesadaran kolektif untuk merawat sungai dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Model seperti ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat,” ujar Jumhur Hidayat.

Menurutnya, keberhasilan Tukad Bindu menjadi bukti bahwa tata kelola sungai yang baik dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga setempat.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Tukad Bindu yang telah berhasil membangun partisipasi masyarakat melalui pendekatan local wisdom dalam tata kelola lingkungan, khususnya pengelolaan sungai. Upaya ini tidak hanya menjaga fungsi ekologis sungai, tetapi juga memperkuat nilai sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Baca Juga  Perayaan Tumpek Uye, Gubernur Koster Tebar 100.000 Bibit Ikan, Lepas Burung, dan Serahkan Sertifikat Rabies di Danau Buyan

Jumhur menambahkan bahwa praktik baik yang dikembangkan di Tukad Bindu layak menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Sehingga apa yang dilakukan di Tukad Bindu dapat diadopsi dan direplikasi oleh berbagai daerah sebagai contoh tata kelola sungai yang berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal.

“Pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif serupa agar pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan selamat datang kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, di Kota Denpasar. Menurutnya, kehadiran Menteri LH menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Kota Denpasar. Kehadiran beliau merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang selama ini kami lakukan bersama masyarakat,” ujarnya.

Jaya Negara menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, serta masyarakat perlu terus dioptimalkan demi menjaga keberlangsungan ekologi dan kelestarian lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Menteri sudah berkenan menerima usulan, saran, dan masukan dari komunitas peduli lingkungan di Kota Denpasar. Tentu hal tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan bagi kami dalam meningkatkan tata kelola lingkungan ke depan. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis berbagai program pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaya Negara Hadiri Rakor Pengelolaan Sampah Bersama Menteri LH di Sanur

Published

on

By

pengelolaan sampah di bali
HADIRI RAKOR: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Serta Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) dalam Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali yang berlangsung di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohamad Jumhur Hidayat, dan dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, serta para pelaku usaha pariwisata, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup telah menjalin kolaborasi yang kuat dalam upaya penanganan persoalan sampah, khususnya di sektor Horeka yang menjadi salah satu penopang utama industri pariwisata Bali.

“Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Lingkungan Hidup terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penanganan sampah di sektor hotel, restoran, dan kafe. Tim kami juga telah beberapa kali turun langsung melakukan peninjauan serta memberikan pendampingan terkait arahan dan perhatian yang diberikan kepada pelaku industri pariwisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, dalam satu tahun terakhir terdapat empat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sejumlah destinasi wisata yang sedang dalam proses penutupan, yakni TPA Suwung di Bali, TPA Piyungan di Yogyakarta, TPPAS Regional Sarimukti di Jawa Barat, dan TPSA Cipeucang di Tangerang Selatan, Banten.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata dalam mencari solusi bersama terhadap persoalan sampah yang dihadapi Bali sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia.

“Masalah sampah adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama-sama. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini seluruh kendala komunikasi dapat teratasi dan kita bisa bergerak bersama dalam menciptakan Bali yang bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga  Karya Manusa Pitra Puja Bhaktining Suputra Desa Adat Pecatu Tahun 2025

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohamad Jumhur Hidayat, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi konkret dalam pengelolaan sampah.

Dalam kunjungannya ke Bali, Menteri Jumhur meninjau sejumlah fasilitas pengelolaan sampah seperti TPST, TPS-3R, serta TPA Suwung. Dari hasil peninjauan tersebut, ia mengapresiasi upaya pemilahan sampah yang telah dilakukan masyarakat Bali.

“Saya melihat semangat dan upaya masyarakat Bali dalam memilah sampah sangat menggembirakan. Jika gerakan ini terus diperkuat, saya optimistis persoalan sampah dapat diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga citra positif Bali sebagai destinasi wisata dunia dengan menyelesaikan persoalan sampah secara bersama-sama.

“Rapat ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi mencari solusi. Dalam proses transisi pengelolaan sampah, kita juga tidak boleh mengabaikan masyarakat yang selama ini terlibat di dalamnya. Justru harus diberikan ruang agar dapat berkembang dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Menteri Jumhur turut mengapresiasi langkah Kota Denpasar yang telah mengaktifkan 23 unit TPS-3R sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah di TPA, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti kompos, media tanam, hingga bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Usai mengikuti rapat koordinasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber serta mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

“Yang ditutup bukan TPA-nya, tetapi sistem open dumping sesuai arahan Bapak Menteri. Komitmen Kota Denpasar adalah mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, baik di sektor Horeka maupun seluruh lapisan masyarakat. Pelaku usaha juga telah menunjukkan komitmen untuk turut melakukan pengurangan dan pengolahan sampah,” ujarnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ di Pura Batan Kepah dan Dalem Pengrubungan Desa Adat Pecatu

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkot Denpasar akan terus melakukan sosialisasi, pengawasan, dan pembinaan bersama sektor pariwisata guna memastikan komitmen pengelolaan sampah dapat dilaksanakan secara konsisten demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Bulan Bung Karno, TP PKK dan WHDI Denpasar Gelar Beragam Lomba

Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Semangat Inklusivitas

Loading

Published

on

By

bulan bung karno denpasar
BULAN BUNG KARNO VIII: Ketua TP PKK sekaligus Ketua WHDI Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Kadis PMD Denpasar I Wayan Budha dan Sekretaris II TP PKK Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari dalam kesempatan pelaksanaan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang digelar, Selasa (9/6), di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali digaungkan di Kota Denpasar melalui penyelenggaraan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang digelar oleh Tim Penggerak PKK dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Selasa (9/6).

Kegiatan ini melibatkan peserta dari empat kecamatan se-Kota Denpasar, mulai dari kader PKK, Sekaa Teruna, tokoh masyarakat, hingga anak-anak dan pelajar. Semarak kegiatan juga diramaikan dengan Lomba Macepat Disabilitas yang menjadi ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kecintaan mereka terhadap seni budaya Bali melalui tembang-tembang macepat.

Pelaksanaan berbagai lomba tersebut disaksikan langsung Ketua TP PKK sekaligus Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Turut hadir Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, jajaran pengurus TP PKK dan WHDI Kota Denpasar, perwakilan perangkat daerah terkait, dewan juri, serta para peserta dan pendamping dari seluruh kecamatan di Kota Denpasar. Melalui lantunan pupuh yang sarat makna, para peserta diajak untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya luhur sekaligus memperkuat semangat inklusivitas di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan berbagai lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan, semangat gotong-royong, serta pemahaman terhadap ajaran dan pemikiran Bung Karno kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kreativitas dan pembelajaran yang menyenangkan. Nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air, dan semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno diharapkan dapat terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Antari Jaya Negara.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ di Pura Batan Kepah dan Dalem Pengrubungan Desa Adat Pecatu

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, I Wayan Budha, menjelaskan bahwa beragam cabang lomba dipertandingkan, antara lain Lomba Kuis Siapa Bisa, Lomba Simulasi, Lomba Yel-Yel Bung Karno, Lomba Menyanyi Lagu Kebangsaan, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Pidato Bung Karno, serta Lomba Membaca Puisi.

Setiap lomba mengusung tema yang selaras dengan semangat Bulan Bung Karno, seperti tema “Kawya Atma Kerti” pada lomba simulasi dan cerdas cermat serta “Bangkitkan Jiwa Pemimpin Bung Karno” pada lomba pidato. Adapun lomba membaca puisi dan menyanyi lagu kebangsaan menjadi wadah bagi anak-anak dan pelajar untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui seni.

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, para pemenang pun berhasil ditetapkan. Pada Lomba Pidato Bung Karno, Juara I diraih I Made Ardita Arimbawa dari Kelurahan Tonja, Denpasar Utara. Pada Lomba Yel-Yel Bung Karno, Juara I diraih tim Desa Sidakarya dari Denpasar Selatan. Sementara pada Lomba Menyanyi Lagu Wajib Kebangsaan, Juara I diraih Luh Ratih Adita Pramesti dari Sumerta Kaja, Denpasar Timur. Untuk Lomba Cerdas Cermat, Kecamatan Denpasar Utara berhasil keluar sebagai Juara I, sedangkan pada Lomba Membaca Puisi Karya Bung Karno, Juara I diraih Ni Luh Putri Anggita Utami dari Desa Dauh Puri Kangin. Sementara Juara I Simulasi PKK diraih Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.

“Melalui kegiatan Bulan Bung Karno diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter kebangsaan, mempererat kebersamaan antarwarga, serta menumbuhkan semangat inklusivitas di tengah masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca