Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tinjau Pembangunan Pelabuhan Sanur, Gubernur Koster Minta Pelaksana Proyek Bekerja Penuh Tanggung Jawab, Baik, Cepat dan Tepat

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama usai meninjau perkembangan Pembangunan Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau perkembangan Pembangunan Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit, Kota Denpasar pada Rabu (Buda Pon, Tolu) 27 April 2022 bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta dan didampingi oleh Pimpinan Pelaksana Proyek Hutama Bangun Virama KSO, Heru Wijanarko.

Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Pemprov Bali ini melihat satu persatu pengerjaan pembangunan terminal pelabuhan yang didesain dengan memiliki ornamen Gajah Mina, kemudian meninjau pekerjaan breakwater 1 di bagian sisi Selatan, pekerjaan breakwater 2 di bagian sisi Utara, pekerjaan pengerukan, pekerjaan dermaga apung, hingga pekerjaan pembangunan fasilitas darat lainnya.

Gubernur Koster saat mengamati patung Gajah Mina yang sedang dikerjakan. (Foto: gs)

“Saya telah melihat langsung pembangunan Pelabuhan Sanur di lokasi, dan berdasarkan penjelasan dari pelaksana proyek bahwa progres pembangunan pelabuhan ini telah mencapai 91 %, dengan target waktu penyelesain yakni pada bulan Juni 2022,” jelas Gubernur Wayan Koster.

Walaupun pembangunan pelabuhan telah mendekati target, tapi tidak begitu halnya dengan terminal penumpang pelabuhan yang saat ini baru mencapai 37 %. Sehingga dalam kunjungannya, Gubernur Bali meminta kepada pihak pelaksana proyek agar bisa menyelesaikan pembangunan  pada tahun 2022. “Saya sudah berbicara kepada pelaksana proyek, termasuk dengan Dirut Hutama Karya supaya pembangunan pelabuhan ini bisa diselesaikan sebelum bulan September 2022 dan dikerjakannya sesuai dengan desain yang sudah diberikan, serta hasilnya betul – betul berkualitas,” ujar Gubernur Bali jebolan ITB ini seraya meminta agar pembangunan terminal penumpang, seperti finishingnya dikerjakan dengan penuh ketelitian dan kecermatan, sehingga hasilnya bagus dan berkualitas.

Ditekankannya agar pembangunan Pelabuhan Sanur memiliki kualitas, karena Gubernur Wayan Koster mengharapkan Pelabuhan Sanur bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk melayani masyarakat yang sedang menggunakan jalur laut menuju Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan di Kabupaten Klungkung untuk kepentingan persembahyangan ke Pura Ratu Gede Dalem Ped dan sekitarnya, hingga untuk kepentingan pelayanan wisatawan domestik maupun mancanegara dan sebagai sarana transportasi reguler harian.

Baca Juga  Tuntas Tata Kawasan dan Benahi Pelaksanaan IBTK, Gubernur Koster Lanjut Restorasi Total Parahyangan Besakih
Gubernur Koster saat meninjau pembangunan Pelabuhan Sanur. (Foto: gs)

Lebih lanjut, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menjelaskan Pembangunan Pelabuhan Sanur merupakan bagian dari 3 pelabuhan yang dibangun dari Tahun 2021 sampai 2022, yaitu: 1) Pelabuhan Sanur di Kota Denpasar; 2) Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida; dan 3) Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung. Terwujudnya pembangunan tersebut dalam sejarah pelabuhan di Bali, berkat upaya yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster melalui laporan langsung kepada Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo mengenai kebutuhan pembangunan 3 Pelabuhan dan direspons langsung oleh Bapak Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Untuk Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida sudah selesai dibangun dan sudah di-plaspas langsung oleh Gubernur Bali pada awal bulan April 2022. Kemudian Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengungkapkan telah melakukan peninjauan langsung dan dikerjakan oleh PT. Nindya Karya, yang mana kontrak pekerjaannya akan selesai pada bulan September 2022 mendatang, tapi sudah ada komitmen untuk mempercepat dan diupayakan akan selesai pada bulan Juni 2022.

Terkait anggarannya, Mantan Anggota DPR – RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan pembangunan di 3 pelabuhan tersebut total anggaran keseluruhnya adalah sekitar Rp 570 miliar yang dibiayai penuh oleh APBN Kementrian Perhubungan RI.  “Rp 370 miliar itu dimanfaatkan untuk Pelabuhan Sanur, sisanya yang Rp 200 miliar untuk pembangunan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan,” ujar Gubernur Koster seraya mengucapkan rasa syukurnya, karena 3 pelabuhan ini bisa dikerjakan sekaligus bersamaan dan selesai pada akhir Tahun 2022. Sehingga Kita di Bali, baru pertama memiliki 3 pelabuhan infrastruktur transportasi laut yang cukup memadai, untuk itu Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Sanur untuk mendukung sepenuhnya pembangunan pelabuhan ini agar berjalan dengan lancar dan selesai sesuai dengan target waktu yang ditentukan.

Baca Juga  Webinar DBON di Bali, Atal S Depari: Wartawan Olahraga Punya Tanggung Jawab Gemakan DBON

Di akhir kunjungannya, Gubernur Wayan Koster meminta pelaksana proyek untuk bekerja dengan bagus, penuh tanggung jawab, baik, cepat, dan tepat, sehingga manfaat dan dampaknya bisa segera dirasakan oleh masyarakat sebagai wujud nyata untuk mengimplementasikan pembangunan Daerah Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. “Kalau ini sudah selesai, Saya kira ini tidak hanya menjadi pelabuhan untuk pelayanan penyeberangan, tapi juga akan membawa dampak pada perekonomian, khususnya menjadi pusat pertumbuhan perekonomian di Sanur dan Kota Denpasar pada umumnya, serta berimplikasi pada daerah lain yaitu terutama Kabupaten Klungkung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Sesi Pleno KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/dpr.go.id)

Mactan Expo, Cebu, Filipina, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.

“Kita harus memberi contoh, kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai bahwa konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menekankan bahwa ASEAN harus terus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tutur Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa ASEAN harus mampu menjaga independensi dan tidak terpengaruh oleh rivalitas geopolitik global yang dapat memecah persatuan kawasan. “Sekali lagi, kita tidak boleh terbawa dan tidak boleh terpengaruh oleh arus persaingan geopolitik dan ego saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus memperkuat budaya damai dan kerja sama kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global. Menurutnya, ASEAN harus mampu menjadi contoh kawasan yang stabil, harmonis, dan menjunjung tinggi perdamaian dunia.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” ucap Presiden Prabowo. (gs/bi)

Baca Juga  Akademisi Hingga Yowana Setuju Gubernur Koster Keluarkan Peringatan Hari Arak Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KSSK Pastikan Stabilitas Fiskal dan Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Published

on

By

stabilitas fiskal
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5). (Foto: Hm Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan nasional pada triwulan I tahun 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I-2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,” ujar Menkeu Purbaya.

Menkeu menjelaskan, memasuki April 2026 dinamika konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan global, terutama melalui lonjakan harga energi. Oleh karena itu, KSSK akan terus melakukan asesmen secara forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global.

Di sisi domestik, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat cukup baik. Meski demikian, Menkeu menyampaikan akan terus waspada terhadap semua kendala  yang mungkin timbul

“Untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen. Tapi kita akan lihat seperti apa di triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

“Kalau kita lihat di APBN kan targetnya 6,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pada penutup konferensi pers, KSSK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Gubernur Koster Sepakat Revisi Perda PWA, Harap DPRD Ikut Sosialisasi SE Gerakan Bali Bersih Sampah

“KSSK berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat coordinated policy response serta kewaspadaan untuk memitigasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan,” tutup Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Legislator Dorong Pengakuan Konstitusional Masyarakat Adat

Published

on

By

RUU Masyarakat Adat
KUNKER: Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta dalam kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali guna menyerap masukan langsung terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat. Kunjungan ini krusial mengingat Bali memiliki struktur sosial masyarakat adat yang sangat stabil dan telah diakui secara tradisional namun masih kerap menghadapi tantangan dalam sinkronisasi regulasi nasional.

Anggota Badan Legislasi DPR RI, I Nyoman Parta, menjelaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi kunjungan didasari oleh sistem desa adatnya yang sudah tertata dengan baik. Di Bali, terdapat sekitar 1.500 desa adat yang memiliki institusi stabil, lengkap dengan konstitusi adat (Awig-awig), pemerintahan adat, serta kekayaan sendiri.

“Bali kita jadikan tempat untuk kita kunjungi berkaitan dengan persoalan penyusunan undang-undang tentang masyarakat adat. Karena kita tahu Bali memiliki struktur sosial yang memang sudah ada sejak dulu. Di Bali ini ada tiga desa; desa dinas administratif, dan desa adat dengan institusi yang sudah sangat stabil,” ujar Nyoman Parta di sela pertemuan dengan pemangku kepentingan di Denpasar, Bali, Kamis (7/5/2026).

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti bahwa meskipun Bali sudah memiliki peraturan daerah dan gubernur tentang perlindungan desa adat, posisi masyarakat adat sering kali masih terabaikan ketika berhadapan dengan kebijakan investasi atau perizinan negara. Ia menekankan bahwa RUU ini harus mampu memberikan kepastian hukum agar masyarakat adat tidak selalu menjadi pihak yang kalah dalam konflik agraria atau perizinan.

“Sering sekali ketika modal datang, ketika peraturan-peraturan datang, sering sekali mengabaikan posisi masyarakat adat, mengabaikan desa adat, terutama sekali berkaitan dengan persoalan perizinan dan politik perizinan negara. Ini sering sekali masyarakat adat merasa diabaikan dan akhirnya konflik yang berkembang,” tegas Nyoman Parta.

Baca Juga  Gubernur Koster Tepati Janji, Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk yang Amblas di Bajera Kembali Berfungsi

Lebih lanjut, Nyoman Parta memaparkan tiga alasan utama mengapa RUU Masyarakat Adat ini mendesak untuk segera disahkan. Pertama, proses pembahasannya yang sudah berjalan sangat lama hingga 22 tahun. Kedua, masyarakat adat merupakan ciri asli Indonesia yang sudah eksis jauh sebelum kemerdekaan. Ketiga, peran vital masyarakat adat dalam isu lingkungan global.

“Dalam konteks kekinian, jika kita bicara tentang urusan perubahan iklim, kita bicara tentang tabungan karbon, yang paling berjasa dalam merawat alam dan lingkungan adalah masyarakat adat. Maka dengan undang-undang ini, mungkin nanti masyarakat adat itu cukup deklarasi saja, selanjutnya dilakukan verifikasi untuk mendapatkan pengesahan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga membahas integrasi RUU Masyarakat Adat dengan urgensi Satu Data Indonesia. Nyoman Parta meyakini bahwa dengan adanya undang-undang ini, pendataan wilayah adat, hutan adat, dan wilayah administrasi akan menjadi lebih rapi dan sinkron, sehingga dapat menunjang sektor pariwisata yang berbasis pada kelestarian budaya masyarakat adat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca