Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Lindungi IKM dan UMKM Bali, Gubernur Koster Fasilitasi Kemudahan Akses Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

BALIILU Tayang

:

HADIRI SOSIALISASI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri sosialisasi penguatan perlindungan kekayaan intelektual untuk Mendorong IKM dan UMKM Bali yang Inovatif, Berdaya Saing dan Mendunia, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (19/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Bali saat ini menjadi sektor terpenting selain sektor pariwisata yang berperan sebagai penopang perekonomian Bali, sekaligus menjadi transformasi perekonomian Bali. Untuk itu penguatan perlindungan kekayaan intelektual untuk mendorong IKM & UKM Bali yang inovatif, berdaya saing dan mendunia perlu terus dikawal. Karena kekayaan intelektual merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada seseorang atau kelompok atas karya yang lahir dari kemampuan intelektual, kreativitas, dan daya cipta mereka.

Hak ini memberikan perlindungan hukum dan nilai ekonomi atas karya di bidang ilmu pengetahuan, seni, sastra, dan teknologi. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri sosialisasi penguatan perlindungan kekayaan intelektual untuk Mendorong IKM dan UMKM Bali yang Inovatif, Berdaya Saing dan Mendunia, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (19/6).

Di era ekonomi digital saat ini, kreativitas saja tidak cukup. Kreativitas harus dipagari oleh hukum, harus bernilai ekonomi tinggi dan harus dilindungi dari klaim pihak lain. Disinilah pentingnya Kekayaan Intelektual baik itu berupa hak cipta, merek, paten, karya desain, pelaku sekaligus produksi sehingga secara terstruktur market yang mereka miliki juga terlindungi secara utuh, hal ini juga berkaitan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di Bali.

“Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov Bali) terus berkomitmen untuk memfasilitasi kemudahan akses, memberikan pendampingan, serta edukasi berkelanjutan bersama Kementerian Hukum agar pendaftaran Kekayaan Intelektual bagi pelaku usaha lokal semakin cepat, mudah dan terjangkau,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster.

Ditambahkannya, bahwa perlindungan Kekayaan Intelektual bukan lagi sebuah formalitas atau sekadar urusan administrasi hukum. Kekayaan Intelektual adalah instrumen ekonomi, sebuah “perisai” sekaligus “pedang” bagi IKM dan UMKM kita untuk bertarung di pasar global.

Baca Juga  Pengawas Pasar Modal OJK Bersama Pelaku UKM ‘Akui’ Kebijakan Produk Lokal Gubernur Koster Mampu Kembangkan Sektor UMKM di Bali

“Kita ingin agar masyarakat Bali tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pencipta nilai tambah. Kita ingin agar karya-karya masyarakat Bali memiliki identitas, memiliki perlindungan hukum, memiliki nilai ekonomi, dan mampu bersaing di pasar global. Di sinilah peran Kekayaan Intelektual menjadi sangat penting, karena ketika produk IKM/UMKM kita dilindungi secara hukum, maka kepercayaan konsumen akan meningkat dan jalan untuk menembus pasar ekspor dan go global akan terbuka lebar tanpa rasa cemas akan pembajakan,” imbuhnya lagi.

10 Ribu Permohonan Sepanjang 2025

Disampaikannya Gubernur Wayan Koster, bahwa perkembangan Kekayaan Hak Intelektual di Bali menunjukkan tren yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 10.692 permohonan Kekayaan Intelektual dari masyarakat Bali.

Sementara itu, dari bulan Januari hingga Juni tahun 2026 telah tercatat 5.889 permohonan Kekayaan Intelektual, yang terdiri dari pendaftaran Kekayaan 1.504 permohonan Hak Merek, 24 permohonan Paten, 12 permohonan Desain Industri, 4.312 permohonan Hak Cipta; dan 37 permohonan Kekayaan Intelektual Komunal. Saat ini Bali juga sudah memiliki 15 Indikasi Geografis yang terdaftar.

Pada tahun 2025, Bali berhasil memperoleh sertifikat Indikasi Geografis untuk Gula Dawan Klungkung, Tenun Cepuk Tanglad Nusa Penida, Lukisan Batuan Gianyar Bali, dan Kopi Robusta Lemukih Buleleng.

Sementara yang sedang berproses pada tahun 2026 ini adalah Batu Pulaki Banyupoh Buleleng dan Tenun Songket Gelgel.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Bali terhadap pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual terus meningkat.

Gubernur Wayan Koster juga mengajak agar seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/ kota, perguruan tinggi, komunitas kreatif, asosiasi usaha, dan pelaku UMKM yang hadir pada hari ini mari kita bergerak bersama mempercepat perlindungan Kekayaan Intelektual di Bali.

Baca Juga  Ribuan Masyarakat Bersama Gubernur Koster Antusias Ikuti Pembukaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali Ke-5

Narasumber pada sosialisasi penguatan perlindungan kekayaan intelektual untuk mendorong IKM dan UMKM Bali yang Inovatif, Berdaya Saing dan Mendunia, Prof. Yasonna Laoly yang juga menjabat sebagai salah satu anggota DPR RI menyampaikan bahwa perlindungan Hak Cipta dan Merek dapat mendorong pengembangan iklim usaha bagi UMKM.

Dipaparkannya, bahwa Kekayaan Intelektual dapat dibedakan menjadi dua (2) yakni kepemilikan komunal (yang berupa ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, potensi indikasi geografis serta sumber daya genetik) dan kepemilikan personal (berupa hak cipta dan hak terkait serta hak milik industri baik itu paten, merek, rahasia dagang, desain tata letak sirkuit terpadu, desain industri dan perlindungan varietas tanaman).

Terkait perlindungan indikasi geografis itu ada, dan pemerintah tentu boleh meminta penindakan hukum terhadap para pelanggar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Indikasi geografis mengharuskan produksi karya untuk didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual memang harus diproduksi pada wilayah yang bersangkutan, karena hal tersebut merupakan kekayaan wilayah yang dimilikinya, sekaligus menunjuk kekayaan atau milik wilayah bukan perorangan.

Jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum, maka pemerintah atau instansi terkait berhak memberikan tindakan tegas, dan perlindungan terhadap pemilik hak cipta atau kekayaan intelektual tersebut, hal ini bertujuan untuk keberlangsungan hak cipta yang dimiliki pelaku IKM dan UKM Bali.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga berperan kepada para pedagang, agar tidak menggunakan jalan pintas atau by pass memberikan hak cipta (motifnya) kepada orang lain untuk di produksi secara massal, agar khas Bali tidak hilang.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, Kepala Badan Riset Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali serta pelaku IKM, UKM dan Koperasi di Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Pasar Rakyat di Karangasem, Putri Koster Dorong Produk Lokal dan Bunga Kasna Temukus Makin Berdaya

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Jaga Kamtibmas Kawasan Pariwisata, Kapolresta Denpasar Temui Security Hotel di Wilayah Sanur

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Silaturahmi dengan Chief Security Hotel di Sanur
SILATURAHMI: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar saat melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi bersama masyarakat serta perwakilan chief security sejumlah hotel di kawasan Sanur yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di Art Hotel, Jalan Kesumasari No. 1, Denpasar Selatan. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi bersama masyarakat serta perwakilan chief security sejumlah hotel di kawasan Sanur.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) tersebut bertempat di Art Hotel, Jalan Kesumasari No. 1, Denpasar Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Denpasar bertemu langsung dengan sejumlah perwakilan pengamanan hotel dan vila, di antaranya Chief Security Art Hotel Putu Ngurah Suadnyana, Grand Place Hotel, Hotel Maya , Sanur Resort Watu Jimbar, Hotel Mercure, Villa Mahagiri Mega, Villa Sagara, Hotel Grand Hayat, Hotel Maison, serta Hotel Intercontinental.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi sarana bertukar informasi, menyerap aspirasi, serta memperkuat koordinasi antara kepolisian dan petugas keamanan hotel dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan pariwisata Sanur.

Dalam sambutannya, Kapolresta Denpasar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen Art Hotel yang telah memfasilitasi kegiatan silaturahmi tersebut sebagai wadah untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat di wilayah Semawang, Denpasar Selatan.

Kapolresta menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di wilayah Kota Denpasar, Polri sangat membutuhkan dukungan, informasi, serta masukan dari masyarakat, termasuk para petugas keamanan hotel yang setiap hari bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat dan wisatawan.

“Sanur merupakan salah satu kawasan pariwisata yang memiliki aktivitas masyarakat dan wisatawan cukup tinggi. Karena itu, dukungan dan peran aktif masyarakat, termasuk rekan-rekan security hotel, sangat penting dalam membantu menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.

Baca Juga  Koster Minta BPD Bali Jadi Bank Kebanggaan Krama, Harus Perkuat Kompetensi SDM dan Sistem IT

Ia juga menjelaskan bahwa melalui program Polisi Bersama Masyarakat, sebagaimana menjadi arahan dan tagline Kapolri, seluruh jajaran kepolisian diharapkan semakin aktif turun langsung ke lapangan, hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, serta mendengarkan berbagai aspirasi maupun permasalahan yang berkembang.

Sementara itu, perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Kapolresta Denpasar beserta Wakapolresta dan jajaran yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi secara langsung.

Mereka berharap komunikasi dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipertahankan serta dilaksanakan secara berkesinambungan.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan masyarakat juga menyampaikan bahwa kawasan Sanur memiliki karakter masyarakat yang heterogen dengan adat, tradisi, dan budaya Bali yang harus tetap dijaga di tengah perkembangan pariwisata. Mereka berharap patroli kepolisian dapat lebih ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan saat wisatawan maupun pengunjung selesai beraktivitas di bar dan kafe.

Selain itu, disampaikan pula bahwa komunikasi positif antara masyarakat Desa Semawang dengan Polsek Denpasar Selatan selama ini telah berjalan dengan baik. Masyarakat berharap sinergitas tersebut semakin diperkuat sehingga seluruh kegiatan adat, keagamaan, dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Pasupati Pusaka dan Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa
HADIRI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri upacara Pasupati Pusaka sekaligus “Pujawali” di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa, Banjar Kangin, Desa Adat Panjer, Rabu (4/11). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri upacara Pasupati Pusaka sekaligus Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa, Banjar Kangin, Desa Adat Panjer, Rabu (4/11). Upacara yang bertepatan dengan Rahina Pagerwesi ini berlangsung khidmat dengan dihadiri krama dan keluarga besar setempat.

Ketua Panitia, I Wayan Ariawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa yang dirangkaikan dengan upacara Pasupati Pusaka. Lebih lanjut disampaikan, upacara Pasupati Pusaka dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sakti Tlabah dari Griya Tlabah, Batu Bidak, Kerobokan.

Menurutnya, pelaksanaan upacara ini memiliki makna penting sebagai wujud bhakti dan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjaga kesucian serta keberadaan pusaka yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kita bersyukur hari ini upakara berjalan lancar dengan harapan dapat memberikan kerahayuan bagi krama pengempon,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pujawali dan Pasupati Pusaka merupakan bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali. Terlebih, momentum Rahina Pagerwesi menjadi pengingat bagi umat Hindu untuk senantiasa memperkuat sraddha dan bhakti serta menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Arya Wibawa juga berharap melalui pelaksanaan upacara ini, nilai-nilai kebersamaan, gotong-royong, dan pelestarian tradisi tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

“Semoga melalui pujawali ini dapat memberikan kesejahteraan serta kesehatan bagi seluruh krama pengempon, dan warisan leluhur dapat senantiasa dijaga kesakralannya,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Dukung Kiprah PS Badung di Liga 4 Nasional, Minta Jaga Kondisi dan Junjung Profesionalisme
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Published

on

By

Prajurit Kodam IX/Udayana Perbaiki Pagar Saluran Air Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bali
PERBAIKAN: Prajurit TNI Kodam IX Udayana saat melakukan perbaikan pagar saluran air mengantisipasi cuaca ekstrem ke depan. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai daerah. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung, bahkan berdampak terhadap keselamatan warga serta aktivitas masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa segera mengerahkan satuan jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk bergerak cepat melakukan penanganan bencana. Pangdam menekankan agar seluruh satuan kewilayahan senantiasa tanggap terhadap perkembangan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.

Menindaklanjuti perintah tersebut, prajurit TNI AD jajaran Kodam IX/Udayana langsung bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan masyarakat untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tanggap darurat dilakukan melalui pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, pengamanan lokasi rawan bencana, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit bersama unsur terkait turut membantu memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi membahayakan masyarakat.

Langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Sinergi lintas instansi yang didukung semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, meminimalkan risiko, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.

Baca Juga  Pasar Rakyat di Karangasem, Putri Koster Dorong Produk Lokal dan Bunga Kasna Temukus Makin Berdaya

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa pengerahan prajurit jajaran Kodam IX/Udayana merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana alam, mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan kondisi wilayah.

“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” ungkap Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dan satuan kewilayahan tidak hanya difokuskan pada penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat tetap aman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Kapendam juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area yang berpotensi tertimpa pohon tumbang dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Kodam IX/Udayana akan terus mengoptimalkan kesiapsiagaan satuan jajaran serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan wilayah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca