Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FP Unud Dorong Efisiensi Usaha Tani Padi di Desa Buahan Kaja Payangan

BALIILU Tayang

:

fp unud
FP Unud lakukan pengabdian masyarakat kepada Kelompok Tani Ternak Budi Luhur dan Petani Muda Keren Buahan Kaja, Payangan, Gianyar. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Integrasi usaha ternak sapi dan budidaya padi organik menjadi strategi peningkatan pendapatan petani. Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) pun mendorong peningkatan efisiensi usaha tani padi melalui pengabdian kepada masyarakat bertemakan “Penguatan Manajemen Ternak Sapi Menunjang Budidaya Padi Organik”.

Ketua Panitia Pengabdian Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc., menjelaskan pengabdian tersebut diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Buahan Kaja, Payangan, Kabupaten Gianyar, Minggu (29/5).

Ditambahkan, acara yang dilaksanakan secara kolaboratif antara Prodi S1 dan S2 Agribisnis, FP Unud tersebut diikuti petani dari Kelompok Tani Ternak Budi Luhur dan Petani Muda Keren Buahan Kaja. Hadir pula dosen dan mahasiswa Prodi Agribisnis untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan ternak sapi dan usaha tani padi. Berbagi pengalaman tersebut dilaksanakan melalui pelatihan teknik budidaya padi organik, manajemen usaha tani ternak dan pembuatan pupuk organik. “Di samping itu diadakan pameran beras sehat, pupuk kompos, maupun biourine,” jelas dosen Konsentrasi Pengembangan Masyarakat tersebut.

Hadir tiga pakar yang menjadi narasumber pengabdian yakni Dr. Ir. Gede Wijana, M.S., membahas Budidaya Padi Organik, Dr. Ni Luh Gde Sumardani, S.Pt., M.Si (Manajemen Usaha Ternak Sapi), dan Dr. I Gede Setiawan Adi Putra, S.P., M.Si. (Langkah Praktis Pembuatan Pupuk Organik). Dr. Gede Wijana menjelaskan dari teknik budidaya padi organik tidak ada perbedaan mendasar dengan budidaya padi nonorganik. Perbedaannya hanya pada pemilihan varietas, pupuk dan pestisida. Pertanian organik menggunakan varietas lokal bukan hybrida/rekayasa genetik. Alasannya, varietas lokal sudah beradaptasi dengan lingkungan setempat. Selain itu budidaya padi organik harus jujur yakni memupuk dan mengendalikan hama tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia.

Baca Juga  FP Unud Gelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2023

“Jika praktik budidaya masih terkontaminasi zat-zat kimia sedikit saja, itu bukan padi organik. Ingat pembeli produk organik akan menelusuri dimana aktivitas produksinya, jika benar organik mereka berani bayar harga produk lebih mahal,” ujar dosen Prodi Agroekoteknologi pertanian tersebut.

Kelompok Tani Ternak Budi Luhur dan Petani Muda Keren Buahan Kaja saat mendengarkan materi dari narasumber. (Foto: Ist)

Lebih jauh dijelaskan, budidaya padi organik memberikan berbagai keuntungan seperti kesehatan produsen dan konsumen lebih terjamin, kelestarian lingkungan maupun pendapatan petani meningkat. Akan tetapi, keuntungan tersebut tidak mampu menarik minat petani untuk mengusahakan pertanian organik. ”Buktinya, pertanian sudah diperkenalkan tahun 1980-an saat saya masih mahasiswa, hingga tahun 2022 tetap masih taraf sosialisasi belum ada kemajuan,” ujarnya. Dr. Gede Wijana menegaskan belum ada kesatuan komitmen dan tindakan pengembangan padi organik di Indonesia termasuk Bali.

Dr. Gede Setiawan menjelaskan metode berbeda dalam meningkatkan efiensi budidaya padi organik. “Teknik budidaya padi salibu (salin ibu) atau panak embong sangat efisien, karena petani hanya menanam sekali tapi bisa menghasilkan berkali-kali,” ujarnya.

Gede Setiawan menjelaskan jika petani mau budidaya padi panak embong menjelang panen tidak membiarkan sawahnya kering kerontang sehingga padinya mati. Saat panen diminta tidak menginjak batang padi rusak. Seminggu setelah panen, petani mencukur tanaman padi setinggi 3 cm secara merata lalu ditaburi pupuk. Nantinya akan tumbuh tanaman padi anakan baru yang dipelihara hingga berbuah. Budidaya padi panak embong lama produksinya relatif pendek yakni 2,5 bulan dan tidak perlu mengolah tanah dan menyemai benih. Petani menanam padi sekali dan memanen 4 atau 5 kali pada musim tanam berikutnya. Selain berbagi tip budidaya padi panak embong, Dr. Gede Setiawan membahas cara membuat pupuk kompos dan biourine.

Dosen Fakultas Peternakan Unud Dr. Luh Gde Sumardani menjelaskan petani Bali tidak lepas dengan ternak sapi dikarenakan ternak sapi memiliki sejumlah manfaat. Selain sebagai tabungan keluarga, katanya, sapi juga digunakan untuk membajak sawah, sarana upakara maupun daya tarik agrowisata.

Baca Juga  FP Unud Tanda Tangani PKS dengan Fakultas Geografi UMS

“Manajemen ternak sapi sepatutnya menerapkan panca usaha ternak meliputi pembiakan ternak yang baik, pemberian pakan ternak bermutu, menerapkan tata laksana peternakan, pengendalian penyakit serta pemasarannya,” tegas Bu Luhde begitu akademisi ini biasa dipanggil.

Ditambahkan, saat ini ternak sapi Bali sedang dihantui penyakit kuku dan mulut (PKM) dan petani diimbau mengikuti anjuran pemerintah melalui petugas-petugas yang ada di desa agar penyakit PKM tidak terjangkit di wilayahnya.

Kepala Desa Buahan Kaja Wayan Wirtama menjelaskan Desa Buahan Kaja dihuni 974 KK atau 4.388 jiwa yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Penyuluhan dan pendampingan bidang pertanian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan petani mengelola usaha tani.

“Kami berharap pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan kualitas hidup petani sehingga menjadi petani bahagia seperti petani di luar negeri,” selorohnya.

Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Nyoman Gede Ustriyana, M.M. saat membuka kegiatan menyampaikan harapan serupa, hubungan yang baik antara kampus dan petani diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan petani sehingga petani bisa tersenyum alias bahagia. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Presiden Prabowo Minta Antrean BPJS Dipangkas, Pasien Dilayani Tanpa Dibeda-bedakan

Published

on

By

Presiden Prabowo Minta Antrean BPJS Dipangkas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kualitas pelayanan BPJS Kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang makin baik, dengan waktu antrean yang lebih singkat, dan pelayanan yang optimal bagi setiap pasien. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026.

“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” ujar Menkes.

Menkes menuturkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap kesetaraan pelayanan di rumah sakit. Pemerintah memastikan seluruh rumah sakit memberikan pelayanan yang sama kepada peserta BPJS Kesehatan maupun pasien umum.

“Kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” kata Menkes.

Dalam rapat tersebut, aspek keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan turut menjadi perhatian. Menkes menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan membutuhkan kepastian dari sisi keuangan, dan Kementerian Keuangan telah memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan pembiayaan program tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Teman-teman dari BPJS juga menanyakan, Pak kita butuh kepastian dari sisi keuangannya terjaga. Kebetulan di sini juga ada Pak Menkeu, Pak Menkeu juga sudah memberikan kejelasan bagaimana ke depannya BPJS ini selama pelayanannya baik, ke masyarakat baik dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga,” ujar Budi.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan peningkatan kualitas layanan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah perkembangan dalam sistem kesehatan, seperti inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran penyakit, dan peningkatan utilisasi pelayanan.

Baca Juga  Program Magister Agribisnis FP Unud Gelar Webinar Penulisan Artikel Jurnal Internasional Terindeks Scopus

“Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan dan ini juga penting perilaku yang volume based. Kita akan geser ke value based,” lanjut Prihati.

Prihati menjelaskan, pergeseran dari pendekatan tersebut menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada peserta. Pendekatan tersebut diarahkan agar pelayanan yang diberikan makin sesuai dengan kebutuhan peserta.

“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran,” kata Prihati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

RUU APBN 2027 Resmi Disahkan, Pemerintah Pastikan Fiskal Tetap Ekspansif, Kredibel dan Berkelanjutan

Published

on

By

APBN 2027 Resmi Disahkan DPR RI
SAMPAIKAN APBD 2027: Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan dokumen APBN 2027 kepada Ketua DPRRI Puan Maharani saat rapat paripurna DPR RI pada Selasa (29/9). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 secara resmi disahkan menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Selasa (29/9). Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan APBN 2027 dirancang tetap ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap mempertahankan keberlanjutan fiskal.

“Fiskal harus hadir untuk menjaga momentum pertumbuhan, melindungi masyarakat dengan tetap menjaga kredibilitasnya. Kebijakan fiskal 2027 dirancang tetap ekspansif secara kolaboratif terarah dan terukur, dengan defisit sebesar 2,4 persen terhadap PDB” ungkap Menkeu Suahasil dikutip dari laman kemenkeu.go.id.

Lebih lanjut, dalam APBN 2027 pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.435,1 triliun, belanja negara diperkirakan sebesar Rp4.106,3 triliun, sedangkan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun dilakukan secara inovatif dan terukur.

Arsitektur APBN 2027 difokuskan pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yakni kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan. Selain itu, terdapat program pendukung yang mencakup pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.

Selain itu, Menkeu Suahasil menegaskan APBN 2027 akan terus merepresentasikan kehadiran negara dalam setiap denyut kehidupan masyarakat antara lain melalui anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar Rp824 triliun, anggaran perlindungan sosial Rp539,7 triliun, serta anggaran ketahanan pangan Rp195,3 triliun.

“Angka-angka ini bukan sekadar target fiskal. Di baliknya terdapat tanggung jawab pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan, sekaligus memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Menkeu.

Baca Juga  FP Unud Tanda Tangani PKS dengan Fakultas Geografi UMS

Menkeu Suahasil mewakili Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR RI atas dukungan selama proses pembahasan APBN 2027. Menurut Menkeu, pembahasan yang dinamis dan konstruktif antara Pemerintah dan DPR RI membuat arsitektur APBN 2027 semakin matang dan akuntabel.

Dengan APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan, Pemerintah berharap APBN 2027 mampu menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadirkan Rasa Keadilan, Dasco Setujui Komisi XIII Cek Lapas Cibinong

Published

on

By

Komisi XIII Cek Lapas Cibinong
KONFERESI PERS: Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat konferensi pers bersama media selepas Rapat Paripurna DPR RI di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa Komisi XIII DPR RI akan melakukan tinjauan langsung atas temuan fasilitas istimewa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor dalam waktu dekat. Pengecekan dilakukan untuk mencocokkan temuan di lapangan dengan data dan informasi yang telah diperoleh DPR dalam rapat bersama pemerintah.

Dasco mengatakan Komisi XIII sebelumnya telah melakukan rapat dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait persoalan yang terjadi di lembaga pemasyarakatan tersebut. Dari rapat itu, Komisi XIII memperoleh informasi yang selanjutnya akan diverifikasi melalui kunjungan lapangan.

Menurut Dasco, pengecekan ke Lapas Cibinong diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara informasi yang disampaikan pemerintah dengan kondisi sebenarnya. Pimpinan DPR pun telah memberikan persetujuan agar Komisi XIII melakukan kunjungan tersebut.

“Komisi XIII sudah rapat, kemudian masalah yang ada di lapas itu kami sudah mendapatkan juga informasi dari Komisi XIII bahwa mereka ingin mencocokkan antara data-data yang diberikan pada saat rapat dengan fakta-fakta di lapangan,” kata Dasco dalam konferensi pers bersama media selepas Rapat Paripurna DPR RI di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Kunjungan tersebut, kata Dasco, akan menjadi tindak lanjut DPR atas temuan fasilitas istimewa di Lapas Cibinong. Dengan pengecekan secara langsung, DPR dapat melihat kondisi fasilitas yang menjadi perhatian tersebut sekaligus mencocokkannya dengan data yang telah disampaikan dalam rapat.

Pengecekan juga dilakukan untuk melihat apakah masih terdapat hal-hal lain yang perlu ditindaklanjuti dari temuan tersebut. Hasil kunjungan dapat menjadi bahan bagi Komisi XIII dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan lembaga pemasyarakatan.

Dasco menegaskan pengecekan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencocokkan data, tetapi juga untuk memastikan tidak terdapat kondisi yang bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat.

Baca Juga  Terkait Akreditasi Internasional, FP Unud Ikuti Seminar Nasional di UNS

“Oleh karena itu kami dari pimpinan DPR sudah juga memberikan persetujuan untuk Komisi XIII mengunjungi Lapas Cibinong untuk mengecek fakta, data serta kemudian kalau perlu mengungkap hal-hal yang mencederai rasa keadilan di masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca