Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FKH Unud Gelar Kersos Keswan XXXVII di Klungkung

Mewujudkan ‘’Bali Bebas Rabies’’ Melalui Keselarasan Insan Muda Veteriner Bersama Masyarakat

Loading

BALIILU Tayang

:

kersos
Kersos Keswan XXXVII FKH Udayana di Lapangan Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. (Foto: Ist)

Klungkung, baliilu.com – Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si. membuka secara resmi Kersos Keswan XXXVII FKH Udayana yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH Unud di Lapangan Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Rabu (29/6/2022). Pembukaan kegiatan Kersos Keswan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan FKH Unud, Ketua PHDI, serta Camat Banjarangkan.

Dekan FKH Unud dalam sambutannya menyampaikan, Kerja Sosial Kesehatan Hewan (Kersos Keswan) merupakan salah satu program BEM FKH Unud yang wajib diikuti mahasiswa semester akhir FKH Unud yang bertujuan untuk melakukan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat dan melatih mahasiswa untuk lebih terampil dalam bidang kedokteran hewan.

Pada dasarnya kegiatan Kersos Keswan XXXVII FKH Unud ini berfokus pada pemberian pelayanan kesehatan hewan berupa kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya perihal penyakit rabies. Hal tersebut merupakan cerminan dari tema yang diangkat, yakni “Mewujudkan ‘Bali Bebas Rabies’ melalui Keselarasan Insan Muda Veteriner Bersama Masyarakat”.

Peserta Kersos Keswan XXXVII FKH Udayana saat mengikuti pembukaan di Lapangan Pau, Desa Tihingan, Klungkung. (Foto: Ist)

Rangkaian kegiatan Kersos Keswan dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak tanggal 29 Juni–1 Juli 2022 yang berlokasi di beberapa banjar dan desa di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Desa yang menjadi sasaran kegiatan Kersos Keswan FKH Unud diantaranya Desa Bakas, Desa Tihingan, dan Desa Nyalian. Lokasi ini dipilih karena banyaknya kasus rabies yang terjadi sehingga dirasa perlu untuk diberikan pelayanan kesehatan terhadap hewan sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya kesehatan hewan.

Hari pertama Kersos Keswan diawali dengan pembukaan yang berisi sambutan-sambutan oleh ketua panitia, ketua BEM, Camat Banjarangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, serta Dekan FKH Udayana. Setelah dibukanya kegiatan Kersos Keswan, peserta mendapatkan pengarahan dari masing-masing dosen pembimbing berkenaan dengan kegiatan Kersos Keswan ini. Pada hari pertama, peserta melakukan kegiatan vaksinasi, edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat di Desa Bakas yang meliputi Banjar Kangin, Banjar Kawan, Banjar Peken, Banjar Pering, dan Banjar Kreteg.

Baca Juga  Ujian Kompetensi Dokter Hewan Nasional secara CBT

Kegiatan dilaksanakan secara door-to-door, setiap gugus akan berkunjung ke rumah warga untuk memberikan pelayanaan kesehatan hewan yang berupa pemberian vaksinasi pada anjing, penyuntikan vitamin, dan pemberian anti-ektoparasit pada ternak. Tidak hanya itu, para peserta juga memberikan edukasi kepada masyarakat perihal pencegahan serta penanganan kasus rabies. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan diskusi bersama oleh dosen pembimbing.

Di hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh panitia. Hal ini cukup membakar semangat para peserta untuk dapat melaksanakan kegiatan Kersos Keswan selanjutnya. Kali ini kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi dilaksanakan di Desa Tihingan yang meliputi Banjar Pau, Banjar Penasan, Banjar Mengune, dan Banjar Tihingan serta Desa Nyalian yang meliputi Banjar Kelodan, Banjar Pemenang, Banjar Pekandelan, Banjar Kapit, Banjar Griya, Banjar Umanyar, Banjar Tegal Wangi, dan Banjar Dukuh. Kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban oleh peserta, panitia, dan begitu juga tamu undangan.

Jumat, 1 Juli 2022 dilaksanakan penutupan kegiatan Kersos Keswan XXXVII Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Agenda ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, Camat Banjarangkan, Staf Dinas Pusat Kesehatan Hewan dan sejumlah tamu undangan lainnya. Penutupan Kersos Keswan dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang diwakili oleh Dosen Pembimbing Kersos Keswan, drh. I Wayan Sukernayasa, M.Si., yang secara simbolis dilakukan dengan pelepasan name tag oleh seluruh peserta.

Dari serangkaian kegiatan Kersos Keswan yang telah dilaksanakan terjadi beberapa kendala, salah satunya miskomunikasi terkait pelaksanaan vaksinasi. Daerah sasaran vaksinasi ternyata telah mendapatkan vaksin pada bulan April lalu. Kemudian terdapat sejumlah keperluan vaksinasi yang tidak tersedia, salah satunya kapas usap alkohol. Selain itu, turunnya hujan pada saat acara berlangsung membuat beberapa kegiatan yang telah direncanakan dibatalkan. Adanya kendala-kendala tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang sehingga nantinya dapat terlaksana dengan baik tanpa terulang kembali.

Baca Juga  Tingkatkan Koordinasi Antarunit dan Laboratorium, FKH Unud Gelar Rakor Pimpinan

Terlepas dari hal tersebut, antusiasme masyarakat Kecamatan Banjarangkan terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi ini patut diacungi jempol. Sangat terbukanya masyarakat dengan kegiatan ini, dapat diartikan bahwa sebagian besar masyarakat Bali telah teredukasi dan tersosialisasi dengan baik mengenai penyakit rabies dan vaksinasi.

“Semoga dengan hadirnya Kersos Keswan yang ke-37 mampu memberantas rabies di desa ini dan mampu memberikan implementasi ilmu-ilmu kedokteran hewan kepada masyarakat,” ujar Ketua Panitia Kersos Keswan XXXVII Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sebagai harapan dari terlaksananya kegiatan ini. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1304-KERSOS-KESWAN-XXXVII-FAKULTAS-KEDOKTERAN-HEWAN-UNIVERSITAS-UDAYANA-MEWUJUDKAN-BALI-BEBAS-RABIES-MELALUI-KESELARASAN-INSAN-MUDA-VETERINER-BERSAMA-MASYARAKAT-.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan, RSHP FKH Unud Tambah Perangkat Komputer

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  “Refresh and Recharge", Civitas Akademika FKH Unud Gelar Acara Kekeluargaan

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Mutu, FKH Unud Lakukan Studi Banding ke Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  “Refresh and Recharge", Civitas Akademika FKH Unud Gelar Acara Kekeluargaan

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca