Bogor, baliilu.com – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana merupakan salah satu Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia khususnya bagian timur yang berpotensi berkembang menyamai fakultas sejenis yang sudah maju. Namun untuk menata, mengelola dan mengoptimalkan itu, FKH Unud masih perlu belajar dari universitas yang telah maju dan unggul.
Karena itu, dalam rangka memperluas wawasan mengenai penerapan pendidikan dan penerapan budaya mutu yang baik, kurikulum Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB), dan program kerja sama, pada Senin, 30 Mei 2022, FKH Udayana melakukan studi banding ke Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University.
Rombongan FKH Udayana disambut oleh Dekan SKHB dan didampingi oleh pimpinan lainnya yaitu para wakil dekan dan kepala unit serta Agrianita yang ada di SKHB IPB. Bertempat di ruang pertemuan kampus SKHB IPB, kampus Dramaga, Dekan SKHB, IPB University, Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D., DAiCVIMi menyampaikan sekilas tentang kemajuan-kemajuan yang diperoleh oleh SKHB IPB sampai saat ini.
Walaupun telah berstatus unggul dan berakreditasi internasional, SKHB IPB juga tetap ingin menjalin kerja sama dengan fakultas sejenis baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya FKH Universitas Udayana.
Prof. Deni berharap dari kerja sama ini dapat saling menguntungkan terutama dalam hal pendidikan dan penelitian. Kedepannya Prof. Deni berharap dari studi banding ini serta yang dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dapat mengambil praktik baik apa yang ada di Bali terutama hal yang tidak dimiliki oleh IPB seperti penelitian bidang anjing Kintamani dan sapi Bali. Prof. Deni berpesan agar kedua institusi melihat visi yang jauh lebih besar dari sekedar kemajuan dua institusi yaitu SKHB IPB dan FKH Unud, namun lebih maju lagi yaitu kemajuan Indonesia sebagai bangsa yang besar melalui kiprah positif dan aktif kedua institusi ini.
FKH Unud foto bersama saat melakukan Studi Banding ke Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. (Foto: Ist)
Dalam paparannya, Dekan FKH Udayana, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si. menyampaikan maksud dari benchmarking ini adalah berbagi keberlanjutan dan perbaikan program penjaminan mutu (budaya mutu, penyempurnaan kebijakan, prosedur, standar mutu, dan lain-lain ) pada Fakultas Kedokteran Hewan Udayana. Tujuan kegiatan ini adalah belajar pada universitas negeri yang telah maju dan unggul dalam penerapan pendidikan dan telah menerapkan budaya mutu yang baik.
Lebih lanjut, Prof. Suartha menyampaikan rasa senangnya bisa studi banding di SKHB IPB University karena menurutnya IPB adalah universitas yang sangat maju dan unggul. Pemilihan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, IPB University dikarenakan IPB merupakan perguruan tinggi negeri yang telah berstatus internasional ini dibuktikan dengan QS Ranking masuk pada peringkat 100 besar. Dia berharap FKH Udayana bisa belajar dari pengalaman SKHB IPB agar dapat menerapkannya di FKH Unud.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Suartha menawarkan kerja sama dalam hal mengembangkan anjing Kintamani Bali, sesuai juga dengan keinginan Pemerintah Bali untuk meningkatkan kualitas anjing Kintamani Bali.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dengan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. Penandatanganan PKS ini merupakan komitmen FKH Unud dalam mencapai Indeks Kinerja Utama yang sesuai dengan harapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Demi mencapai IKU bidang kerja sama, FKH Unud bekerja sama dengan IPB University sebagai salah satu Institusi Pendidikan Tinggi dengan ranking 100QS. Kerja sama ini mencangkup bidang pendidikan dimana mahasiswa masing-masing institusi baik FKH Unud maupun SKHB IPB dapat melakukan kerja sama baik berupa pertukaran pelajar maupun magang pada lintas institusi. Selain itu juga terdapat kerja sama pada bidang riset, khususnya riset konservasi plasma nutfah yang ada di Indonesia, dimana di Bali saat ini telah berdiri Pusat Penangkaran Anjing Kintamani yang akan membuka peluang riset yang sangat besar bagi kedua institusi.
Pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat dari IPB maupun Unud telah melaksanakan kegiatan kerja sama pengabdian kepada masyarakat yang sudah berlangsung lama seperti kegiatan Kuliah Kerja Nyata, dimana bulan Juni ini IPB University mengadakan KKN di Nusa Penida Bali.
Kegiatan benchmarking kemudian ditutup dengan melihat secara langsung sambil berdiskusi mengenai sarana-prasarana yang ada pada SKHB IPB. Mulai dari Gedung Perkuliahan, Rumah Sakit Hewan Pendidikan sampai Equistrian Center SKHB IPB. Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Diskusi materi tidak hanya semata pertukaran insight namun juga terdapat beberapa wacana baru seperti kerja sama yang lebih instens antara SKHB IPB University dan FKH Udayana kedepannya. Wacana kerja sama yang mungkin akan direalisasikan berupa kerja sama penelitian plasma nutfah yang ada di Bali serta pengabdian kepada masyarakat. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1127-Meningkatkan-Mutu-FKH-Unud-Mengadakan-Benchmarking-ke-Sekolah-Kedokteran-Hewan-dan-Biomedis-IPB-University.html(gs/bi)
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.
Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.
Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.
Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.
Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.
Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)
KICK OFF: Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). (Foto: Hms Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). Kegiatan menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan K, ST., MT. menyampaikan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan 36 paket pekerjaan penanganan jalan. Program ini merupakan bagian dari percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten yang telah menjadi prioritas pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, berdasarkan data kondisi di Kabupaten Gianyar tahun 2026, persentase jalan mantap di Kabupaten Gianyar telah mencapai sekitar 80,66 persen. Melalui pelaksanaan paket-paket pekerjaan tahun 2026, angka tersebut ditargetkan terus meningkat secara signifikan. Disebutkan, dari 36 paket pekerjaan penanganan jalan, 5 paket telah dikerjakan, 10 paket sedang dikerjakan, sisanya segera dikerjakan.
Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar.
“Keto seriusne bupati membangun infrastruktur. Kami memasang target waktu tiga tahun seluruh jalan kabupaten dapat dituntaskan,” tegas Bupati Mahayastra.
Bupati Mahayastra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melaksanakan 55 paket pekerjaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp 191.513.938.800. Selanjutnya pada tahun 2026 dilanjutkan dengan 36 paket pekerjaan senilai Rp 189.875.000.000, sehingga pada akhir tahun 2026 tingkat kemantapan yang ditargetkan telah mencapai sekitar 85 persen.
Menurutnya, kegiatan kick off menjadi simbol dimulainya pekerjaan fisik yang akan segera dilaksanakan di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan telah selesai sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.
Memasuki tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan memfokuskan pembangunan pada jalan-jalan lingkungan, setelah sebagian besar ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap. “Astungkara, saat saya selesai menjabat sebagai Bupati, tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak,” ungkapnya.
Bupati Mahayastra juga menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan infrastruktur Kabupaten Gianyar saat ini telah melampaui berbagai target yang ditetapkan dan mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur.
“Membangun bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Gianyar,” tutupnya. (gs/bi)
KEBAKARAN: Sinergi lintas instansi saat melakukan penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, LPHD, serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan upaya pemadaman di medan yang sulit dijangkau, Sabtu (18/7/2026).
Sejak pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melaksanakan pendakian menuju titik kebakaran. Kondisi medan yang terjal serta akses yang terbatas membuat proses pemadaman tidak memungkinkan menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berukuran besar.
Sebagai alternatif, personel membawa kantong air (water bag) dan memanfaatkan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang terus menyala di sejumlah titik. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, tim dibagi menjadi dua regu sehingga pemadaman dapat dilakukan dari beberapa arah sekaligus guna menahan laju penyebaran api.
Hingga pukul 15.00 Wita, api masih terlihat membakar kawasan hutan. Cuaca kering yang disertai embusan angin di kawasan perbukitan menyebabkan api terus merambat ke area vegetasi di sekitarnya. Meski demikian, seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan bahwa penanganan kebakaran mengedepankan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat mengingat tantangan medan di lokasi cukup berat.
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujar Dharma Sudana.
Ia menambahkan, hingga sore hari TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan perkembangan kebakaran.
“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” pungkasnya. (gs/bi)