Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Mutu, FKH Unud Lakukan Studi Banding ke Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University

BALIILU Tayang

:

meningkatkan mutu
FKH Unud melakukan Studi Banding dan jalin kerja sama dengan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. (Foto: Ist)

Bogor, baliilu.com – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana merupakan salah satu Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia khususnya bagian timur yang berpotensi berkembang menyamai fakultas sejenis yang sudah maju. Namun untuk menata, mengelola dan mengoptimalkan itu, FKH Unud masih perlu belajar dari universitas yang telah maju dan unggul.

Karena itu, dalam rangka memperluas wawasan mengenai penerapan pendidikan dan penerapan budaya mutu yang baik, kurikulum Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB), dan program kerja sama, pada Senin, 30 Mei 2022, FKH Udayana melakukan studi banding ke Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University. 

Rombongan FKH Udayana disambut oleh Dekan SKHB dan didampingi oleh pimpinan lainnya yaitu para wakil dekan dan kepala unit serta Agrianita yang ada di SKHB IPB. Bertempat di ruang pertemuan kampus SKHB IPB, kampus Dramaga, Dekan SKHB, IPB University, Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D., DAiCVIMi menyampaikan sekilas tentang kemajuan-kemajuan yang diperoleh oleh SKHB IPB sampai saat ini.

Walaupun telah berstatus unggul dan berakreditasi internasional, SKHB IPB juga tetap ingin menjalin kerja sama dengan fakultas sejenis baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satunya FKH Universitas Udayana.

Prof. Deni berharap dari kerja sama ini dapat saling menguntungkan terutama dalam hal pendidikan dan penelitian. Kedepannya Prof. Deni berharap dari studi banding ini serta yang dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dapat mengambil praktik baik apa yang ada di Bali terutama hal yang tidak dimiliki oleh IPB seperti penelitian bidang anjing Kintamani dan sapi Bali. Prof. Deni berpesan agar kedua institusi melihat visi yang jauh lebih besar dari sekedar kemajuan dua institusi yaitu SKHB IPB dan FKH Unud, namun lebih maju lagi yaitu kemajuan Indonesia sebagai bangsa yang besar melalui kiprah positif dan aktif kedua institusi ini.

Baca Juga  Pemkab Teluk Bintuni Lakukan Studi Banding ke Kota Denpasar
FKH Unud foto bersama saat melakukan Studi Banding ke Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. (Foto: Ist)

Dalam paparannya, Dekan FKH Udayana, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si. menyampaikan maksud dari benchmarking ini adalah berbagi keberlanjutan dan perbaikan program penjaminan mutu (budaya mutu, penyempurnaan kebijakan, prosedur, standar mutu, dan lain-lain ) pada Fakultas Kedokteran Hewan Udayana. Tujuan kegiatan ini adalah belajar pada universitas negeri yang telah maju dan unggul dalam penerapan pendidikan dan telah menerapkan budaya mutu yang baik.

Lebih lanjut, Prof. Suartha menyampaikan rasa senangnya bisa studi banding di SKHB IPB University karena menurutnya IPB adalah universitas yang sangat maju dan unggul. Pemilihan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, IPB University dikarenakan IPB merupakan perguruan tinggi negeri yang telah berstatus internasional ini dibuktikan dengan QS Ranking masuk pada peringkat 100 besar. Dia berharap FKH Udayana bisa belajar dari pengalaman SKHB IPB agar dapat menerapkannya di FKH Unud.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Suartha menawarkan kerja sama dalam hal mengembangkan anjing Kintamani Bali, sesuai juga dengan keinginan Pemerintah Bali untuk meningkatkan kualitas anjing Kintamani Bali.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dengan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. Penandatanganan PKS ini merupakan komitmen FKH Unud dalam mencapai Indeks Kinerja Utama yang sesuai dengan harapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Demi mencapai IKU bidang kerja sama, FKH Unud bekerja sama dengan IPB University sebagai salah satu Institusi Pendidikan Tinggi dengan ranking 100QS. Kerja sama ini mencangkup bidang pendidikan dimana mahasiswa masing-masing institusi baik FKH Unud maupun SKHB IPB dapat melakukan kerja sama baik berupa pertukaran pelajar maupun magang pada lintas institusi. Selain itu juga terdapat kerja sama pada bidang riset, khususnya riset konservasi plasma nutfah yang ada di Indonesia, dimana di Bali saat ini telah berdiri Pusat Penangkaran Anjing Kintamani yang akan membuka peluang riset yang sangat besar bagi kedua institusi.

Baca Juga  FKH Unud Gelar Rapat Persiapan Pembangunan RSH Bertaraf Internasional

Pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat dari IPB maupun Unud telah melaksanakan kegiatan kerja sama pengabdian kepada masyarakat yang sudah berlangsung lama seperti kegiatan Kuliah Kerja Nyata, dimana bulan Juni ini IPB University mengadakan KKN di Nusa Penida Bali.

Kegiatan benchmarking kemudian ditutup dengan melihat secara langsung sambil berdiskusi mengenai sarana-prasarana yang ada pada SKHB IPB. Mulai dari Gedung Perkuliahan, Rumah Sakit Hewan Pendidikan sampai Equistrian Center SKHB IPB. Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Diskusi materi tidak hanya semata pertukaran insight namun juga terdapat beberapa wacana baru seperti kerja sama yang lebih instens antara SKHB IPB University dan FKH Udayana kedepannya. Wacana kerja sama yang mungkin akan direalisasikan berupa kerja sama penelitian plasma nutfah yang ada di Bali serta pengabdian kepada masyarakat. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1127-Meningkatkan-Mutu-FKH-Unud-Mengadakan-Benchmarking-ke-Sekolah-Kedokteran-Hewan-dan-Biomedis-IPB-University.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Pelantikan dan Peresmian Anggota Muda LPM Suara Satwa FKH Unud

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Pemkab Teluk Bintuni Lakukan Studi Banding ke Kota Denpasar

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  Merajut Badan Kekeluargan Kedokteran Hewan, FKH Unud Gelar Seminar Nasional PMK

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca