Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Lakukan Groundbreaking Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali

Mahakarya Ini Dipersembahkan Sebagai Warisan Nan-Abadi Sepanjang Jaman kepada Generasi Penerus Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) secara bersama-sama dari kiri Kapolda Bali, Ketua DPRD Bali, Wakil Ketua DPRD Bali dan Danrem IX Wirasatya menekan tombol tanda dimulainya pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali. (Foto: gs)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakaan peletakan batu pertama groundbreaking pembangunan Taman Teknologi Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di ketinggian 1.521 meter dari permukaan laut atau total ketinggian tower menjadi  1.636 meter, pada Sabtu (Saniscara Kliwon Krulut) 23 Juli 2022 di Desa Adat Amerta Sari, Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, Buleleng-Bali.

Pelaksanaan peletakan batu pertama hari ini sebagai tanda dimulainya pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali. Upakara niskala peletakan batu pertama dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natawangsa Pemayun. Sebelum acara peletakan batu pertama terlebih dahulu dilakukan upacara matur piuning dan memohon restu agar pembangunan tower berjalan dengan lancar aman dan sukses. Matur piuning dilaksanakan di 15 pura yaitu Pura Yeh Ketipat, Pura Ulundanu Beratan, Pura Ulundanu Buyan, Pura Ulundanu Tamblingan , Pura Segara Penimbangan, Pura Meduwe Karang, Pura Penegil Dharma, Pura Puncak Sinunggal, Pura Indra Kila, Pura Ulundanu Batur, Pura Puncak Penulisan, Pura Puncak Mangu, dan Pura Khayangan Desa Amerta Sari.

Hadir pada peletakan batu pertama ini Ratu Sri Bhagawan Natawangsa Pemayun, Pimpinan DPRD Provinsi Bali yakni Ketua Dewan Adi Wiryatama, Wakil Ketua Nyoman Sugawa Korry, pimpinan komisi dan fraksi DPRD Provinsi Bali, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Danrem IX Wirasatya, Kajati Bali, Kepala PT Bali, para rektor di antaranya Rektor Unud Prof. Gde Antara, direksi BPD, walikota/bupati se-Bali atau yang mewakili, Bupati Jembrana, Bupati Gianyar, Bupati Karangasem, Wakil Bupati Buleleng, Ketua DPRD Kabupaten kota se-Bali, dan para undangan.

Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan. (Foto: gs)

Dalam sambutannya, Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini mengatakan pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali ini merupakan pemenuhan janji politik titiang pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali tahun 2018 kepada masyarakat Buleleng. ‘’Yang menjadi janji politik sesungguhnya adalah pembangunan tower biasa yang berfungsi untuk mengatasi terbatasnya jangkauan siaran televisi atau blankspot khususnya di wilayah Buleleng. Namun yang titiang bangun bukan tower biasa, tetapi tower dalam satu kawasan terpadu berupa taman teknologi komunikasi Bali Smart,’’ papar Koster.

Baca Juga  Gubernur Koster Serahkan Bantuan Rp 1 M untuk Korban Gempa NTT

Dikatakan, tower dalam filosofi kearifan lokal Bali disebut Turyapada yang melambangkan hubungan antara akasa-pertiwi, purusa-pradana yang menjadi sumber kekuatan kehidupan masyarakat dunia. ‘’Sebenarnya tadinya ada yang mengusulkan namanya tower Koster, saya bilang tidak boleh mengabadikan nama orang masih hidup, itu pantang nanti cepat mati saya. Jadi tidak boleh,’’ bebernya yang disambut tepuk tangan para undangan.

Turyapada Tower dikatakan, merupakan analogi bentuk orti dan bale kulkul sebagai media komunikasi masyarakat Bali secara tradisional dalam aktivitas adat agama, tradisi, seni dan budaya. Rancangan tower merupakan karya yang memadukan nilai-nilai kearifan lokal sad kerthi dengan kemajuan teknologi global menjadi karya iconic monumental yaitu loka samasta sakino bhawana, yang memiliki makna sebagai sumber kesejahteraan dan kehidupan manusia yang mendunia. ‘’Berdasarkan pendekatan nilai-nilai kearifan lokal sad kerthi dan kemajuan teknologi global kawasan terpadu ini diberi nama Taman Teknologi Turyapada Tower Komunikasi Bali Smart 6.0 Kerthi Bali, disingkat Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali,’’ ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) foto bersama dari kiri Kapolda Bali, Ketua DPRD Bali, Wakil Ketua DPRD Bali dan Danrem IX Wirasatya.

Gubernur Koster menegaskan 6.0 Kerthi Bali bukan merupakan tingkatan dari digit 5.0 dan digit 4.0. Jadi revolusi industri itu 4.0 basisnya adalah revolusi teknologi, 5.0 adalah perkembangan society, kemasyarakatan, basisnya masyarakat, kalau 6.0 basisnya budaya. ‘’Jadi saya mengeluarkan jurus sendiri, selama ini kita terbawa arus 4.0, sebenarnya ini apa sih 4.0 ini, kok ikut semua kita 4.0, supaya kita tidak ikut arus, sekali-sekali kita bikin arus supaya menjadi mainstream baru masyarakat dunia sebagai penanda bahwa Bali merupakan pusat peradaban dunia,’’ ujarnya seraya menegaskan basis 6.0 ini adalah budaya. Kalau sudah budaya dengan sad kerthi sing ade lawan karena ada cuma di Bali. Gagasan Gubernur Koster membangun Turyapada Tower ini merupakan pengejawantahan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru.

Baca Juga  Tutup Bulan Bung Karno 2025, Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Tak Alergi Politik

Untuk menjabarkan secara teknokratis, Gubernur yang mantan anggota DPRRI tiga periode dari PDI Perjuangan ini menugaskan tim dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Adapun susunan tim terdiri dari 9 orang yaitu Ketua Dr. Ir. I Made Oka Widyantara, ST, MT, IPU, ASEAN Eng, dengan anggota, Dr. Eng. Ir. I Wayan Kastawan, ST, MA, Dr. Ir. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, ST, SDs, MA, IPU, Dr. Ir. I Dewa Gede Agung Diasana Putra, ST, MT,  IPU, Dr. Ir. AA Gede Agung Yana, ST, MT, Ir. I Gede Adi Susila, ST, M.Sc, Ph.D, Ir. I Made Dodiek Wirya Ardana, ST, MT, Nyoman Pramaita, ST, MT, Ph.D, dan  I Gusti Agung Komang Diafari Djuni H, ST, MT.

Gubernur Koster membeberkan Turyapada Tower yang diberi nama oleh Ida Sri Bagawan Natawangsa Pemayun, memiliki ketinggian 115 meter dibangun pada lokasi dengan ketinggian 1.521 meter dari permukaan laut sehingga total ketinggian tower menjadi  1.636 meter.  Tower ini meliputi puncak tower sebagai pemancar siaran TV digital terrestrial, telekomunikasi seluler, internet dan telekomunikasi radio komunitas. Badan tower sebagai edukasi berupa planetarium, skywalk, restaurant putar 260 derajat dan jembatan kaca, pedestal tower sebagai wahana penunjang berupa wisata konvensi, laboratorium pendidikan, dan museum keunggulan budaya komunikasi dengan menampilkan teknologi yang diciptakan diadopsi pada masing-masing era peradaban. Kawasan Turyapada Tower bersifat terpadu, ramah lingkungan indah dan sangat keren, berisi kebun bunga, kebuh buah, arena bermain anak, glamping, flying fox, UMKM dan restaurant.

Untuk kenyamanan pengunjung disiapkan area parkir seluas 1 hektar dan disiapkan gondola yang bergerak sepanjang 1,4 km dari area parkir menuju Turyapada Tower. Dilihat dari lokasi, ketinggian dan fasilitas yang dimiliki, Turyapada Tower adalah tower iconic monumental pertama di Indonesia.

Tidak kalah dengan 5 tower terkenal di dunia yakni, menara Eiffel, Tokyo Tower, Toronto Tower, Macau Tower, dan Fernsehturm Tower. Menara Eiffel hanya ada restaurant dan anjung pandang, Tokyo Tower ada restaurant tapi statis, Macau Tower ada restaurant. Tapi dari sekian tower tidak ada planetarium, tidak ada restaurant putar.

Baca Juga  Gubernur Koster Serahkan Bonus kepada Atlet Peraih Medali di PON XX dan Perpanas XVI 2021 Papua
gubernur
Para undangan yang hadir saat peletakan batu pertama Turyapada Tower. (Foto: gs)

‘’Perbedaan yang mencolok adalah Turyapada Tower berada di perbukitan desa, berbeda dengan tower lain yang berada di pusat kota. Turyapada Tower memiliki ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut, lebih tinggi dari 5 tower terkenal di dunia. Untuk menjamin keandalan bangunan, Turyapada Tower didesain secara khusus, dengan ketahanan gempa, kekuatan struktur minimal 500 tahun dan dibangun dengan sistem struktur ganda. Sehingga tahan terhadap beban angin dan gempa menjadi bangunan yang andal nyaman dan aman,’’ ujarnya.

‘’Para pakar dari Udayana ini hebat betul, kalau kita berdayakan tenaga kita itu akan menjadi kebanggan tersendiri, dan ini akan menajdi legacy Udayana juga karena punya tim yang mampu merumuskan konsep yang saya idekan dalam Turyapada Tower ini,’’ ujarnya.

Turyapada Tower dikatakan akan memberi manfaat dan dampak nomor 1 mengoptimalkan siaran tv digital dengan jangkauan mencapai 80 % wilayah Buleleng, Jembrana dan Karangasem, bahkan sampai ke Banyuwangi. Kemudian yang kedua, sebagai daya tarik pariwisata baru berkelas dunia. Ini akan menjadi daya Tarik. Menara Eiffel itu tiap hari pengunjungnya ribuan, di Bali sebagai destinasi pariwisata dunia memang harus punya produk atau daya tarik yang berkelas dunia. Yang ketiga, akan menjadi pusat perekonomian baru dari kawasan Candi Kuning sampai ke bawah. Keempat, menyeimbangkan perekonomian antara wilayah Bali Utara, Selatan, Timur dan Barat. Kelima, menjadi sumber baru pendapatan asli daerah Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Kabupaten Tabanan. ‘’Saya yakin nanti restaurant akan bergerak penuh ke sini,’’ ujarnya.

Gubernur menyampaikan Turyapada Tower ini sebagai penanda kemajuan peradaban Bali era baru. Mahakarya ini dipersembahkan sebagai warisan nan abadi sepanjang jaman kepada generasi penerus Bali. Pembanguan kawasan terpadu Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali ini memerlukan anggaran sebesar 418 miliar rupiah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus Terkait Kelangkaan BBM di Bali

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Demo Cipayung Plus
PIMPIN PENGAMANAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Denpasar disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, kata Kapolresta, koordinasi dan komunikasi dengan koordinator lapangan serta peserta aksi terus dilakukan guna menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Melalui pengamanan yang optimal dan sinergi antara aparat keamanan dengan peserta aksi, diharapkan kegiatan unjuk rasa Cipayung Plus dapat berlangsung dengan aman, damai, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Siap Hadiri Upacara "Medewa Sraya" di Pura Tuluk Biyu Batur, Komit dan Hormati Nilai Luhur Budaya Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat untuk Penguatan Infrastruktur Pariwisata Bali

Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembiayaan yang Memperhatikan Kontribusi dan Karakteristik Daerah

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka ITMW 2026 di Sanur
BUKA ITMW 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

ITMW 2026 merupakan forum tahunan yang digagas MarkPlus Tourism (MCorp) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran. Mengusung tema Reimagining Tourism: In a Fragmented World!, kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di sejumlah lokasi di Bali. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITMW 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menilai Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata sehingga layak menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi meracik kopi, aksi konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, pembahasan digitalisasi dan penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta konferensi yang menghadirkan sejumlah pembicara nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Pandangan tersebut, menurut Koster, telah dipelajarinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, baik dari aspek teknokratis maupun filosofi ekonomi. Dengan mengacu pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, ia menjelaskan bahwa pada tingkatan kebutuhan tertentu, kegiatan berwisata menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

Baca Juga  Gubernur Koster Minta DPD HKTI Bali Dukung Percepatan Capaian Kedaulatan Pangan di Pulau Dewata

“Karena itu, pariwisata adalah dunia yang paling nyata. Kalau kita mampu mendorong pertumbuhan sektor ini, maka akan berdampak pada sektor yang lain. Karena itu, harus dibangun dengan sangat detail,” katanya.

Gubernur Koster selanjutnya memaparkan perkembangan sektor pariwisata Bali yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 16,3 juta kunjungan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 319,9 triliun. Gubernur Koster juga menyebutkan besarnya peranan sektor pariwisata dalam menopang perekonomian daerah. “Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali juga sangat tinggi, yaitu 66 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, menurut Gubernur Koster, memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator makroekonomi Bali, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati demikian, perkembangan pariwisata yang pesat juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari alih fungsi lahan sawah, persoalan sampah dan kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga meningkatnya kasus penodaan tempat suci. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tersebut, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Gubernur Koster mendorong pemerintah pusat agar kebijakan pengalokasian dana transfer ke daerah tidak hanya menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing daerah terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Bali memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain karena harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga mendukung aktivitas jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.

Baca Juga  Gubernur Koster Siap Bawa Usulan Konkret ke Pusat dan DPR, Komit Reformasi Norma OSS dan Kuatkan Wewenang Daerah

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” urainya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Bali. Diperlukan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Seluruh komponen tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bali.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas antardaerah di Indonesia, melainkan telah berlangsung pada tingkat internasional. Bali harus mampu bersaing dengan destinasi wisata di negara-negara tetangga yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Karena itu, ia menilai Singapura, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” tambahnya.

Untuk mempercepat pembenahan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan yang lebih proporsional bagi Bali. Dari kontribusi devisa pariwisata yang disebutnya mencapai Rp 176 triliun, ia mengusulkan agar Bali dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan nilai setara sedikitnya 5 persen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan membantu Bali meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat konektivitas, serta menjaga daya saing pariwisata dalam jangka panjang.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Penataan Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih

Gubernur Koster optimistis bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa pariwisata. Setelah fondasi infrastruktur Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat diarahkan pada peningkatan konektivitas dan kolaborasi dengan berbagai destinasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan ITMW 2026 yang mendorong sinergi dan pengembangan pariwisata nasional secara berkelanjutan.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Warisan Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Bali dan Pemkot Denpasar Gelar Aksi Pemeliharaan Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan

Published

on

By

Aksi Pemeliharaan Bale Kulkul Puri Pemecutan
AKSI PEMELIHARAAN: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong-royong dalam menjaga warisan budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10).

Kegiatan yang berlokasi di Jalan Gunung Batur, Denpasar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, Ni Wayan Sri Witari, menyampaikan bahwa kegiatan yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali (BPK) ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan cagar budaya sebagai identitas dan sejarah Kota Denpasar.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeliharaan fisik, tetapi juga merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta keberlanjutan warisan budaya. Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya, Penglingsir Puri Pemecutan, jajaran Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, para kader Pelestari Budaya Kota Denpasar, serta Mahasiswa Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Melalui aksi dengan semangat gotong-royong ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, puri, komunitas pelestari budaya, dan generasi muda dalam menjaga keberadaan cagar budaya agar tetap lestari.

“Melestarikan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat ngayah, kita rawat warisan leluhur, kita jaga identitas budaya Bali,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Siap Bawa Usulan Konkret ke Pusat dan DPR, Komit Reformasi Norma OSS dan Kuatkan Wewenang Daerah
Lanjutkan Membaca