Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Lakukan Groundbreaking Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali

Mahakarya Ini Dipersembahkan Sebagai Warisan Nan-Abadi Sepanjang Jaman kepada Generasi Penerus Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) secara bersama-sama dari kiri Kapolda Bali, Ketua DPRD Bali, Wakil Ketua DPRD Bali dan Danrem IX Wirasatya menekan tombol tanda dimulainya pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali. (Foto: gs)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakaan peletakan batu pertama groundbreaking pembangunan Taman Teknologi Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di ketinggian 1.521 meter dari permukaan laut atau total ketinggian tower menjadi  1.636 meter, pada Sabtu (Saniscara Kliwon Krulut) 23 Juli 2022 di Desa Adat Amerta Sari, Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, Buleleng-Bali.

Pelaksanaan peletakan batu pertama hari ini sebagai tanda dimulainya pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali. Upakara niskala peletakan batu pertama dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natawangsa Pemayun. Sebelum acara peletakan batu pertama terlebih dahulu dilakukan upacara matur piuning dan memohon restu agar pembangunan tower berjalan dengan lancar aman dan sukses. Matur piuning dilaksanakan di 15 pura yaitu Pura Yeh Ketipat, Pura Ulundanu Beratan, Pura Ulundanu Buyan, Pura Ulundanu Tamblingan , Pura Segara Penimbangan, Pura Meduwe Karang, Pura Penegil Dharma, Pura Puncak Sinunggal, Pura Indra Kila, Pura Ulundanu Batur, Pura Puncak Penulisan, Pura Puncak Mangu, dan Pura Khayangan Desa Amerta Sari.

Hadir pada peletakan batu pertama ini Ratu Sri Bhagawan Natawangsa Pemayun, Pimpinan DPRD Provinsi Bali yakni Ketua Dewan Adi Wiryatama, Wakil Ketua Nyoman Sugawa Korry, pimpinan komisi dan fraksi DPRD Provinsi Bali, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Danrem IX Wirasatya, Kajati Bali, Kepala PT Bali, para rektor di antaranya Rektor Unud Prof. Gde Antara, direksi BPD, walikota/bupati se-Bali atau yang mewakili, Bupati Jembrana, Bupati Gianyar, Bupati Karangasem, Wakil Bupati Buleleng, Ketua DPRD Kabupaten kota se-Bali, dan para undangan.

Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan. (Foto: gs)

Dalam sambutannya, Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini mengatakan pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali ini merupakan pemenuhan janji politik titiang pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali tahun 2018 kepada masyarakat Buleleng. ‘’Yang menjadi janji politik sesungguhnya adalah pembangunan tower biasa yang berfungsi untuk mengatasi terbatasnya jangkauan siaran televisi atau blankspot khususnya di wilayah Buleleng. Namun yang titiang bangun bukan tower biasa, tetapi tower dalam satu kawasan terpadu berupa taman teknologi komunikasi Bali Smart,’’ papar Koster.

Baca Juga  Hadiri Langsung Dekranasda Bali Fashion Day Sesi 4, Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Cintai Produk Lokal

Dikatakan, tower dalam filosofi kearifan lokal Bali disebut Turyapada yang melambangkan hubungan antara akasa-pertiwi, purusa-pradana yang menjadi sumber kekuatan kehidupan masyarakat dunia. ‘’Sebenarnya tadinya ada yang mengusulkan namanya tower Koster, saya bilang tidak boleh mengabadikan nama orang masih hidup, itu pantang nanti cepat mati saya. Jadi tidak boleh,’’ bebernya yang disambut tepuk tangan para undangan.

Turyapada Tower dikatakan, merupakan analogi bentuk orti dan bale kulkul sebagai media komunikasi masyarakat Bali secara tradisional dalam aktivitas adat agama, tradisi, seni dan budaya. Rancangan tower merupakan karya yang memadukan nilai-nilai kearifan lokal sad kerthi dengan kemajuan teknologi global menjadi karya iconic monumental yaitu loka samasta sakino bhawana, yang memiliki makna sebagai sumber kesejahteraan dan kehidupan manusia yang mendunia. ‘’Berdasarkan pendekatan nilai-nilai kearifan lokal sad kerthi dan kemajuan teknologi global kawasan terpadu ini diberi nama Taman Teknologi Turyapada Tower Komunikasi Bali Smart 6.0 Kerthi Bali, disingkat Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali,’’ ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) foto bersama dari kiri Kapolda Bali, Ketua DPRD Bali, Wakil Ketua DPRD Bali dan Danrem IX Wirasatya.

Gubernur Koster menegaskan 6.0 Kerthi Bali bukan merupakan tingkatan dari digit 5.0 dan digit 4.0. Jadi revolusi industri itu 4.0 basisnya adalah revolusi teknologi, 5.0 adalah perkembangan society, kemasyarakatan, basisnya masyarakat, kalau 6.0 basisnya budaya. ‘’Jadi saya mengeluarkan jurus sendiri, selama ini kita terbawa arus 4.0, sebenarnya ini apa sih 4.0 ini, kok ikut semua kita 4.0, supaya kita tidak ikut arus, sekali-sekali kita bikin arus supaya menjadi mainstream baru masyarakat dunia sebagai penanda bahwa Bali merupakan pusat peradaban dunia,’’ ujarnya seraya menegaskan basis 6.0 ini adalah budaya. Kalau sudah budaya dengan sad kerthi sing ade lawan karena ada cuma di Bali. Gagasan Gubernur Koster membangun Turyapada Tower ini merupakan pengejawantahan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru.

Baca Juga  Rektor Unwar Suranaya Pandit Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Koster Jadikan Budaya Bali Sebagai Haluan Pembangunan

Untuk menjabarkan secara teknokratis, Gubernur yang mantan anggota DPRRI tiga periode dari PDI Perjuangan ini menugaskan tim dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Adapun susunan tim terdiri dari 9 orang yaitu Ketua Dr. Ir. I Made Oka Widyantara, ST, MT, IPU, ASEAN Eng, dengan anggota, Dr. Eng. Ir. I Wayan Kastawan, ST, MA, Dr. Ir. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, ST, SDs, MA, IPU, Dr. Ir. I Dewa Gede Agung Diasana Putra, ST, MT,  IPU, Dr. Ir. AA Gede Agung Yana, ST, MT, Ir. I Gede Adi Susila, ST, M.Sc, Ph.D, Ir. I Made Dodiek Wirya Ardana, ST, MT, Nyoman Pramaita, ST, MT, Ph.D, dan  I Gusti Agung Komang Diafari Djuni H, ST, MT.

Gubernur Koster membeberkan Turyapada Tower yang diberi nama oleh Ida Sri Bagawan Natawangsa Pemayun, memiliki ketinggian 115 meter dibangun pada lokasi dengan ketinggian 1.521 meter dari permukaan laut sehingga total ketinggian tower menjadi  1.636 meter.  Tower ini meliputi puncak tower sebagai pemancar siaran TV digital terrestrial, telekomunikasi seluler, internet dan telekomunikasi radio komunitas. Badan tower sebagai edukasi berupa planetarium, skywalk, restaurant putar 260 derajat dan jembatan kaca, pedestal tower sebagai wahana penunjang berupa wisata konvensi, laboratorium pendidikan, dan museum keunggulan budaya komunikasi dengan menampilkan teknologi yang diciptakan diadopsi pada masing-masing era peradaban. Kawasan Turyapada Tower bersifat terpadu, ramah lingkungan indah dan sangat keren, berisi kebun bunga, kebuh buah, arena bermain anak, glamping, flying fox, UMKM dan restaurant.

Untuk kenyamanan pengunjung disiapkan area parkir seluas 1 hektar dan disiapkan gondola yang bergerak sepanjang 1,4 km dari area parkir menuju Turyapada Tower. Dilihat dari lokasi, ketinggian dan fasilitas yang dimiliki, Turyapada Tower adalah tower iconic monumental pertama di Indonesia.

Tidak kalah dengan 5 tower terkenal di dunia yakni, menara Eiffel, Tokyo Tower, Toronto Tower, Macau Tower, dan Fernsehturm Tower. Menara Eiffel hanya ada restaurant dan anjung pandang, Tokyo Tower ada restaurant tapi statis, Macau Tower ada restaurant. Tapi dari sekian tower tidak ada planetarium, tidak ada restaurant putar.

Baca Juga  Kajati dan Kapolda Bali Ingatkan Ormas Preman, Tak Ada yang Kebal Hukum, Dukung Penuh Gubernur Koster
gubernur
Para undangan yang hadir saat peletakan batu pertama Turyapada Tower. (Foto: gs)

‘’Perbedaan yang mencolok adalah Turyapada Tower berada di perbukitan desa, berbeda dengan tower lain yang berada di pusat kota. Turyapada Tower memiliki ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut, lebih tinggi dari 5 tower terkenal di dunia. Untuk menjamin keandalan bangunan, Turyapada Tower didesain secara khusus, dengan ketahanan gempa, kekuatan struktur minimal 500 tahun dan dibangun dengan sistem struktur ganda. Sehingga tahan terhadap beban angin dan gempa menjadi bangunan yang andal nyaman dan aman,’’ ujarnya.

‘’Para pakar dari Udayana ini hebat betul, kalau kita berdayakan tenaga kita itu akan menjadi kebanggan tersendiri, dan ini akan menajdi legacy Udayana juga karena punya tim yang mampu merumuskan konsep yang saya idekan dalam Turyapada Tower ini,’’ ujarnya.

Turyapada Tower dikatakan akan memberi manfaat dan dampak nomor 1 mengoptimalkan siaran tv digital dengan jangkauan mencapai 80 % wilayah Buleleng, Jembrana dan Karangasem, bahkan sampai ke Banyuwangi. Kemudian yang kedua, sebagai daya tarik pariwisata baru berkelas dunia. Ini akan menjadi daya Tarik. Menara Eiffel itu tiap hari pengunjungnya ribuan, di Bali sebagai destinasi pariwisata dunia memang harus punya produk atau daya tarik yang berkelas dunia. Yang ketiga, akan menjadi pusat perekonomian baru dari kawasan Candi Kuning sampai ke bawah. Keempat, menyeimbangkan perekonomian antara wilayah Bali Utara, Selatan, Timur dan Barat. Kelima, menjadi sumber baru pendapatan asli daerah Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Kabupaten Tabanan. ‘’Saya yakin nanti restaurant akan bergerak penuh ke sini,’’ ujarnya.

Gubernur menyampaikan Turyapada Tower ini sebagai penanda kemajuan peradaban Bali era baru. Mahakarya ini dipersembahkan sebagai warisan nan abadi sepanjang jaman kepada generasi penerus Bali. Pembanguan kawasan terpadu Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali ini memerlukan anggaran sebesar 418 miliar rupiah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Proyek Pembangunan PSEL Denpasar Raya Resmi Dimulai

Walikota Jaya Negara Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah Pusat, Jadi Solusi Penanganan Sampah Berkelanjutan

Loading

Published

on

By

psel denpasar
HADIRI GROUNDBREAKING: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di Bali memasuki babak baru. Proyek Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di kawasan aglomerasi Denpasar Raya sekaligus mendukung ketahanan energi melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Peresmian pembangunan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara Investment Management Pandu Patria Sjahrir, Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Selain peresmian pembangunan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Sponsorship Agreement antara PLN dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL serta Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara PLN dan BUPP PSEL sebagai bagian dari penguatan kerja sama dalam pengembangan energi berbasis pengolahan sampah.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu prioritas pembangunan yang memerlukan dukungan dan sinergi seluruh pihak. Kehadiran fasilitas PSEL Denpasar Raya diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi modern yang tidak hanya mengurangi timbulan dan timbunan sampah, namun juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Walikota Jaya Negara Tinjau Pelabuhan Sanur

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan dan komitmennya sehingga pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat direalisasikan. Ini menjadi angin segar dalam mendukung penanganan persampahan sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut Jaya Negara berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat berjalan sesuai rencana dengan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna. Dengan demikian, keberadaan fasilitas ini nantinya mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Bali yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kami optimistis kehadiran PSEL Denpasar Raya akan menjadi langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani yang didampingi CEO Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir menegaskan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses pemilihan mitra dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli independen dan menerapkan tata kelola yang baik guna memastikan keberlanjutan proyek serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut Rosan, proyek PSEL Denpasar Raya merupakan salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi yang telah diterapkan di berbagai negara maju.

“Kami meyakini bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menekankan bahwa keberhasilan dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya tidak lepas dari semangat gotong royong, kolaborasi, dan kebersamaan seluruh pihak. Menurutnya, fasilitas waste to energy tersebut menggunakan teknologi terbaru berstandar emisi rendah dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

Baca Juga  Wayan Koster Tegaskan Kemenangan di Buleleng Berkat Kerja Keras DPC, PAC, Ranting dan Semua Pendukung

Dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya, lanjut Zulkifli menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah di Bali. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang berwawasan lingkungan.

“Ini merupakan groundbreaking PSEL pertama di Bali. Kami mengucapkan terima kasih kepada Danantara, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan ini. Mudah-mudahan proyek ini dapat selesai sesuai target dan pada akhir tahun 2027 dapat diresmikan sebagai solusi nyata penanganan sampah di kawasan Denpasar Raya,” kata Zulkifli Hasan. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU RI Tekankan Budaya Antikorupsi dalam Monitoring Zona Integritas di KPU Jembrana

Published

on

By

kpu jembrana
KUNJUNGAN MONITORING: KPU Kabupaten Jembrana saat menerima kunjungan monitoring dan pembinaan dari KPU RI dalam rangka percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Jembrana, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jembrana menerima kunjungan monitoring dan pembinaan dari KPU RI dalam rangka percepatan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memantapkan kesiapan KPU Kabupaten Jembrana sebagai salah satu perwakilan Provinsi Bali dalam penilaian pembangunan Zona Integritas oleh Kementerian PANRB pada Rabu (8/7/2026).

Ketua KPU Kabupaten Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya, menegaskan komitmen seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan penguatan tata kelola organisasi. Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Jembrana bersama KPU Kabupaten Badung ditunjuk sebagai perwakilan Provinsi Bali dalam penilaian Zona Integritas, sehingga diharapkan mampu menunjukkan komitmen, integritas, dan inovasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi.

Dalam arahannya, Anggota KPU RI, Idham Holik, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan wujud nyata good and clean electoral governance. Ia menekankan bahwa budaya antikorupsi harus menjadi karakter kerja seluruh jajaran KPU serta moto “KPU Melayani” harus menjadi landasan dalam memberikan pelayanan yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Jembrana memaparkan berbagai inovasi pelayanan, di antaranya Jegog JDIH, Lentera Hukum, Sipermata Pemilu, SiCoktas, SiDik Jembrana, SOPAN, SiMonika Perjadin, Buku Tamu Digital, serta berbagai fasilitas pendukung pelayanan publik. Di akhir kegiatan, Idham Holik memberikan apresiasi atas capaian KPU Kabupaten Jembrana yang memperoleh hasil penilaian internal yang membanggakan, seraya berharap komitmen tersebut terus dipertahankan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (gs/bi)

Baca Juga  Demi Krama Bali, Gubernur Koster Gercep Pimpin Rapat Darurat dengan PLN

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Tetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan Semester I/2026 Sebanyak 3.377.285 Pemilih

Published

on

By

kpu bali
PDPB: Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan pada Senin (6/7/2026) di Kantor KPU Provinsi Bali. (Foto: bi)  

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Semester I Tahun 2026 sebanyak 3.377.285 pemilih, terdiri atas 1.671.956 pemilih laki-laki dan 1.705.329 pemilih perempuan yang tersebar di 57 kecamatan dan 716 desa/kelurahan. Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan pada Senin (6/7/2026) di Kantor KPU Provinsi Bali.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan bahwa Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, data pemilih yang akurat dan mutakhir hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara KPU dengan instansi pemerintah, Bawaslu, TNI, Polri, partai politik, serta masyarakat. Ia juga mengapresiasi dedikasi jajaran mantan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang terus membantu proses pemutakhiran data meskipun telah berakhirnya tahapan pemilu.

Dalam rapat ini, KPU Provinsi Bali bersama KPU Kabupaten/Kota se-Bali memaparkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026. Sejumlah masukan juga disampaikan oleh Bawaslu Provinsi Bali dan perwakilan partai politik, terutama terkait tindak lanjut perubahan status anggota Polri serta mekanisme penyusunan rekapitulasi data pemilih. Seluruh masukan tersebut menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kualitas daftar pemilih secara berkelanjutan.

KPU Provinsi Bali juga mendorong penguatan koordinasi dengan Kepolisian Daerah Bali dan Kodam IX/Udayana dalam percepatan pembaruan data administrasi kependudukan bagi anggota Polri dan TNI yang memasuki masa purnatugas. Selain itu, Dalam kesempatan ini, Bawaslu Kabupaten Jembrana turut memaparkan praktik baik (best practice) hasil kolaborasi dengan Polres Jembrana dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana dalam percepatan penerbitan KTP elektronik bagi anggota Polri yang memasuki masa pensiun. Melalui mekanisme tersebut, data calon pensiunan disampaikan kepada Dukcapil sekitar satu bulan sebelum masa pensiun sehingga KTP dengan status sipil telah siap diterbitkan sebelum yang bersangkutan resmi memasuki masa purnatugas. Praktik ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di daerah lain.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Walikota Jaya Negara Tinjau Pelabuhan Sanur

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, menjelaskan bahwa data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan diperoleh dari basis data KPU RI yang dipadukan dengan data dari berbagai instansi pemerintah, hasil koordinasi dengan stakeholder, serta tanggapan masyarakat. Perubahan jumlah pemilih dipengaruhi oleh adanya penambahan pemilih baru yang telah memenuhi syarat maupun pencoretan pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat.

Pada akhir rapat, Anggota KPU Provinsi Bali I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya membacakan Berita Acara Nomor 68/PL.01.2-BA/51/2026 tentang Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dan Surat Keputusan KPU Provinsi Bali kepada para stakeholder sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka PDPB Semester I Tahun 2026, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas daftar pemilih yang akurat, mutakhir, komprehensif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai fondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis serta berintegritas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca