Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

POLITIK

Wayan Koster Tegaskan Kemenangan di Buleleng Berkat Kerja Keras DPC, PAC, Ranting dan Semua Pendukung

BALIILU Tayang

:

wayan koster
POSE BERSAMA: Pengurus DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, relawan dan simpatisan PDI Perjuangan Buleleng serta pendukung pose bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih Wayan Koster dan Giri Prasta, Bupati Buleleng terpilih Sutjidra-Supriatna di Buleleng, Rabu, 11 Desember 2024. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta menyampaikan terimakasih tulus kepada semua pengurus DPC, PAC, ranting, anak ranting PDI Perjuangan Buleleng, relawan dan semua pendukung yang telah berjuang memenangkan Koster-Giri pada Pilkada 2024.

Koster-Giri menang di Buleleng dengan persentase 57,3 persen. Kemenangan ini di luar ekspektasi karena sejak awal terdengar selentingan bahwa Koster-Giri akan kalah di Buleleng.

Namun hal itu terbalik. Karena Koster-Giri menang berkat penerapan metode yang tepat dan perjuangan seluruh pengurus partai hingga anak ranting, relawan, simpatisan, partai pengusul, tokoh masyarakat, adat, dan seluruh krama Buleleng.

Astungkara kerja keras semuanya, kita bisa menang di Buleleng. Paslon Bupati Buleleng Sutjidra-Supriatna menang 63 persen dan Koster-Giri 57,3 persen,” kata Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Rabu, 11 Desember 2024 di Buleleng.

Koster-Giri hadir dalam agenda anjangsana untuk berterima kasih kepada pengurus DPC, PAC, ranting PDI-P Buleleng yang telah berjuang memenangkan dua paslon pada Pilkada 2024.

Meskipun paslon Koster-Giri meraih suara di bawah 60 persen, Koster menyatakan hal terpenting kemenangan di Buleleng. “Yang penting menang karena Koster-Giri ditargetkan kalah di Buleleng. Ternyata kita menang. Tanpa kerja keras teman-teman semua kita tak akan menang seperti ini,” kata Koster.

Secara khusus, Koster mengapresiasi komitmen pengurus yang tahan banting dan godaan. Karena dengan keteguhan itu, krama Bali akan percaya dengan figur pemimpin yang diusung PDI Perjuangan.

Karena itulah, Koster-Giri dan tim pemenangan menyampaikan terimakasih mendalam bagi semua yang telah militan bekerja keras untuk kemenangan Koster-Giri dan Sutjidra-Supriatna.

Baca Juga  Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Pemprov Bali Gunakan Busana Adat Bali

“Kemenangan ini merupakan kepercayaan masyarakat Bali dan Buleleng khususnya, yang harus kita pertanggungjawabkan. Karena itu pembangunan lima tahun dan seterusnya sesuai yang telah dicanangkan dalam program visi misi yang disampaikan saat kampanye,” jelas Koster.

Wakil Gubernur Bali terpilih Nyoman Giri Prasta mengapresiasi pengurus DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, relawan dan simpatisan partai dan semua pendukung di Buleleng yang tetap hadir pertemuan meskipun hujan. Bupati Badung dua periode ini menegaskan soliditas semua pengurus harus tetap kuat pascamenang.

Ia mengatakan Koster-Giri dan semua tim pemenangan berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Buleleng.

“Ketika terpilih dan menjabat, semua ini adalah pengabdian. Ini akan diuji oleh masyarakat Buleleng lima tahun ke depan, terbukti atau tidak untuk masyarakat Buleleng. Kita harus solid dan jaga bersama agar tetap kuat bekerja untuk masyarakat dan tetap dipercaya,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Badung.

Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng terpilih Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berterima kasih kepada krama Buleleng yang telah memberikan suara pada Pilkada 2024 untuk kedua paslon di Pilgub Bali dan Pilbup Buleleng.

Metode sopan dan santun yang dipakai saat turun ke masyarakat berhasil menarik simpati krama Buleleng. “Ke depan kita wujudkan janji kampanye dan melaksanakan program-program sesuai visi misi. Sekarang kita harus menatap lima tahun ke depan agar masyarakat tetap percaya kepada calon PDI-P. Kita berkomitmen tetap Buleleng lebih baik lagi,” katanya.

Bupati Buleleng terpilih dr. Nyoman Sutjidra menyampaikan terimakasih kepada semua yang telah berjuang berhasil memenangkan seluruh kecamatan untuk pemilihan Bupati Buleleng. Untuk Pilgub Bali menang delapan kecamatan kecuali Busungbiu.

“Sekarang kita fokus menatap lima tahun ke depan, agar bisa meraih lebih baik. Terimakasih kerja sama dan kerja kerasnya hingga menangkan Koster-Giri, Sutjidra dan Supriatna,” kata mantan Wakil Bupati Buleleng ini.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Dampingi Gubernur Koster Terima Kunker Wagub NTT

Acara pertemuan ditutup dengan megibung bersama Koster-Giri, Sutjidra bersama semua pengurus. Setelah itu, Koster-Giri melanjutkan perjalanan menuju Karangasem untuk bertemu pengurus PDI Perjuangan Karangasem.

Untuk diketahui, Koster-Giri akan marathon mengelilingi semua DPC, PAC, Ranting dan anak ranting di seluruh Bali. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

POLITIK

Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta Buka Musancab Se-Badung

Published

on

By

dpc badung
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.

Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.

Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.

“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Pegang Teguh Ideologi Bangsa
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Pertemuan Koster dan De Gadjah Penuh Kekeluargaan

Ajak Krama Bali Bersatu Dukung Pembangunan Pro Rakyat

Loading

Published

on

By

koster de gadjah
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.

Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.

“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.

Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.

“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.

De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.

Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.

De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.

Baca Juga  Soal Pariwisata, Ketua GIPI Bali: Koster-Giri Lebih Paham

Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Komisi II Bersama Mitra Segera Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada 2024

Published

on

By

jadwal pelantikan kepala daerah
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.

“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.

Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.

Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.

Baca Juga  Soal Pariwisata, Ketua GIPI Bali: Koster-Giri Lebih Paham

Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.

“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca