Denpasar, baliilu.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana menggelar acara Lepas Kesan Calon Wisudawan Periode Agustus 2022, pada Selasa, 2 Agustus 2022 bertempat di Aula Nusantara, Gedung Agrokompleks Universitas Udayana Denpasar.
Lepas kesan periode Agustus ini sedikit spesial karena dilakukan secara luring penuh. Hadir dalam acara ini Dekan FMIPA, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi, Koordinator Program Studi di lingkungan FMIPA, Koordinator Unit, Koordinator Tata Usaha, Sub-Koordinator Tata Usaha, staff panitia, para calon wisudawan, dan perwakilan orang tua calon wisudawan.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Drs. G.K. Gandhiadi, M.T, dalam paparannya menyampaikan sangat bangga bisa melepas calon wisudawan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Baik melanjutkan ke jenjang studi lanjutan atau langsung bekerja. FMIPA Unud secara total di bulan Agustus ini meluluskan sebanyak 109 orang mahasiswa yang terdiri dari Doktor Biologi sebanyak 1 mahasiswa, Magister Kimia 3 orang mahasiswa, Magister Biologi 2 orang mahasiswa, Sarjana Kimia 8 orang mahasiswa, Sarjana Fisika 4 orang mahasiswa, Sarjana Biologi 10 orang mahasiswa, Sarjana Farmasi 31 orang mahasiswa, Sarjana Informatika 50 orang mahasiswa.
Jajaran Dekanat FMIPA Unud. (Foto: Ist)
Lepas dan Kesan Calon Wisudawan periode Agustus 2022 ini adalah salah satu periode yang unik, karena FMIPA mampu meluluskan mahasiswa tepat waktu lebih dari 50%. ‘’Ini patut diapresiasi karena kerja keras dosen-dosen untuk membimbing anak-anak kita sehingga bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Hal ini pun membuktikan bahwa Sumber Daya Manusia di FMIPA adalah sangat baik. Semoga apa yang dicapai saat ini bukanlah akhir, namun mampu menjadi awal kesuksesan selanjutnya,’’ paparnya.
Sebagai Mahasiswa Lulusan Terbaik diraih oleh Ni Made Rai Nirmala Shanti, S.Kom, dari Program Studi Sarjana Informatika, dengan IPK 3,94. Lebih lanjut Gandhiadi berharap agar para calon wisudawan yang lulus sekarang nanti ikut berpartisipasi dalam mengisi tracer studi. Seperti diketahui tracer studi merupakan sebuah gambaran bagaimana lulusan FMIPA mampu diserap oleh masyarakat atau industri. Tracer studi ini sangat penting untuk peningkatan pembelajaran di FMIPA, namun hingga saat ini jumlah responden tracer studi FMIPA masih belum mencapai angka minimal 70% yang telah ditetapkan. Ghandiadi menyampaikan bahwa dia tidak akan berhenti mengingatkan setiap lulusan untuk selalu ikut berpartisipasi dalam tracer studi yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana yang dilaksanakan melalui SMS dalam rangka pengembangan Universitas, Fakultas, dan Program Studi.
Selanjutnya dalam sambutan Dekan FMIPA Unud, Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc, Ph.D menyampaikan FMIPA akan selalu berbenah untuk menjadi lebih baik. Tahun 2022 ini dimulai pembangunan gedung untuk farmasi, apoteker dan informatika. Semoga pembangunan sarana dan prasarana ini nantinya dapat meningkatkan proses pembelajaran di FMIPA sehingga mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang hebat.
Watiniasih mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua mahasiwa yang sudah mempercayakan anaknya untuk mengenyam pendidikan di FMIPA Unud. Diharapkan setelah lulus ini para lulusan FMIPA sudah memiliki rencana, mau kemana dan mau apa. ‘’Seperti yang disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, kami sangat membutuhkan peran serta adik-adik dalam pengisian tracer studi karena dengan tracer studi kita bisa melihat gambaran fakultas akan SDM, sarana dan prasarana, kepuasan mahasiswa dalam mengenyam pendidikan dan juga sebagai bahan dalam interospeksi serta pengembangan FMIPA ke depan,’’ ujar Dekan.
Tidak lupa sebagai penutup, Watiniasih berpesan kepada para calon wisudawan, mari tinggalkan yang buruk-buruk, dan sebarluaskan hal-hal yang baik atau positif.
Lulusan terbaik, Ni Made Rai Nirmala Santhi, S.Kom
Sebagai bentuk apresiasi kepada lulusan terbaik, Ni Made Rai Nirmala Santhi, S.Kom dari Program Studi Sarjana Informatika dalam pesan dan kesannya yang disampaikan dengan penuh haru dalam suara yang gemetar, mengatakan bahwa dia sebagai bagian dari civitas akademika FMIPA selama 4 tahun ini menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua civitas akademika FMIPA yang terdiri dari pimpinan, staff akademik di dekanat, dosen-dosen dan tenaga kependidikan di program studi, serta teman-teman dari semua progam studi yang sudah mendukung kami mahasiswa-FMIPA dalam menempuh studi sehingga dapat lulus dengan baik dan tepat waktu.
Santi menyampakan perasaan harunya kepada teman-teman seperjuangan yang awalnya masuk bersama-sama, berkenalan, berproses, dan pada akhirnya lulus juga bersama-sama. Suatu kehormatan yang besar bisa bergabung dan menjadi insan FMIPA Unud. lebih lanjut Santi berharap FMIPA dapat lebih mewadahi atmosfer akademik sehingga adik-adik kelas nantinya bisa menghasilkan prestasi yang lebih baik. ‘’Santi tidak lupa menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan yang telah kami lakukan, karena kami sadar kami masih jauh dari sempurna. Klungkung Semarapura, Kirang langkung nunas geng sinampura,’’ kata Santi mengakhiri pidato pesan dan kesannya yang mendapat sorak sorai dan tepukan tangan dari para undangan.
Tidak lupa dalam sambutan perwakilan orang tua yang disampaikan oleh orang tua dari lulusan terbaik, menyatakan ucapan terima kasihnya kepada seluruh Civitas Akademika FMIPA Universitas Udayana yang telah mendidik putra-putri kami selama 4 tahun. ‘’Kami sebagai orang tua memohon maaf apabila putra-putri kami melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak, tapi retakkan yang ada dalam gading sebenarnya menunjukkan keaslian dari gading tersebut. Apa pun yang dilakukan oleh putra-putri kami, mohon dianggap sebagai bagian dari proses pendewasaannya. Kami sebagai orang tua memohon maaf dengan tulus yang sebesar-besarnya. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada seluruh civitas FMIPA, dan selamat kepada anak-anak yang sudah lulus sarjana di FMIPA unud yang kita banggakan ini, semoga semakin sukses. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1515-FMIPA-Universitas-Udayana-gelar-Lepas-Kesan-Calon-Wisudawan-periode-Agustus-2022.html(gs/bi)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.
Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.
“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.
Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.
Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.
Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).
Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.
Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.
Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.
Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.
Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.
Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.
“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.
“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.
“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)