Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FMIPA Unud Gelar Lepas Kesan Calon Wisudawan Periode Agustus 2022

BALIILU Tayang

:

fmipa
Jajaran Dekanat FMIPA Unud bersama para calon wisudawan. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana menggelar acara Lepas Kesan Calon Wisudawan Periode Agustus 2022, pada Selasa, 2 Agustus 2022 bertempat di Aula Nusantara, Gedung Agrokompleks Universitas Udayana Denpasar.

Lepas kesan periode Agustus ini sedikit spesial karena dilakukan secara luring penuh. Hadir dalam acara ini Dekan FMIPA, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi, Koordinator Program Studi di lingkungan FMIPA, Koordinator Unit, Koordinator Tata Usaha, Sub-Koordinator Tata Usaha, staff panitia, para calon wisudawan, dan perwakilan orang tua calon wisudawan.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Drs. G.K. Gandhiadi, M.T, dalam paparannya menyampaikan sangat bangga bisa melepas calon wisudawan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Baik melanjutkan ke jenjang studi lanjutan atau langsung bekerja. FMIPA Unud secara total di bulan Agustus ini meluluskan sebanyak 109 orang mahasiswa yang terdiri dari Doktor Biologi sebanyak 1 mahasiswa, Magister Kimia 3 orang mahasiswa, Magister Biologi 2 orang mahasiswa, Sarjana Kimia 8 orang mahasiswa, Sarjana Fisika 4 orang mahasiswa, Sarjana Biologi 10 orang mahasiswa, Sarjana Farmasi 31 orang mahasiswa, Sarjana Informatika 50 orang mahasiswa.

fmipa
Jajaran Dekanat FMIPA Unud. (Foto: Ist)

Lepas dan Kesan Calon Wisudawan periode Agustus 2022 ini adalah salah satu periode yang unik, karena FMIPA mampu meluluskan mahasiswa tepat waktu lebih dari 50%. ‘’Ini patut diapresiasi karena kerja keras dosen-dosen untuk membimbing anak-anak kita sehingga bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Hal ini pun membuktikan bahwa Sumber Daya Manusia di FMIPA adalah sangat baik. Semoga apa yang dicapai saat ini bukanlah akhir, namun mampu menjadi awal kesuksesan selanjutnya,’’ paparnya.

Sebagai Mahasiswa Lulusan Terbaik diraih oleh Ni Made Rai Nirmala Shanti, S.Kom, dari Program Studi Sarjana Informatika, dengan IPK 3,94. Lebih lanjut Gandhiadi berharap agar para  calon wisudawan yang lulus sekarang nanti ikut berpartisipasi dalam mengisi tracer studi. Seperti diketahui tracer studi merupakan sebuah gambaran bagaimana lulusan FMIPA mampu diserap oleh masyarakat atau industri. Tracer studi ini sangat penting untuk peningkatan pembelajaran di FMIPA, namun hingga saat ini jumlah responden tracer studi FMIPA masih belum mencapai angka minimal 70% yang telah ditetapkan. Ghandiadi menyampaikan bahwa dia tidak akan berhenti mengingatkan setiap lulusan untuk selalu ikut berpartisipasi dalam tracer studi yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana yang dilaksanakan melalui SMS dalam rangka pengembangan Universitas, Fakultas, dan Program Studi.

Baca Juga  FMIPA Berbangga, Prodinya Kebanjiran Rektor Award pada Dies Natalis Ke-61 Unud

Selanjutnya dalam sambutan Dekan FMIPA Unud, Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc, Ph.D menyampaikan FMIPA akan selalu berbenah untuk menjadi lebih baik. Tahun 2022 ini dimulai pembangunan gedung untuk farmasi, apoteker dan informatika. Semoga pembangunan sarana dan prasarana ini nantinya dapat meningkatkan proses pembelajaran di FMIPA sehingga mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang hebat.

Watiniasih mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua mahasiwa yang sudah mempercayakan anaknya untuk mengenyam pendidikan di FMIPA Unud. Diharapkan setelah lulus ini para lulusan FMIPA sudah memiliki rencana, mau kemana dan mau apa. ‘’Seperti yang disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, kami sangat membutuhkan peran serta adik-adik dalam pengisian tracer studi karena dengan tracer studi kita bisa melihat gambaran fakultas akan SDM, sarana dan prasarana, kepuasan mahasiswa dalam mengenyam pendidikan dan juga sebagai bahan dalam interospeksi serta pengembangan FMIPA ke depan,’’ ujar Dekan.

Tidak lupa sebagai penutup, Watiniasih berpesan kepada para calon wisudawan, mari tinggalkan yang buruk-buruk, dan sebarluaskan hal-hal yang baik atau positif. 

fmipa
Lulusan terbaik, Ni Made Rai Nirmala Santhi, S.Kom

Sebagai bentuk apresiasi kepada lulusan terbaik, Ni Made Rai Nirmala Santhi, S.Kom dari Program Studi Sarjana Informatika dalam pesan dan kesannya yang disampaikan dengan penuh haru dalam suara yang gemetar, mengatakan bahwa dia sebagai bagian dari civitas akademika FMIPA selama 4 tahun ini menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua civitas akademika FMIPA yang terdiri dari pimpinan, staff akademik di dekanat, dosen-dosen dan tenaga kependidikan di program studi, serta teman-teman dari semua progam studi yang sudah mendukung kami mahasiswa-FMIPA dalam menempuh studi sehingga dapat lulus dengan baik dan tepat waktu.

Santi menyampakan perasaan harunya kepada teman-teman seperjuangan yang awalnya masuk bersama-sama, berkenalan, berproses, dan pada akhirnya lulus juga bersama-sama. Suatu kehormatan yang besar bisa bergabung dan menjadi insan FMIPA Unud. lebih lanjut Santi berharap FMIPA dapat lebih mewadahi atmosfer akademik sehingga adik-adik kelas nantinya bisa menghasilkan prestasi yang lebih baik. ‘’Santi tidak lupa menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan yang telah kami lakukan, karena kami sadar kami masih jauh dari sempurna. Klungkung Semarapura, Kirang langkung nunas geng sinampura,’’ kata Santi mengakhiri pidato pesan dan kesannya yang mendapat sorak sorai dan tepukan tangan dari para undangan.   

Baca Juga  Sebanyak 90 Mahasiswa Aktif Ikuti Porseni FMIPA 2023

Tidak lupa dalam sambutan perwakilan orang tua yang disampaikan oleh orang tua dari lulusan terbaik, menyatakan ucapan terima kasihnya kepada seluruh Civitas Akademika FMIPA Universitas Udayana yang telah mendidik putra-putri kami selama 4 tahun. ‘’Kami sebagai orang tua memohon maaf apabila putra-putri kami melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak, tapi retakkan yang ada dalam gading sebenarnya menunjukkan keaslian dari gading tersebut. Apa pun yang dilakukan oleh putra-putri kami, mohon dianggap sebagai bagian dari proses pendewasaannya. Kami sebagai orang tua memohon maaf dengan tulus yang sebesar-besarnya. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada seluruh civitas FMIPA, dan selamat kepada anak-anak yang sudah lulus sarjana di FMIPA unud yang kita banggakan ini, semoga semakin sukses. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1515-FMIPA-Universitas-Udayana-gelar-Lepas-Kesan-Calon-Wisudawan-periode-Agustus-2022.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Warga Terseret Arus Saat Berenang di Pantai Gerokgak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Published

on

By

PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). Informasi kejadian tersebut diterima pada pukul 17.10 WITA dari Kadek Partha, anggota Polsek Gerokgak. Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa (11), bertempat tinggal di Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, diperoleh kronologis kejadian, dimana awalnya sekitar pukul 16.00 WITA, korban bersama dua orang anak lainnya berenang di Pantai Gerokgak dengan menggunakan styrofoam. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus ke arah tengah laut. Dua anak berhasil diselamatkan oleh masyarakat, sementara Gede Adimas Raditya Wibawa terseret arus dan menghilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan Polsek Gerokgak dan pihak keluarga korban. Pada pukul 17.30 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng yang terdiri dari 6 personel bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, mereka melaksanakan briefing untuk pembagian tugas serta menentukan pola pencarian. Empat personel melakukan pencarian menggunakan rubber boat ke arah utara dari lokasi kejadian. Sementara itu, personel lainnya melaksanakan penyisiran darat ke arah timur sejauh 2,5 KM.

“Pada pukul 18.10 rubber boat mengarah ke utara,” jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Pencarian melalui jalur laut menggunakan rubber boat dilakukan hingga pukul 18.40 WITA. Setelah itu, pencarian dilanjutkan dengan penyisiran darat ke arah barat dari lokasi kejadian. “Tim yang di lapangan, yakni pesisir pantai melaksanakan penyisiran di arah timur dan barat,” imbuhnya.

Baca Juga  FMIPA Unud Terima Kunjungan FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian melalui jalur laut dan darat dengan memperhatikan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Pencarian akan terus dilakukan selama 7 hari apabila tak kunjung ditemukannya korban, tentunya dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta situasi di lapangan,” ujar Kadek Donny Indrawan.

Upaya pencarian hari pertama berakhir hingga pukul 21.30 Wita, namun korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian besok pagi, sesuai dengan rencana operasi dan perkembangan situasi di lapangan. Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri atas Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Pol Airud Polda Bali, Pol Airud Polres Gerokgak, Polsek Gerokgak, Babinsa Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak beserta perangkat desa, Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Soroti Partisipasi Disabilitas dan Gender dalam Sosialisasi IDI

Published

on

By

SOSIALISASI IDI: Suasana sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mengikuti kegiatan Sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026).

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Provinsi Bali, I Made Artanegara, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas lembaga dalam menjaga iklim demokrasi di Bali. Ia memaparkan tren capaian IDI Provinsi Bali yang terus mengalami peningkatan berkesinambungan, yaitu 75,35 pada 2021, 83,31 pada 2022, 85,13 pada 2023, 88,34 pada 2024, hingga mencapai 88,73 pada tahun 2025. Artanegara menegaskan bahwa capaian tinggi ini patut disyukuri, namun kualitas demokrasi yang sesungguhnya bukan sekadar diukur dari angka indeks, melainkan dari sejauh mana peran lembaga dalam melayani masyarakat dengan menjiwai kearifan lokal Sad Kerti Loka Dharma.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany. Mengulas hasil pengukuran IDI 2025, Medha menjelaskan bahwa Provinsi Bali berhasil menempati peringkat kedua secara nasional dalam kategori “Tinggi” dengan skor 88,73, di bawah tiga aspek utama: Kebebasan, Kesetaraan, dan Kapasitas Lembaga Demokrasi. Secara spesifik, Medha memaparkan indikator-indikator kunci yang membentuk angka IDI Bali. Pada Aspek Kesetaraan, Indikator 8 mengenai Kesetaraan Gender yang diukur melalui Indeks Ketimpangan Gender (IKG) mencatatkan skor maksimal mencapai 100,00 persen. Sementara pada Aspek Kebebasan, Indikator 5 mengenai Terjaminnya Hak Memilih dan Dipilih bagi Seluruh Kelompok Masyarakat memperoleh skor 91,35 persen, yang diukur berdasarkan ketersediaan fasilitas TPS bagi penyandang disabilitas serta laporan kasus pelanggaran pemilu dengan sumber data dari Bawaslu RI.

Baca Juga  Bapeten Kolaborasi dengan FMIPA Unud Gelar Seminar Keselamatan Nuklir 2022

Selain itu, Medha mengumumkan bahwa Provinsi Bali bersama Jawa Barat ditunjuk sebagai lokasi piloting project penghitungan IDI tingkat kabupaten/kota guna menyajikan gambaran kondisi demokrasi daerah yang lebih akurat, spesifik, dan responsif.

Menanggapi pemaparan metodologi dan indikator tersebut, Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, memberikan masukan konstruktif agar penyusunan indikator IDI dapat menangkap realitas riil di lapangan. Terkait Indikator 8 (Kesetaraan Gender) yang mencapai skor sempurna, John mengungkapkan bahwa angka kuantitatif tersebut belum sepenuhnya menggambarkan tantangan nyata proses kaderisasi partai politik.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kader perempuan yang benar-benar siap dan memiliki minat politik masih sangat minim akibat kendala budaya patriarki. Dari 100 caleg yang didaftarkan, sering kali hanya sedikit yang memiliki kesungguhan politis, sementara sisanya dimasukkan oleh partai semata-mata demi memenuhi kewajiban administratif kuota 30 persen perempuan. Fakta kualitatif ini harus berani dibuka dan dijadikan bahan evaluasi,” ujar John.

Selanjutnya, mengenai Indikator 5 (Hak Memilih dan Dipilih), John menyoroti rendahnya angka partisipasi pemilih disabilitas di Bali. Meskipun data Bawaslu mencatat ketersediaan fasilitas TPS disabilitas cukup tinggi, kenyataan riil di TPS menunjukkan partisipasi pemilih penyandang disabilitas baru mencapai 20,1 persen dari total lebih dari 20.000 pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT hasil coklit KPU.

“Meskipun partisipasi pemilih umum di Bali masuk 10 besar nasional sebesar 83,3 persen, angka partisipasi disabilitas sebesar 20,1 persen ini merupakan PR besar bersama. Kami menyarankan agar BPS tidak hanya mengambil indikator prosedural dari Bawaslu, tetapi juga mengintegrasikan data riil partisipasi pemilih dan surat suara rusak langsung dari KPU. Tujuannya agar IDI disusun berdasarkan kenyataan lapangan untuk perbaikan bersama, bukan sekadar mengejar peringkat angka semata,” tegas John.

Baca Juga  Sebanyak 90 Mahasiswa Aktif Ikuti Porseni FMIPA 2023

Merespons pandangan KPU Bali, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany, menyambut positif data serta masukan evaluatif tersebut. Medha mengonfirmasi bahwa masukan mengenai proses penjaringan kader perempuan dan data partisipasi riil pemilih disabilitas sangat relevan untuk memperkaya interpretasi hasil indikator IDI. Pihaknya berkomitmen membawa seluruh catatan dan data lapangan ini ke forum rekonsiliasi IDI tingkat nasional bersama BPS Pusat sebagai bahan penyempurnaan metodologi indikator IDI mendatang.

Melalui keikutsertaan aktif dalam sosialisasi ini, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menyajikan data kepemiluan yang transparan serta bersinergi dengan BPS, Kesbangpol, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan demokrasi Bali yang inklusif, adil dan berintegritas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis dan Bermutu bagi Seluruh Anak Indonesia

Published

on

By

RATAS: Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Komitmen tersebut mencakup layanan pendidikan di sekolah negeri mulai dari jenjang taman kanak-kanak, pendidikan dasar dan menengah, hingga rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Dalam rapat tersebut, Kepala Negara memanggil sejumlah menteri terkait untuk membahas penguatan akses sekaligus peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan penekanan terhadap komitmen penyediaan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri. Komitmen tersebut bahkan dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak.

“Pak Presiden memberikan penekanan, komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Dan ini juga dimulai dari taman kanak-kanak, sehingga itu yang perlu kami tegaskan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya kepada awak media usai rapat.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Presiden mengarahkan agar kualitas guru terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan yang pembiayaannya diupayakan dapat dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bermutu dalam rangka melaksanakan Astacita yang keempat Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Abdul Mu’ti.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi madrasah negeri yang berada di bawah Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa prinsip layanan pendidikan gratis pada sekolah negeri juga diterapkan pada madrasah negeri.

Baca Juga  PS Profesi Apoteker Unud Gelar TKD dan Wawancara Jaring Mahasiswa Baru 2024

“Apa yang berlaku di sekolah itu juga berlaku di madrasah di bawah Kementerian Agama untuk madrasah negeri,” ujar Nasaruddin.

Sementara itu, untuk pendidikan tinggi, pemerintah tengah menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyiapkan tahapan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden ingin program tersebut terwujud secepat mungkin, dengan pelaksanaan yang mempertimbangkan kesiapan anggaran dan keberlanjutan pendidikan tinggi.

“Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan, namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung,” ucap Brian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca