Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BEM FKH Unud Selenggarakan Kuliah Umum Perdana

Angkat Topik: “Traditional vs Modern: More Effectiveness Treatment for Dermatology Case at Pet Animal’’

Loading

BALIILU Tayang

:

Kuliah Umum
BEM FKH Unud selenggarakan kuliah umum perdana, Sabtu (06/8). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kuliah umum adalah acara yang dirancang untuk memberikan ilmu kepada mahasiswa atau masyarakat umum di luar proses pembelajaran kedokteran hewan di kampus. Materi pada kuliah umum bersifat fleksibel dalam artian tidak terpaku pada mata kuliah yang ditempuh, melainkan inovasi dari kasus atau permasalahan yang ada di sekitar.

Sasaran kegiatan dari Kuliah Umum perdana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) adalah mahasiswa FKH Unud dan seluruh mahasiswa FKH di Indonesia. Kuliah umum perdana BEM FKH diselenggarakan secara online pada Sabtu, 6 Agustus 2022 melalui Cisco Webex Meeting.

Badan Eksekutif Mahasiswa FKH pada kuliah umum perdananya mengangkat tema penyakit yang umum ditemui pada hewan kesayangan yaitu “Traditional Vs Modern: More Effectiveness Treatment For Dermatology Case At Pet Animal” yang pada dasarnya adalah perbandingan pengobatan modern dan tradisional yang diterapkan pada kasus dermatologi untuk hewan kesayangan seperti anjing dan kucing. Acara ini dilaksanakan selama sehari mulai dari 09.00 Wita hingga 12.30 Wita.

Pada kuliah umum ini, panitia pelaksana mengundang dua pembicara yang profesional dan tentunya berpengalaman di bidang dermatologi khususnya hewan kesayangan. Mereka adalah drh. Putu Ayu Sisyawati Putriningsih, SKH, M. Si, Ph.D., sebagai staff dermatologi vet dan Martina Tiodara Sitohang, SKH sebagai mahasiswa Co-Ass. Kedua pembicara membagikan pengalaman serta ilmu yang bermanfaat pada seluruh peserta yang mengikuti kuliah umum perdana ini.

Pemateri drh. Putu Ayu Sisyawati Putriningsih, SKH, M. Si, Ph.D., menyampaikan, “Dermatologi merupakan materi yang mempelajari tentang kulit dan yang berkaitan. Bagian dari sistem kulit sendiri ada epidermis, dermis, dan hypodermis. Selanjutnya kulit memiliki beberapa bentuk perlindungan berupa rambut sebagai pertahanan fisik pertama, epidermis, lipid, pH, dan immunoglobulin. Untuk pemeriksaan kulit dapat dilakukan dengan cara mencaritahu sinyalemen, anamnesis, melihat gejala dan tanda klinis, diagnosa banding, pemeriksaan lab dan penunjang”

Baca Juga  Unud Bekerja Sama dengan IDI, INCAM, dan Persandi Gelar NASWAAM 2022

Saat sesi diskusi dimulai yang dimoderatori mahasiswa aktif dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Angkatan 2020, Lefira, keaktifan peserta kuliah umum mulai terlihat. Keaktifan yang ada dapat diartikan bahwa antusias dan keseriusan dalam memperhatikan materi cukup tinggi. Ditambah banyaknya muncul pertanyaan menandakan bahwa tingginya rasa ingin tau terhadap pembawaan materi oleh pembicara satu yaitu Drh. Sisya.

Setelah sesi pemateri pertama berakhir, maka dilanjutkan dengan sesi ice breaking. Pada sesi ini, ditemani oleh 2 panitia yang menarik dan sangat menghibur yaitu Andhika dan Cinta dimana mereka berdua merupakan mahasiswa/i aktif Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Sesi games kali ini mengangkat topik “tebak gambar artis dan anak artis”. Mulanya, diberi sebagian gambar penampilan artis, lalu dari sebagian gambar tersebut peserta akan menebak siapa artis yang dimaksud.

Ketika sesi games berakhir, akan dilanjutkan dengan pembawaan materi kedua oleh Martina Tiodara Sitohang, SKH atau biasa dipanggil Kak Martina yang akan melakukan sharing kepada peserta terkait pengobatan tradisional pada kasus dermatologi di hewan kesayangan.

Kak Martina menyampaikan bahwa topik yang dibawakan sangat sesuai dengan bidangnya karena kebetulan skripsi yang ia angkat saat menempuh pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan adalah perihal pengobatan dermatologi di hewan kesayangan menggunakan bahan bahan herbal. Notulensi dari penyampaian Kak Martina bahwa “Ada beberapa penyebab gangguan kulit, bisa karena fungal, parasit, bakteri,virus, alergi, gangguan imun dan metabolit seeta defisiensi nutrisi. Skripsi yang ditempuh dulu memiliki kesamaan dengan topik yang dibawakan yaitu berjudul penggunaan madu trigona pada anjing Penderita dermatitis kompleks. Pengobatan herbal di Indonesia dirasa lebih berkembang karena persebaran flora yang beragam dengan fungsi dan keguanaan yang beragam pula seperti marigold, lidah buaya, dan lain sebagainya. Dan hasil penelitian menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Namun tetap memberikan reaksi kesembuhan”.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unud Lakukan KIE PKM di Dawan Klungkung

 Pada sesi diskusi, sama seperti pembicara pertama yaitu drh. Sisya peserta Kembali aktif dalam bertanya. Menariknya, pada sesi diskusi kali ini drh. Sisya dan drh, yudhi ikut dalam menyampaikan informasi mengenai obat tradisional dalam dermatologi vet. Keadaan saling bertukar informasi membuat suasana kuliah umum semakin seru dan bermanfaat bagi yang sudah mengikutinya karena dapat menambah wawasan dan banyak pengalaman dari berbagai sudut pandang. 

 Setelah berakhirnya sesi pemaparan materi oleh kak martina, maka sampailah kegiatan kuliah umum perdana BEM FKH di penghujung acara. Pada penghujung acara, kami melakukan dokumentasi Bersama peserta dan tidak lupa Bersama pembicara serta moderator yang sudah bertugas. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1554-Badan-Eksekutif-Mahasiswa-Fakultas-Kedokteran-Hewan-Universitas-Udayana-Menyelenggarakan-Kuliah-Umum-Perdana-Traditional-vs-Modern-More-Effectiveness-Treatment-for-Dermatology-Case-at-Pet-Animal.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Kerukunan, Wawali Arya Wibawa Hadiri Silaturahmi Kebangsaan DMI Kota Denpasar

Published

on

By

Halal Bihalal Denpasar
HALAL BIHALAL: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Halal Bihalal Silaturahmi Kebangsaan bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar di Musholla Baitul Mu’minin Panjer, Sabtu (18/4). (Foto: Hms Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar di Musholla Baitul Mu’minin Panjer, Sabtu (18/4).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Trimo, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Oka Cahyadi, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat jalinan komunikasi, kebersamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, hubungan harmonis yang dilandasi semangat menyama braya menjadi kunci dalam mendukung kelancaran pembangunan, khususnya di Kota Denpasar.

“Kota Denpasar sangat menjunjung tinggi nilai toleransi yang berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbhakam. Kerukunan yang terjaga akan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Umum DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama di Kota Denpasar.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat dengan mengedepankan nilai menyama braya, serta semangat Islam Rahmatan lil ‘Alamin yang mengedepankan kasih sayang dan kedamaian tanpa membedakan suku, ras, dan agama.

Lebih lanjut disampaikan, peran dewan masjid tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah, namun juga diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung program pemerintah, pelayanan umat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pengelolaan masjid ke depan hendaknya berlandaskan empat pilar, yakni sebagai Baitullah, Baitul Maal, Baituttarbiyah, dan Baitul Muamalah,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Unud Bekerja Sama dengan IDI, INCAM, dan Persandi Gelar NASWAAM 2022

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Desa di Nusa Penida Jadi Sasaran Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

Perkuat Pemberdayaan Keluarga, Edukasi Pengelolaan Sampah, dan Pencegahan Stunting

Loading

Published

on

By

TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menyerahkan sembako saat menghadiri aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4).

Adapun tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Desa Bunga Mekar, Desa Batukandik, dan Desa Suana.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP PKK terus bergerak aktif mendukung program pemerintah melalui berbagai aksi nyata di masyarakat. Fokus utamanya adalah memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menyukseskan pembangunan daerah.

Putri Koster menjelaskan bahwa salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah penanganan masalah lingkungan, khususnya sampah, melalui pengelolaan berbasis sumber.

Penanganan sampah dari rumah tangga dilakukan melalui pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Pengelolaan yang efektif melibatkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pengolahan sampah dapur menjadi kompos, serta penyediaan tempat sampah terpisah guna meningkatkan efisiensi daur ulang dan mengurangi volume sampah ke TPA.

“Di Nusa Penida jangan sampai ada sampah yang menumpuk seperti di TPA Suwung. Untuk itu, kita harus bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah tangga. Nusa Penida sebagai daerah wisata harus dijaga keindahan alamnya dengan baik,” ujarnya sembari mengajak masyarakat mendukung kebijakan kepala daerah.

Di sisi lain, Putri Koster juga menyoroti gangguan kesehatan pada anak-anak atau generasi muda yang seharusnya dapat dicegah sejak masa kehamilan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan guna mencegah stunting.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak guna memaksimalkan fase tumbuh kembangnya. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak. Konsumsi ikan sangat direkomendasikan karena kaya protein dan zat gizi penting yang mendukung perkembangan kognitif, daya ingat, serta kesehatan mata dan jantung,” ungkapnya.

Baca Juga  FKH Unud Gelar Rapat Persiapan Pembangunan RSH Bertaraf Internasional

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Bali atas pelaksanaan aksi sosial di Kecamatan Nusa Penida.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali yang telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat kami di Kecamatan Nusa Penida,” ujarnya.

Di masing-masing desa tersebut, diserahkan berbagai bantuan, antara lain 50 paket Gemarikan yang berisi 1 kg ikan tuna bluefin, 1 kg ikan nila, dan 1 kg ikan kembung; 10 paket sembako yang terdiri atas beras 10 kg, minyak goreng 2 pcs, gula pasir 3 kg, kopi bubuk 2 bungkus, serta makanan ringan.

Selain itu, diberikan pula paket susu SGM Explor 150 gram (@2 kotak) kepada 10 balita dan paket susu SGM Bunda 150 gram (@2 kotak) kepada 10 ibu hamil. Bantuan lainnya berupa paket multivitamin untuk balita dan dewasa, 50 pak telur (@40 butir), 1.000 bibit cabai, 25 bibit jambu kristal, 25 bibit nangka, serta buku resep kuliner olahan kue dan pangan lokal dalam rangka kegiatan aksi sosial tahun 2026.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan demo memasak yang menghadirkan Bali Chef Community.

Selain melaksanakan aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga melakukan kunjungan ke tempat pengolahan rumput laut menjadi kerupuk yang diproduksi oleh Sarining Segara Semaya di Banjar Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Klungkung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Sagung Mas Dwipayani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, serta Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma. (gs/bi)

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unud Lakukan KIE PKM di Dawan Klungkung

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni di Tengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Published

on

By

Dharma Santi Nyepi
DHARMA SANTI NYEPI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.

Acara diisi dengan dharma wacana (siraman rohani), pertunjukan seni budaya, serta hiburan musik yang memperkuat nuansa spiritual sekaligus kebersamaan. Selain digelar secara nasional di Bali, Dharma Santi juga dilaksanakan di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan sebagai bentuk perayaan serentak umat Hindu di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, anggota DPR RI dan DPD RI dapil Bali, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan tokoh masyarakat Hindu dari berbagai daerah.

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di tanah air,” ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan keharmonisan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong serta nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  FEB Unud Perkuat Jejak Internasional, Dosen dan Mahasiswa Berperan dalam Konferensi Global

“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak umat Hindu untuk senantiasa mengamalkan ajaran Tri Hita Karana sebagai fondasi menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional.

Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi “kebisingan” informasi. Ia menilai derasnya arus media sosial dan informasi digital seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.

“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, dan amati lelungan sangat relevan untuk membangun pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan bijaksana. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan bahwa Dharma Santi bukan sekadar perayaan, melainkan momen kembali pada keheningan diri. Ia mengaitkannya dengan ajaran dalam Bhagavad Gita tentang karma yoga—bertindak tanpa keterikatan pada hasil.

Acara ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam—satu bumi satu keluarga—yang diharapkan semakin memperkuat kerukunan umat beragama serta kesadaran kolektif menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Usai acara, suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di area pelataran Taman Budaya Art Center Denpasar. Gubernur Wayan Koster menjadi pusat perhatian para peserta yang berebut kesempatan untuk berfoto bersama. Dengan ramah, ia melayani permintaan swafoto dari masyarakat, tokoh adat, hingga generasi muda. (gs/bi)

Baca Juga  FEB Unud Gelar Pelatihan 10 Besar dan Periode Revisi Management Intense Coaching Entrepreneurship 2023

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca