Fakultas Teknik Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tahun 2022 pada Selasa, 16 Agustus 2022. (Foto : Ist)
Jimbaran, Badung, baliilu.com – Fakultas Teknik Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tahun 2022 pada Selasa, 16 Agustus 2022. Kegiatan kali ini dilaksanakan secara tatap muka di Gedung Widyasaba Rektorat Kampus Bukit Jimbaran setelah dua tahun berturut-turut dilaksanakan secara daring.
Sebanyak 906 mahasiswa yang terdiri dari 867 peserta mahasiswa baru dan 39 mahasiswa lama terbagi dalam 20 gugus bergabung dalam acara ini. Pelaksanaan acara sendiri difokuskan pada dua kegiatan di tingkat fakultas dan di tingkat program studi. PKKMB merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun bagi Mahasiswa Baru Fakultas Teknik. PKKMB tahun ini mengambil tema “Penguatan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Menuju FT-Unud Berdaya Saing Global”.
Dengan dilaksanakan kegiatan PKKMB di tingkat fakultas, mahasiswa baru secara resmi telah diterima bergabung di Fakultas Teknik Universitas Udayana. Selama kurun waktu masa studi ke depan, mahasiswa Fakultas Teknik diharapkan menjadi insan yang mandiri dan bertanggung jawab selama menempuh keilmuan di Fakultas Teknik. Mengembangkan bidang keilmuan dan bidang minat di luar kompetensi keilmuan yang terdapat di lingkungan Fakultas Teknik maupun di lingkungan Universitas Udayana.
(Foto : Ist)
Topik-topik yang disajikan dalam PKKMB ini terdiri dari ceramah bidang umum meliputi visi dan misi, pengenalan organisasi dan menangkap peluang dan tantangan ke depan. Ceramah bidang umum dibawakan oleh Dekan Fakultas Teknik Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. Ceramah akademik membahas tentang topik strategi pembelajaran dan implementasi MBKM di perguruan tinggi yang dibawakan langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Prof. I Nyoman Suprapta Winaya, S.T.,M.A.Sc.,Ph.D., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. Ir. I Ketut Gede Sugita, M.T., membawakan topik tentang sarana dan prasana, norma, etika kampus dan sanksi-sanksi.
Ceramah bidang kemahasiswaan, Ir. I Nyoman Budiastra, M.Erg., membawakan topik struktur organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Ceramah terakhir tentang keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) yang dibawakan oleh Made Dodiek Wirya Ardana, S.T., M.T.
Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Udayana merupakan calon teknokrat muda Indonesia. Di mana pembentukan karakter mahasiswa yang kreatif, inovatif, bertanggung jawab dan memiliki semangat berkompetisi merupakan poin penting selama menjadi Mahasiswa Fakultas Teknik. Mahasiswa diharapkan menguatkan jejaring dan bekerja sama di luar kegiatan akademik yang saling menghormati dan menghargai di dalam etika berorganisasi. Dekan Fakultas Teknik menegaskan sistem pendidikan di tingkat universitas berbeda dengan di tingkat sekolah menengah di mana mahasiswa dituntut untuk menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab baik pada diri sendiri, keluarga, institusi dan bangsa.
(Foto : Ist)
Acara PKKMB ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU. Rektor menyampaikan sambutan sebagai ucapan selamat datang kepada para mahasiswa baru Fakultas Teknik Udayana. Rektor menyebutkan bahwa PKKMB fakultas ini akan memberikan makna lebih setelah adanya PKKMB universitas.
“Jaga nama baik Prodi dengan rasa tanggung jawab. Pahami setiap akademik dan juga kemahasiswaan di tingkat fakultas hingga mistra bestari. Target untuk mahasiswa yang lulus tepat waktu sangatlah tinggi. Lulus tidak tepat waktu hal yang tidak baik untuk pribadi, keluarga maupun institusi. Kenali kegiatan kemahasiswaan yang mendukung studi maupun di luar akademik. Kalian merupakan mahasiswa terbaik yang diterima di Fakultas Teknik. Akademik juga diseimbangi dengan kegiatan organisasi di kampus. Menjadi Sarjana Teknik yang memiliki kompetensi yang lain yang lebih unggul dari alumni teknik universitas lain,” kata Rektor, ditujukan kepada mahasiswa baru saat acara PKKMB berlangsung.
Hari pertama para mahasiswa diperkenalkan kehidupan kampus di Fakultas Teknik Universitas Udayana. Melalui penjelasan skema dan proses pembelajaran serta perkenalan terhadap struktur organisasi yang berada di tingkat fakultas. Materi pengenalan dibawakan oleh Dekan Fakultas Teknik Ir. Ketut Sudarsana S.T., Ph.D., dengan target secara umum bahwa setiap mahasiswa baru Fakultas Teknik mempunyai kapabilitas untuk mengukir prestasi di bidang kemahasiswaan serta dapat berperan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.
Selain itu, melalui penjelasan pengenalan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Teknik juga berharap para mahasiswa mampu diarahkan untuk senantiasa tidak hanya kreatif dan inovatif akan tetapi bertanggung jawab dalam proses studi perkuliahannya yang berarti tidak menambah masa studi dan memiliki indeks prestasi kumulatif yang tinggi agar mampu menunjang akreditasi pada masing-masing Prodi di Fakultas Teknik menjadi program studi yang sangat unggul dan juga tentunya mampu mengukir prestasi baik dalam skala nasional maupun internasional.
Adapun penentuan kelulusan peserta PKKMB berdasarkan lima kriteria yakni kehadiran dalam setiap kegiatan, keseriusan mengikuti kegiatan, kedisiplinan memanfaatkan waktu, ketekunan dalam menyimak materi ketaatan dalam mengikuti tata tertib.
Acara PPKMB Fakultas Tenik diakhiri dengan penyerahan mahasiswa baru kepada masing-masing program studi. Penyerahan dilakukan secara simbolis dengan memberikan piagam oleh Dekan Fakultas Teknik kepada masing-masing koordinator program studi setelah sesi istirahat selesai.
MENYAPA: Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana saat menyapa para guru pada kegiatan Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)
Badung, baliilu.com – Di balik tugas mengajar dan tanggung jawab membentuk generasi muda, banyak guru menyimpan cerita yang jarang terdengar. Mulai dari tantangan di sekolah, kebutuhan fasilitas pendidikan, hingga harapan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal.
Lewat Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026), para guru akhirnya memiliki ruang untuk menyampaikan semuanya secara langsung kepada Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana.
Kegiatan yang diselenggarakan Disdikpora Badung bersama PGRI Kecamatan Abiansemal dalam rangka Hardiknas 2026 ini menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah dan tenaga pendidik. Tidak hanya hadir untuk menyapa, Kadisdikpora Badung juga duduk bersama para guru mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Dalam sesi talkshow interaktif, para guru menyampaikan aspirasi mulai dari kondisi sarana prasarana sekolah, pola kerja di lingkungan pendidikan, hingga tantangan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar sekolah.
Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tenaga pendidik di lapangan.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal yang diselenggarakan oleh PGRI Kecamatan Abiansemal dan didukung oleh seluruh guru di Kabupaten Badung serta PGRI Badung. Dalam rangka memperingati Hardiknas, tadi pagi kegiatan diawali dengan bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Gerih dan dilanjutkan dengan talkshow. Di sesi ini saya ingin mendengar langsung keluh kesah para guru, apakah ada kendala di sekolah, persoalan sarana prasarana, ataupun masalah lainnya,” ujarnya.
Menurut Dwipayana, komunikasi langsung seperti ini penting agar pemerintah mengetahui kondisi nyata yang dihadapi para guru setiap hari. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama yang kuat di lingkungan sekolah agar proses pembelajaran berjalan lebih baik.
“Guru-guru harus menjadi tim yang solid di sekolah. Kepala sekolah harus mampu memanage teman-temannya agar bisa menjadi tim yang kuat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang baik di sekolah. Selain itu, sekolah juga harus bisa menyatu dengan desa ataupun lingkungan di sekitarnya, karena sebagian besar sekolah berada di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Disdikpora Badung akan terus mendorong peningkatan kualitas guru agar mampu melahirkan generasi muda Badung yang unggul dan siap bersaing di masa depan.
“Kedepannya kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru di Kabupaten Badung sehingga mampu mendidik anak-anak Badung menjadi generasi unggul yang siap bersaing, baik di Kabupaten Badung maupun Bali secara umum,” tambahnya.
Selain talkshow, kegiatan Safari Pendidikan juga diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Adat Gerih, penyerahan tanaman dari Ketua PGRI Abiansemal untuk Perbekel Desa Gerih dan Kepsek SMPN 5 Abiansemal, serta pemberian apresiasi kepada guru-guru yang mengikuti lomba di tingkat kecamatan, kabupaten hingga nasional.
Lewat kegiatan ini, Disdikpora Badung ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan ruang kelas. Mendengar guru, memahami keresahan mereka, lalu mencari solusi bersama juga menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang lebih kuat di Kabupaten Badung. (gs/bi)
TINJAU LAPANGAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kuta secara menyeluruh. Penataan ini mencakup pembenahan tata ruang, pengentasan kemacetan, hingga restorasi kawasan pantai guna mengembalikan citra Kuta sebagai ikon pariwisata dunia.
Hal tersebut ditegaskan Bupati saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Menurutnya, solusi tepat sasaran hanya bisa lahir dengan melihat realita di lapangan, bukan sekadar koordinasi di balik meja.
Pemkab Badung telah merancang transformasi besar ini untuk mulai dieksekusi pada tahun 2026. Fokus awalnya adalah menciptakan estetika kawasan yang rapi melalui pelebaran jalur pedestrian dan penataan kabel utilitas bawah tanah.
“Kita tidak bisa bekerja di atas meja saja, tetapi harus langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah-langkah solusi yang harus dilakukan. Kita akan buat estetika kawasan ini secantik mungkin. Pedestrian akan diperlebar kurang lebih sampai 4 meter, dilengkapi taman dan landscape hijau sehingga suasananya nyaman dan layak menjadi kawasan tujuan wisata,” jelasnya.
Selain estetika, Bupati Adi Arnawa menyoroti kemacetan kronis yang dipicu oleh sempitnya ruas jalan dan maraknya parkir liar. Sebagai solusi, ia telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyediakan kantong-kantong parkir terpusat. Langkah ini akan diikuti dengan penerapan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan utama Kuta. Sebagai kompensasi mobilitas, Pemkab Badung berencana memperkenalkan sistem transportasi publik berbasis listrik.
“Dengan kondisi jalan yang sempit seperti sekarang, ditambah parkir liar di sepanjang jalan, tentu akan memperparah kemacetan. Ini yang akan kita tata. Saya sudah perintahkan Bapak Sekda untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Setelah itu baru kita berlakukan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan ini. Nanti akan ada jalur khusus transportasi publik listrik, mungkin dibuat dengan penanda warna tertentu. Jadi masyarakat maupun wisatawan bisa menikmati kawasan Kuta dengan lebih nyaman,” imbuhnya.
Di sektor pesisir, penanganan abrasi menjadi prioritas utama. Saat ini, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai sedang membangun breakwater dari wilayah Tuban hingga Kuta. Melengkapi hal tersebut, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga ke wilayah Canggu.
Rencana besarnya adalah membangun jalur pedestrian pesisir raksasa dengan lebar 8 meter yang menghubungkan Tuban hingga Canggu. Jalur ini nantinya akan memisahkan area jogging track dan jalur khusus sepeda listrik. “Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, pantai akan lebih lebar dan nyaman. Setelah itu kita rancang pedestrian pesisir dari Tuban sampai Canggu dirancang memiliki lebar hingga sekitar 8 meter dan dibagi menjadi jalur jogging track serta jalur sepeda listrik. Nantinya wisatawan maupun masyarakat dapat menikmati kawasan pesisir dengan sistem transportasi modern berbasis digital,” katanya.
Bupati Adi Arnawa meminta masyarakat untuk bersabar karena proses penataan ini akan dilakukan secara bertahap. Ia memastikan koordinasi dengan desa adat dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat demi kesuksesan visi ini.
“Kita ingin mengembalikan Kuta seperti dulu, sebagai ikon pariwisata, turisme, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” tutupnya. (gs/bi)
AKSI PENGAWASAN: Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Horeka serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Di saat yang sama, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta juga memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Tuban.
Hadir mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba bersama jajaran Kepala OPD, Camat Kuta D. Ngurah Bayudhewa, Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, serta jajaran TNI dan ASN di lingkungan Pemkab Badung.
Seusai kegiatan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa secara umum wilayah Kuta sudah terlihat bersih. Meski demikian, ia mencatat masih adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan di lokasi tertentu. Sebagai solusi, pihak Kelurahan Kuta telah menginisiasi titik penampungan sampah sementara di Kantor Kelurahan.
“Saya melihat di Kantor Lurah Kuta, upaya yang dilakukan oleh Lurah adalah mencoba mengedukasi masyarakat untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang ada di Kuta ini memang sudah dipilah. Jadi, Bapak Lurah sudah menyiapkan tempat di Kantor Lurah sekaligus dia memastikan bahwa itu sudah dipilah. Dan dari pihak DLHK sudah siapkan truk yang standby untuk membawa sampah ke TPST,” ujarnya.
Bupati memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan, Kelurahan, Kepala Lingkungan (Kaling), serta masyarakat Kuta yang mulai sadar akan pentingnya pemilahan sampah. Untuk mendukung gerakan ini, Pemkab Badung berkomitmen menyediakan infrastruktur penampungan sampah terpilah yang lebih memadai di Kelurahan Kuta.
“Dan sekaligus juga nanti kita akan siapkan petugas untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang dibawa ke sana itu memang sudah-sudah terpilah. Sambil itu juga, kami juga sudah perintahkan tadi Lurah, untuk segera melaksanakan pemantauan secara rutin. Karena masyarakat masih nyari celah-celah untuk menempatkan sampah di pinggir jalan, yang mana tidak ada pengawasan. Karena seiring dengan itu, kita akan melakukan penegakan hukum. Penegakan hukum bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Selain memantau lingkungan warga, Bupati Adi Arnawa beserta jajaran juga meninjau langsung beberapa unit usaha Horeka di wilayah Kuta. Berdasarkan pantauannya, sektor Horeka secara umum telah melakukan pemilahan sampah, meski belum sepenuhnya melakukan pengolahan secara mandiri di lokasi usaha.
“Harapan kita adalah semua Horeka itu mengolah sampah sendiri di tempat usahanya masing-masing, sehingga tidak perlu ada lagi membuang sampah ke TPST, atau ke TPA Suwung sudah tidak ada lagi, mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini rutin melakukan turun ke lapangan seperti ini kita langsung melihat situasi di lapangan,” pungkasnya. (gs/bi)