Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gandeng PT. Charoen Pokphand Indonesia-Denpasar, Kenalkan Profesi Dokter Hewan Perunggasan

BALIILU Tayang

:

Dokter Hewan
Fakultas Kedokteran Hewan Udayana saat melaksanakan field trip. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Hari puncak Field Trip 2022 pada Sabtu, 17 September 2022 berlangsung meriah. Kegiatan yang digelar seharian dengan diikuti 154 orang peserta ini menggandeng PT. Charoen Pokphand Indonesia-Denpasar untuk bekerja sama sebagai pihak penyedia kandang ayam yang merupakan media pengenalan profesi dan berlokasi di wilayah Tabanan dan Badung.

Sebelum keberangkatan, Lefira selaku ketua pelaksana kegiatan dan I Dewa Putu Bagus Mertha Anom selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Udayana menyampaikan pesan. Lefira menegaskan bahwa etika dan tutur kata harus dijaga selama berkegiatan karena ini merupakan rangkaian kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat umum, baik pemilik kandang maupun warga sekitar.  

“Para peserta field trip tahun 2022 ini merupakan peserta yang beruntung karena tahun ini pengenalan profesi dilakukan secara langsung. Untuk itu, silahkan dimanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan explore seluas mungkin agar dapat memahami dan mengenal profesi dokter hewan lebih dalam lagi,” pesan I Dewa Putu Bagus Mertha Anom saat melepas peserta Field Trip 2022 menuju lokasi kandang masing-masing.

Pada kegiatan ini peserta dibagi menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing mengunjungi satu kandang ayam. Terdapat empat lokasi utama kandang ayam Field Trip 2022 yang terbagi menjadi dua wilayah besar, yaitu wilayah kandang ayam pullet dan wilayah kandang ayam broiler. Wilayah kandang ayam pullet berlokasi di Apuan-Tabanan dan wilayah kandang ayam broiler berlokasi di Abiansemal, Badung sebanyak dua kandang, wilayah Cau Tua-Tabanan sebanyak tiga kandang, dan wilayah Selanbawak-Tabanan sebanyak satu kandang.

Kandang ayam pullet yang dikunjungi peserta memiliki tipe open house, sedangkan untuk kandang ayam broiler bertipe close house. Selama kurang lebih dua jam, peserta mengunjungi kandang dan menemukan banyak hal baru, diantaranya adalah peserta melihat demonstrasi pemberian pakan dan minum, demonstrasi vaksinasi bagi peserta yang mendapatkan kandang pullet, serta terdapat demonstrasi nekropsi bagi peserta yang mendapatkan kandang broiler di wilayah Cau Tua.

Baca Juga  Unud dan UI Gelar Pertandingan Persahabatan Tenis Lapangan

Selama sesi kunjungan ke kandang ayam ini, para peserta juga dijelaskan mengenai biosekuriti kandang, cara beternak, sistem pemeliharaan yang meliputi waktu pemberian pakan dan pembersihan kandang serta dijelaskan juga peran dokter hewan dalam ranah perunggasan, khususnya ayam.

Peserta pada sesi ini juga dibebaskan untuk bertanya seputar ayam dan sistem perkandangan ayam kepada para pemilik kandang serta Technical Service (TS) selaku perwakilan dari pihak PT. Charoen Pokphand Indonesia-Denpasar yang mendampingi di kandang. Selain pemilik kandang dan TS Pokphand, peserta juga didampingi oleh kakak koas FKH Unud serta Drh. I Made Merdana MP selaku Dosen Pembimbing Field Trip 2022 yang juga membantu dalam hal berbagi materi terkait perunggasan dan sharing pengalaman selama menjadi mahasiswa Kedokteran Hewan Udayana.

Setelah mengunjungi kandang ayam dan menilik peran dokter hewan pada bidang perunggasan, Kegiatan Field Trip 2022 dilanjutkan dengan istirahat, sembahyang, makan dan games yang berlokasi di Sangeh Monkey Forest, Badung, Bali. Kegiatan di Taman Wisata Sangeh dilanjutkan dengan animal feeding kepada monyet-monyet yang berada di sana. Para peserta menyambut antusias kegiatan feeding ini dengan mengabadikan momen feeding jagung ini dengan berbagai macam reaksi. Juga, tak lupa pihak panitia dan peserta memberikan donasi berupa beberapa karung jagung kepada pihak setempat sebagai ucapan terima kasih.

Kegiatan pun berlanjut dengan permainan tarik tambang yang menghasilkan gugus 3 sebagai pemenang. Permainan tarik tambang ini berlangsung sangat seru dengan banyaknya dukungan dari peserta dan panitia. Bahkan di akhir sesi pemenang dari peserta bertanding melawan panitia atas usul salah seorang panitia.

Permainan kemudian dilanjutkan dengan lomba estafet karung yang tidak kalah seru dengan permainan sebelumnya. “Field Trip kali ini sangat seru dan menyenangkan terutama pada permainan tarik tambang. Untuk di kandang kita sebagai peserta banyak mendapat pengetahuan baru terkait profesi dokter hewan bidang perunggasan yang ternyata juga berpeluang besar,” ungkap Wahyu Ginting selaku peserta dari Gugus Terkompak Field Trip 2022.

Baca Juga  Meski Sempat Diguyur Hujan, Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Unud Tetap Berjalan

Kegiatan kemudian ditutup dengan pelepasan balon oleh Drh. I Made Merdana, MP yang menutup Kegiatan Field Trip 2022 secara resmi. Para peserta juga mendapatkan bunga mawar dari panitia sebagai ucapan terima kasih karena telah bersedia berpartisipasi penuh dalam kegiatan ini dengan aktif dan semangat.

“Harapan saya dengan diadakannya Kegiatan Field Trip ini, dapat menambah pengetahuan mahasiswa terkait profesi dokter hewan yang ada serta dapat menjadi catatan perjalanan masa depan yang bermanfaat bagi peserta dan juga panitia sesuai dengan tema yang diusung, yaitu Citraloka Anagata Sahwahita,” ungkap Lefira selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Field Trip 2022. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1853-Gandeng-PT-Charoen-Pokphand-Indonesia-Denpasar-Kenalkan-Profesi-Dokter-Hewan-Perunggasan.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Puncak Dies Natalis Ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Berharap Konsep Ekonomi Kerthi Bali Dikenalkan di Kampus

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
HADIRI DIES NATALIS FEB UNUD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung keberadaan Unud sebagai lembaga Pendidikan tinggi yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah Bali. “Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ucapnya.

Ia menilai, Unud adalah salah satu perguruan tinggi top di Bali yang menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur. Selain itu, universitas ini juga membawa nama besar Udayana, raja yang sangat berpengaruh pada jamannya dan di bawah pemerintahan beliau, Bali mencapai masa keemasan. Saat dipercaya menjadi pemimpin, Gubernur Koster banyak mempelajari konsep para raja terdahulu dalam membangun Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Dijelaskan olehnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik.

Salah satu konsep yang menurutnya relevan dengan keberadaan FEB adalah Ekonomi Kerthi Bali dan sudah tertuang dalam sebuah buku. Ia yakin konsep ini sangat penting untuk diketahui oleh keluarga besar FEB Unud, baik kalangan dosen maupun mahasiswa.

Baca Juga  Kontingen FK Unud Raih Medali Perak 2nd IPHO 2023

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berharap Unud terus memberi kontribusi nyata untuk membangun Pulau Dewata. “Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah menjadi fakultas ekonomi terkemuka di wilayah Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang terserap di berbagai sektor. Capaian lainnya, 10 dari 12 prodi di FEB telah terakreditasi unggul. Menurut dia, capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen.

Dalam momentum ini, Wiwin Setyari mengajak keluarga besar FEB memaknai tema Dies Natalis Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Perayaan dies natalis FEB ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Wiwin Setyari dan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Panitia Lomba Layang-layang Tak Profesional, Bupati Jembrana Kecewa Berat

Published

on

By

Bupati Tinjau Lomba Layang-layang
TINJAU LOMBA: Bupati Jembrana saat meninjau penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8). (Foto: jembranakab.go.id)

Jembrana, baliilu.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian.

Padahal dengan kapasitas dan nama besar organisasi tersebut, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu menyuguhkan ajang berstandar tinggi yang profesional dan rapi.

Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya persiapan panitia, atmosfer acara yang sepi, bentroknya jadwal dengan Denpasar Kite Festival, hingga sikap penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Hal ini dinilai merugikan potensi pariwisata dan roda perekonomian UMKM lokal yang seharusnya berputar optimal melalui event budaya karena dinilai sepi. Padahal Pemkab Jembrana turut menggelontorkan anggaran untuk mendanai kegiatan tersebut.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara terpisah, Senin (31/8) turut menyampaikan kekecewaannya. Bahkan ia melihat langsung di lapangan saat meninjau acara dan menyerukan pembenahan menyeluruh.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang dikutip dari laman jembranakab.go.id.

Ia menegaskan agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas kegiatan di masa mendatang demi menjaga nama baik daerah.

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya. Selain kendala teknis dan pengemasan acara yang buruk, proses penentuan juara oleh panitia dinilai mencederai sportivitas serta semangat kebersamaan para pecinta seni layang-layang Bali.

Baca Juga  Diah Kemaladewi, Mahasiswa Inspiratif Penoreh Prestasi pada Ajang National Science & Social Olympiad 2023

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta dari komunitas yang enggan disebut namanya.

Karena itu, ia mendesak Pemkab Jembrana meminta pengurus Pelangi Jembrana melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas event daerah.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Peserta juga berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan event budaya di masa mendatang dikelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab demi mengayomi seluruh pecinta layang-layang di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sutjidra Pastikan Penuntasan Jalan Bukti-Tunjung, Progres Pengerjaan Lampaui Target

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres pengerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Bukti-Tunjung, Selasa (1/9).
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.

“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.

“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.

Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.

“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Meski Sempat Diguyur Hujan, Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Unud Tetap Berjalan

Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.

“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.

Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca