Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dukung sebagai Desa Wisata, FKH Unud Adakan Penanggulangan Dermatitis dan Pengendalian Rabies di Desa Sedang

BALIILU Tayang

:

dukung
Program Udayana untuk Masyarakat (PUMA) ditutup sesi foto bersama yang bertempat di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten BadungProgram Udayana untuk Masyarakat (PUMA) yang bertempat di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si., resmi membuka kegiatan Program Udayana untuk Masyarakat (PUMA) yang bertempat di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (25/8/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Kanak-kanak Gatot Kaca ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh civitas akademika Universitas Udayana sebagai perwujudan peran dan tanggung jawab lembaga perguruan tinggi dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program Udayana untuk masyarakat ini mengambil sebuah tema, yakni “Penanggulangan Dermatitis dan Pengendalian Rabies melalui Kontrol Populasi Anjing di Desa Sedang dalam Upaya Mendukung Desa Sedang sebagai Desa Wisata”. Sesuai dengan tema yang diambil, program ini dilaksanakan dengan berbagai bentuk kegiatan yang meliputi edukasi rabies, kontrol populasi, pengobatan dermatitis menggunakan herbal, sterilisasi dan kastrasi hewan kesayangan, serta vaksinasi rabies. Dalam pelaksanaan serangkaian kegiatan tersebut, Universitas Udayana melakukan kolaborasi dengan sejumlah lembaga terkait, di antaranya Yayasan Sheva Buana, Anom Vet, serta Forum Dokter Hewan Peduli. 

dukung
Kegiatan sterilisasi dan kastrasi yang ditangani para dokter hewan. (Foto: Ist)

Sebelum memulai rangkaian kegiatan, para mahasiswa koas dibagi menjadi empat banjar, yaitu Banjar Aseman, Banjar Sedang, Banjar Sigaran, dan Banjar Kukipan. Terdapat kelompok yang ditempatkan di Taman Kanak-kanak Gatot Kaca di mana kegiatan sterilisasi, kastrasi, dan vaksinasi berlangsung. Warga setempat datang ke tempat tersebut dengan membawa hewannya masing-masing. Pembagian ini bertujuan untuk memudahkan pendataan dan pemberian vaksinasi kepada hewan yang dimiliki oleh masyarakat. Selain itu dilakukan pula penandatanganan Surat Implementasi Kerja Sama antara Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung sebagai bukti pelaksanaan Program Kerja Sama antar-Institusi.

Baca Juga  Tingkatkan Koordinasi Antarunit dan Laboratorium, FKH Unud Gelar Rakor Pimpinan

Program edukasi seputar rabies diberikan oleh Dosen FKH Unud kepada anak-anak TK Gatot Kaca, Desa Sedang. Hal ini sangat penting terutama pada anak-anak yang memiliki hewan peliharaan serta tinggal di daerah yang berisiko tinggi digigit anjing liar. Sebab, rabies lebih rentan menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Dengan diberikannya edukasi ini, diharapkan anak-anak mampu lebih waspada dan berhati-hati saat bertemu atau bermain dengan hewan yang berpotensi terjangkit rabies seperti anjing dan kucing. 

Program Udayana untuk Masyarakat mendapatkan banyak respons positif dari masyarakat setempat. Hal tersebut ditunjukkan dari banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Sedari pagi bahkan sebelum kegiatan dibuka, masyarakat sekitar telah memenuhi tempat berlangsungnya kegiatan dengan membawa hewan peliharaan mereka. Kegiatan berlangsung dalam satu tempat di Taman Kanak-kanak Gatot Kaca yang dimana memiliki sebuah tempat luas sebagai lokasi penyuluhan kepada masyarakat. 

Sejak pagi warga datang untuk mendapatkan pelayanan hewan peliharaannya. Sebagian besar mendapatkan suntikan vaksin rabies serta untuk mensterilisasi atau mengkastrasi hewan peliharaannya. Pemberian vaksinasi ini dilakukan oleh para mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, yang tentunya telah mumpuni di bidangnya. Selain diberikan vaksin, masyarakat juga diberikan sampo yang bermanfaat bagi hewan peliharaan mereka.

Sedangkan untuk kegiatan sterilisasi dan kastrasi ditangani oleh para dokter hewan yang tergabung dalam Forum Dokter Hewan Peduli dan Anom Vet. Adanya sterilisasi dan kastrasi ini bertujuan untuk mengendalikan populasi anjing dan kucing yang sekarang ini tingkat keberadaannya cukup tinggi di lingkungan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut dapat mengurangi perilaku agresif serta mengurangi risiko gangguan prostat pada hewan kesayangan.

 Dengan dilakukannya program penyuluhan ini, diharapkan setiap masyarakat mendapatkan edukasi tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan, mengontrol populasi hewan kesayangan agar tidak terjadi over populasi serta diharapkan pula mampu mencegah penyebaran penyakit rabies dan dermatitis pada hewan kesayangan di Desa Sedang, Badung. Semoga Desa Sedang, Badung dapat menjadi desa wisata yang dapat bermanfaat bagi masyarakatnya sendiri dan bagi para pengunjung. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1691-Dukung-Desa-Sedang-sebagai-Desa-Wisata-FKH-Unud-adakan-Penanggulangan-Dermatitis-dan-Pengendalian-Rabies-di-Desa-Sedang-.html (gs/bi)

Baca Juga  Persiapan Pembukaan S3 Kedokteran Hewan, FKH Unud Gelar Lokakarya

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Pingsan di Gunung Agung

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pendaki yang pingsan di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.

Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.

“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.

Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.

Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.

Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Rayakan Hari Susu Internasional 2022, Minat Profesi Veterinary Holic FKH Unud Adakan Bagi Susu di Panti Asuhan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Proyek Strategis Pengendali Banjir di Kuta

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pengendali banjir di Kecamatan Kuta
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).

Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.

“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.

Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Mutu, FKH Unud Lakukan Studi Banding ke Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University

Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.

“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Badung
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.

Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.

Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.

Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Koordinasi Antarunit dan Laboratorium, FKH Unud Gelar Rakor Pimpinan

“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.

“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca