Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Peragaan Busana OPD Pemprov Bali di Pameran IKM Bali Bangkit

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster: Untuk Mengenal, Menyayangi dan Bangga Memakai Karya Anak Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

ny putri
Ketua Dekranasda Bali hadiri peragaan busana OPD Pemprov Bali di Pameran IKM Bali Bangkit. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyaksikan peragaan busana yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali dalam rangkaian Pameran IKM Bali Bangkit VII Tahun 2022. Fashion show yang melibatkan dua OPD yaitu Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali berlangsung di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Selasa (6/9).

Dalam sambutan singkatnya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa kegiatan fashion show ini tujuan utamanya adalah untuk mengenal, menyayangi dan bangga memakai karya anak Bali. Sehingga Bali suatu saat dapat mewujudkan swadesi di dalam sandang, jadi kita yang membuat, menjual dan memakainya.

Selain itu kegiatan ini merupakan bukti nyata dukungan ASN Pemprov Bali terhadap pelaku IKM. Karena dalam ajang ini, ASN Pemprov Bali memperkenalkan busana karya desainer yang turut serta dalam pameran IKM Bali Bangkit. “Ini adalah kerja nyata, beginilah kita semestinya. Jangan bilang bahwa kita mendukung IKM atau UMKM, tapi hanya dalam kata-kata. Dukungan itu mesti dilakukan dalam tindakan nyata dari tempat kita masing-masing,” ujarnya. Tindakan nyata yang dimaksud adalah dengan membeli dan menggunakan karya perajin atau desainer lokal. “Dengan demikian kita juga menyukseskan kampanye bangga buatan Indonesia. Tak hanya bangga, tapi juga memakainya. Itu berarti, kita sudah turut andil dalam upaya pelestarian,” urainya.

peragaan
Fashion show yang melibatkan dua OPD yaitu Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali berlangsung di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Selasa (6/9). (Foto: Ist)

Pada bagian lain, perempuan yang dikenal punya multitalenta di bidang seni ini menyinggung efektivitas pelaksanaan pameran IKM Bali Bangkit. Menurutnya, pameran yang digelar secara estafet sepanjang tahun ini terbukti mampu membantu pelaku IKM dalam meningkatkan omzet penjualan. Pameran IKM Bali Bangkit VII yang baru berlangsung dan belum sampai satu bulan penuh telah meraup omzet Rp 1,5 miliar.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap VI Tahun 2022

Masih dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menambahkan kalau pameran IKM Bali Bangkit tak hanya bertujuan membantu perajin memasarkan produk. Lebih dari itu, melalui kegiatan ini Dekranasda Bali melakukan edukasi terkait peningkatan kualitas produk serta manajemen pemasaran. Terkait dengan kualitas produk, pihaknya ingin mengembalikan apa sebelumnya sempat tergerus seperti kain endek yang diproduksi massal di luar daerah atau motif songket yang banyak dijiplak untuk kain bordir. Sedangkan dalam manajemen pemasaran, ia terus mengedukasi para perajin yang ikut berpameran agar memupuk jiwa kewirausahaan dan makin familiar dengan sistem digital.

Sejalan dengan edukasi kepada perajin, Ny. Putri Koster juga menaruh perhatian pada para peragawan/peragawati pemprov yang akan tampil, bahwa tidak hanya untuk fashion show, diharapkan pada kehidupan sehari-hari terlebih bekerja di kantor para pegawai dapat menjadi contoh bagaimana berbusana yang berestetika dan beretika sehingga dapat menjadi contoh pula bagi masyarakat umum.

“Contohnya pada hari Kamis, dalam berbusana adat ke kantor, para pegawai harus bisa membedakan mana busana ke kantor, ke pura dan kondangan. Khusus untuk ke kantor diharapkan dapat memakai busana yang sopan, memiliki estetika, etika dan sesuai pakemnya, jangan memakai busana seperti orang ngayah di pura, karena kita sebagai pelayan masyarakat tampilah yang elegan walaupun dengan pakaian yang sederhana,” tuturnya.

Fashion show juga dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Pemprov Bali dan sejumlah pimpinan OPD. Dalam kegiatan ini, para ASN dari Dinas PMA dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali berlenggak-lenggok dalam balutan ragam karya busana berbahan tenun lokal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

TP Posyandu Kota Denpasar Tuntas Ikuti Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali

Ny. Sagung Antari Tekankan Percepat Implementasi, Optimalisasi Pelayanan di Masyarakat

Loading

Published

on

By

bina posyandu bali
PENUTUPAN BINA POSYANDU: Ketua TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat mengikuti penutupan Kegiatan Bina Posyandu 6 SPM yang digelar TP Posyandu Provinsi Bali di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu pada Kamis (7/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pelaksanaan kegiatan Bina Posyandu 6 SPM Angkatan IV yang digelar TP Posyandu Provinsi Bali secara resmi ditutup. Penutupan kegiatan yang dilaksanakan guna mendukung peningkatan kapasitas serta pengetahuan kader dalam mewujudkan optimalisasi pelayanan di masyarakat ini dilaksanakan Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata di di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu, Kamis (7/5).

Pada Gelombang IV kali ini, peserta dari Kota Denpasar turut diikuti TP Posyandu Kota Denpasar yang dipimpin Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Ketua TP Posyandu Kecamatan. Hal ini menunjukkan keseriusan TP Posyandu Kota Denpasar bersama jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan posyandu yang berkemanfaatan dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama juga turut serta Ketua TP Posyandu desa/kelurahan se-Kecamatan Denpasar Barat. Kegiatan ini juga sekaligus melengkapi keikutsertaan TP Posyandu se-Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Selatan yang telah lebih dahulu bergabung pada Gelombang I, II dan III.

Dalam sambutannya, Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata menjelaskan bahwa kegiatan Bina Posyandu ini sengaja diinisiasi untuk semakin menguatkan para kader yang merupakan garda terdepan dalam program Posyandu 6 SPM ini. Dimana, kegiatan ini menjadi wahana penting dalam memahami regulasi, yang dulu Posyandu hanya pelayanan kesehatan, sekarang lebih luas ke berbagai cakupan kehidupan masyarakat.

Adapun Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), lanjut Putri Koster merupakan konsep baru yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan enam bidang utama: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, dan Sosial.

Baca Juga  Hadiri Pameran IKM Bali Bangkit, Ketua Dekranasda NTB: Ide Sangat Cemerlang Bantu dan Bangkitkan IKM

“Sebagai Tim Pembina, Pemerintah Provinsi Bali bertugas untuk melakukan pembinaan. Dan kami optimalkan bagi para Tim Pembina Kabupaten/Kota serta Desa/Kelurahan, dengan harapan dapat melaksanakan pembinaan kepada kader posyandu sebagai upaya optimalisasi posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dwi Dewata juga menekankan dan mengajak seluruh kader Posyandu untuk ikut bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini lantaran, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu poin yang ada di dalam Posyandu 6 SPM.

“Mari kita sama-sama bergerak untuk kebersihan lingkungan ini. Salah satu upayanya adalah setiap bulannya, kita sudah melakukan gerakan Kulkul TP PKK dan Posyandu, selain itu sosialisasi PSBS, hingga pelayanan menyeluruh sesuai dengan indikator posyandu 6 SPM. Ini adalah sinergitas yang harus kita lakukan berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, pihaknya mengatakan bahwa pelatihan Bina Posyandu 6 SPM ini sendiri telah diikuti oleh seluruh TP Posyandu, baik di tingkat Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar.

“Sehubungan dengan semua TP Posyandu se-Kota Denpasar telah tuntas mengikuti kegiatan Bina Posyandu ini, kami berharap TP Posyandu Kecamatan dan Desa/Kelurahan dapat menjadi contoh dalam menjalankan dan mengaplikasikan pada program Posyandu 6 SPM secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sagung Antari juga berharap, seluruh pesrrta Bina Posyandu dari Kota Denpasar dapat memahami dengan baik seluruh materi terkait, antara lain akselerasi layanan Posyandu, pengelolaan Posyandu desa/lurah, serta layanan yang berkaitan dengan sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Melalui Bina Posyandu ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kapasitas dan digetoktularkan di masyarakat guna mewujudkan pelayanan optimal bagi masyarakat sebagai bentuk bekerja bersama mendukung terwujudnya Kota Denpasar yang MAJU, makmur, aman, jujur dan unggul,” ujarnya.

Baca Juga  Lestarikan Warisan Leluhur, Pameran IKM Bali Bangkit Terus Berlanjut

Tampak hadir pula Kadis DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, Sekretaris DPMD Kota Denpasar, Tresna Yasa, Sekretaris DPUPR Kota Denpasar, Toni Marthana Wijaya, serta undangan lainnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inspirasi RPTRA Jakarta, TP PKK Badung Rancang Ruang Ramah Anak yang Aman dan Edukatif

Published

on

By

tp pkk badung
KUNKER: Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan kunjungan kerja (study tiru) ke Kota Tangerang dan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Rabu (6/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung melakukan kunjungan kerja (study tiru) ke Kota Tangerang dan Kota Administrasi Jakarta Pusat pada 5-6 Mei 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat kapasitas kelembagaan, pembinaan keluarga, serta pengelolaan layanan pengasuhan anak yang adaptif di era digital.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Fokus utama kunjungan meliputi penguatan administrasi PKK, pembinaan karakter keluarga, pola asuh anak di tengah perkembangan teknologi, hingga pengelolaan tempat penitipan anak (TPA) yang profesional dan ramah anak.

Pada Rabu (6/5), rombongan TP PKK Badung mengunjungi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kenanga, Gambir, Jakarta Pusat dan disambut oleh Ketua TP. PKK Jakarta Pusat, Nyonya Witri Yenny Arifin. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan TPA Bale Bermain Balaikota milik Pemprov DKI Jakarta.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana, Kadis PMD Badung Komang Budhi Argawa, perwakilan DP2KBP3A Badung, serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mempelajari berbagai inovasi dan Best Practices dalam penguatan peran keluarga. “Kami ingin belajar mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program PKK, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan karakter keluarga dan pola asuh anak. Tantangan keluarga saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai Bunda PAUD, Rasniathi juga terinspirasi oleh fasilitas RPTRA dan TPA Negeri Bale Bermain yang dinilai sangat membantu keluarga pekerja. Menurutnya, pola asuh memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda. “Kami melihat fasilitas seperti RPTRA dan TPA Negeri Bale Bermain Balaikota ini sangat baik dan dibutuhkan masyarakat, terutama bagi orang tua yang bekerja. Harapan kami, kedepan Kabupaten Badung juga dapat memiliki fasilitas serupa yang aman, nyaman, edukatif, dan benar-benar mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, kami di TP PKK Badung ingin mengadopsi sejumlah program yang dinilai berhasil untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Baca Juga  Lestarikan Warisan Leluhur, Pameran IKM Bali Bangkit Terus Berlanjut

Melalui study tiru ini, TP PKK Kabupaten Badung berkomitmen mengadaptasi inovasi yang relevan untuk diterapkan melalui Pokja TP PKK di Kabupaten Badung, demi mewujudkan lingkungan yang aman dan edukatif bagi anak-anak hingga remaja.

Sementara Walikota Tangerang, Sachrudin, menyambut hangat sinergi antar-daerah ini. “TP PKK memiliki peran strategis dalam membangun kualitas keluarga, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Karena itu, sinergi seperti ini penting untuk saling belajar dan memperkuat program di masing-masing daerah,” katanya.

Senada dengan hal itu, Ketua TP PKK Jakarta Pusat, Nyonya Witri Yenny Arifin, menjelaskan fungsi ganda RPTRA. “RPTRA menjadi ruang belajar, bermain, dan berinteraksi bagi anak-anak maupun warga. Di sini tersedia PAUD gratis, kegiatan olahraga, pelatihan seni, hingga edukasi parenting dan perlindungan anak,” jelasnya.

Ketua Pokja I TP PKK Jakarta Pusat, Sari Kaloka, menambahkan pentingnya standar tinggi dalam pengasuhan. “Faktor keamanan dan kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama. Karena itu, pengawasan, sistem pelayanan, dan kompetensi tenaga pendamping harus benar-benar diperhatikan agar anak-anak mendapatkan perlindungan dan pengasuhan terbaik,” tambahnya.

Selain pengelolaan RPTRA dan TPA, rombongan juga mempelajari layanan konsultasi gratis Center of Excellence in Family Happiness. Layanan ini mencakup konsultasi tumbuh kembang anak, parenting, gizi, hingga kesehatan reproduksi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung Perketat Aturan, Sektor Horeka Wajib Pilah dan Olah Sampah Mandiri

Published

on

By

aturan sampah badung
HADIRI KOORDINASI: Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat hadiri acara Koordinasi dan Evaluasi Percepatan PSBS di Sektor Pariwisata yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (7/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sektor Hotel, Restoran, dan Kafe/Catering (Horeka) merupakan motor penggerak ekonomi Kabupaten Badung, namun di sisi lain juga menjadi kontributor signifikan terhadap timbulan sampah. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung memperketat aturan pengelolaan sampah dengan mewajibkan pelaku usaha Horeka melakukan pemilahan dari sumbernya.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa sampah organik wajib diolah secara mandiri di masing-masing tempat usaha dan dilarang langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu, pelaku usaha Horeka diwajibkan melakukan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai secara nyata dan berkelanjutan.

Pemerintah juga mewajibkan setiap unit usaha memiliki sistem pengelolaan sampah yang terverifikasi serta disiplin dalam mengisi data pengelolaan sampah. Langkah ini diambil karena data yang akurat menjadi landasan utama kebijakan yang tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Bupati dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Sektor Pariwisata yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (7/5).

“Perlu saya sampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung akan meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum. Sanksi akan diberikan kepada pelaku usaha yang tidak patuh. Selain melaksanakan sosialisasi dan edukasi, Pemerintah Kabupaten Badung juga telah melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sampah di sektor Horeka dengan pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui koordinasi dan evaluasi hari ini, kami berharap lahir komitmen nyata serta langkah-langkah konkret yang dapat langsung diimplementasikan oleh seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata,” ujar Adi Arnawa dalam sambutannya.

Ardyanto Nugroho selaku Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), memaparkan data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan data KLH, sektor Horeka menyumbang 41 persen dari total sampah di Kabupaten Badung, dimana komposisinya didominasi oleh sampah organik.

Baca Juga  Lestarikan Warisan Leluhur, Pameran IKM Bali Bangkit Terus Berlanjut

“Berdasarkan PP 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, mengharuskan sampah yang dihasilkan Horeka itu sudah selesai di Horeka itu sendiri. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkab Badung atau Pemprov Bali tetapi juga Horeka itu sendiri. Apalagi sampah yang dihasilkan adalah sampah organik yang mestinya mudah sekali untuk dikelola, dijadikan kompos, dijadikan makan maggot dan lain sebagainya. Kami sudah melaksanakan pengawasan sekitar 517 Horeka di Bali, dan hasilnya 100 % tidak taat pada pengelolaan sampah. Terhadap para pengelola Horeka yang tidak mengindahkan atau menindaklanjuti rekomendasi kami, akan dibekukan perizinannya atau pidana 1 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Badung atas dedikasinya dalam penanganan sampah. Ia menilai pola perilaku masyarakat telah menunjukkan perubahan signifikan ke arah yang lebih baik dalam hal pemilahan sampah.

“Ada kemajuan yang sangat signifikan, sejak diperlakukan pengendalian yang sangat ketat dalam kaitannya dengan penutupan TPA Suwung, ini harus kita jaga dan harus kita tingkatkan terus. Karena Bali yang bersih, apa lagi Badung yang bersih merupakan suatu kebutuhan kita. Karena Badung merupakan destinasi pariwisata internasional. Kementerian Lingkungan Hidup sangat serius terhadap penanganan sampah di Provinsi Bali dan Bapak Presiden sampai memberikan perhatian khusus untuk kita,” ucap Koster.

Acara ini turut dihadiri oleh Wabup Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, jajaran Forkopimda Badung, Sekda Surya Suamba, serta para Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, Kepala Pusdal Bali Nusra Ni Nyoman Santi, Ketua Organisasi Kewanitaan Badung, para Camat, Lurah/Perbekel se-Kabupaten Badung, Ketua Asosiasi Profesi terkait, serta para penanggung jawab perusahaan sektor Horeka di wilayah Kabupaten Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Tutup Pameran IKM Bali Bangkit Tahap I 2023

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca