Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

TP Posyandu Kota Denpasar Tuntas Ikuti Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali

Ny. Sagung Antari Tekankan Percepat Implementasi, Optimalisasi Pelayanan di Masyarakat

Loading

BALIILU Tayang

:

bina posyandu bali
PENUTUPAN BINA POSYANDU: Ketua TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat mengikuti penutupan Kegiatan Bina Posyandu 6 SPM yang digelar TP Posyandu Provinsi Bali di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu pada Kamis (7/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pelaksanaan kegiatan Bina Posyandu 6 SPM Angkatan IV yang digelar TP Posyandu Provinsi Bali secara resmi ditutup. Penutupan kegiatan yang dilaksanakan guna mendukung peningkatan kapasitas serta pengetahuan kader dalam mewujudkan optimalisasi pelayanan di masyarakat ini dilaksanakan Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata di di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu, Kamis (7/5).

Pada Gelombang IV kali ini, peserta dari Kota Denpasar turut diikuti TP Posyandu Kota Denpasar yang dipimpin Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Ketua TP Posyandu Kecamatan. Hal ini menunjukkan keseriusan TP Posyandu Kota Denpasar bersama jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan posyandu yang berkemanfaatan dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama juga turut serta Ketua TP Posyandu desa/kelurahan se-Kecamatan Denpasar Barat. Kegiatan ini juga sekaligus melengkapi keikutsertaan TP Posyandu se-Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Selatan yang telah lebih dahulu bergabung pada Gelombang I, II dan III.

Dalam sambutannya, Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata menjelaskan bahwa kegiatan Bina Posyandu ini sengaja diinisiasi untuk semakin menguatkan para kader yang merupakan garda terdepan dalam program Posyandu 6 SPM ini. Dimana, kegiatan ini menjadi wahana penting dalam memahami regulasi, yang dulu Posyandu hanya pelayanan kesehatan, sekarang lebih luas ke berbagai cakupan kehidupan masyarakat.

Adapun Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), lanjut Putri Koster merupakan konsep baru yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan enam bidang utama: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, dan Sosial.

Baca Juga  TP Posyandu Bali Perkuat Implementasi 6 SPM Melalui Aksi Sosial di Jembrana

“Sebagai Tim Pembina, Pemerintah Provinsi Bali bertugas untuk melakukan pembinaan. Dan kami optimalkan bagi para Tim Pembina Kabupaten/Kota serta Desa/Kelurahan, dengan harapan dapat melaksanakan pembinaan kepada kader posyandu sebagai upaya optimalisasi posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dwi Dewata juga menekankan dan mengajak seluruh kader Posyandu untuk ikut bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini lantaran, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu poin yang ada di dalam Posyandu 6 SPM.

“Mari kita sama-sama bergerak untuk kebersihan lingkungan ini. Salah satu upayanya adalah setiap bulannya, kita sudah melakukan gerakan Kulkul TP PKK dan Posyandu, selain itu sosialisasi PSBS, hingga pelayanan menyeluruh sesuai dengan indikator posyandu 6 SPM. Ini adalah sinergitas yang harus kita lakukan berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, pihaknya mengatakan bahwa pelatihan Bina Posyandu 6 SPM ini sendiri telah diikuti oleh seluruh TP Posyandu, baik di tingkat Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar.

“Sehubungan dengan semua TP Posyandu se-Kota Denpasar telah tuntas mengikuti kegiatan Bina Posyandu ini, kami berharap TP Posyandu Kecamatan dan Desa/Kelurahan dapat menjadi contoh dalam menjalankan dan mengaplikasikan pada program Posyandu 6 SPM secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sagung Antari juga berharap, seluruh pesrrta Bina Posyandu dari Kota Denpasar dapat memahami dengan baik seluruh materi terkait, antara lain akselerasi layanan Posyandu, pengelolaan Posyandu desa/lurah, serta layanan yang berkaitan dengan sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Melalui Bina Posyandu ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kapasitas dan digetoktularkan di masyarakat guna mewujudkan pelayanan optimal bagi masyarakat sebagai bentuk bekerja bersama mendukung terwujudnya Kota Denpasar yang MAJU, makmur, aman, jujur dan unggul,” ujarnya.

Baca Juga  Kader Posyandu Denpasar Ikuti Bimtek Bina Posyandu 2026 Provinsi Bali

Tampak hadir pula Kadis DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, Sekretaris DPMD Kota Denpasar, Tresna Yasa, Sekretaris DPUPR Kota Denpasar, Toni Marthana Wijaya, serta undangan lainnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Banggar Dorong Penguatan Infrastruktur Pariwisata untuk Perpanjang Masa Tinggal Wisatawan di Bali

Published

on

By

muhidin
KUNKER: Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Mohamad Said (kanan) dalam Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong penguatan infrastruktur pariwisata di Bali untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan. Wakil Ketua Banggar DPR RI Muhidin Mohamad Said menilai, pengembangan pariwisata Bali tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan jumlah kunjungan, tetapi perlu diarahkan agar wisatawan lebih lama tinggal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Muhidin dalam Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, termasuk melalui kebijakan fiskal, perlu diarahkan untuk memperkuat infrastruktur yang menunjang sektor pariwisata.

“Peringkatan pariwisata di Bali ini khususnya terkait dengan bagaimana memperbaiki infrastruktur. Saya kira begitu Pak Gubernur ya. Jadi kalau itu kita bisa perbaiki, bukan hanya sekadar banyaknya kedatangan. Tetapi bagaimana pariwisata itu bisa lebih lama tinggal di Bali,” ujar Muhidin.

Infrastruktur Topang Pariwisata

Muhidin mengatakan, masa tinggal wisatawan yang lebih panjang dapat memperluas manfaat ekonomi bagi berbagai sektor, termasuk hotel dan UMKM. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih baik.

“Jadi kalau hanya jumlahnya tetapi tinggalnya kurang, UMKM-nya juga bisa mandek. Hotelnya juga, unit hotelnya juga bisa terbatas. Jadi saya kira inti daripada itu bagaimana merangsang mereka itu bisa senang tinggal di Bali,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pariwisata juga perlu didukung dengan tata kelola lingkungan yang baik. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar pertumbuhan kunjungan, tetapi juga mendukung kenyamanan dan keberlanjutan aktivitas pariwisata.

Muhidin juga membuka kemungkinan adanya insentif khusus bagi pembangunan di Bali. Menurutnya, penguatan infrastruktur dapat mendukung kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian, termasuk melalui peningkatan devisa.

Baca Juga  Sekretaris 1 TP Posyandu Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Hadiri Penutupan Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali

“Oleh karena itu Bapak Ibu sekalian, kita harus memberikan mungkin ada sesuatu insentif khusus terkait dengan pembangunan dari Provinsi Bali ini,” katanya.

Ruang Fiskal Daerah Diperkuat

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR RI Wihadi Wijanto mengatakan hubungan pemerintah pusat dan daerah tetap perlu diperkuat melalui dukungan APBN terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Ia menyebut dukungan tersebut antara lain dapat dilakukan melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar.

Pada tahun 2027, menurut Wihadi, pemerintah daerah dapat mengajukan pemanfaatan DBH kurang bayar dalam bentuk program pembangunan sesuai kebutuhan daerah, seperti jalan, flyover, rumah sakit, maupun infrastruktur lainnya.

“Jadi pembangunan itu jelas ada untuk dana bagi hasilnya. Saya kira, ini sudah mungkin bisa mulai dengan Kementerian Keuangan dibuka ruang untuk komunikasi hal seperti itu,” ujar Wihadi.

Wihadi menambahkan, pemerintah pusat juga menyiapkan sekitar Rp 23 triliun untuk pembiayaan PPPK pekerja paruh waktu. Menurutnya, dukungan tersebut dapat membantu ruang fiskal pemerintah daerah sehingga anggaran dapat diarahkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.

“Dananya itu kalau saya nggak salah Rp 23 triliun yang kita siapkan untuk seluruh PPPK dengan pekerja paruh waktu. Jadi amanlah, fiskalnya Bapak agak terbantu lah sekarang ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Banggar Usulkan Skema DBH 2027 Perkuat Fiskal Daerah

Published

on

By

banggar dprri
KUNKER BANGGAR: Tim Kunjungan Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Gubernur Bali beserta jajaran, perwakilan Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia saat kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendorong penerapan skema pendanaan inovatif melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai instrumen pembiayaan pada 2027. Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif penyelesaian Kurang Bayar DBH (KB-DBH) pemerintah pusat kepada daerah yang secara nasional telah mencapai sekitar Rp 71 triliun.

Wakil Ketua sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan skema tersebut dirancang untuk membantu menjaga ruang fiskal dan arus kas pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syarief, mekanisme tersebut memungkinkan kewajiban pembiayaan proyek daerah ditangani melalui lembaga pembiayaan yang ditunjuk pemerintah, dengan kewajiban pokok dan bunga ditanggung pemerintah pusat. Pembayaran tersebut selanjutnya diperhitungkan sebagai bagian dari penyelesaian akumulasi kurang bayar DBH kepada daerah.

“Skema ini memungkinkan pemerintah daerah tetap menjalankan proyek infrastruktur prioritas melalui lembaga pembiayaan yang ditunjuk pemerintah. Selanjutnya, pemerintah pusat menanggung pokok dan bunga pinjaman tersebut yang diperhitungkan sebagai pelunasan kurang bayar DBH. Dengan demikian, ruang fiskal daerah dapat lebih longgar tanpa menambah beban APBD,” ujar Syarief.

Ia menilai, kelonggaran fiskal tersebut perlu diikuti kesiapan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan berbagai peluang ekonomi. Penguatan infrastruktur menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan agar daerah mampu menarik dan mengembangkan investasi secara lebih optimal.

Senada, Anggota Banggar DPR RI Danang Wicaksana menyebut bahwa Bali memiliki peluang untuk mengembangkan investasi, termasuk dari investor mancanegara. Karena itu, kesiapan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan ekonomi dapat berkembang secara terintegrasi dan efisien.

Baca Juga  Ketua TP Posyandu Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara Ikuti Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026 di Bapelkesmas Bali

“Jika investor dari kawasan global seperti Dubai dan Singapura bersedia menanamkan modalnya di Bali, maka pemerintah daerah harus bergerak cepat menyiapkan infrastruktur pendukung. Langkah ini penting agar seluruh sektor dapat terintegrasi dengan baik dan memiliki daya saing operasional dengan biaya yang lebih efisien,” kata Danang.

Selain penguatan infrastruktur, Anggota Banggar DPR RI Agus Ambo Djiwa turut menekankan pentingnya mengarahkan penguatan fiskal daerah untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan komoditas bawang putih lokal di Bali.

Agus menyampaikan dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan bibit dan pupuk bagi petani. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bawang putih lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

“Kalau Bali membutuhkan lahan untuk pengembangan bawang putih, kami siap mendukung. Kalau diperlukan sampai seribu hektare, kami bisa arahkan dan fasilitasi. Kami siap memberikan dukungan. Karena itu, kami berharap hal ini bisa segera disikapi,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Transfer ke Daerah Didorong Jadi Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

wakil banggar dpr ri
KUNKER: Wakil Ketua Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie (kanan) dalam kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menekankan pentingnya memastikan setiap rupiah transfer pemerintah pusat ke daerah memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang optimal bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan transfer ke daerah pada 2026 perlu diarahkan pada belanja yang produktif, terukur, dan akuntabel.

Syarief mengatakan transfer ke daerah pada 2026 diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar, daya saing daerah, ketahanan pangan, serta prioritas pembangunan nasional. Hal tersebut menjadi perhatian Banggar DPR RI dalam kunjungan kerja ke Provinsi Bali untuk melihat langsung pelaksanaan APBN, penyaluran transfer ke daerah, efektivitas kebijakan fiskal, pengendalian inflasi, perpajakan, dan pengelolaan keuangan daerah.

“Pada tahun 2026, kebijakan transfer ke daerah semakin diarahkan pada belanja yang produktif, terukur, akuntabel, serta mendukung pelayanan dasar, daya saing daerah, ketahanan pangan, dan prioritas pembangunan nasional,” kata Syarief saat memimpin kunjungan kerja Banggar DPR RI ke Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syarief, efektivitas transfer ke daerah tidak hanya dilihat dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, sinkronisasi kebijakan APBN dan APBD menjadi penting agar dukungan fiskal pemerintah pusat dapat berjalan searah dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah transfer pusat benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang optimal bagi masyarakat,” ujar Syarief.

Perlu Selaras dengan Pembangunan Daerah

Dalam kunjungan tersebut, Banggar DPR RI mencermati sejumlah kebutuhan pembangunan di Bali, termasuk infrastruktur, konektivitas, pelayanan dasar, serta penguatan sektor ekonomi. Syarief berharap hasil kunjungan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk memperkuat efektivitas transfer ke daerah sekaligus sinkronisasi APBN dan APBD.

Baca Juga  Kader Posyandu Denpasar Ikuti Bimtek Bina Posyandu 2026 Provinsi Bali

“Kami berharap kunjungan kerja ini dapat menghasilkan informasi, evaluasi, dan rekomendasi bagi Badan Anggaran DPR RI, khususnya dalam memperkuat efektivitas transfer ke daerah, sinkronisasi APBN dan APBD, stabilitas ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, serta transformasi pariwisata Bali menuju pariwisata yang semakin berkualitas dan berkelanjutan,” tandas Syarief.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan dukungan anggaran pemerintah pusat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal tersebut juga diperlukan untuk memperluas manfaat pembangunan ke wilayah Bali yang memiliki kapasitas fiskal lebih terbatas.

“Ini yang harus kami atasi di Bali dengan tentunya yang utama adalah infrastruktur untuk memacu pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Koster.

Koster menjelaskan pembangunan infrastruktur tersebut mencakup konektivitas darat, laut, dan udara. Salah satu kebutuhan yang disampaikannya adalah pengembangan infrastruktur pelabuhan, termasuk Pelabuhan Sangsit dan Amed, yang dinilai dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur diharapkan tidak sekadar meningkatkan penyerapan anggaran, tetapi juga menciptakan dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas pemerataan pembangunan di Bali. (gs/bi) 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca