Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Terus Optimalkan Operasi Pasar

Harga Bahan Pokok Dijual di Bawah Harga Pasaran

Loading

BALIILU Tayang

:

Operasi Pasar
Pelaksanaan Operasi Pasar yang ditinjau Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Sekda IB Alit Wiradana didampingi Ketua DWP Ny. Widnyani Wiradana di dua lokasi, yakni Jaba Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padangsambian, Denpasar Barat dan Yayasan Pembangunan Sanur, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (13/10). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar terus mengoptimalkan pelaksanaan operasi pasar dalam rangka pengendalian inflasi daerah. Gelaran kali ini dilaksanakan dengan menyasar dua lokasi, yakni Jaba Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padangsambian Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat dan di halaman Yayasan Pembangunan Sanur Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (13/10).

Pelaksanaan Operasi Pasar ditinjau langsung Wakil Walikota Denpasar  I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Sekda IB Alit Wiradana didampingi Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Perindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma IB Kompyang Wiranata, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan serta OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah.

Sembari berbelanja, Wawali Arya Wibawa bersama Sekda Alit Wiradana langsung meninjau satu persatu stan yang menjual bahan pokok. Di mana, berdasarkan pemantauan, diketahui harga komoditi beras pertiwi 5 kg berada dikisaran Rp. 53. 000 dari harga pasaran sebesar Rp. 55.000. Telur tanggung (krat) seharga Rp. 42.000, paket telur mika (10 butir) seharga Rp. 15.000, minyak goreng – minyakita (1L) Rp. 13.000.  Selanjutnya komoditi bawang merah berada pada kisaran harga Rp. 22.000, cabe cawit seharga Rp. 34.000, bawang Putih seharga Rp. 17.000 dan cabe besar Rp. 32.000.

Sedangkan untuk komoditi sayuran seperti kol berada pada kisaran harga Rp. 4.000/kg, timun jepang, sawi putih, terong ungu, terong hijau seharga Rp. 5.000/kg. Sementara pare dijual seharga Rp. 7.000, labu jepang seharga Rp. 1.000/biji, kacang panjang Rp. 10.000/kg, timun kecil seharga Rp. 3.000/kg, kentang Rp. 12.000/kg, bawang bombai Rp. 23.000/kg, buncis sehargaRp. 8.000/kg, dan wortel seharga 12.000.

Baca Juga  Desa Sumerta Kelod Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Lele

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa  mengatakan, Pemkot Denpasar bersama TPID secara rutin menggelar operasi pasar. Hal ini sebagai upaya mendukung pengendalian inflasi dengan menjaga stabilitas harga. 

“Ini merupakan salah satu strategi pengendalian inflasi, sehingga mampu menjaga stabilitas bahan pokok yang menyebabkan inflasi,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Operasi Pasar ini dilaksanakan dengan menyasar kanton-kantong kepadatan penduduk. Sehingga diharapkan mampu memberikan intervensi terhadap harga-harga bahan pokok di masyarakat. Dengan harapan mampu menekan laju inflasi.

“Dengan Operasi Pasar ini kami berharap mampu meningkatkan akses pangan masyarakat, terutama pangan pokok dan strategis, serta berkualitas baik dengan harga di bawah pasar, sebagai upaya berkelanjutan menjaga stabilitas harga dan inflasi daerah,” ujarnya.

Sementara Kadis Perindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari menyampaikan, dalam pelaksanaan operasi pasar ini pihaknya melakukan sinergitas bersama Tim TPID,  Perusahaan Daerah Pasar Sewakadarma hingga Bulog. Di samping itu dalam menggairahkan UMKM yang ada di kelurahan  setempat juga dilibatkan. Sehingga, selain menekan laju inflasi, juga memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

“Pelaksanaan operasi pasar yang digelar di desa/kelurahan secara bergiliran, hal ini guna memfasilitasi masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya. (ags/eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster dan BPK RI Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan, Fokus Pembangunan Terintegrasi “One Island, One Management”

Published

on

By

Gubernur Koster
GALA DINNER: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pimpinan I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Nyoman Adhi Suryadnyana saat menghadiri acara Gala Dinner Satuan Kerja Daerah/Wilayah di Provinsi Bali terkait Pemeriksaan Tahun 2026 pada Satuan Kerja Daerah/Wilayah di Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Minggu (Redite Kliwon, Sungsang), 7 Juni 2026 malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Pimpinan I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Nyoman Adhi Suryadnyana berkomitmen saling menguatkan sinergi pengelolaan keuangan negara dengan tertib administrasi untuk mewujudkan pembangunan daerah secara terintegrasi dalam konsep One Island, One Management (Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola).

Hal itu disampaikan langsung pada acara Gala Dinner Satuan Kerja Daerah/Wilayah di Provinsi Bali terkait Pemeriksaan Tahun 2026 pada Satuan Kerja Daerah/Wilayah di Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Minggu (Redite Kliwon, Sungsang), 7 Juni 2026 malam.

Dalam Gala Dinner ini dihadiri langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Setiawan Budi Cahyono, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, Inspektur Daerah Militer (Irdam) IX/Udayana, perwakilan BNN Provinsi Bali, Inspektur Daerah Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Sudarsana, Kepala Badan Pendapatan Daerah, I Dewa Tagel Wirasa serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bali, I Ketut Maduyasa.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas diselenggarakannya pertemuan ini sebagai forum sambung rasa dalam membangun sinergi, agar tugas-tugas yang dijalankan dapat berjalan dengan baik dan benar.

Terkait tata kelola keuangan di Pemerintah Provinsi Bali, Wayan Koster menegaskan bahwa di era kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali telah menerapkan pengalaman kerja pengelolaan keuangan negara APBN di Badan Anggaran DPR – RI untuk selalu menekankan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja dengan benar sesuai dengan fakta dan mengikuti arahan BPK sesuai aturan, kemudian memperhatikan data yang mesti menjadi pegangan guna menghasilkan kualitas kerja dengan baik.

Baca Juga  Desa Sumerta Kelod Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Lele

“Arahan BPK juga selalu kami jadikan pedoman agar pengelolaan keuangan berjalan dengan baik, jadi sejauh ini pembangunan di Bali kalau di ukur dari akuntabilitas dan transparansinya, kualitas pengelolaan APBD di Pemerintah Provinsi Bali secara administratif selalu mendapat penilaian WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) secara berturut-turut, 12 kali,” ujarnya seraya mengatakan raihan opini WTP ini harus betul-betul riil berkualitas yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum maupun secara moral.

Sebagai penutup, Gubernur Wayan Koster menegaskan di dalam pembangunan Bali, telah menerapkan One Island, One Management dengan pendekatan Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola. Hal ini dilakukan, karena melihat Pulau Bali yang kecil, maka pendekatan pembangunannya harus dilakukan secara terintegrasi dan terpadu.

“Bali yang kecil, kalau dibangun dengan egoisme wilayah antarsektor, maka Bali akan rusak, jadi Bali harus dijaga secara utuh dan pembangunannya harus melihat kebutuhan secara keseluruhan masyarakat Bali,” jelasnya.

Sementara Pimpinan I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Nyoman Adhi Suryadnyana mengungkapkan tantangan Bali semakin tinggi, pembangunan di Bali tidak bisa berhenti pada satu prestasi saja, namun pembangunan Bali harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Seperti yang diungkapkan Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster yang memiliki konsep One Island, One Management Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola.

Ini konsep yang sangat bagus, namun untuk menyelesaikan banyak tantangan ke depan di Bali, BPK meminta semua di Provinsi Bali bersinergi dalam melakukan pengelolaan keuangan negara secara tertib administrasi untuk mewujudkan kebijakan publik yang berkelanjutan.

“Sinergi Bapak/Ibu semua, sangat penting dalam menyelesaikan banyak tantangan Bali ke depan,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Terima LHP dari BPK RI Perwakilan Bali, Kota Denpasar Raih Opini WTP Ke-14

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
TERIMA LHP LKPD 2025: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menerima LHP BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2025 dari Kepala BPK RI Perwakikan Bali I Gusti Ngurah Satria Perwira dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali Ke-39 di ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Sumerta Kelod, Senin (8/6/2026). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menghadiri acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2025. Prosesi penyerahan ini berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali Ke-39 di ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Sumerta Kelod, Senin (8/6/2026).

LHP tersebut diserahkan langsung Kepala BPK RI Perwakikan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira kepada Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede. Melalui penyerahan laporan keuangan tersebut, Kota Denpasar secara resmi diumumkan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-14 kalinya secara berturut-turut.

Pimpinan I BPK RI, Nyoman Adhi Suryadnyana dalam sambutannya menyampaikan, dasar pemberian opini didasarkan pada kesesuaian standar akuntansi pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan efektivitas sistem pengendalian intern.

“Pemeriksaan yang dilakukan BPK berpedoman pada standar pemeriksaan keuangan negara sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2026. Dengan penyerahan LHP ini diharapkan lebih meningkatkan pengelolaan keuangan pemerintah daerah, sehingga lebih efektif, efisien dan akuntabel, sehingga dapat menjadi WTP yang berkualitas,” ujarnya.

Merespons penyerahan LHP dan raihan opini WTP tersebut, Walikota Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran BPK RI atas arahan dan bimbingannya. Ia juga berterima kasih kepada komitmen jajaran OPD di Pemkot Denpasar, serta dukungan dari DPRD Kota Denpasar.

Di mana, Pemkot Denpasar pada intinya siap mendukung pemeriksaan rutin oleh BPK RI. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang tentang Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara juga turut menginstruksikan seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemkot Denpasar untuk mendukung suksesnya proses pemeriksaan.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Denpasar Ikuti Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat (LT-IV) 2023

“Hal ini memberikan motivasi buat kami untuk bagaimana meningkatkan tata pola pemerintahan, khususnya dalam bidang keuangan. Ini penting sekali dan mudah-mudahan juga dengan WTP ini tentu akan mendorong kami untuk secara internal dalam melakukan konsolidasi terhadap beberapa catatan-catatan yang disampaikan oleh BPK RI Provinsi Bali. Mudah-mudahan pengelolaan keuangan yang baik ini bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di Kota Denpasar,” harapnya.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya turut mengapresiasi rekomendasi yang diberikan BPK RI kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-Bali. “Sesuai arahan BPK, harus efektif, efisien dan tepat sasaran. Terima kasih kepada BPK RI yang telah memberikan arahan dan rekomendasi. Dan kami selalu melaksanakannya dengan kerja dan disiplin, sehingga pengelolaan keuangan daerah di Provinsi Bali tidak saja baik secara administratif, tapi berdampak terhadap permohonan daerah maupun juga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Gubernur Koster.

Agenda berskala provinsi ini dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya beserta para Wakil Ketua Provinsi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster beserta Pimpinan I BPK RI, Nyoman Adhi Suryadnyana, Anggota DPD RI Perwakilan Bali, jajaran BPK RI, Forkopimda Provinsi Bali, Anggota DPRD Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta kepala OPD Provinsi Bali, bupati/walikota se-Provinsi Bali, ketua DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Bali dan undangan lainnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pimpin Apel Disiplin di Kecamatan Dentim, Sekda Eddy Mulya Dorong ASN Tingkatkan Dedikasi dan Kolaborasi

Published

on

By

Sekda Eddy Mulya
PIMPIN APEL: Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan memimpin Apel Disiplin ASN serta berkesempatan meninjau ruang pelayanan publik di Kantor Camat Denpasar Timur, Senin (8/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin Apel Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Denpasar Timur (Dentim), Senin (8/6). Kegiatan yang diikuti jajaran pegawai kecamatan, kelurahan, dan desa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat disiplin kerja sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Sekda Eddy Mulya menekankan bahwa kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif, harmonis, dan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, terdapat dua hal utama yang perlu dijaga oleh setiap ASN untuk mewujudkan kepuasan dalam bekerja. Pertama adalah rasa syukur dan dedikasi terhadap tugas yang diemban. ASN diharapkan mampu menerima setiap tanggung jawab yang diberikan dengan penuh rasa syukur, menjalankannya dengan tulus dan senang hati, serta memberikan kemampuan terbaik demi tercapainya tujuan organisasi.

“Ketika kita mampu mensyukuri pekerjaan yang dipercayakan kepada kita dan melaksanakannya dengan sepenuh hati, maka pekerjaan tersebut tidak lagi menjadi beban, melainkan bentuk pengabdian yang memberikan makna,” ujar Eddy Mulya.

Selain itu, Sekda juga menyoroti pentingnya membangun kerja sama tim yang kuat di lingkungan kerja. Eddy Mulya menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kolaborasi yang baik antarpegawai. Menurutnya, kerja sama tim yang solid akan melahirkan berbagai karya dan prestasi, sekaligus memperkuat jejaring kerja yang mendukung terciptanya suasana kerja yang sehat, nyaman, dan membahagiakan.

“Keberhasilan organisasi lahir dari kerja bersama. Dengan saling mendukung dan berkolaborasi, kita tidak hanya mampu mencapai target kerja, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang positif dan penuh semangat,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Tiga PAW DPRD Kota Denpasar Resmi Dilantik

Melalui apel disiplin tersebut, Eddy Mulya berharap seluruh ASN di lingkungan Kecamatan Denpasar Timur terus menjaga profesionalisme, meningkatkan semangat pelayanan, serta menumbuhkan budaya kerja yang berlandaskan rasa syukur, dedikasi, dan kebersamaan demi mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Denpasar.

Sementara itu, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Sekda Kota Denpasar yang memimpin langsung pelaksanaan apel disiplin tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Denpasar Timur membawahi 11 wilayah administratif yang terdiri atas Desa Dangin Puri Kelod, Desa Sumerta Kaja, Desa Sumerta Kelod, Desa Sumerta Kauh, Desa Kesiman Petilan, Desa Kesiman Kertalangu, Desa Penatih Dangin Puri, Kelurahan Sumerta, Kelurahan Kesiman, Kelurahan Penatih, dan Kelurahan Dangin Puri.

“Arahan yang disampaikan Bapak Sekda dalam apel disiplin ini akan menjadi perhatian kami untuk ditindaklanjuti dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Denpasar Timur,” ujar Sri Karyawati.

Usai pelaksanaan apel, Sekda Eddy Mulya juga berkesempatan meninjau ruang pelayanan publik di Kantor Camat Denpasar Timur guna melihat secara langsung pelaksanaan layanan kepada masyarakat. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca