Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Semarakkan HUT Ke-529 Kota Tabanan Jayaning Singasana, Pemkab Gelar Ragam Kegiatan

BALIILU Tayang

:

Pemkab Tabanan
Semarak HUT ke-529 Kota Tabanan. (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Semarakkan HUT ke-529 Kota Tabanan yang mengusung tema Jayaning Singasana, Setia Bijaksana dalam Menjalankan Dharma Demi Kecintaan pada Rakyat, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar sederetan rangkaian kegiatan yang tak hanya diramaikan oleh seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab namun juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat. 

Sejatinya rangkaian kegiatan telah dimulai pada awal November, Selasa (1/11) yang ditandai dengan aksi mempercantik wajah kota, seperti kegiatan pengecatan patung dan pembersihan jalan di sepanjang kota oleh ratusan ASN di lingkungan Pemkab, parade penjor hingga pemasangan lampu dan bendera di sepanjang Kota Tabanan. 

Adapun kegiatan-kegiatan jelang HUT ke-529 Kota Tabanan ini telah dirangkaikan di sepanjang Bulan November 2022. Seperti halnya di pengujung minggu pertama yakni Sabtu (5/11) Lomba Bonsai Nasional diikuti dengan Pentas Musik Sanggar Gita dan Bondres Canging Mas akan diselenggarakan di area Lapangan Taman Bung Karno dan Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan. 

Sebagai penanda pembukaan peringatan HUT Kota, dengan pencanangan car free day, ditandai dengan peletakan karangan bunga ke TMP Pancaka Tirta pada Minggu (5/11) oleh Bupati Tabanan beserta jajaran.  

Selanjutnya ragam kegiatan lainnya yang berpusat di sepanjang TMP Pancaka Tirta dan Jalan Pahlawan tersebut dihiasi dengan seremoni pelepasan balon dan burung merpati, hiburan musik, serta penyerahan hadiah gebyar PBB yang menandai pembukaan HUT Kota kali ini. Selain itu di area Gedung Kesenian I Ketut Maria juga diramaikan dengan pameran taman hias, Lomba Bonsai Nasional dan yowana Tabanan.

Di minggu kedua, mulai Senin (7/11) hingga minggu (13/11) diisi dengan aksi sosial seperti penyerahan sembako kepada para penderita kanker, kegiatan sembahyang bersama hingga street festival sepeda motor modifikasi, Harley Tabanan Chapter. Dilanjutkan dengan penanaman bibit durian, yowana Tabanan dan KMT. Diikuti dengan kegiatan di pengujung minggu yakni peringatan HKN (Hari Kesehatan Nasional), pentas kolosal calonarang oleh Peguyuban Seniman Tabanan, Lomba Senam Sicita Bupati Cup yang melibatkan guru-guru tingkat SMP se-Kabupaten Tabanan dan juga pameran sepeda ontel.

Baca Juga  Penutupan ‘‘Karya Agung‘‘ Kantor Bupati Tabanan Berlangsung Suka Cita

Pada minggu ketiga, rentetan kegiatan dimulai dari Kamis (17/11) dengan pementasan band-band Tabanan, lalu di hari Jumat (18/11) diramaikan dengan Yoga yang melibatkan 1000 ASN, lomba karaoke staff antar OPD dan yowana Tabanan. Diteruskan pada Sabtu (19/11) dengan pentas band Tabanan, dan Minggu (20/11) menampilkan penari ular, pentas kesenian mandolin serta joged mepetuk 2 barung, yang kesemuanya diselenggarakan di Gedung Kesenian I Ketut Maria.

Selanjutnya di minggu ke-empat, yang dimulai pada Jumat (25/11), melibatkan pameran kuliner oleh IKM dan UMKM Tabanan, komunitas senam lansia yang berkolaborasi dengan pegawai dengan target sebanyak 1000 orang, dilanjutkan dengan pentas dalang cilik dan pentas Wayang Cenk Blonk. Pada hari Sabtu, masih bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Maria juga akan digelar pameran ikan hias dan fashion show anak dan ibu. 

Di pengujung minggu (27/11), Pemkab Tabanan berkolaborasi dengan seluruh kecamatan, siswa- siswi sekolah serta masyarakat menampilkan iring-iringan Parade Budaya Nusantara, parade drumband, iringan pembawa papan logo HUT kota, parade okokan, pawai ogoh-ogoh lambang daerah, parade barong, Rodat Candi Kuning, Reog Ponorogo, Gandrung Banyuwangi dan juga parade dari gabungan lima kesenian khas pegunungan dan parade gabungan 4 kesenian khas pesisir. Hingga launching Tari Kebesaran Kabupaten Tabanan, Jayaning Singasana AUM secara massal yang rencananya digelar mulai dari Kantor Bupati dengan atraksi di Jalan Gajah Mada dan berakhir di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan. Di malam harinya, rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan konser band kenamaan, Raja Bali dan Lolot.

Pada minggu terakhir, senin (28/11) diwarnai dengan penampilan tari-tarian oleh DWP, lomba paduan suara PKK, pentas Band Legend Tabanan, konser musik Bagus Wirata dan Ray Peni yang dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria. Hingga penutupan rangkaian HUT Kota pada Selasa (29/11) ditandai dengan upacara peringatan Hari Lahir Kota Tabanan ke-529 di halaman depan kantor Bupati.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Rapat Koordinasi Menjelang Nataru

Selanjutnya dirangkaikan juga dengan peresmian Rumah Sakit Umum Singasana Nyitdah di RSU Nyitdah. Serta di hari tersebut juga ditayangkan video pembangunan di Kabupaten Tabanan dan diikuti dengan acara potong tumpeng serta pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba yang ditutup dengan pementasan drama tari oleh Paguyuban Bondres Tabanan yang keseluruhan kegiatannya dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria dan Lapangan Taman Bung Karno Tabanan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

KPU Bali Perkuat Integritas dan Pencegahan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu

Published

on

By

Ketua DKPP RI Heddy Lugito menyerahkan buku kepada Ketua KPU Bali Lidartawan dalam rapat penguatan integritas penyelenggara Pemilu
SERAHKAN BUKU: Ketua DKPP RI, Heddy Lugito menyerahkan buku kepada Ketua KPU Provinsi Bali di sela Rapat Penguatan Integritas dan Pencegahan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu di Lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali pada Jumat (17/7/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka meningkatkan penegakan etika dan integritas bagi penyelenggara Pemilu di lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali, KPU Provinsi Bali menggelar Rapat Penguatan Integritas dan Pencegahan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu di Lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali pada Jumat (17/7/2026).

Rapat dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa KPU Provinsi Bali pernah memperoleh apresiasi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai salah satu penyelenggara Pemilu dengan tingkat integritas yang tinggi. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu, bukan menjadi alasan untuk berpuas diri.

“Saya berharap Ketua DKPP RI dapat memberikan penguatan integritas kepada seluruh jajaran KPU di Bali, sehingga kita tetap menjadi penyelenggara Pemilu yang berintegritas serta senantiasa memperkuat nilai-nilai demokrasi dalam setiap penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan,” ujar I Dewa Agung Gede Lidartawan.

Hadir sebagai narasumber, Ketua DKPP RI, Heddy Lugito, yang menyampaikan materi mengenai penguatan integritas serta pencegahan pelanggaran etik penyelenggara Pemilu. Ia mengapresiasi kondisi di Provinsi Bali yang hingga saat ini tidak memiliki pengaduan pelanggaran etik ke DKPP.

Dalam paparannya, Heddy menjelaskan bahwa terdapat lima syarat utama untuk mewujudkan Pemilu yang demokratis, yaitu regulasi yang baik, penyelenggara yang mandiri, berintegritas, dan kredibel, peserta Pemilu yang taat aturan, pemilih yang cerdas dan partisipatif, serta birokrasi yang netral. Selain itu, ia juga memaparkan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan Pemilu, seperti praktik politik uang, pelanggaran netralitas ASN, tindak pidana korupsi oleh pejabat, pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP), serta berbagai persoalan regulasi.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Rapat Koordinasi Menjelang Nataru

Turut hadir Anggota DKPP RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, yang menekankan bahwa potensi pelanggaran etik dapat terjadi di lembaga mana pun termasuk DKPP, sehingga seluruh penyelenggara wajib menjunjung tinggi integritas, mematuhi peraturan, serta kode etik yang berlaku. Ia juga mengajak jajaran KPU di Bali untuk mensyukuri amanah negara dan menjaga budaya komunikasi yang baik guna menyelesaikan setiap persoalan sebelum berkembang menjadi pelanggaran etik, sekaligus berharap agar pengalaman KPU Bali yang minim pengaduan dapat didokumentasikan sebagai best practice bagi daerah lain.

Peserta yang hadir dalam rapat ini terdiri dari Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Bali Tahun 2025–2026, yaitu Gede Sutrawan (unsur Badan Pengawas Pemilu) dan I Made Anom Wiranata (unsur Masyarakat), Ketua beserta Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten/Kota se-Bali, serta jajaran Sekretariat KPU Provinsi Bali.

Melalui rapat ini, KPU Provinsi Bali berharap seluruh penyelenggara Pemilu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota semakin memperkuat komitmen dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kode etik, sehingga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu dapat terus terjaga sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Aktif Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Budaya, Gubernur Koster Diundang jadi Pembicara Nusa Dua Forum

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menerima undangan resmi menjadi pembicara Nusa Dua Forum 2026 dari Publisher & CEO SCMP Tammy Tam di Jayasabha, Denpasar.
TERIMA UNDANGAN: Gubernur Bali Wayan Koster menerima undangan resmi untuk menghadiri dan menjadi pembicara dalam Nusa Dua Forum 2026, yang diselenggarakan oleh South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 17 Juli 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima undangan resmi untuk menghadiri dan menjadi pembicara dalam Nusa Dua Forum 2026, forum investasi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 17 Juli 2026.

Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Publisher & Chief Executive SCMP Tammy Tam dalam Audiensi yang dilakukan di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (16/7).

Forum eksklusif ini dirancang sebagai jembatan strategis yang menghubungkan pusat-pusat modal utama Asia, khususnya Hong Kong dan kawasan Greater Bay Area (GBA), dengan pasar-pasar berkembang di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia.

Tam menyebut Nusa Dua Forum 2026 sebagai inisiatif investasi swasta unggulan yang mempertemukan pemilik kelompok usaha keluarga, generasi penerus bisnis, investor institusional, sovereign wealth fund, hingga pengambil keputusan investasi dari berbagai negara Asia untuk membangun kolaborasi investasi jangka panjang di Indonesia.

Kehadiran Gubernur Wayan Koster dinilai penting mengingat Bali saat ini menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi hijau. Di bawah kepemimpinan Koster, Bali juga telah menjadi tuan rumah berbagai forum internasional yang mempertemukan pemimpin dunia, investor, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas isu pembangunan global.

Forum yang hanya diikuti sekitar 80 hingga 100 peserta terpilih ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting dunia usaha dan investasi. Di antaranya Deputi Sekretaris Kehakiman Pemerintah Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR) Horace Cheung, anggota Executive Council HKSAR Jeffrey Lam, Chief Executive Officer Blue Pool Capital Oliver Weisberg, CEO Hong Kong Investment Corporation Clara Chan, Presiden dan Co-Founder Gaw Capital Kenneth Gaw, serta sejumlah pemimpin investasi lainnya dari kawasan Asia.

Baca Juga  Prestasi Pengadaan Tabanan Masuk Kategori Sangat Baik, Raih Nilai 95,24

Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah dikonfirmasi hadir antara lain CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia Rosan Roeslani, Deputy CEO MNC OTT Network Clarissa Tanoesoedibjo, serta pimpinan sejumlah perusahaan nasional terkemuka.

Penyelenggaraan Nusa Dua Forum 2026 di Bali dinilai sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025-2125. Haluan tersebut merupakan fondasi pembangunan Bali yang menempatkan Pulau Dewata sebagai pusat peradaban dunia yang berlandaskan nilai-nilai budaya Bali, berdaya saing global, serta berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Di bawah visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Gubernur Wayan Koster terus mendorong transformasi ekonomi Bali agar tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga berkembang pada sektor ekonomi kreatif, ekonomi digital, investasi berkualitas, energi bersih, pertanian modern, industri berbasis budaya, dan penguatan sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis seperti pembangunan infrastruktur terintegrasi, pengembangan energi bersih, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, penguatan ekonomi kerakyatan, digitalisasi pelayanan publik, hingga program pengelolaan sampah berbasis sumber yang kini menjadi perhatian berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional.

Gubernur Koster juga menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Bali harus sejalan dengan prinsip pembangunan yang menjaga keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sesuai filosofi Sad Kerthi. Karena itu, forum internasional seperti Nusa Dua Forum menjadi momentum penting untuk memperkenalkan arah pembangunan Bali kepada para investor global sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam agenda forum, peserta akan mengikuti berbagai sesi strategis yang membahas masa depan investasi dan transformasi ekonomi kawasan Asia. Salah satu sesi utama adalah keynote bertajuk “Bridging Mandates: What Sovereign Capital and Private Wealth Can Learn From Each Other”, yang membahas sinergi antara modal negara dan kekayaan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Peringati Tumpek Krulut Sebagai Implementasi Keharmonisan Alam

Forum juga akan menghadirkan sesi pleno bertema “Capital Crossroads – Sovereign Capital as Catalyst: How Southeast Asia’s State-Directed Funds Are Redrawing the Investment Map”, yang menyoroti peran dana investasi negara dalam membentuk peta investasi baru di kawasan.

Berbagai panel diskusi lainnya akan membahas peluang investasi Indonesia bagi keluarga-keluarga investor Asia, perkembangan industri kecerdasan buatan (AI), pembangunan rantai pasok baterai dan industri digital, pengembangan ASEAN Power Grid, serta peran generasi penerus dalam mengelola dan mengembangkan modal keluarga di Asia.

Penyelenggara menilai forum ini menjadi kesempatan langka bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para pembuat kebijakan Indonesia, mengakses peluang investasi melalui pipeline Danantara Indonesia, serta membangun jejaring dengan pengelola modal keluarga terbesar dan investor terkemuka di kawasan Asia.

Acara akan  dirancang sebagai ruang diskusi informal antara investor, pengambil kebijakan, dan pemimpin dunia usaha.

Kehadiran forum internasional tersebut semakin memperkuat posisi Bali sebagai pusat pertemuan global (global meeting hub) yang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai ruang dialog strategis untuk membahas investasi, ekonomi hijau, transformasi digital, dan masa depan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hidupkan Titik Nol Singaraja, “Suara Senja” Jadi Wadah Ekspresi Kreatif Anak Muda Buleleng

Published

on

By

Suasana music session Suara Senja di kawasan Titik Nol Kota Singaraja
SUARA SENJA: Kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai bertransformasi menjadi pusat kreativitas anak muda melalui sebuah gelaran music session mingguan bertajuk "Suara Senja". (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kawasan Titik Nol Kota Singaraja kini punya wajah dan napas baru. Setelah ditata ulang oleh pemerintah daerah, ruang publik strategis ini mulai bertransformasi menjadi pusat kreativitas anak muda melalui sebuah gelaran music session mingguan bertajuk “Suara Senja”.

Acara yang diinisiasi oleh sekelompok pemuda kreatif ini hadir untuk memanfaatkan ramainya masyarakat yang kerap menghabiskan waktu sore di jantung Kota Singaraja tersebut.

Salah satu kru sekaligus gitaris Suara Senja, Rajendra Siaga Tika, mengungkapkan bahwa ide awal perhelatan ini muncul setelah melihat potensi besar Titik Nol Singaraja yang kini menjadi tempat berkumpul dan bersosialisasi warga.

“Kami melihat tempat ini sangat berpotensi menjadi wadah anak muda mengekspresikan diri. Ke depannya, kami ingin tempat ini menjadi hub untuk segala jenis ekspresi seni budaya. Bukan hanya musik, tapi tidak menutup kemungkinan ke depan ada teater, paduan suara, atau seni lainnya,” jelas Rajendra.

Suara Senja mengusung konsep inklusif dan terbuka. Pihak penyelenggara berkomitmen untuk tidak membatasi latar belakang penampil dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian. Dalam rencana ke depan, tim Suara Senja akan menggandeng institusi pendidikan formal di Buleleng untuk berkolaborasi. Terbuka untuk pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat, serta musisi umum. Diadakan setiap akhir pekan demi memberikan hiburan konsisten bagi masyarakat Buleleng.

Saat ini, Suara Senja telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali, dan bersiap menyambut gelaran keempat pada akhir pekan mendatang. Bukan sekadar ajang unjuk bakat musiman, Suara Senja menyimpan misi besar untuk jangka panjang. Rajendra berharap Titik Nol Singaraja bisa tumbuh menjadi ikon pusat kesenian publik yang hidup, mirip dengan ruang-ruang kreatif publik yang ada di kota-kota besar lain di Indonesia.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Peringati Tumpek Krulut Sebagai Implementasi Keharmonisan Alam

“Rencana besarnya, kami ingin menjadikan Suara Senja ini sebagai titik di mana masyarakat bisa berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati seni bersama. Kami ingin Titik Nol Singaraja ini hidup sebagai pusat kesenian publik bagi warga Buleleng,” pungkas alumni SMAN Bali Mandara itu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca