Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Angkat Branding Usada Bali, Ny. Putri Koster Ingatkan Faktor Kemasan dan Kebersihan Produk

BALIILU Tayang

:

usada
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S dan Prof. Dr. rer.net. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. Apt selaku Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja saat menjadi narasumber pada taping program Dialog Pagi Kompas TV Dewata, Rabu (19/4/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menaruh perhatian terhadap Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali (Usada Bali) yang termasuk dalam salah satu dari  44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru. Untuk mengangkat branding usada Bali, Ny. Putri Koster mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kemasan dan kebersihan produk. Hal itu ditegaskannya dalam paparan saat menjadi narasumber pada taping program Dialog Pagi Kompas TV Dewata, Rabu (19/4/2023).

Selain Ny. Putri Koster, taping yang dilaksanakan di Studio Kompas TV Dewata itu juga menghadirkan dua narasumber terkait yaitu Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S dan Prof. Dr. rer.net. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. Apt selaku Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini mengungkapkan bahwa generasi pendahulu mewariskan begitu banyak jenis obat tradisional yang manfaatnya sudah terbukti. “Panglingsir kita dikenal memiliki kemampuan yang mumpuni dalam pengobatan tradisional. Hal itu tertuang dalam lontar yang belum seluruhnya kita gali dan baca,” ujarnya. Menurut Bunda Putri, apa yang diwariskan oleh para leluhur mesti dilestarikan dan dapat diangkat kembali dengan sejumlah penyesuaian agar bisa diterima di era modern. Beberapa hal yang menurutnya mesti disesuaikan adalah kemasan produk dan faktor higienis. “Ini penting diperhatikan agar obat tradisional memiliki daya saing. Dengan kemasan bagus, obat akan mudah digunakan serta terjamin kebersihannya,” urainya.

Masih dalam paparannya, perempuan yang dikenal memiliki multi talenta di bidang seni ini menyinggung peran aktif TP PKK Bali dalam mensosialisasikan pemanfaatan layanan pengobatan tradisional sebagai salah satu alternatif pengurangan zat kimia. Ditambahkan olehnya, salah satu sasaran 10 Program Pokok PKK adalah kesehatan. Oleh karena itu, TP PKK sebagai partner pemerintah berkomitmen mendukung program di bidang kesehatan. Berkaitan dengan gerakan pemanfaatan obat tradisional, TP PKK mendorong pemanfaatan halaman rumah tanaman obat keluarga (toga). Dikaitkan dengan program Pemprov Bali, toga bisa dimanfaatkan sebagai P3K di lingkup keluarga. Lebih dari itu, jika hasilnya cukup banyak, toga bisa dipasarkan untuk dijadikan dapat bahan baku pembuatan obat tradisional Bali.

Baca Juga  Kunker di Nusa Penida, Ny. Putri Koster Gelar Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi‘‘ di Tiga Tempat

Selain integrasi program, TP PKK Bali juga aktif melakukan sosialisasi melalui media seperti televisi dan radio. “Tentu saja, kami selalu melibatkan ahli yang berkompeten di bidangnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof. Damriyasa secara garis besar menjelaskan tentang 44 Tonggak Peradaban Bali Era Bali yang merupakan implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “44 poin itu adalah penanda Bali Era Baru. Hasil kerja nyata dari Bapak Gubernur Wayan Koster,” ungkapnya. Pada prinsipnya, 44 tonggak peradaban itu bersifat komprehensif, menyangkut tiga hal yang fundamental yaitu alam, manusia dan budaya.

Lanjut diuraikan olehnya, Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali menjadi salah satu tonggak penanda Bali Era Baru. Gubernur Koster menaruh perhatian terhadap layanan pengobatan tradisional karena Bali dikaruniai kekayaan alam dan keragaman hayati yang  Anugerah alam, keragaman hayati melimpah yang telah dimanfaatkan secara turun temurun untuk bahan obat herbal. “Krama Bali unggul dalam bidang usada. Jika bisa digali dan dikembangkan secara maksimal, selain untuk kesehatan juga bisa mendatangkan manfaat ekonomi. Ini disadari betul oleh Bapak Gubernur,” cetusnya. Ia pun menerangkan sejumlah langkah konkrit dalam pengembangan layanan kesehatan tradisional. Secara yuridis, telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali. Berikutnya, Pemprov Bali juga telah membangun Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) yang tersebar di Rendang, Baturiti dan Pengotan. Selain itu, Pemprov Bali juga tengah mengupayakan dibukanya jurusan pengobatan tradisional di salah satu lembaga pendidikan. Prof.Damriyasa berkomitmen serius menggarap bidang ini karena besarnya potensi yang dimiliki Pulau Dewata. Jika tak digarap serius, ia khawatir potensi ini akan diambil oleh pihak luar.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Masyarakat Ubah Perilaku Buang Sampah Menjadi Kelola Sampah
usada
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S dan Prof. Dr. rer.net. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. Apt selaku Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja foto bersama usai menjadi narasumber pada taping program Dialog Pagi Kompas TV Dewata, Rabu (19/4/2023). (Foto: ist)

Melengkapi penjelasan Damriyasa, Prof. Gelgel menyebutkan bahwa layanan kesehatan tradisional di seluruh dunia menghasilkan USD 4,4 triliun pada tahun 2020 dan setiap tahunnya diperkirakan naik 10 persen. Ia berpendapat, dengan potensi melimpah yang dimiliki, Daerah Bali punya kesempatan mendongkrak pendapatan dari Layanan Kesehatan Tradisional yang bisa diintegrasikan dengan sektor pariwisata.

Ia lantas menyontohkan keberhasilan Bali dalam penanganan Covid-19 dengan pemanfaatan usada arak. Dari kalkulasinya, saat itu pemerintah bisa menghemat anggaran cukup banyak karena pemulihan pasien menjadi lebih cepat dengan bantuan usada arak. Dituturkan olehnya, penemuan usada arak bermula saat ia membaca lontar cukil daki yang didalamnya menyebut pemanfaatan arak dan sejumlah rempah untuk meringankan gejala penyakit yang identik dengan Covid.

“Dalam lontar hanya disebutkan tentang pernapasan, nah kita yang mesti pintar menerjemahkan dan mengkaitkan dengan situasi terkini. Ternyata itu menjadi temuan luar biasa dan sangat membantu,” terangnya. Mengakhiri paparannya, Prof. Gelgel mengajak masyarakat untuk terus menggali, mengembangkan dan melestarikan usada Bali. Jangan sampai ada penyesalan manakala potensi itu dilirik dan dimanfaatkan pihak luar. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Usai Ditempa di Rindam IX/Udayana, Pangdam Lantik 235 Bintara Infanteri, Siap Mengabdi untuk Negeri

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin Upacara Penutupan Dikmaba Infanteri Gelombang II TA 2026 di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Tabanan.
PENUTUPAN: Upacara Penutupan Dikmaba Infanteri Gelombang II TA 2026 yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Tabanan, Selasa (11/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Sebanyak 235 prajurit muda resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda) setelah dinyatakan lulus Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Momen bersejarah tersebut ditandai dengan Upacara Penutupan Dikmaba Infanteri Gelombang II TA 2026 yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Tabanan, Selasa (11/8/2026).

Dalam amanatnya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan ucapan selamat kepada 235 Bintara yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026 dan resmi dilantik menjadi prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat Sersan Dua.

“Keberhasilan yang diraih merupakan buah dari disiplin, kerja keras, semangat pantang menyerah, serta pengorbanan yang telah ditunjukkan selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan,” ungkap Pangdam IX/Udayana.

Menurut Pangdam, keberhasilan menyelesaikan pendidikan dan menerima pangkat Sersan Dua bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Sebaliknya, momentum tersebut merupakan awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya sebagai seorang Bintara TNI Angkatan Darat, di mana pangkat serta tugas yang melekat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pangdam juga mengingatkan bahwa perkembangan lingkungan strategis serta dinamika tugas TNI Angkatan Darat yang semakin kompleks menuntut setiap Bintara untuk terus meningkatkan kualitas diri. Integritas, profesionalisme, disiplin, loyalitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi modal penting dalam menghadapi setiap tantangan tugas di lapangan.

“Jadilah teladan bagi anggota maupun masyarakat, dengan senantiasa memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tegas Pangdam.

Baca Juga  Ultah Ke-47 IWAPI, Ny. Putri Koster Ajak Anggota IWAPI Saling Dukung Bantu Pemerintah Gerakkan Perekonomian

Tidak hanya menekankan profesionalisme, Pangdam memberikan perhatian serius terhadap pentingnya menjaga kehormatan pribadi, keluarga, satuan, dan institusi TNI Angkatan Darat dengan meminta para prajurit untuk selalu menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum.

“Jauhi segala bentuk pelanggaran hukum, penyalahgunaan wewenang, penyalahgunaan media sosial, penyalahgunaan narkoba, perjudian, maupun tindakan lain yang dapat merusak kehormatan diri, keluarga, satuan, dan mencoreng nama baik TNI AD,” tegasnya kembali.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana memberikan apresiasi tinggi kepada Danrindam IX/Udayana beserta seluruh tenaga pendidik atas dedikasinya mendidik para siswa. Apresiasi juga diberikan kepada lulusan berprestasi Dikmaba Infanteri, seperti Serda Kadek Kaleryana yang meraih nilai tertinggi pada aspek Tri Pola Dasar dan Jasmani Militer serta I Kadek Yoga Pratama pada bidang Pengetahuan dan Keterampilan (PENGPIL), Sikap dan Perilaku (SIKU).

Semangat dan ketangguhan prajurit muda ditunjukkan melalui demonstrasi keterampilan yang menjadi salah satu rangkaian upacara penutupan pendidikan. Dengan penuh disiplin, keberanian, dan kekompakan, para lulusan menampilkan kemampuan Taktik Regu Senapan Operasi Lawan Insurjen (Rupan OLI), Bela Diri Militer dan Sparko. Setiap gerakan dilakukan secara sigap dan terukur, memperlihatkan hasil pembinaan selama pendidikan sekaligus menggambarkan kesiapan fisik, mental, keterampilan, dan jiwa korsa para prajurit muda untuk mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit TNI AD yang PRIMA dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.

Upacara penutupan tersebut turut dihadiri oleh pejabat utama Kodam IX/Udayana, di antaranya Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, unsur Forkopimda Kabupaten Tabanan, serta Ketua, Wakil Ketua, dan pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum awal bagi para Bintara untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keprajuritan dalam pelaksanaan tugas mendatang di satuan masing-masing.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Dorong Penguatan Sinergitas Dalam Implementasikan Program Kerja

“Para Bintara yang telah dilantik diharapkan mampu menunjukkan kualitas sebagai prajurit yang profesional, disiplin, loyal, berintegritas, dan senantiasa menjadi teladan di tengah masyarakat. Jadikan ilmu dan pengalaman selama pendidikan sebagai bekal untuk melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kapendam.

Dengan berakhirnya pendidikan ini, 235 prajurit muda secara resmi siap melangkah ke babak baru, membawa bekal disiplin dan nilai-nilai keprajuritan dari Rindam IX/Udayana untuk memberikan pengabdian terbaik demi menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polresta Denpasar Raih Penghargaan Kapolri, Sabet Predikat Pelayanan Prima

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang menerima Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima A dari Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya di Halaman Mapolda Bali.
TERIMA PENGHARGAAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., menerima penghargaan Kapolri sebagai Unit Pelayanan Publik dengan Kategori Pelayanan Prima (A) yang diserahkan oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., dalam kegiatan yang berlangsung di Halaman Mapolda Bali, Selasa (11/8/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen Polresta Denpasar dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat kembali mendapat apresiasi. Polresta Denpasar berhasil meraih Penghargaan Kapolri sebagai Unit Pelayanan Publik dengan Kategori Pelayanan Prima (A) berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Mandiri Instansional Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., yang diserahkan oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., dalam kegiatan yang berlangsung di Halaman Mapolda Bali, Selasa (11/8/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Polresta Denpasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, humanis dan akuntabel.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami seluruh jajaran Polresta Denpasar. Predikat Pelayanan Prima (A) merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen dan konsistensi kami dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, transparan, humanis dan berorientasi kepada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan publik merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi kecepatan, kemudahan, kepastian prosedur maupun sikap dalam melayani.

“Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, capaian ini menjadi dorongan untuk terus berbenah dan mempertahankan bahkan meningkatkan standar pelayanan yang telah dicapai,” tambahnya.

Baca Juga  Puji Broadway Goes to Living World, Ny. Putri Koster Harap Seni Opera Bisa Dipadukan dengan Kesenian Bali

Polresta Denpasar juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan dan pengawasan terhadap pelayanan yang diberikan Polresta.

“Polresta Denpasar akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang Presisi, profesional, responsif dan humanis, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin mudah, cepat dan berkualitas,” pungkasnya.

Penghargaan Kapolri dengan Kategori Pelayanan Prima (A) tersebut menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan publik di lingkungan Polresta Denpasar terus berjalan. Capaian ini sekaligus memperkuat Polresta Denpasar untuk menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tas Tertinggal di Taksi, Polsek Denut Bergerak Cepat, Barang Berhasil Ditemukan

Published

on

By

WNA asal Australia Brian Allen menerima kembali tasnya yang tertinggal di taksi berkat kesigapan Polsek Denpasar Utara.
DITEMUKAN: Seorang WNA asal Australia bernama Brian Allen akhirnya mendapatkan kembali tasnya yang tertinggal di mobil taksi berkat kesigapan Polsek Denpasar Utara. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Respons cepat jajaran Polsek Denpasar Utara dalam menindaklanjuti laporan masyarakat membuahkan hasil. Sebuah tas gendong warna abu-abu milik tamu Hotel Inna Bali Heritage yang tertinggal di dalam mobil taksi berhasil ditemukan setelah personel melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV dan melacak kendaraan yang digunakan korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026 sekitar pukul 11.15 Wita di kawasan Hotel Inna Bali Heritage Denpasar. Tas tersebut diketahui berisi sejumlah barang berharga, di antaranya paspor, telepon seluler, uang tunai 540 dolar Australia serta buku, milik seorang WNA asal Australia bernama Brian Allen, 65 tahun, laki-laki. Sementara itu laporan pengaduan kemudian disampaikan oleh karyawan Hotel Inna Bali Heritage ke Polsek Denpasar Utara pada hari yang sama.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Endik Winarto, S.H., langsung melakukan penyelidikan. Personel mengumpulkan informasi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil penelusuran CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi nomor polisi taksi yang digunakan tamu tersebut. Selanjutnya, personel melakukan pengecekan data kendaraan melalui kantor perusahaan taksi dan mendapatkan identitas pengemudi yang membawa penumpang dari kawasan Seminyak/Kuta menuju Hotel Inna Bali Heritage.

Petugas kemudian menghubungi pengemudi taksi tersebut yang saat itu diketahui sedang berada di kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta. Pengemudi diminta datang ke Hotel Inna Bali Heritage untuk dilakukan pengecekan terhadap kendaraan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tas milik tamu hotel tersebut ternyata masih berada di dalam mobil taksi. Pengemudi mengaku baru mengetahui adanya barang yang tertinggal setelah dilakukan pengecekan oleh petugas, karena sebelumnya tidak sempat memeriksa bagian dalam kendaraan setelah menurunkan penumpang di hotel.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat "Berbelanja dan Berbagi" di Buleleng

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menindaklanjuti setiap laporan secara profesional.

“Begitu menerima laporan, personel Polsek Denpasar Utara langsung melakukan penyelidikan dengan memanfaatkan rekaman CCTV dan menelusuri kendaraan yang digunakan korban. Dari informasi tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi kendaraan dan pengemudinya hingga akhirnya barang milik korban ditemukan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah cepat tersebut menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya rekaman CCTV sebagai salah satu sumber informasi untuk mengungkap rangkaian suatu kejadian.

Sementara itu korban yang merupakan WNA menyampaikan apresiasinya kepada Kepolisian khususnya Polsek Denpasar Utara yang begitu cepat dapat menemukan tas serta barang miliknya.

Polresta Denpasar berupaya untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, responsif dan humanis kepada masyarakat. Penanganan laporan secara cepat dan tepat diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca