Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Angkat Branding Usada Bali, Ny. Putri Koster Ingatkan Faktor Kemasan dan Kebersihan Produk

BALIILU Tayang

:

usada
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S dan Prof. Dr. rer.net. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. Apt selaku Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja saat menjadi narasumber pada taping program Dialog Pagi Kompas TV Dewata, Rabu (19/4/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menaruh perhatian terhadap Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali (Usada Bali) yang termasuk dalam salah satu dari  44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru. Untuk mengangkat branding usada Bali, Ny. Putri Koster mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kemasan dan kebersihan produk. Hal itu ditegaskannya dalam paparan saat menjadi narasumber pada taping program Dialog Pagi Kompas TV Dewata, Rabu (19/4/2023).

Selain Ny. Putri Koster, taping yang dilaksanakan di Studio Kompas TV Dewata itu juga menghadirkan dua narasumber terkait yaitu Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S dan Prof. Dr. rer.net. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. Apt selaku Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini mengungkapkan bahwa generasi pendahulu mewariskan begitu banyak jenis obat tradisional yang manfaatnya sudah terbukti. “Panglingsir kita dikenal memiliki kemampuan yang mumpuni dalam pengobatan tradisional. Hal itu tertuang dalam lontar yang belum seluruhnya kita gali dan baca,” ujarnya. Menurut Bunda Putri, apa yang diwariskan oleh para leluhur mesti dilestarikan dan dapat diangkat kembali dengan sejumlah penyesuaian agar bisa diterima di era modern. Beberapa hal yang menurutnya mesti disesuaikan adalah kemasan produk dan faktor higienis. “Ini penting diperhatikan agar obat tradisional memiliki daya saing. Dengan kemasan bagus, obat akan mudah digunakan serta terjamin kebersihannya,” urainya.

Masih dalam paparannya, perempuan yang dikenal memiliki multi talenta di bidang seni ini menyinggung peran aktif TP PKK Bali dalam mensosialisasikan pemanfaatan layanan pengobatan tradisional sebagai salah satu alternatif pengurangan zat kimia. Ditambahkan olehnya, salah satu sasaran 10 Program Pokok PKK adalah kesehatan. Oleh karena itu, TP PKK sebagai partner pemerintah berkomitmen mendukung program di bidang kesehatan. Berkaitan dengan gerakan pemanfaatan obat tradisional, TP PKK mendorong pemanfaatan halaman rumah tanaman obat keluarga (toga). Dikaitkan dengan program Pemprov Bali, toga bisa dimanfaatkan sebagai P3K di lingkup keluarga. Lebih dari itu, jika hasilnya cukup banyak, toga bisa dipasarkan untuk dijadikan dapat bahan baku pembuatan obat tradisional Bali.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak TP PKK Kabupaten/Kota Bergerak dan Bersinergi Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Selain integrasi program, TP PKK Bali juga aktif melakukan sosialisasi melalui media seperti televisi dan radio. “Tentu saja, kami selalu melibatkan ahli yang berkompeten di bidangnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Prof. Damriyasa secara garis besar menjelaskan tentang 44 Tonggak Peradaban Bali Era Bali yang merupakan implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “44 poin itu adalah penanda Bali Era Baru. Hasil kerja nyata dari Bapak Gubernur Wayan Koster,” ungkapnya. Pada prinsipnya, 44 tonggak peradaban itu bersifat komprehensif, menyangkut tiga hal yang fundamental yaitu alam, manusia dan budaya.

Lanjut diuraikan olehnya, Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali menjadi salah satu tonggak penanda Bali Era Baru. Gubernur Koster menaruh perhatian terhadap layanan pengobatan tradisional karena Bali dikaruniai kekayaan alam dan keragaman hayati yang  Anugerah alam, keragaman hayati melimpah yang telah dimanfaatkan secara turun temurun untuk bahan obat herbal. “Krama Bali unggul dalam bidang usada. Jika bisa digali dan dikembangkan secara maksimal, selain untuk kesehatan juga bisa mendatangkan manfaat ekonomi. Ini disadari betul oleh Bapak Gubernur,” cetusnya. Ia pun menerangkan sejumlah langkah konkrit dalam pengembangan layanan kesehatan tradisional. Secara yuridis, telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali. Berikutnya, Pemprov Bali juga telah membangun Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) yang tersebar di Rendang, Baturiti dan Pengotan. Selain itu, Pemprov Bali juga tengah mengupayakan dibukanya jurusan pengobatan tradisional di salah satu lembaga pendidikan. Prof.Damriyasa berkomitmen serius menggarap bidang ini karena besarnya potensi yang dimiliki Pulau Dewata. Jika tak digarap serius, ia khawatir potensi ini akan diambil oleh pihak luar.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Terima Audiensi dan Kunjungan Ibu Sukmawati Soekarnoputri ke Pameran IKM Bali Bangkit Ke-7
usada
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S dan Prof. Dr. rer.net. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. Apt selaku Kelompok Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja foto bersama usai menjadi narasumber pada taping program Dialog Pagi Kompas TV Dewata, Rabu (19/4/2023). (Foto: ist)

Melengkapi penjelasan Damriyasa, Prof. Gelgel menyebutkan bahwa layanan kesehatan tradisional di seluruh dunia menghasilkan USD 4,4 triliun pada tahun 2020 dan setiap tahunnya diperkirakan naik 10 persen. Ia berpendapat, dengan potensi melimpah yang dimiliki, Daerah Bali punya kesempatan mendongkrak pendapatan dari Layanan Kesehatan Tradisional yang bisa diintegrasikan dengan sektor pariwisata.

Ia lantas menyontohkan keberhasilan Bali dalam penanganan Covid-19 dengan pemanfaatan usada arak. Dari kalkulasinya, saat itu pemerintah bisa menghemat anggaran cukup banyak karena pemulihan pasien menjadi lebih cepat dengan bantuan usada arak. Dituturkan olehnya, penemuan usada arak bermula saat ia membaca lontar cukil daki yang didalamnya menyebut pemanfaatan arak dan sejumlah rempah untuk meringankan gejala penyakit yang identik dengan Covid.

“Dalam lontar hanya disebutkan tentang pernapasan, nah kita yang mesti pintar menerjemahkan dan mengkaitkan dengan situasi terkini. Ternyata itu menjadi temuan luar biasa dan sangat membantu,” terangnya. Mengakhiri paparannya, Prof. Gelgel mengajak masyarakat untuk terus menggali, mengembangkan dan melestarikan usada Bali. Jangan sampai ada penyesalan manakala potensi itu dilirik dan dimanfaatkan pihak luar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

Published

on

By

Ny. Putri Koster Bersama 23 IKM Bali di Kriyanusa 2026
BERFOTO BERSAMA: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster berfoto bersama 23 IKM binaan Dekranasda Bali di sela-sela Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, 26–30 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Bali untuk terus memperkuat pasar lokal dan nasional sebagai pijakan menuju pasar internasional.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan membawa 23 IKM binaan Dekranasda Bali mengikuti Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, 26–30 September 2026.

Tak sekadar menghadirkan produk kerajinan Bali dalam pameran berskala nasional, Ny. Putri Koster juga memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku IKM. Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata serta jajaran pengurus Dekranasda Bali, ia telah hadir di lokasi sehari sebelum pameran dibuka.

Di tengah kesibukan para pelaku IKM menata produk, Ny. Putri Koster tampak guyub dan aktif memberikan masukan mengenai tata letak agar produk yang dipamerkan tampil lebih menarik. Ia bahkan turut mempromosikan Hall Bali untuk menarik minat pengunjung.

Menurutnya, keikutsertaan Bali dalam Kriyanusa menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan dan keunggulan produk kerajinan daerah kepada pasar yang lebih luas.

“Kami dari seluruh Indonesia hadir di sini, berpartisipasi memperkenalkan produk kerajinan yang menjadi keunggulan dan ciri khas masing-masing daerah,” ujar Ny. Putri Koster di sela-sela pelaksanaan Kriyanusa.

Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Bali menempati Hall A2 hingga A21 dengan menghadirkan 23 IKM binaan yang membawa beragam produk unggulan, mulai dari kain tenun tradisional, busana, aksesori, tas, kerajinan emas dan perak, ukiran kayu, hingga kerajinan logam.

Sejumlah desainer Bali turut menghadirkan karya dengan karakter masing-masing, tetapi tetap menjadikan kekayaan budaya dan kerajinan lokal sebagai kekuatan utama.

Baca Juga  Minggu Ketiga PKB, Omzet IKM yang Berpameran Tembus Rp 6,7 Miliar

“Ada Body and Mind dengan ornamen pis bolong pada desain mereka. Berikutnya ada Deluxe yang mengembangkan busana dengan sentuhan lukisan tangan. Selain itu, ada Taksu dan Lusi Damai dengan ciri khas masing-masing,” ungkapnya.

Keunikan produk yang dibawa Bali tidak berhenti pada karya busana. Sejumlah IKM menghadirkan kerajinan emas dan perak, tas ate dengan ukiran perak, ukiran kayu, serta kerajinan logam. Kreativitas perajin Bali juga terlihat dari pemanfaatan limbah flora menjadi produk bernilai ekonomi, antara lain menggunakan kulit jagung, batok kelapa, daun, hingga akar.

Gringsing hingga Rangrang, Tampilkan Kekayaan Tenun Bali

Kriyanusa 2026 juga menjadi ruang bagi Dekranasda Bali untuk memperkenalkan kekayaan tenun tradisional dari berbagai wilayah di Pulau Dewata. Di antaranya kain Rangrang dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung; kain Gringsing dari Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem; serta berbagai tenun songket dari sejumlah kabupaten di Bali.

Secara khusus, Ny. Putri Koster memperkenalkan Gringsing sebagai kain tenun ikat ganda (double ikat) yang keberadaannya tergolong langka di dunia. Selain memiliki teknik pembuatan yang khas, Gringsing juga menyimpan makna filosofis yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Gring artinya sakit, sedangkan sing berarti tidak. Jadi, jika disatukan, bermakna tidak sakit,” jelasnya.

Menurut Ny. Putri Koster, kekayaan tradisi tersebut menjadi salah satu kekuatan produk kerajinan Bali yang perlu terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan pasar. Penguatan kualitas produk, kreativitas, dan perluasan akses pasar menjadi penting agar IKM Bali tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar lokal, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Kriyanusa Dorong Perajin Mendunia

Kriyanusa 2026 dibuka Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga  Ny. Putri Koster Harap Puteri Cilik dan Remaja Bali 2021 Jadi Duta Anti Narkoba

Dalam sambutannya, Selvi mendorong pengembangan kriya Indonesia melalui inovasi dan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi agar semakin berdaya saing di pasar global.

Ia menegaskan bahwa Kriyanusa bukan sekadar ajang pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan kreativitas perajin agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan inovasi dan transformasi digital. Dengan demikian, perajin tidak hanya mampu mempertahankan tradisi, tetapi juga meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.

Pameran Kriyanusa 2026 menghadirkan 410 stan dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ratusan peserta tersebut diharapkan semakin memperluas apresiasi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk kriya Indonesia hingga tingkat global.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan menyampaikan bahwa Kriyanusa tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.

Tema tersebut membawa semangat untuk menempatkan kriya bukan sekadar sebagai karya bernilai estetika, tetapi juga sebagai kekayaan budaya, identitas daerah, sekaligus kekuatan ekonomi Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Raih Juara 2 Dunia di Las Vegas, Bartender Bali Bawa Misi Perkenalkan Arak Bali Ke Panggung Internasional

Published

on

By

Rico Hardiana Raih Juara 2 Dunia Flair Bartending
JUARA 2: Gede Rico Hardiana Widnyana, meraih Juara 2 dalam The TDuB World Championship – Grand Finals, yang merupakan salah satu ajang Grand Slam Event by the World Flair Association pada 4–5 Oktober 2026 di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. (Foto: ist)

Las Vegas, USA, baliilu.com – Prestasi membanggakan ditorehkan bartender Bali di panggung internasional. Gede Rico Hardiana Widnyana, meraih Juara 2 dalam The TDuB World Championship – Grand Finals, yang merupakan salah satu ajang Grand Slam Event by the World Flair Association pada 4–5 Oktober 2026 di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

Kejuaraan bergengsi yang mengundang para juara di masing-masing negara tersebut diikuti 33 peserta dari 18 negara. Bali mengirimkan dua perwakilan, yakni I Wayan Eka Darmawan dan Gede Rico Hardiana Widnyana, yang tidak hanya membawa misi untuk berkompetisi, tetapi juga memperkenalkan potensi bartender Bali serta Arak Bali di dunia internasional.

Perjalanan pemuda asal Desa Gobleg, Banjar Buleleng menuju podium tidak diraih dengan mudah. Pada babak penyisihan, Rico berada di peringkat ke-10 sebelum berhasil melaju ke babak final. Penampilan yang kuat, kreatif, enerjik dan penuh keterampilan flair bartending mengantarkannya meraih posisi runner-up atau juara 2 dunia dan membawa pulang sabuk perak (silver championship belt) dari kejuaraan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanata yang secara intens mendukung Rico dan kawan-kawan pada kejuaraan ini mengungkapkan, ”Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali sekaligus menunjukkan bahwa talenta ekonomi kreatif Bali mampu bersaing dalam kompetisi bertaraf dunia.”

Lebih lanjut, Wiryanata menjelaskan melalui keterampilan flair bartending, para bartender tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam meracik dan menyajikan minuman, tetapi juga kreativitas, ketepatan, keamanan, penguasaan panggung dan profesionalisme.

Menurut pria kelahiran Karangasem ini, keikutsertaan bartender Bali dalam kejuaraan dunia tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan promosi potensi lokal Arak Bali yang turut dibawa sebagai bagian dari misi untuk memperkenalkan karakter, nilai budaya dan identitas Bali kepada masyarakat internasional melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Inisiasi Webinar ''Bincang Mode'' Bersama Samuel Wattimena

”Fasilitasi keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bentuk dukungan Gubernur Bali bapak Wayan Koster kepada talenta lokal agar memperoleh pengalaman, jejaring dan eksposur global,” ujar Wiryanata seraya berharap upaya tersebut sekaligus dapat memperkuat citra produk lokal Bali dan membuka ruang promosi yang lebih luas bagi Arak Bali di tingkat internasional.

Dihubungi melalui telepon, Rico menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. ”Terima kasih bapak Gubernur Bali (Wayan Koster – red) dan Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi keberangkatan ke Las Vegas,” ujarnya terbata-bata seusai menerima trophy sabuk perak (silver championship belt).

”Kami sangat bersyukur bisa membawa nama Bali ke panggung dunia dan berhasil meraih juara 2. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami juga membawa misi untuk memperkenalkan Arak Bali kepada dunia melalui kreativitas dan keterampilan flair bartending,” ujar Rico.

Rico bersama seluruh kontingen Bali juga menyampaikan terima kasih ke orang tua dan keluarga serta apresiasi kepada Asosiasi Tresnaning Arak Brem Bali terutama pada Brand Dewan, Bumbung, Iwak, Wanara Petak, Selaka Ning, Palwana, Bali Pala, Arum Bali juga Baliku. Terimakasih disampaikan pula pada Bank BPD Bali, Perumda Kerta Bali Saguna, Doctor Bar, Flairforever, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Menurut Rico, prestasi yang diraihnya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membawa nama Bali semakin dikenal di tingkat internasional.

“Sabuk perak ini kami persembahkan untuk Bali. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi bartender dan generasi muda Bali lainnya untuk terus berprestasi dan membawa produk serta budaya Bali semakin dikenal di dunia,” tambahnya.

Baca Juga  Minggu Ketiga PKB, Omzet IKM yang Berpameran Tembus Rp 6,7 Miliar

Secara terpisah, Ngurah Wiryanata menyatakan keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Talenta lokal diharapkan tidak hanya menjadi pelaku industri, tetapi juga mampu menjadi duta yang memperkenalkan identitas dan kekayaan Bali melalui kreativitas di panggung global.

“Prestasi Rico di Las Vegas sekaligus menambah catatan positif kiprah talenta Bali di kancah internasional. Dengan kreativitas, kompetensi dan dukungan berbagai pihak, Bali tidak hanya menjadi destinasi pariwisata dunia, tetapi juga mampu melahirkan talenta kreatif yang berprestasi dan membawa identitas produk lokal, termasuk Arak Bali, ke panggung internasional,” ujar Wiryanata. (gs/bi)

BIODATA KONTINGEN

  1. Gede Ngurah Udayana

Tempat Tanggal lahir, Tejakula, 14 Oktober 1975

Alamat Jl Padang Tegal III/17 Br Padang Bali, Dalung Badung.

Champion of Mixology Celebrity Cruise Line

Indonesian Open Champion Working Flair & Extreme Flair

Indonesian Open Champion BFC Award VI

4 Place World Bartending Championship Dubai

Champion SKYY Vodka International Bartender Competition

Champion of Semarang Open

Champion of Bali Bartender Competition

Champion of Jogja Open Bartender Competition

Champion of Mysterious Box Bartender Challenge

 

  1. Yunus Budiana

TTL, Tasikmalaya, 01 Agustus 1973

Alamat, Perum Wijaya Regency, Parakanyasag, Tasikmalaya

Committee Bulan Bung Karno 2026 – Mixology & Barista

Event Organizer Tijili Flair Bartender Competition 2025.

Event Organizer Timeless Innovation Flair Bartender Competition 2025

Committee Bulan Bung Karno 2025 – Mixology & Barista

Event Organizer Indonesian Night in Dubai 2009 – 2016

Organizer Seminyak Bartender Competition 2003 with Bacardi

Organizer Bali Bartender Challenge 2002 – Planet Hollywood Bali

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Generasi Muda Asah Intelektual, Emosional dan Spiritual

Judges Team Lombok Bartender Competition 2002

6th Place of SKKY Vodka International Bartender Competition 2002

Finalist of Bali Bartender Competition 2001

Favorite Winner of Bali Bartender Competition 1998

 

  1. I Wayan Eka Darmawan

TTL, Benoa, 06 Oktober 1995

Alamat Jalan Taman Giri, Link Bualu, Benoa, Kuta Selatan

Top 10 Legend World Flair.

2 Place World Flair Championship 2019.

3 Times Champion Trisakti Flair Open Jakarta 2017,2018,2019.

3 Times Champion Aba Road to The Master Thailand 2017,2018,2019.

3 Times Champion Aba Road to Barstylez Singapore 2017,2018,2019.

The Best Flair Move Hard Rock Singapore 2018.

Champion Mixo Flair competition NHI Bandung 2017,2018.

Champion Flair Tandem JBC Jakarta 2018.

Champion Bali Flair Tandem 2019.

 

  1. Gede Rico Hardiana

TTL, Denpasar, 12 Desember 2003

Alamat Br Dinas Jembong, Gobleg, Banjar Buleleng

8 Times Bali Flair & Mixology Champion

6 Times Indonesian Flair Bartender Champions

2nd place at The Master World Flair Thailand 2026

3rd place at Atlas World Flair Championship 2025

2nd place & Best Cocktail Vietnam international Flair Open 2024

3rd place & Best Cocktail at Pattaya World Flair Championship 2024

 

  1. Gde Made Adhi Dwiswara, ST., M.M.

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Muda pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali

Ketua Tim Industri Agro pada Bidang Perindustrian Dinas Perindag Provinsi Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rapat Implementasi SAKIP: Dukung Penyelenggaraan Pemerintahan yang Efektif, Efisien, Transparan, dan Berorientasi pada Hasil

Published

on

By

Dispar Jembrana Gelar Rapat Implementasi SAKIP
RAPAT IMPLEMENTASI: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan rapat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: Hms Jembrana)  

Jembrana, baliilu.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana melaksanakan rapat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Selasa, 6 Oktober 2026.

Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan SAKIP dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil. Melalui implementasi SAKIP, setiap program dan kegiatan diharapkan dapat dilaksanakan secara terencana serta memiliki keterkaitan yang jelas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal terkait pelaksanaan dan penguatan SAKIP di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, termasuk penyelarasan sasaran kinerja, indikator kinerja, target, serta pelaporan capaian kinerja perangkat daerah.

Implementasi SAKIP diharapkan dapat meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja organisasi sekaligus memastikan setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan daerah, khususnya di bidang pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Jembrana.

Melalui rapat ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan kinerja perangkat daerah secara berkelanjutan, sehingga pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan akuntabel. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak TP PKK Kabupaten/Kota Bergerak dan Bersinergi Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Lanjutkan Membaca