Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Peluncuran Buku dan Film Pendek Purwa Carita Campuhan

Dukung Penyebarluasan Sastra Agama Penunjang Pembangunan Terencana

Loading

BALIILU Tayang

:

wawali
Wawali Arya Wibawa hadiri peluncuran tiga seri buku serta film pendek Purwa Carita Campuhan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dilangsungkan di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar pada Jumat (3/3). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Peluncuran tiga seri buku serta film pendek Purwa Carita Campuhan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dilangsungkan di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar pada Jumat (3/3).

Peluncuran buku yang merangkum pemikiran para akademisi dari tiga universitas Hindu (Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas Hindu Indonesia dan STAHN Mpu Kuturan) dan satu komunitas lingkungan (Komunitas Lingkar Studi Batur) mengenai air, pemuliaan air, dan nilai pentingnya dalam kehidupan masyarakat di Bali dihadiri sejumlah kalangan diantaranya Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Koordinator Staf Khusus Kepresidenan, AA.Gede Ngurah Ari Dwipayana selaku Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud serta undangan lainnya diantaranya para tokoh adat di wilayah yang menjadi topik dalam buku dan film dokumenter ini.

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan peluncuran buku dan film pendek ini sangat penting sebagai sarana interaksi dan komunikasi dalam usaha menumbuhkembangkan kreativitas di kalangan anak-anak dan remaja terkait agama, adat dan budaya Bali yang berkesinambungan.

“Gerakan ini bisa dipakai sarana menyebarluaskan sastra-sastra agama yang kita miliki sebagai penunjang pembangunan daerah yang terencana. Kegiatan Sastra Saraswati Sewana ini mempunyai tujuan mengeksistensi konsep Tri Angga, Hulu, Madya dan Teben sebagai simbolisasinya di tiga zona yakni Hulu/Tukad Oos (Batur), Madya/Campuhan (Ubud) dan Teben/Pesisir Ketewel),” ujarnya.

Acara ini juga sarat edukasi tentang kosep Tri Hita Karana agar konsep ini tetap eksis sebagai bentuk pelestarian budaya Bali. Sebagaimana kita ketahui Tri Hita Karana adalah edukasi bagaimana kita menjaga keseimbangan, keserasian dan keselarasan guna mendapatkan keharmonisan di tiga hal yakni, hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam lingkungannya.

Baca Juga  Wakil Walikota Arya Wibawa Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Ogoh-ogoh Pasikian Yowana Denpasar

”Acara ini juga diharapkan bisa memberikan wawasan konsep Ulu-Teben dan Segara Gunung yang terealisasikan dari lokasi kegiatan Ulu/Parhyangan Batur dan Teben/Segara Ketewel,” jelas Arya Wibawa.

Sementara AA Gede Ngurah Ari Dwipayana selaku Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud mengatakan peluncuran tiga seri buku dan Film Pendek Purwa Carita Campuhan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud ini sebelumnya telah dilakukan di Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah tokoh diantaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

“Beliau sempat memberikan pesan bahwa warisan tradisional selama ini belum bisa dilogikakan lebih karena kita belum bisa melogikakannya. Tujuan kita menemukan kembali warisan leluhur berupa kitab garing (kering) berupa lontar tertulis maupun kitab teles (basah) berupa lontar tak tertulis. Kitab kering ini selama ratusan ribu tahun tersimpan di seluruh Bali seperti di Puri dan Griya bahkan sampai ada di luar negeri yang mencakup berbagai tema. Kitab ini sangat berfungsi sebagai acuan kita untuk menjawab persoalan ke depan.

Bali merupakan lumbung sastra namun belum semua kitab dan lontar itu kita baca. Kabar baiknya sudah ada upaya pengumpulannya oleh berbagai pihak. Apalagi berkat kemajuan teknologi di masa kini kita dapat membuat adanya pusat dan lontar digitalkan agar tercipta simpul jejaring dan bisa kita sadur isinya dengan konteks kekinian dan manfaatkan isinya untuk masa depan.

“Program Saraswati Sewana adalah bagian gerakan literasi guna mengkonservasi bahkan ke depan scientifikasi atau mengilmukannya. Sebanyak 3 buku dan 1 film pendek diluncurkan oleh gerakan literasi yang kami bangun ini diantaranya buku Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara, air sumber kehidupan, penyembuh peradaban, buku Nyapuh Tirah Campuhan tentang Aliran Sungai Oos, buku Jaladhi Smerthi terkait menelusuri Pelabuhan Kuno di Ketewel dalam ingatan masyarakat dan catatan kolonial serta satu Film Pendek Purwa Carita Campuhan,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Gairah Penggiat Sastra, Putri Koster Fasilitasi Peluncuran 7 Buku Karya 9 Penulis

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

Published

on

By

Prabowo dan El-Sisi Saksikan Pertukaran Kesepakatan Indonesia-Mesir
KESEPAKATAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi menyaksikan pertukaran sejumlah kesepakatan atau MoU antara kedua negara di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Indonesia dan Republik Arab Mesir terus memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui empat kerja sama di berbagai bidang. Keempat kesepakatan ini disampaikan saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Keempat kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi kedua negara untuk memperluas hubungan kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Adapun keempat kerja sama yang diumumkan yakni:

  1. Nota Kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Arab Mesir tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis;
  2. Nota Kesepahaman tentang Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Paspor Dinas, dan khusus;
  3. Nota Kesepahaman tentang Statistik; dan
  4. Nota Kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Republik Arab Mesir tentang Kelautan dan Perikanan.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kesepakatan yang dihasilkan merupakan wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir.

“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ucap Presiden Prabowo.

Kerja sama yang mencakup bidang strategis ini menunjukkan makin luasnya peluang kolaborasi kedua negara di dalam berbagai sektor. Melalui berbagai kesepakatan ini, Indonesia dan Mesir terus memperkuat kemitraan strategis yang saling menguntungkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tingkatkan Gairah Penggiat Sastra, Putri Koster Fasilitasi Peluncuran 7 Buku Karya 9 Penulis
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sartono Hutomo Minta Evaluasi Distribusi BBM dan Ketahanan Pasokan Energi di Bali

Published

on

By

Sartono Hutomo Ikuti Kunker Reses Komisi XII DPR RI di Denpasar
KUNKER: Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke fasilitas PLTDG dan GIS di Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo meminta evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul antrean yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Ia juga menyoroti ketahanan stok batu bara untuk pembangkit listrik serta meminta persoalan pasokan energi ditindaklanjuti agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Sartono usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke fasilitas PLTDG dan GIS di Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII mendalami berbagai persoalan energi bersama mitra kerja, termasuk PT Pertamina dan PT PLN.

Sartono menilai penyebab antrean BBM perlu ditelusuri dari berbagai aspek, mulai dari distribusi dan ketersediaan pasokan hingga kebijakan subsidi dan kuota. Ia juga menyoroti kemungkinan peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite yang perlu menjadi bahan evaluasi.

“BBM di Bali tentu kan harus dievaluasi, permasalahan di mana? Apakah hanya di Pertamina saja atau juga permasalahan di hulu? Apakah juga ada permasalahan di subsidi, di kuotanya yang terbatas? Atau juga terjadi perpindahan dari yang tadinya menggunakan Pertamax ke Pertalite,” ujar Sartono dikutip dari laman dpr.go.id.

Menurutnya, hasil pendalaman terhadap berbagai kemungkinan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi persoalan serupa pada hari-hari dan bulan-bulan berikutnya. Pasalnya, antrean dan kekurangan BBM berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha.

“Kalau terjadi antrean dan sebagainya, ini kan juga menghambat dalam perekonomian kita. Harusnya lebih cepat lagi, tapi juga ada permasalahan di lapangan tentang kekurangan daripada BBM. Nah ini juga yang tadinya kita menginginkan ekonomi kita tumbuh menjadi terhambat,” tegas politisi tersebut.

Baca Juga  Pemkot Bertekad Wujudkan Denpasar Kota Sehat ‘’Swasti Saba Wistara’’

Selain persoalan BBM, Sartono menyoroti kecukupan stok batu bara untuk pembangkit listrik di Bali. Ia meminta agar ketahanan stok atau Hari Operasi Pembangkit (HOP) diperhatikan sehingga pasokan energi primer untuk pembangkit tetap terjaga.

“Untuk di Bali ini kan minimal kan harusnya mungkin 20 hari lah atau 15 sampai 20 hari. Jangan sampai satu minggu lah,” kata Sartono.

Ia menegaskan, persoalan ketahanan stok perlu dilihat tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari kebijakan energi secara nasional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik di Bali, baik untuk rumah tangga maupun kegiatan usaha.

Sartono juga menyoroti adanya daftar tunggu (waiting list) pelaku usaha yang membutuhkan penambahan daya listrik. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar kesiapan pasokan energi primer dan kapasitas kelistrikan dapat mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

“Jangan sampai kekurangan pasokan energi primer ini itu menghambat terhadap juga geliat pertumbuhan perekonomian. Baik secara di Bali maupun di nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai temuan selama kunjungan kerja reses tersebut akan menjadi catatan Komisi XII DPR RI untuk disampaikan dalam rapat kerja bersama pemerintah. Ia berharap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM, ketahanan stok batu bara, serta pemenuhan kebutuhan listrik dapat ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

“Temuan-temuan di lapangan seperti ini harus ada solusi,” pungkas Sartono. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Published

on

By

Kadiv Humas Polri Jelaskan Mutasi 199 Personel
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir saat memberikan keterangan pers. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, di antaranya Wakabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, dan Kapolda Lampung.

Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri dan digantikan Brigjen Pol Anom Setyadji. Sementara itu, jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Wibowo kini diemban Brigjen Pol Aries Syahbudin.

Di tingkat kewilayahan, Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing. Jabatan Kapolda Kalimantan Utara kini dijabat Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik, menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto. Adapun jabatan Kapolda Lampung dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi. Pengabdian tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pejabat berikutnya untuk melanjutkan program dan meningkatkan kinerja sesuai bidang tugas masing-masing.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Terima Kunjungan Studi Komparasi FKUB Sawahlunto Denpasar

Kepada para pejabat yang mendapat amanah baru, Johnny berharap agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program yang telah dilaksanakan.

“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.

“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri “Polisi Bersama Masyarakat”. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Johnny. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca