Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Gairah Penggiat Sastra, Putri Koster Fasilitasi Peluncuran 7 Buku Karya 9 Penulis

BALIILU Tayang

:

putri koster
PELUNCURAN BUKU: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster hadiri peluncuran buku yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (10/5/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang juga dikenal aktif berkiprah di dunia sastra dan kesenian, memfasilitasi peluncuran tujuh buku karya sembilan penulis. Peluncuran buku yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (10/5/2025), ini bertujuan untuk mendorong gairah para penggiat sastra dalam berkarya.

Tujuh buku yang diluncurkan yaitu ‘Sastra dan Telaah Aplikatif’ karya Prof. Dr. Gde Artawan, ‘Jayaprana Layonsari’ karya Putu Satria Kusuma, serta ‘Kumpulan Puisi Nol Negeri Tanpa Langit’ yang ditulis oleh I Gede Pandega Wirasabda. Dewa Sarjana menyumbangkan karya cerpen berjudul ‘Bulan Magantung’. Selain itu, terdapat ‘Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki’ karya Ni Komang Yuni Lestari, ‘Antologi Puisi Sukasada, Tanah, dan Daun-Daun Subur Puisi’ karya Made Edy Arudi. Terakhir, diluncurkan pula buku ‘Sekelumit Sejarah Teater Angin’ yang ditulis oleh tiga penulis perempuan, yakni I Gst. Ayu Putu Rasmini, I A. Suniastiti, dan I G. A. Dewi Parwati.

Ny. Putri Koster dalam sambutannya mengapresiasi semangat para penggiat sastra dalam menuangkan ide dan gagasan hingga menjadi sebuah buku. Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Ni Komang Yuni Lestari, penyandang tunanetra penulis buku Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki. “Adik kita Komang Yuni, walaupun tidak bisa secara langsung melihat dunia, tetapi Ibu yakin keindahan hatinya melebihi itu sehingga tercipta karya sastra yang mampu mencerahkan kita,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada tiga perempuan tangguh penulis buku Sekelumit Sejarah Teater Angin. “Demikian pula penekun sastra lainnya yang berhasil merampungkan karya menjadi sebuah buku,” ujarnya sembari menyampaikan bahwa ia selalu tertarik pada mereka yang giat menulis. Menurutnya, tulisan yang berhasil dibukukan merupakan suatu kebanggaan.

Baca Juga  Ngobrol Bareng Santai, Ny. Putri Koster Sosialisasikan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru Pertanian Kerthi Bali

Kebanggaan itu pula yang ia rasakan ketika berhasil menyelesaikan lima buku antologi puisi yang merangkum hasil karyanya. Ia berpendapat, sebuah buku dapat mewakili kecerdasan seseorang. “Ketika kita memberi kenang-kenangan berupa buku, nilainya melebihi uang, emas, dan lainnya. Karena ada titipan pesan di dalamnya,” ucapnya lagi.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengapresiasi para penulis dengan membiasakan membeli karya mereka saat menghadiri acara sastra. Perempuan yang dikenal sebagai penyair mantra ini menegaskan bahwa membeli buku tidak akan membuat seseorang jatuh miskin. “Mari kita budayakan, datang ke acara sastra, minimal beli satu buku. Karena dengan demikian, kita telah membuka jendela dunia,” ajaknya.

Masih dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa dalam lingkup yang lebih luas, Pemprov Bali memberikan apresiasi kepada penekun sastra melalui event Festival Seni Bali Jani (FSBJ). “Ini program penyeimbang karena sebelumnya ada PKB yang memang ditujukan untuk pelestarian seni tradisional,” ungkapnya sambil menambahkan bahwa FSBJ kini telah dipayungi oleh peraturan daerah. Sebagai bagian dari program literasi, FSBJ juga akan menyediakan ruang pameran khusus bagi karya sastra.

Tak hanya itu, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Bali ini mengungkapkan gagasan untuk menggelar Bali International Book Fair. “Ketika pameran buku internasional ini digelar di Bali, saya harap buku karya penulis lokal yang lebih banyak dipamerkan. Jangan sampai didominasi penulis dari luar,” harapnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak para penggiat sastra untuk lebih aktif memanfaatkan dan bersuara di media sosial. “Kalau media sosial lebih banyak diisi oleh para sastrawan, saya yakin tidak akan sebising saat ini,” pungkasnya.

Kegiatan peluncuran buku tersebut diisi dengan pemaparan para penulis mengenai isi karya mereka. Komang Yuni Lestari, penulis istimewa yang menarik perhatian dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa bukunya berisi kumpulan cerpen yang ia tulis sejak tahun 2018. Awalnya, Komang Yuni—yang terinspirasi dari penulis kenamaan seperti Dewi Lestari, Andrea Hirata, Pramoedya Ananta Toer, dan Eka Kurniawan—tidak berniat menerbitkan buku.

Baca Juga  Wujudkan Pariwisata yang Berbudaya, Berkualitas dan Bermartabat, Ny. Putri Koster Harap Ada Kontrol Sosial Bagi Wisatawan

“Saya menulis sejak 2018 hanya untuk kalangan terbatas. Tak menyangka akhirnya bisa menjadi sebuah buku,” imbuhnya. Komang Yuni menyebut bahwa menulis memberinya kebebasan untuk menciptakan jalan cerita sesuai imajinasi. “Ini adalah kepingan mimpi yang bisa saya wujudkan. Sebagaimana yang disampaikan Pramoedya, orang boleh pandai setinggi langit, tetapi kalau tidak menulis maka ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah,” tutupnya.

Sementara itu, para penulis buku ‘Sekelumit Sejarah Teater Angin’ menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ny. Putri Koster karena berkat dukungannya karya tersebut dapat diselesaikan. “Saya ingat betul kata-kata Ibu Putri, sejarah harus disampaikan,” ujar salah seorang penulis.

Selanjutnya, Gde Artawan, penulis buku ‘Sastra dan Telaah Aplikatif’, menjelaskan bahwa karyanya dapat menjadi pedoman bagi pendidik dalam menerapkan teori untuk menelaah karya sastra. Sedangkan Putu Satria, melalui novel ‘Jayaprana Layonsari’, berupaya menyampaikan cerita secara lebih detail kepada para pembaca. Pandega Wirasabda, penulis ‘Kumpulan Puisi Nol Negeri Tanpa Langit’, berharap masyarakat semakin menyukai puisi melalui buku yang ditulisnya.

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster menyerahkan bingkisan berupa kain tenun endek Bali kepada sembilan penulis. Ia berharap ke depan akan semakin banyak buku karya penulis lokal yang diterbitkan, dan ia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi peluncuran buku-buku tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Ngobrol Bareng Santai, Ny. Putri Koster Sosialisasikan 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru Pertanian Kerthi Bali

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Harap Warmadewa Bisa Bersinergi dengan Pemprov Bali Kembangkan UMKM/IKM

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Digelar Dua Hari, Aksi Sosial Ketua TP PKK Bali Menyapa dan Berbagi di Jembrana Sasar 400 Warga Kurang Mampu

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Swasembada Pangan, Pangdam IX/Udayana Tinjau Optimalisasi Lahan Muntig Karangasem

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Tinjau Lahan Pertanian Muntig
TINJAU LAHAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa saat meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)

Karangasem, baliilu.com – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa meninjau lokasi Optimalisasi Lahan Muntig, di Banjar Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian, hasil panen, sekaligus menyerap aspirasi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana beserta rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, di Banjar Muntig, sebelum dilanjutkan dengan peninjauan area pertanian dan dialog bersama para petani. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam melihat langsung potensi lahan serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Lahar Sari menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikelola memiliki luas sekitar 30 hektare dengan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok tani. Pihaknya berharap adanya dukungan perluasan lahan dan ketersediaan sarana produksi, khususnya bibit, guna meningkatkan hasil pertanian serta memperluas pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan rencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan bibit bagi Kelompok Tani Lahar Sari serta memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengusulan pembangunan saluran air melalui program pemerintah pusat. Selain itu, kelompok tani tersebut diketahui telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), sehingga diharapkan dapat semakin mempermudah koordinasi dan pendataan dalam mendukung program pertanian pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Lahar Sari, I Made Jaya, menyampaikan harapannya terhadap dukungan yang diberikan. “Dengan luas lahan sekitar 30 hektare dan anggota kurang lebih 40 kepala keluarga, kami berharap adanya bantuan perluasan lahan dan suplai bibit agar pengelolaan pertanian semakin optimal serta hasil panen dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga  Jaga Tradisi Keaksaraan, Ny. Putri Koster Apresiasi Buku "Semua Karena Nirankara?"

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa kunjungan Pangdam merupakan wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di wilayah.

“Melalui pendampingan, koordinasi, dan sinergi dengan instansi terkait serta kelompok tani, Kodam IX/Udayana terus mendorong pemanfaatan potensi lahan pertanian agar lebih produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” demikian tandas Kapendam. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca