Connect with us

KRIMINAL

Awal 2021, Polresta Denpasar Berhasil Membekuk Bandar Narkoba Lintas Provinsi

BALIILU Tayang

:

de
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. saat gelar konferensi pers tentang penangkapan bandar narkoba , Jumat (5/3-2021) di Mapolresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Di awal tahun 2021, Tim Sat Resnarkoba Polresta Denpasar berhasil membekuk bandar narkoba lintas provinsi berinisial S (36) asal Lampung Utara yang tinggal di Jalan Pulau Belitung. Tersangka S ditangkap dari pengembangan tersangka Rio berperan sebagai kurir yang ditangkap saat melakukan transaksi narkoba, Kamis (4/3-2021) di seputaran Jalan Pulau Singkep Denpasar Selatan. Dari penggeledahan di 3 TKP, ditemukan barang bukti  di antaranya paket ganja, hasish, sabhu, ekstasi dan pecahan ekstasi.

‘’Ada dua kasus yang akan kita rilis, salah satunya termasuk tangkapan terbesar awal tahun khususnya di Bulan Maret ini. Di sini ada yang tangkapan pertama tersangka S dan Rio, ada tiga TKP dimana bb-nya 30 kg ganja, hasish sebanyak 488 gram. Seperti dodol, namanya hasish,’’ ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. saat gelar konferensi pers, Jumat (5/3-2021) di Mapolresta Denpasar. Ikut mendampingi Kasat Resnarkoba Kompol Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K.,M.H.

Kapolres Panjaitan lanjut menjelaskan kronologis penangkatan terhadap bandar narkoba ini bermula dari hasil penyelidikan Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar bahwa akan ada transaksi narkoba  di seputaran Jalan Pulau Singkep Denpasar Selatan.

Pada Kamis, 4 Maret 2021, Jam 11.30 Wita, lanjut Kapolres, petugas melihat tersangka dengan gerak-gerik mencurigakan di TKP. Selanjutnya petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Rio (28) ditemukan barang bukti sebanyak  5 paket besar ganja. Dari penangkapan ini petugas melakukan penggeledahan di TKP kamar kos tersangka dengan menemukan barang bukti 2 paket besar ganja.

Dari hasil pengembangan tersangka Rio, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka S diikuti penggeledahan di kamar tersangka ditemukan 94 paket ganja, hasish berat bersih 488 gram, sabhu berat bersih 45 gram, ekstasi. Menurut keterangan tersangka barang bukti tersebut adalah milik seseorang. Dalam proses lidik, tersangka menerangkan mendapatkan barang tersebut dari seseorang. Tersangka berperan sebagai bandar narkoba, sedangkan Rio yang tinggal di Jalan Pulau Belitung Pedungan sebagai kurir.

Barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian dari 3 TKP di Jalan Pulau singkep, Jalan Gunung Athena, dan Jalan Pulau Belitung, yakni 101 paket ganja berat bersih + 30 kilo gram, hasish berat bersih 488 gram / 4,8 ons, sabhu berat bersih 45 gram, 23  butir ekstasi warna coklat, pecahan ekstasi berat bersih 2,43 gram, uang tunai Rp 227.000.000, 3 buah timbangan, 6 buah buku tabungan, 9 buah Hp, 3 buah ATM.

Kapolres Panjaitan menyampaikan pasal yang disangkakan yakni Pasal 111 ayat (2) UU.RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 milyar ditambah sepertiga. Pasal 112 ayat (2) UU.RI. No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 milyar.

Modus operandinya bandar S menyimpan dan memperjualbelikan beragam jenis narkoba dengan motif sindikat / jaringan narkoba lintas provinsi. Bandar narkoba Sumatra, Jakarta, Bali dengan alur perjalanan ganja bergerak dari Sumatera kemudian Jawa (Banyuwangi), Gilimanuk, Buleleng, Tabanan, Badung, Denpasar.

Kapolres juga menyampaikan tersangka kedua berinisial Yudi (29) tinggal di Jalan Tangkuban Perahu Denpasar. Panangkapan juga terjadi Kamis (4/3) jam 10.45 Wita di TKP Jl. Tangkuban Perahu dengan barang bukti 17 paket sabhu berat bersih 201 gram / 2 ons yang disimpan di kamar tidur tersangka.

Pasal yang disangkakan Pasal 112 ayat (2) UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 milyar.

Proses penangkapan, Kapolres memaparkan dari hasil penyelidikan Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar, akan ada transaksi narkoba  di seputaran Jalan Gunung Tangkuban Perahu Denpasar Barat. Selanjutnya selama beberapa hari petugas melakukan penyelidikan, kemudian pada Kamis (4/3) jam 10.45 Wita petugas melihat tersangka dengan gerak-gerik mencurigakan di TKP. Selanjutnya petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka Yudi tidak ditemukan barang bukti.

Namun petugas lanjut melakukan penggeledahan kamar  ditemukan barang bukti 17 paket sabhu. Menurut keterangan tersangka, barang bukti tersebut adalah miliknya dari seseorang yang dipanggil Bro (dalam penyelidikan). Tersangka menerangkan mendapatkan barang tersebut dari Bro dengan cara mengambil tempelan. Tersangka berperan sebagai pengedar, sudah sejak 3 bulan. Tersangka mengedarkan  sabhu di wilayah Denpasar dan mendapatkan upah Rp 200.000 sekali tempel.

Tersangka yang merupakan residivis kasus pencurian itu menerangkan sudah 7 kali menempel di daerah Denpasar dan mendapat upah sekali tempel Rp 50.000.  ‘’Dengan penangkapan yang dilakukan terhadap tiga tersangka dalam dua kasus ini, Sat Resnarkoba Polresta Denpasar berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika sebanyak 100.000 jiwa,’’ pungkas Kapolres. (gs)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Sering Dibuli, Seorang Pelajar Menusuk Leher Temannya di Seririt

Published

on

By

de
Unit Reskrim Polsek Seririt melakukan penyidikan terhadap kasus penusukan di Seririt.

Buleleng, baliilu.com – Diduga dendam lama terhadap korban karena sering diolok dan dibuli, tersangka DPAB (18) menusuk korban IBKP (15) yang masih bersatutus pelajar asal Seririt, Buleleng. Korban mengalami luka tusuk di bagian leher, Senin, 12 April 2021 di Ringdikit Seririt Buleleng.

Kejadian penusukan antara pelaku dan korban yang sama-sama berstutus pelajar ini mendapat penanganan unit Reskrim Polsek Seririt. Informasi ini disampaikan Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/4).

Dalam rilisnya, Kapolsek Seririt Kompol I Gede Juli, S.IP menyampaikan, terhadap pelaku sudah diamankan di Polsek Seririt untuk dilakukan pemeriksaan.

Kompol Juli mengatakan, terduga pelaku melakukan penusukan dengan menggunakan 1 bilah pisau terhadap korban seorang anak-anak yang masih berumur 15 tahun bernama IBKP, seorang pelajar.

penusukan tersebut terjadi di sebuah gang pada saat korban dan 3 orang temannya  termasuk terduga pelaku pulang dari rumah KJ dengan maksud untuk jalan-jalan dan bermain. Saat itu semuanya berjalan kaki.

Namun di tengah perjalanan di sebuah gang dekat posko tiba-tiba pelaku menyerang korban dengan menggunakan pisau melakukan penusukan ke arah bagian leher korban.  Akibat penusukan yang dilakukan terduga pelaku mengakibatkan korban mengalami luka tusuk pada bagian leher. Korban selanjutnya ditolong dan dilarikan ke RSUD Buleleng untuk dilakukan perawatan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan diduga pelaku melakukan perbuatannya karena dendam lama terhadap korban karena sering diolok dan dibuli. Meskipun demikian, dugaan ini masih didalami oleh Unit Reskrim Polsek Seririt.

“Selain menahan tersangka, tindakan kepolisian yang lain memberikan pengertian atau pesan kamtibmas kepada orang tua korban maupun pelaku untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian,’’ ucap Kapolsek.

“Biarkan penyidik pada unit Reskrim untuk melakukan proses penyidikan,’’ pungkasnya. (gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Diduga Lakukan Tindak Pidana Pemalsuan, Oknum Pengacara Ditahan

Published

on

By

de
Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. bersama KBO Reskrim AKP Suseno saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

Buleleng, baliilu.com – Diduga melakukan tindak pidana pemalsuan turunan putusan perceraian perdata yang merugikan Pengadilan Negeri Singaraja pada 29 Januari 2021, seorang oknum pengacara berinisial ESK (33) ditahan oleh Polres Buleleng.

‘’Setelah menerima laporan, Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan penyitaan beberapa barang dan surat atau dokumen serta menetapkan EKS sebagai tersangka. Polisi lanjut melakukan penahanan serta berkas perkara telah dikirim ke JPU,’’ terang KBO Reskrim Polres Buleleng AKP Suseno didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

AKP Suseno memaparkan, kejadian ini berawal dari saksi Rika BAA selaku termohon dalam perkara perceraian yang sedang berjalan pada Pengadilan Negeri Singaraja datang ke Pengadilan Negeri Singaraja sambil membawa foto Turunan Putusan Perkara Perdata Nomor : 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr, tanggal 22 Desember 2020 berikut foto Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Karena pihak PN Singaraja tidak pernah mengeluarkan Turunan Putusan Perkara Perdata tersebut, dimana pada saat itu perkaranya sedang berjalan, kemudian pihak PN Singaraja meminta klarifikasi kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Kantor Dukcapil Buleleng, kata Suseso, memberikan penjelasan bahwa dasar terbitnya Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dukcapil Buleleng antara Gede HW dengan Rika BAA karena dimohon oleh kuasa hukum dari saksi Gede HW yang bernama tersangka EKS sesuai dengan Permohonan Pencatatan / Penerbitan Akta Perceraian dari pemohon EKS tertanggal 7 Januari 2021.

Setelah Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan penyidikan, lanjut AKP Suseno, tersangka yang lahir di Banyuwangi ber-KTP Baktiseraga ini mengakui menerima kuasa dari penggugat Gede HW untuk gugatan perceraian kepada istrinya yang bernama Rika BAA selaku tergugat kemudian tersangka daftarkan gugatan tersebut ke PN Singaraja.

Perkara tersebut kemudian disidangkan di PN Singaraja. Belum sempat perkara putus, untuk mempercepat putusan, tersangka berinisiatif sendiri memalsukan surat-surat atau dokumen dengan membuat atau mengetik putusan dengan menggunakan laptop milik tersangka. Kemudian menscan bagian sampul dengan menggunakan printer scanner milik tersangka. Pada bagian tanda tangan paniteranya tersangka scan selanjutnya tersangka print dengan menggunakan printer scanner miliknya. Tersangka membuat seakan-akan itu merupakan putusan asli. Selanjutnya tersangka stempel dengan menggunakan stempel basah dengan logo dan tulisan Pengadilan Negeri Singaraja.

‘’Putusan-putusan pengadilan yang telah tersangka palsukan itu kemudian tersangka gunakan untuk mengajukan penerbitan akta perceraian pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng dan sudah diterbitkan, sehingga menimbulkan kerugian in material karena menyangkut nama baik institusi pengadilan yang dilecehkan oleh tersangka,’’ papar AKP Suseno.

Setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan penyitaan barang dan surat atau dokumen terkait serta telah menetapkan EKS sebagai tersangka, kemudian telah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan terhadap tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Buleleng serta berkas perkara telah dikirim ke JPU.

Terhadap kasus ini, pasal yang dilanggar primer Pasal 264 KUHP, subsider Pasal 263 KUHP mengenai tindak pidana pemalsuan. (gs)

Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polresta Denpasar Ungkap Kasus Mucikari, Tersangkanya Poltak PM

Published

on

By

de
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Bermula dari laporan masyarakat, Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus mucikari dengan tersangka Poltak PM yang menawarkan perempuan teridentifikasi asal Uzbekistan kepada laki-laki melalui media online (WhatsApp) berkali-kali. Poltak PM diringkus setelah polisi melakukan penggerebegan di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu, 7 April 2021.

Terungkapnya bisnis prostitusi online dengan tersangka Poltak PM ini disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta menyampaikan, diringkusnya tersangka mucikari Poltak PM alias Robby (42) asal Pematang Siantar itu diduga mempekerjakan puluhan PSK, baik warga lokal maupun asing di Bali.

‘’Awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat diduga ada peristiwa praktek prostitusi kemudian dilakukan tindakan penyelidikan dan didapatkan informasi bahwa tersangka Poltak PM sering menjual perempuan kepada laki-laki yang ingin bersenang-senang atau melakukan hubungan badan,’’ ungkap Kapolresta.

Sehingga, pada Rabu 7 April 2021, dilakukan pengecekan di sebuah hotel yang berlokasi di Jl. Teuku Umar Denpasar.  Tim Satreskrim Polresta Denpasar menemukan ada dua kamar yang berisikan pasangan bukan suami istri yakni kamar 207 dan 219.

Setelah dilakukan interogasi bahwa laki-laki tersebut membayar si perempuan untuk diajak bersenang-senang dan akhirnya melakukan hubungan badan (asusila). Dimana laki-laki tersebut telah membayar kepada tersangka sebesar masing -masing Rp 2.500.000.  ’’Berdasarkan keterangan tersebut akhirnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kosnya di Jalan Gelogor Carik Denpasar,’’ paparnya.

Dari interogasi, tersangka mengaku menawarkan perempuan kepada laki-laki melalui media WhatsApp seharga Rp 2.500.000 per orang. Selanjutnya uang tersebut diberikan kepada perempuannya sebesar Rp 1.500.000 sedangkan sisanya Rp 1.000.000 buat dirinya. Tersangka melakukan perbuatan ini sudah berkali-kali.

Barang bukti yang diamankan di antaranya kunci kamar nomor 217 dan 219, seprai, handuk, kondom, dan uang tunai Rp 4.885.000. Tersangka Poltak PM kini sudah dilakukan penahanan.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 296 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan” dan Pasal 506 KUHP, “Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian diancam pidana kurungan paling lama satu tahun”. (gs)

Lanjutkan Membaca