Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Awali Tahun Baru, Bupati Sanjaya ‘’Ngupasaksi Karya Atiwa-tiwa’’ di Dua Desa di Tabanan

BALIILU Tayang

:

bupati sanjaya
SWAFOTO: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M. berswafoto bersama saat ngupasaksi dalam Uleman Pitra Yadnya Atiwa-tiwa, ngaben bersama yang berlangsung di dua desa di Tabanan, Rabu (3/1/2024). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Awal tahun 2024, membawa semangat baru bagi kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M dalam melayani masyarakat. Di awal tahun ini juga pihaknya tetap konsisten menjalankan tugas, mengawal pembangunan masyarakat yang dimulai dari desa. Dengan menunjukkan peran sertanya sebagai murdaning jagat, Sanjaya ngupasaksi dalam Uleman Pitra Yadnya Atiwa-tiwa, ngaben bersama yang berlangsung di dua desa, Rabu (3/1/2024).

Berlangsung di lokasi pertama yakni di Desa Banjar Adat Puseh, Banjar Buahan Utara, Desa Buahan, Kecamatan Tabanan, Bupati Sanjaya bersama rombongan yang nampak menghadiri Anggota DPR RI, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jro Mangku Lanang Istri, Asisten 2 dan 3, para kepala OPD dan kepala bagian terkait di lingkungan Pemkab, Camat, unsur Forkopimcam, Perbekel serta Bendesa Adat setempat dalam upacara ngaturang parab. Dimana, karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Yoga, dari Griya Tegeh Tunjuk ini puncak acaranya dipusatkan pada 6 Januari mendatang.

Sebanyak 8 sawa wanita dan 9 sawa laki-laki dengan total 17 sawa, akan mengikuti upacara pengabenan dengan masing-masing biaya yang dikenakan sebesar 1,5 juta rupiah. Selain itu juga disertakan dengan peserta ngelangkir / parisuda sejumlah 10 diri dengan biaya yang dikenakan sebesar 500 ribu rupiah dan ngelungah sebanyak 1 diri dengan biaya 1 juta rupiah. Selebihnya, dana terkumpul dari iuran dan punia masyarakat setempat yang dikumpulkan dari 198 KK tercatat.

Sementara itu di desa kedua, Atiwa-tiwa digelar di Banjar Bunutin, Desa Adat Bunutin, Desa Payangan, Kecamatan Marga Tabanan. Dimana dalam karya yang juga dirangkaikan dengan Karya Manusa Yadnya tersebut, sudah dimulai pada 27 Desember 2023 lalu, puncaknya akan dipusatkan pada 5 dan 6 Januari mendatang.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Rakor Penguatan Implementasi MPP dan Peresmian MPP TW 4 Tahun 2024

Sebanyak 27 sawa diikutsertakan dalam ngaben yang sudah masuk ke dalam perarem adat setiap 5 tahun sekali ini. Dengan biaya yang dibebankan untuk masing-masing sawa sebesar 7 juta rupiah. Karya juga diikuti dengan peserta mesangih sebanyak 42 orang dengan biaya yang dibebankan sebesar 250 ribu per orang, dan 30 peserta nelubulanin yang tidak dibebankan biaya. Gotong-royong warga dalam melancarkan karya, juga dibantu dengan urunan krama banjar adat sebesar 200 ribu per kepala keluarga dengan jumlah 113 KK.

Tentunya kehadiran Bupati dan jajaran saat itu memberikan semangat baru bagi masyarakat. Meskipun sempat diguyur hujan lebat, dukungan yang ditunjukkan Bupati, dengan komitmen kuatnya memenuhi peran pemimpin dalam mengayuh roda pembangunan, menjadi figur yang sangat dinantikan oleh rakyat.

Nampak kedatangannya saat itu disambut dengan antusiasme yang tinggi. Tak hanya itu, semangat dalam membangun karya secara gotong-royong, juga mendapat apresiasi yang sangat baik dari Bupati Sanjaya. Semangat yang saling asah, asih, asuh, rasa mengayomi dari pemerintah dan masyarakat, nilai Paduraksa yang memiliki makna kuat dalam sinergitas pembanguan inilah yang menjadi harapan bagi Sanjaya selaku pimpinan daerah.

Bagi Sanjaya, pentingnya Tri Upa Saksi dalam memaknai karya yang satwika, adalah esensi utama dalam sebuah karya. “Tri Upa Saksi sangatlah penting, adanya krama yang melaksanakan karya dengan tulus ikhlas, hadirnya sang sulinggih dan disaksikan oleh murdaning jagat, menjadikan karya yang satwika atau utamaning utama. Harapan saya, agar masyarakat bisa terus bekerjasama, gotong-royong, karena kalau bukan kita yang menjaga dan membangun Tabanan, siapa lagi. Maka patutlah kita berbangga sebagai orang Tabanan,” ujarnya menekankan, gotong-royong sebagai ciri khas masyarakat Tabanan.

Baca Juga  Ngaturang Bhakti di Pura Luhur Batu Lumbung dan Luhur Besikalung, Bupati Sanjaya Nunas Kerahayuan Jagat

Salah satu perwakilan rakyat Desa Bunutin saat itu, I Wayan Suardika Yasa selaku Manggala Karya dan juga kepala wilayah mengatakan, menitikberatkan sektor ekonomi di Banjar Bunutin yang notabene bermata pencaharian sebagai buruh, kerja sama dan gotong-royong sangat dikedepankan. Terlebih, konsep ngaben bersama sudah berlangsung selama 5 tahun sekali dan rutin dilakukan, dengan tujuan meringankan beban masyarakat. Baginya, dalam mengingat utang kepada para leluhur, karya yang termasuk dalam tingkat yadnya Sawa Prenawa Ngelanus ini telah dilakukan dengan usaha semaksimal mungkin. Sesuai dengan kemampuan rakyat setempat.

“Harapan kita selaku warga, besar harapan kami agar Bapak Bupati bisa semakin sering mengunjungi kami yang di pelosok ini, mengedukasi dan terus memberikan semangat bagi warga, dan dengan dukungan serta perhatian bapak, mudah-mudahan bisa membantu pembangunan infrastruktur dan kayangan yang ada di desa,” ujar Wayan Suardika siang itu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bunda Rai Perkuat TP Posyandu, Kuwum Tegallinggah Raih Juara 1 Inovasi Terbaik Tingkat Provinsi

Published

on

By

Posyandu Banjar Dinas Kuwum Tegallinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan meraih Juara 1 Kategori Posyandu dengan Inovasi Terbaik dalam Lomba Posyandu Bidang Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2026, Rabu (2
INOVASI TERBAIK: Posyandu Banjar Dinas Kuwum Tegallinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan berhasil meraih Juara 1 Kategori Posyandu dengan Inovasi Terbaik dalam Lomba Posyandu Bidang Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2026, Rabu (2/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Prestasi Posyandu di Kabupaten Tabanan menorehkan capaian membanggakan di tingkat Provinsi Bali. Posyandu Banjar Dinas Kuwum Tegallinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan berhasil meraih Juara 1 Kategori Posyandu dengan Inovasi Terbaik dalam Lomba Posyandu Bidang Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2026, Rabu (2/9).

Prestasi tersebut tidak terlepas dari peran aktif Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa dengan Bunda Rai, selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan. Dalam perannya, Bunda Rai menjadi pembina, penggerak, sekaligus motivator yang secara konsisten mendorong penguatan kinerja kader serta pelaksanaan pelayanan Posyandu di tingkat desa.

Melalui pembinaan yang dilakukan, Bunda Rai turut mengarahkan dan memantau pelaksanaan program kesehatan dasar serta pemberdayaan keluarga, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, puskesmas, PKK, dan para kader di lapangan. Peran tersebut juga diwujudkan melalui sosialisasi Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) yang memperluas cakupan pelayanan Posyandu, tidak hanya bagi ibu dan anak, tetapi juga mencakup layanan di bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, Trantibumlinmas, serta sosial yang bermanfaat bagi seluruh kelompok usia.

Perhatian tersebut sejalan dengan penguatan program prioritas, khususnya percepatan penurunan stunting, pemantauan gizi balita, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk rutin memanfaatkan layanan Posyandu. Selain memberikan arahan, Bunda Rai secara aktif hadir menyerap aspirasi dan mengetahui berbagai kendala yang dihadapi kader di lapangan. Dukungan moral dan motivasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun semangat para kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus mengaktifkan peran PKK sebagai mitra strategis dalam penguatan Posyandu.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Sanggar Nolin Pupuan yang Mendunia

Sementara itu, keberhasilan Posyandu Banjar Dinas Kuwum juga menjadi buah dari disiplin, ketekunan, dan kerja keras para kader dalam mengikuti seluruh tahapan penilaian. Proses penilaian Lomba Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 meliputi verifikasi, penilaian dokumen, dan pemaparan inovasi yang dilaksanakan secara daring pada 23–24 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan melalui kunjungan langsung pada 7–22 Juli 2026.

Atas capaian tersebut, Bunda Rai menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu Banjar Dinas Kuwum atas dedikasi dan konsistensi yang telah ditunjukkan. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras dan ketekunan para kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu,” ujar Bunda Rai.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi gambaran komitmen bersama dalam memperkuat Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Di bawah pembinaan dan penggerakan TP Posyandu Kabupaten Tabanan, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya untuk terus mengembangkan inovasi, memperkuat pemberdayaan keluarga, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Luncurkan SIGAP EMAS, Badung Peduli Gelar Safari Kesehatan di Lapas Perempuan Kerobokan

Published

on

By

Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Safari Kesehatan dan peluncuran program SIGAP EMAS di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis (3/9).
SAFARI KESEHATAN: Bunda PAUD Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat kegiatan Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program "SIGAP EMAS" di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis (3/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui gerakan Badung Peduli terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program “SIGAP EMAS”, Kamis (3/9).

Acara yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan ini dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Selain pemberian layanan kesehatan gratis, agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memulai program inovatif tersebut.

Program SIGAP EMAS (Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas) merupakan program unggulan yang dirancang khusus. Tujuannya adalah menjamin tumbuh kembang optimal anak-anak yang lahir dan besar di lingkungan pemasyarakatan, khususnya pada masa-masa emas pertumbuhan mereka.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Andi Wijaya Rivai beserta jajaran. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung, perwakilan Disdikpora Badung. Acara ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani beserta jajaran, akademisi dari Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, serta perwakilan Gerakan Badung Peduli.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kondisi psikologis dan hak anak-anak yang terpaksa tinggal bersama ibunya di dalam Lapas. Ia menyoroti aturan batas usia maksimal tiga tahun bagi anak bawaan dan mendorong adanya mekanisme transisi yang humanis.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Implementasi Layanan Elektronik

“Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk berada di sini. Karena keadaan, mereka terpaksa tinggal hingga batas usia tiga tahun. Kita harus memikirkan psikologis anak ketika nanti harus berpisah dengan ibunya. Saya menyarankan agar secara berkala, misalnya saat akhir pekan, anak-anak dapat dikenalkan dengan lingkungan luar atau berkumpul bersama keluarga di rumah agar proses adaptasinya berjalan baik,” ujarnya.

Selain fokus pada tumbuh kembang anak, Nyonya Rasniathi juga mengapresiasi keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Kerobokan. Menurutnya, berbagai produk olahan pangan seperti keripik tempe hingga kerajinan tangan tas hasil karya warga binaan memiliki mutu tinggi dan daya saing yang baik di pasar luas.

Lebih lanjut, Rasniathi menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama program SIGAP EMAS ini tidak boleh berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan harus dikawal melalui pemantauan yang konsisten dan berkelanjutan. “Langkah kecil ini akan membawa manfaat besar bagi warga binaan dan tumbuh kembang anak-anak mereka,” tegasnya.

Melalui sinergi SIGAP EMAS ini, Pemkab Badung bersama Dinas terkait, Lapas Perempuan Kerobokan, dan akademisi Psikologi FK Unud berkomitmen untuk terus menghadirkan pemeriksaan kesehatan berkala, layanan Posyandu rutin, pendampingan psikologis anak, hingga pelatihan keterampilan kerja agar warga binaan siap kembali berinteraksi secara positif di tengah masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komit Jaga Belanja Infrastruktur, Bupati Adi Arnawa Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta saat mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung membahas Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama Gosana, Kamis (3/9).
RAPAT PARIPURNA: Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (3/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan mengenai Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Kamis (3/9).

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Pimpinan DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti dan dihadiri Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Pimpinan DPRD beserta anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Pimpinan Instansi Vertikal, Direksi Perusahaan Daerah, serta Tenaga Ahli DPRD Badung.

Bupati Badung menjelaskan bahwa penyusunan Rancangan Perubahan APBD TA 2026 didasarkan pada hasil evaluasi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi prioritas pembangunan daerah, kerangka ekonomi, maupun keuangan daerah. Penyesuaian ini diambil agar program kerja di sisa tahun anggaran berjalan lancar, efektif, efisien, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Secara umum, belanja daerah mengalami peningkatan. Yang paling penting adalah kita tetap menjaga belanja infrastruktur di posisi yang signifikan. Ini luar biasa sebagai bentuk komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif,” ujar Adi Arnawa seusai rapat.

Pendapatan Daerah pada Rancangan Perubahan APBD TA 2026 dirancang sebesar Rp 10,50 triliun lebih. Angka ini naik Rp 170 miliar lebih atau 1,65% dibandingkan APBD Induk TA 2026 yang sebesar Rp 10,33 triliun lebih. Peningkatan tersebut didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik menjadi Rp 9.713.977.236.804,00. Sementara, Pendapatan Transfer dirancang Rp 787,82 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 3 miliar.

Di sisi Belanja Daerah, anggaran dirancang sebesar Rp 13.089.787.587.855,00 (Rp13,08 triliun lebih), atau meningkat 13,56% dari APBD Induk. Postur ini terdiri dari Belanja Operasi Rp 6,27 triliun, Belanja Modal Rp 4,82 triliun, Belanja Tidak Terduga Rp 129,09 miliar, serta Belanja Transfer Rp 1,86 triliun.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Bulan Inklusif Keuangan Bali FINEF 2023

Untuk pembiayaan daerah, Penerimaan Pembiayaan bersumber dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp 1,19 triliun dan Pembiayaan Utang/Pinjaman Daerah sebesar Rp 1,97 triliun yang dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan.

Pemkab Badung memprioritaskan alokasi anggaran pada berbagai sektor vital seperti Pendidikan Inklusif dan Berdaya Saing Rp 723,75 miliar (20,61% dari total belanja), Peningkatan Derajat Kesehatan Rp 399,14 miliar, Pelestarian Adat, Tradisi dan Seni Budaya Rp 312,91 miliar, Penguatan Pengelolaan Persampahan Rp 331,49 miliar.

Porsi perhatian terbesar diberikan pada pembangunan infrastruktur terpadu, melalui penyelenggaraan jalan, dialokasikan anggaran mencapai Rp 2,74 triliun. Secara akumulatif, alokasi infrastruktur ini menyerap 59,23% dari total belanja daerah.

Langkah responsif ini diambil untuk menyikapi masalah krusial masyarakat, terutama sektor kepariwisataan dan persoalan lalu lintas. “Eksekutif dan legislatif hadir bersama untuk menyikapi berbagai problema di Kabupaten Badung, khususnya penanganan kepariwisataan. Isu infrastruktur, dalam hal ini kemacetan, menjadi isu yang paling sering muncul di media sosial,” tegas Wayan Adi Arnawa.

Bupati menambahkan bahwa performa APBD ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam memberikan solusi nyata di lapangan. “Dari performa APBD ini terlihat jelas bahwa eksekutif dan legislatif berkomitmen menyelesaikan atau meminimalkan permasalahan yang ada dengan memfokuskan anggaran pada pembangunan infrastruktur kepariwisataan,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca