Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bungan Desa Ke-64, Bupati Sanjaya Hadir di Lalanglinggah

Perkuat Potensi Pertanian hingga Pariwisata Kelas Dunia

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung dalam rangkaian Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9).
BUNGAN DESA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung dalam rangkaian Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dari hamparan perkebunan hingga deburan ombak pantai, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, menjadi ruang perjumpaan langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64, Selasa (1/9).

Dipimpin langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat lebih dekat potensi, kebutuhan sekaligus persoalan masyarakat, serta memastikan program pembangunan pemerintah hadir dan memberikan dampak nyata hingga tingkat desa.

Turut hadir Wakil Bupati Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, kepala bagian di lingkungan Setda, jajaran Forkopimcam, Perbekel Lalanglinggah, Forum Perbekel Selemadeg Barat, Jro Bendesa Adat, kepala wilayah dan tokoh masyarakat.

Jejak pertama Bungan Desa ke-64 dimulai dari sektor yang lekat dengan alam dan ketekunan masyarakat, saat Bupati Sanjaya bersama jajaran mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung. Di lokasi tersebut, Bupati tidak hanya berdialog dengan para petani, tetapi turut meninjau dan melakukan panen madu lebah klanceng. Usai panen, Bupati Sanjaya mengapresiasi ketekunan kelompok tani sekaligus menyoroti tantangan dalam menghasilkan madu berkualitas, mulai dari cuaca, kondisi lingkungan hingga ketersediaan sumber makanan bagi lebah.

“Untuk menghasilkan satu botol madu, tantangannya luar biasa dan tidak mudah. Karena itu saya sangat mengapresiasi kelompok tani yang ada di sini. Pemerintah daerah akan terus mendukung, termasuk melihat kemungkinan pengembangan bibit bunga yang menjadi sumber makanan lebah,” ungkapnya.

Bupati juga mengarahkan BRIDA, Dinas Pertanian dan perangkat daerah terkait untuk melakukan riset dan pendampingan agar kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai sentra madu sekaligus terintegrasi dengan potensi kampung buah.

Dari madu, langkah Bungan Desa berlanjut menuju garis pantai, tepatnya Pantai Pengasahan di Banjar Dinas Pengasahan. Di kawasan tersebut, Bupati Sanjaya berdialog dengan Pokdarwis Arkananta Parahita untuk menggali potensi wisata pantai yang telah dikenal sebagai salah satu lokasi surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati kemudian melanjutkan kunjungan ke wilayah Selabih untuk memantau infrastruktur Gapura Perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. Rangkaian lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bupati melihat langsung potensi sekaligus kebutuhan pembangunan yang ada di kawasan barat Tabanan.

Baca Juga  Bupati Tabanan Buka Kejuaraan Basket Tabanan Hustle 3x3 2025

Setelah menyapa potensi pertanian dan pariwisata, Bupati Sanjaya bertatap muka langsung dengan masyarakat di Balai Serbaguna Mahajana Mandala Desa Lalanglinggah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan empat paket bantuan kepada keluarga yang memiliki anak stunting sekaligus berdialog langsung melalui sesi tanya jawab bersama masyarakat. Suasana berlangsung interaktif dengan adanya hadiah yang disponsori Bank BPD Cabang Tabanan. Di lokasi yang sama, pemerintah menghadirkan berbagai pelayanan kepada masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pembagian kacamata gratis, Posyandu, pelayanan kesehatan reguler, pendataan serta sosialisasi perizinan, penerimaan pelayanan pembayaran pajak retribusi secara elektronik, pelayanan disduk capil, hingga pelayanan gratis bagi pelaku usaha dan UMKM.

Di hadapan masyarakat, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Bungan Desa merupakan inovasi yang dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat desa. Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dengan membawa langsung jajaran perangkat daerah ke desa, sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke pusat pemerintahan untuk mendapatkan pelayanan.

“Hari ini adalah Bupati Ngantor di Desa yang ke-64. Setelah sebelumnya kita mulai dari Desa Mundeh, Mundeh Kangin, Mundeh Kauh dan Selabih, mulai bulan September ini akan segera saya tuntaskan di seluruh desa,” tegasnya. Menurutnya, pola tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjalankan pembangunan secara menyeluruh, bertahap, terpadu dan terencana.

Pembangunan tersebut, lanjut Bupati Sanjaya, diarahkan untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) dengan menekankan Lima program prioritas. Lalanglinggah dinilainya memiliki potensi yang lengkap, dengan karakter wilayah nyegara gunung, 10 subak yang terdiri atas tiga subak basah dan tujuh subak abian, serta kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. “Kalau lima program ini kita jalankan dengan sungguh-sungguh, dari hulu sampai hilir, secara holistik dengan semangat menyama braya dan gotong-royong, saya yakin Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani serta sejahtera bisa kita wujudkan bersama,” jelasnya.

Baca Juga  Simbol Keberagaman dan Kerukunan, Festival Imlek dan Cap Go Meh Meriahkan Tabanan

Potensi tersebut juga menjadi dasar Bupati Sanjaya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat Lalanglinggah. Pemerintah Kabupaten Tabanan juga terus mengorganisir potensi ekonomi seperti pengembangan madu, melalui penguatan Perusda sebagai holding yang dapat merekam dan mengembangkan produk unggulan UMKM desa. “Kita harus melihat apa yang menjadi potensi masing-masing desa, kemudian kita koordinasikan. Tiga wilayah Selemadeg dan Pupuan juga kita arahkan menjadi sentra kampung buah. Kalau potensi pertanian, peternakan dan hortikultura ini bisa kita tangkap untuk kebutuhan B2B, maka masyarakat akan ikut terdampak secara ekonomi,” terangnya.

Tak berhenti pada pengembangan ekonomi, Bupati Sanjaya turut menaruh perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur yang menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur tidak hanya berbicara tentang jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup gedung sekolah, lapangan, bale banjar, pura hingga pelinggih yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, program kabupaten harus dikolaborasikan dengan program desa. “Program kabupaten kita kolaborasikan dengan program desa. Kuncinya adalah menjaga dan membangun keharmonisan, karena pembangunan harus saling bersinergi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati Sanjaya.

Sektor pariwisata menjadi potensi lain yang mendapat perhatian khusus, terutama karena Lalanglinggah telah memiliki daya tarik surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Bupati Sanjaya menyebut setiap November terdapat event surfing internasional dengan tiga kategori yang dapat menjadi momentum memperkuat promosi desa. Ia bahkan mendorong agar agenda tersebut dapat dikolaborasikan dengan rangkaian HUT Kota Tabanan sehingga eksposur kawasan semakin luas. Untuk itu, orang nomor satu di Tabanan tersebut meminta masyarakat menjaga keamanan, kenyamanan, keramahan serta stabilitas desa agar perkembangan pariwisata tetap sejalan dengan karakter masyarakat setempat.

Seiring dengan pengembangan wilayah, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya melalui pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menyangkut perilaku setiap individu. Sampah organik dapat dikelola melalui teba tradisional untuk mendukung kebun dan pertanian, sedangkan sampah plastik dapat diarahkan melalui TPS-3R. Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya tedun secara rutin melalui semangat gotong royong. “Kita bukan hanya memerangi sampah, tetapi juga memerangi perilaku. Sampah adalah milik kita masing-masing. Mari kita pilah dari sumbernya dan selesaikan bersama-sama melalui kolaborasi,” pesannya.

Baca Juga  Warga Membludak Hadiri Puncak HUT Kota Tabanan

Menutup arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Bungan Desa bukan sekadar terlaksananya kunjungan, melainkan seberapa jauh kehadiran pemerintah menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta menindaklanjuti berbagai potensi dan aspirasi yang ditemukan di lapangan, mulai dari pertanian, kesehatan, UMKM, pariwisata, infrastruktur hingga lingkungan. “Apa pun yang kita lakukan harus punya nilai terdampak. Saya harap kunjungan Bupati ke Lalanglinggah ini benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Kita buka ruang kolaborasi, kita turunkan OPD terkait dan kita kerjakan bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel desa Lalanglinggah I Nyoman Arnawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sanjaya, Wakil Bupati beserta seluruh jajaran yang secara langsung turun melihat kondisi dan potensi desa. Ia memaparkan Desa Lalanglinggah memiliki luas sekitar 1.600 Ha dengan jumlah penduduk 3.892 jiwa, terdiri atas 11 dusun, enam desa adat dan 11 banjar adat, dengan mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, nelayan, wiraswasta dan pariwisata. Arnawa menilai kehadiran pemerintah kabupaten menjadi momentum bagi desa untuk memperkuat komitmen pembangunan secara bersama-sama.

“Kami ingin bergandengan tangan bersama-sama. Bapak Bupati sudah melihat langsung potensi kelompok tani dan pariwisata kami. Mari kita menjadi anak yang baik, jujur dan setia, sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat kita capai. Kami siap menjaga komitmen untuk menjadikan Lalanglinggah sebagai surganya surfing dan pariwisata,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus Terkait Kelangkaan BBM di Bali

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Demo Cipayung Plus
PIMPIN PENGAMANAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Denpasar disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, kata Kapolresta, koordinasi dan komunikasi dengan koordinator lapangan serta peserta aksi terus dilakukan guna menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Melalui pengamanan yang optimal dan sinergi antara aparat keamanan dengan peserta aksi, diharapkan kegiatan unjuk rasa Cipayung Plus dapat berlangsung dengan aman, damai, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kolaborasi dengan Krama, Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Pitra Yadnya Krama Payangan Medi
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat untuk Penguatan Infrastruktur Pariwisata Bali

Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembiayaan yang Memperhatikan Kontribusi dan Karakteristik Daerah

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka ITMW 2026 di Sanur
BUKA ITMW 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

ITMW 2026 merupakan forum tahunan yang digagas MarkPlus Tourism (MCorp) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran. Mengusung tema Reimagining Tourism: In a Fragmented World!, kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di sejumlah lokasi di Bali. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITMW 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menilai Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata sehingga layak menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi meracik kopi, aksi konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, pembahasan digitalisasi dan penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta konferensi yang menghadirkan sejumlah pembicara nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Pandangan tersebut, menurut Koster, telah dipelajarinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, baik dari aspek teknokratis maupun filosofi ekonomi. Dengan mengacu pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, ia menjelaskan bahwa pada tingkatan kebutuhan tertentu, kegiatan berwisata menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Sampaikan Laporan Keuangan Unaudited Pemkab Tabanan TA 2022 kepada BPK

“Karena itu, pariwisata adalah dunia yang paling nyata. Kalau kita mampu mendorong pertumbuhan sektor ini, maka akan berdampak pada sektor yang lain. Karena itu, harus dibangun dengan sangat detail,” katanya.

Gubernur Koster selanjutnya memaparkan perkembangan sektor pariwisata Bali yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 16,3 juta kunjungan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 319,9 triliun. Gubernur Koster juga menyebutkan besarnya peranan sektor pariwisata dalam menopang perekonomian daerah. “Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali juga sangat tinggi, yaitu 66 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, menurut Gubernur Koster, memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator makroekonomi Bali, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati demikian, perkembangan pariwisata yang pesat juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari alih fungsi lahan sawah, persoalan sampah dan kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga meningkatnya kasus penodaan tempat suci. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tersebut, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Gubernur Koster mendorong pemerintah pusat agar kebijakan pengalokasian dana transfer ke daerah tidak hanya menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing daerah terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Bali memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain karena harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga mendukung aktivitas jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.

Baca Juga  Simbol Keberagaman dan Kerukunan, Festival Imlek dan Cap Go Meh Meriahkan Tabanan

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” urainya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Bali. Diperlukan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Seluruh komponen tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bali.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas antardaerah di Indonesia, melainkan telah berlangsung pada tingkat internasional. Bali harus mampu bersaing dengan destinasi wisata di negara-negara tetangga yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Karena itu, ia menilai Singapura, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” tambahnya.

Untuk mempercepat pembenahan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan yang lebih proporsional bagi Bali. Dari kontribusi devisa pariwisata yang disebutnya mencapai Rp 176 triliun, ia mengusulkan agar Bali dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan nilai setara sedikitnya 5 persen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan membantu Bali meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat konektivitas, serta menjaga daya saing pariwisata dalam jangka panjang.

Baca Juga  Maknai Tumpek Krulut, Bupati Sanjaya Berbagi Tali Kasih

Gubernur Koster optimistis bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa pariwisata. Setelah fondasi infrastruktur Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat diarahkan pada peningkatan konektivitas dan kolaborasi dengan berbagai destinasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan ITMW 2026 yang mendorong sinergi dan pengembangan pariwisata nasional secara berkelanjutan.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Warisan Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Bali dan Pemkot Denpasar Gelar Aksi Pemeliharaan Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan

Published

on

By

Aksi Pemeliharaan Bale Kulkul Puri Pemecutan
AKSI PEMELIHARAAN: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong-royong dalam menjaga warisan budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10).

Kegiatan yang berlokasi di Jalan Gunung Batur, Denpasar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, Ni Wayan Sri Witari, menyampaikan bahwa kegiatan yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali (BPK) ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan cagar budaya sebagai identitas dan sejarah Kota Denpasar.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeliharaan fisik, tetapi juga merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta keberlanjutan warisan budaya. Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya, Penglingsir Puri Pemecutan, jajaran Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, para kader Pelestari Budaya Kota Denpasar, serta Mahasiswa Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Melalui aksi dengan semangat gotong-royong ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, puri, komunitas pelestari budaya, dan generasi muda dalam menjaga keberadaan cagar budaya agar tetap lestari.

“Melestarikan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat ngayah, kita rawat warisan leluhur, kita jaga identitas budaya Bali,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sanjaya Sambut Kunker Menpar RI ke DTW Jatiluwih
Lanjutkan Membaca