Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badung Çaka Fest 2026 Sukses Digelar, Bupati Apresiasi Kreativitas dan Inovasi Ogoh-ogoh Generasi Muda

BALIILU Tayang

:

Badung Caka Fest
TUTUP LOMBA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi menutup Lomba Ogoh-ogoh "Badung Çaka Fest 2026" di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi menutup Lomba Ogoh-ogoh “Badung Çaka Fest 2026” yang telah berlangsung selama tiga hari. Menampilkan 21 karya ogoh-ogoh terbaik dari para Sekaa Teruna se-Kabupaten Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3).

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta lomba yang telah menampilkan kreativitas dan inovasi seni sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Badung bersama seluruh jajaran menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta lomba ogoh-ogoh yang telah menunjukkan kreativitasnya serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga pelaksanaan lomba ogoh-ogoh dalam rangka Badung Çaka Festival ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” ucap Bupati.

Adi Arnawa juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan para penonton yang sejak pembukaan hingga malam penutupan tetap menjaga ketertiban dan disiplin selama menyaksikan jalannya lomba. Menurutnya, partisipasi masyarakat yang tertib merupakan indikator penting keberhasilan sebuah penyelenggaraan festival budaya.

“Sejak awal pembukaan lomba ogoh-ogoh ini saya melihat para penonton duduk dengan tertib dan rapi. Ini luar biasa. Mari kita berikan tepuk tangan untuk masyarakat kita yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menikmati sebuah pertunjukan seni budaya,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang. Ia bahkan berjanji akan menghadirkan konsep penyelenggaraan yang lebih spektakuler pada Badung Çaka Festival 2027.

“Saya berjanji pada Badung Çaka Festival tahun 2027 nanti akan kami tampilkan yang lebih wah lagi. Tempat pelaksanaan lomba ogoh-ogoh ini akan kami tata lebih baik sehingga penonton bisa lebih nyaman dan menikmati setiap penampilan dengan lebih maksimal,” jelasnya.

Baca Juga  Dorong Kreativitas ST dan Yowana, Anggota DPRD Badung Nyoman Sudana Dukung Hadiah Fantastis Lomba Ogoh-ogoh BCF 2026

Sebagai bagian dari peningkatan fasilitas, pemerintah juga merencanakan penambahan layar LED berukuran besar di area venue agar seluruh masyarakat dapat menyaksikan penampilan ogoh-ogoh dengan lebih jelas.

“Nanti di sisi kiri dan kanan venue akan kami pasang layar LED yang besar, sehingga masyarakat yang berada di berbagai sudut tetap bisa menyaksikan penampilan ogoh-ogoh dengan baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat menjadi landasan penyempurnaan festival pada masa mendatang.

“Pada malam terakhir ini kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan Badung Çaka Fest masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Mudah-mudahan ke depan festival ini bisa kita selenggarakan dengan lebih baik, lebih meriah dan lebih membanggakan,” ungkapnya.

Usai acara penutupan, Bupati Adi Arnawa kepada awak media menilai kualitas ogoh-ogoh yang ditampilkan tahun ini sangat luar biasa. Bahkan menurutnya, tingkat kreativitas yang tinggi membuat tim juri menghadapi tantangan dalam menentukan pemenang.

“Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan Lomba Ogoh-ogoh Badung Çaka Fest 2026. Saya melihat karya-karya ogoh-ogoh yang ditampilkan benar-benar luar biasa. Bahkan mungkin tim juri juga sedikit kebingungan menentukan siapa yang menjadi pemenangnya karena semuanya menampilkan kreativitas yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas karya ogoh-ogoh tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Badung memiliki potensi besar generasi muda di bidang seni dan budaya. Ini membuktikan bahwa di Badung ternyata banyak talenta-talenta muda yang sangat luar biasa di bidang seni. Anak-anak muda kita mampu menampilkan karya ogoh-ogoh yang kreatif, inovatif dan memiliki nilai artistik yang tinggi,” katanya.

Baca Juga  Pemenang Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali Tahun 2022

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penyelenggaraan lomba ogoh-ogoh tidak hanya dimaknai sebagai tradisi menjelang Nyepi, tetapi juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, gagasan dan ekspresi seni yang konstruktif.

“Badung Çaka Fest ini bukan hanya bagian dari rangkaian perayaan Nyepi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda khususnya Sekaa Teruna untuk menampilkan ide-ide kreatifnya yang sejalan dengan visi pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pemenang maupun peserta yang belum berhasil meraih juara agar tetap menjadikan ajang ini sebagai motivasi untuk terus berkarya.

“Bagi yang nantinya menjadi pemenang saya ucapkan selamat, tetapi jangan jumawa. Teruslah berkarya dan berinovasi. Sementara bagi yang belum mendapat kesempatan menjadi juara, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus melangkah maju dan memunculkan ide-ide kreatif yang lebih baik lagi,” pesannya.

Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan seni tradisi, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan bantuan hibah kepada karya ogoh-ogoh yang dinilai layak tampil di Puspem Badung, meskipun tidak meraih juara.

“Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada karya seni yang dibuat oleh sekaa teruna. Bukan hanya juara yang kami hargai, tetapi semua karya yang memiliki kualitas dan kreativitas tinggi. Pemerintah ingin memberikan ruang dan posisi bagi para seniman muda kita untuk terus berkembang,” tegasnya.

Acara penutupan turut dihadiri anggota DPRD Badung I Made Yudana, I Wayan Loka Astika dan I Made Rai Wirata, Forkopimda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab. Badung, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta serta Ketua Gatriwara Badung Ny. Gusti Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Serahkan Piala Bergilir Walikota Lomba Ogoh-ogoh

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  Wabup Bagus Alit Sucipta Buka Lomba Ogoh-ogoh Sempidi Kwanji "Bhandana Bhukala"

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kemenag Buleleng Gelar Utsawa Jnananing Sad Dharma #3

Merajut Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Seni, Budaya dan Teknologi

Loading

Published

on

By

Wabup Supriatna Buka Utsawa Jnananing Sad Dharma #3
BUKA UTSAWA: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna berfoto bersama usai membuka puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Hindu, ajang puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 resmi digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10).

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang ekspresi dan pendalaman ajaran agama Hindu ini menyuguhkan berbagai mata lomba bernafaskan seni, budaya, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti Dharma Wacana, Dharma Gita, Cipta Lagu Religi, Puja Tri Sandhya, Geguritan, hingga lomba video pendek.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya agenda tahunan yang diinisiasi para penyuluh agama ini. Dalam sambutannya, pihaknya menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap langkah strategis dalam membimbing generasi penerus bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Utsawa Jnananing Sad Dharma yang ketiga ini oleh kelompok penyuluh bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ini adalah kegiatan yang sangat positif, khususnya di Kabupaten Buleleng, di mana kita memberikan kesempatan buat generasi kita untuk mendalami sisi budaya dan agama Hindu lewat berbagai lomba yang kaya filosofi serta seni budaya,” ujar Supriatna.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya demi memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda melalui sarana sastra, Dharma Gita, hingga Dharma Wacana.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, turut mengapresiasi langkah progresif para penyuluh agama Hindu di Buleleng yang mampu meleburkan diri dengan dinamika adat, seni, dan budaya lokal.

Menurutnya, Utsawa Jnananing Sad Dharma merupakan manifestasi nyata dalam membangun etika, budi pekerti, dan karakter melalui sastra agama, melalui sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan para penyuluh.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Serahkan Piala Bergilir Walikota Lomba Ogoh-ogoh

Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seremonial, tetapi konsisten menjadi cetakan lahirnya generasi muda Hindu Buleleng yang cerdas, berkarakter, moderat, dan berdaya saing global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung Libatkan 131 Pelaku Usaha, Transaksi Capai Rp 322 Juta dalam Hitungan Jam

Published

on

By

Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). Kegiatan yang melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang lokal tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Provinsi Bali dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM) di Bali.

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan kelanjutan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dirintis sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Program tersebut berawal dari Pasar Gotong-royong pada masa pandemi Covid-19 untuk membantu pemasaran produk UMKM lokal yang terdampak, kemudian berlanjut melalui kegiatan Penggak PKK.

Memasuki periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, program tersebut kembali dilanjutkan melalui Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan secara bergilir di kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ny. Putri Koster berharap Pasar Rakyat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dimungkinkan karena pedagang yang dilibatkan merupakan produsen atau pedagang langsung sehingga rantai distribusi dapat diperpendek.

Selain menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, Pasar Rakyat juga dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi dan penguatan sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Ny. Putri Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Badung dan berharap program serupa dapat dikembangkan hingga tingkat kecamatan untuk memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan kepada 100 warga kurang mampu di Kabupaten Badung. Setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras, dua krat telur, satu liter minyak kelapa (tandusan), serta dua paket belanja yang disediakan oleh TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota.

Baca Juga  Tak Semua Laporan Terbukti! Panitia Luruskan Dugaan Pelanggaran Lomba Ogoh-ogoh Badung

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan TP PKK Provinsi Bali dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang, terdiri atas 39 IKM, 64 UMKM kuliner dan olahan pangan, serta 28 pelaku usaha produk pertanian. Kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran stan Turyapada Tower dan Bali Chef Community.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Hingga pukul 09.30 WITA, nilai transaksi penjualan tercatat telah mencapai Rp 322 juta. Rasniathi optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WITA, bahkan berpotensi melampaui capaian transaksi Pasar Rakyat yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya.

Penyelenggaraan Pasar Rakyat juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain aksi gotong royong membersihkan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, lomba mewarnai dan kolase tingkat TK se-Kabupaten Badung, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, serta kegiatan jalan santai dan senam pada sore hari.

Melalui perpaduan kegiatan pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan aktivitas kemasyarakatan, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran TP PKK dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca