Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati dan Wabup Badung Serahkan Bantuan Rp 2 Juta/KK untuk Umat Islam

BALIILU Tayang

:

bantuan hari raya badung
SERAHKAN BANSOS: Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan Bantuan Sosial keagamaan sebesar Rp. 2 juta per KK menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat yang beragama Islam, di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (9/3) (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial berupa uang sebesar Rp. 2 juta per KK menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri secara simbolis kepada masyarakat di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (9/3).

Acara ini dirangkaikan dengan penyerahan tong komposter ke-9 dan kompos bag 49 kepada perwakilan 9 masjid yang berada di Kecamatan Kuta Utara, sebagai dukungan dan komitmen dalam pengelolaan sampah berbasis sumber yang terpola dan terpadu.

Bupati Wayan Adi Arnawa yang ditemui seusai acara menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen dari Pemkab Badung untuk meringankan beban masyarakat khususnya yang beragama Islam di Kabupaten Badung menjelang hari raya Idul Fitri yang akan datang.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini beban masyarakat Muslim kami bisa sedikit teratasi. Ketika menjelang hari-hari besar keagamaan, itu sering terjadi inflasi dan kami hadir disini melakukan intervensi dalam rangka menumbuhkan daya beli masyarakat sehingga masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya untuk menghadapi hari besar Idul Fitri. Dan mudah-mudahan juga nanti dengan kondisi ini untuk kondusifitas, kerukunan, kesejahteraannya akan semakin bagus, karena bagaimanapun juga itu akan menjadi satu ukuran indikator bagi keberhasilan daripada Badung sebagai daerah pariwisata internasional,” ujarnya

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa dalam menyikapi malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, FKUB Badung bersama tokoh lintas agama sudah menyepakati bahwa umat Muslim yang berada dalam radius 500 meter di sekitar tempat ibadah boleh melaksanakan malam takbiran dan tanpa menggunakan pengeras suara.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Pitra Yadnya ‘’Atma Wedana’’ di Desa Adat Petang

“Kebetulan di tahun 2026 ini, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi itu ada pelaksanaan malam takbiran yang merupakan rangkaian daripada pelaksanaan Idul Fitri. Saya sudah mengimbau, mengajak kepada saudara-saudara umat Muslim, termasuk kita juga, untuk bersama-sama menjaga, bagaimana caranya agar malam takbiran diatur. Bapak Wakil Bupati selaku Ketua FKUB Badung sudah koordinasi dengan para tokoh-tokoh lintas agama untuk membuat kesepakatan bahwa bagi warga yang akan melakukan malam takbiran dimungkinkan dengan jarak 500 meter dari tempat ibadah, jadi jalan kaki tidak boleh memanfaatkan pengeras suara, nah ini kan bagian daripada kita menjaga kerukunan umat beragama kita di Badung,” ungkapnya.

Kadis Sosial Badung I Gde Eka Sudarwitha dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah total KK Penerima Bantuan Sosial untuk Idul Fitri di Kabupaten Badung adalah sebanyak 6.518 KK dengan rincian Kecamatan Abiansemal  186 KK, Kecamatan Kuta 1.887 KK, Kecamatan Kuta Selatan 2.470 KK, Kecamatan Kuta Utara 1.278 KK, Kecamatan Mengwi 542 KK dan Kecamatan Petang 155 KK.

“Adapun rincian penerima di Kecamatan Kuta Utara sebagai berikut, Desa Canggu 14 KK, Desa Dalung 509 KK, Kelurahan Kerobokan Kaja 439 KK, Kelurahan Kerobokan 69 KK, Kelurahan Kerobokan Kelod 24 KK dan Desa Tibubeneng 223 KK,” jelasnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Perwakilan Polres Badung, Tim Perumus Kebijakan Kabupaten Badung, Ketua MUI Badung Faisol Tantowi, para Ketua Organisasi Kewanitaan di lingkungan Pemkab. Badung, Kepala Cabang BPD Mangupura Ida Bagus Made Surawan, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana beserta unsur tripika kecamatan, Lurah/Perbekel beserta Kaling dan Kelian dinas se-Kuta Utara, dan Ketua Yayasan Nurul Hikmah Usman Atapukan. (gs/bi)

Baca Juga  Respon Laporan Gigitan Anjing, Dinas Pertanian dan Pangan Terjunkan Tim Vaksinasi ke Desa Kutuh

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa ‘‘Mendem Pedagingan‘‘ di Pura Dalem Puri Carangsari, Petang

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri HUT Sekaa Teruna Widya Dharma Sayan Baleran Mengwi

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Pitra Yadnya ‘’Atma Wedana’’ di Desa Adat Petang

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca