Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Badung Haturkan Bhakti Penganyar ‘’Karya Ngusaba Kedasa’’ di Pura Ulun Danu Batur

BALIILU Tayang

:

penganyar badung di batur
SERAHKAN PUNIA: Sekda Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia kepada Jero Gede Batur Duhuran saat mengikuti Bhakti Penganyaran Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur Kintamani, Bangli, Senin (1/4). (Foto: Hms Badung)

Bangli, baliilu.com – Kabupaten Badung pada Senin, 1 April 2024 melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli.

Dalam rangka menghaturkan Bhakti Penganyar tersebut, Pemkab Badung dalam kesempatan ini Bupati Badung diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Pimpinan Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Badung beserta ASN Kabupaten Badung melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Ulun Danu Batur Kintamani.

Bhakti Penganyaran Kabupaten Badung di-puput oleh Ida Peranda Gede Oka Watulumbang Griya Megelung Baha. Sebagai bentuk wujud bhakti dan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap karya di Pura Ulun Danu Batur, Sekda Adi Arnawa menghaturkan punia sebesar Rp 25 juta.

Sekda Adi Arnawa seusai sembahyang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang telah bersama-sama dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur berjalan dengan lancar dan sukses.

“Dengan terlaksananya upacara Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, semoga seisi alam ini mendapatkan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” harapnya.

Sementara itu panitia karya menyampaikan terima kasih kepada Sekda Badung bersama OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung yang sudah hadir untuk menghaturkan Bhakti Penganyaran dengan harapan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melimpahkan rahmatnya sehingga Jagat Badung Rahayu. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  ‘‘Megendu Wirasa‘‘ Pecalang Se-Badung, Tingkatkan Konsolidasi
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Karya Atma Wedana MGPSSR, Wawali Arya Wibawa Hadiri Prosesi ‘’Mepandes’’

Published

on

By

pasek
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri upacara Mepandes serangkaian karya Atma Wedana dan Mepandes bersama yang digelar MGPSSR, di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (22/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud komitmen dalam melestarikan adat istiadat dan budaya Bali, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa hadiri upacara Mepandes serangkaian karya Atma Wedana dan Mepandes bersama yang digelar oleh Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (22/7).

Di sela-sela upacara tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi kepada pihak Pasraman yang telah menyelenggarakan upacara Atma Wedana dan Mepandes ini. Di mana, upacara ini merupakan penyucian roh leluhur yang telah tiada agar dapat menyatu dengan Tuhan.

Lebih lanjut dikatakannya, selain penyucian roh leluhur, secara tidak langsung pelaksanaan ini juga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan serta mampu mengurangi biaya dan tenaga dalam pelaksanaan upacara tersebut yang digelar secara massal. Hal ini sejalan dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan upacara ini, dan berharap dapat secara berkelanjutan dilaksanakan sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam pelaksanaan yadnya atau korban suci di kalangan masyarakat,” pungkas Arya Wibawa.

Sementara itu Ketua Panitia, Jro Mangku Wayan Arnata menyampaikan, pelaksanaan upacara ini memang rutin dilaksanakan di Pasraman Widya Graha Kepasekan. Adapun peserta yang mengikuti acara kali ini sebanyak 44 peserta Atma Wedana, dan 109 orang mengikuti upacara Mepandes bersama.

“Puncak pelaksanaan upacara ini jatuh pada tangga 24 Juli 2024 yang diisi dengan upacara Mapurwa Daksina, Mapralina, dan Nganyut ke segara. Penyelenggaraan upacara ini, merupakan wujud implementasi jiwa gotong-royong dan kebersamaan sebagai budaya yang sejak lama tertanam dalam masyarakat di Bali yang dikenal sebagai spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Wayan Arnata. (eka/bi)

Baca Juga  Wujudkan Pelayanan Prima pada DPMPTSP dan Disdukcapil Badung, Bupati Badung Raih Piala Adicita Sewaka Pertiwi

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Hadiri Puncak ‘’Karya Panca Wali Krama’’ Pura Mandara Giri Semeru Agung

Published

on

By

Lumajang, Jatim, baliilu.com – Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya didampingi Sekda Dewa Made Indra dan Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali menghadiri puncak Karya Panca Wali Krama Pura Mandara Giri Semeru Agung. Puncak Karya Panca Wali Krama pada pura yang berlokasi di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu bertepatan dengan Purnama Kasa, Sabtu (Saniscara Pon Shinta), 20 Juli 2024.

Saat Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama rombongan tiba di pura, sedang berlangsung prosesi upacara dan sesolahan Topeng Sidakarya yang dibawakan Wakil Gubernur Bali Periode 2018-2023, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Kehadiran rombongan Pj. Gubernur Mahendra Jaya beserta Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma disambut keluarga besar Puri Agung Ubud, Panglingsir Puri Ageng Mengwi dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Sebelum melaksanakan persembahyangan, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyerahkan Buku Bhagawad Gita kepada Ketua PHDI Lumajang, Teguh Widodo, S.Sos.

Persembahyangan dilaksanakan dua kali yaitu sebelum dan sesudah prosesi nedunang Ida Bhatara. Dalam prosesi nedunang Ida Bhatara, Pj. Gubernur Mahendra Jaya ngaturang ayah dan berkesempatan mundut Ida Bhatara Lingsir tedun dari Padma Naba menuju Peselang. Persembahyangan yang diakhiri dengan nunas tirta dan bija ditutup dengan penyerahan punia oleh Pj. Gubernur Mahendra Jaya kepada Ketua PHDI Lumajang Teguh Widodo.

Selain diikuti Pj. Gubernur Mahendra Jaya bersama rombongan dari Bali, persembahyangan juga melibatkan ribuan Umat Hindu dari kawasan Lumajang dan sekitarnya.

Ditemui di sela-sela upacara, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati selaku Manggala Karya menerangkan, prosesi upacara berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Selama upacara berlangsung, dipentaskan beberapa Tari Wali dari Bali dan Tengger. Ditambahkan olehnya, Ida Bhatara akan nyejer selama 15 hari dan akan diakhiri dengan upacara nyineb pada 4 Agustus 2024. Selama Ida Bhatara nyejer, setiap hari akan dilaksanakan bakti penganyar oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan beberapa kabupaten di wilayah Jawa Timur secara bergantian.

Baca Juga  Wujudkan Pelayanan Prima pada DPMPTSP dan Disdukcapil Badung, Bupati Badung Raih Piala Adicita Sewaka Pertiwi

Lebih jauh pria yang akrab disapa Cok Ace ini menerangkan, ini adalah Karya Panca Wali Krama yang ketiga sejak berdirinya Pura Mandara Giri Semeru Agung pada 1992. Karya Panca Wali Krama Pura Mandara Giri Semeru Agung diawali dengan rangkaian upacara seperti Mupuk Pedagingan pada 6 Juli 2024, Melasti di 15 Juli 2024, dan Tawur Panca Wali Krama pada 18 Juli 2024. Upacara yang melibatkan umat Hindu Bali dan Jawa Timur ini menggunakan sarana 13 ekor kerbau. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

‘’Piodalan Nyatur Lebah’’ di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji Puspem Badung

Published

on

By

nyatur lebah
KARYA PIODALAN: Sekda I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan serangkaian ‘’karya piodalan Nyatur Lebah’’ di Pura Lingga Bhuwana dan pujawali di Pura Taman Beji DPRD Kabupaten Badung, Sabtu (20/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan persembahyangan serangkaian karya piodalan Nyatur Lebah di Pura Lingga Bhuwana dan pujawali di Pura Taman Beji DPRD Kabupaten Badung yang bertepatan dengan Purnama Kasa, Saniscara Pon Wuku Sinta, (20/7).

Pada acara ini juga, Sekda Badung Adi Arnawa me-launching Tari Baris Giri Bandana yang dipentaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha beserta pejabat dan staf Dinas Kebudayaan Badung.

Selain Tari Giri Bandana juga ditampilkan Tari Rejang Dewa, Tari Legong Kuntul, Tari Rejang Giri Putri, dan Topeng Sidakarya. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata beserta Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Suwartini Parwata, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Nyonya Kristiani Suiasa, Kepala OPD lingkup Kabupaten Badung serta ASN dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Sekda Badung Adi Arnawa mengajak seluruh pegawai di jajaran Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengucapkan syukur atas rahmat Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung, dan mengapresiasi Tari Giri Baris Bandana sebagai upaya untuk melestarikan adat dan budaya Bali, serta menambah pesona dari pariwisata yang ada di Bali

“Upacara di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji ini, selain sebagai bentuk syukur kita, tetapi juga sebagai sarana bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan semoga jagat Bali khususnya jagat Kabupaten Badung mendapat kerahayuan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha menyampaikan bahwa Tari Baris Giri Bandana merupakan Tari Baris Ritual yang menyimbolkan spirit dari “Asta Mandala Giri” atau Delapan Kekuatan Gunung yang menjaga spirit Bali dan Bali Madya sebagai poros penyatuannya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Dukung Tim E-sport Gryffin Badung

Pangider, pengringkes Dasa Aksara menjadi dasar pijakan dari terwujudnya gerak, iringan, vokal dari tari ini sebagai wujud persembahan kepada para Dewa untuk mewujudkan suatu keseimbangan energi dan kesejahteraan jagat. Kuttara Kanda Dewa Purana Bangsul dan Sari Manik Hairawang adalah dasar sastra yang dijadikan referensi dalam terciptanya tari ini,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca