Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badung Jadi Daerah Percontohan Penguatan Komitmen Pelaksanaan SP4N-LAPOR Tingkat Nasional

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa saat mengikuti rapat virtual dengan Kementerian PAN RB Republik Indonesia dari Gedung Badung Command Centre Dinas Kominfo Puspem, Selasa (23/3).

Badung, baliilu.com – Sebagai tindak lanjut atas penandatanganan komitmen bersama, antara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) dalam hal penguatan dan peningkatan kapasitas Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) di Jakarta beberapa waktu lalu, Kementerian PAN RB menetapkan Kabupaten Badung sebagai salah satu daerah percontohan dalam Penguatan Komitmen Pelaksanaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) di tingkat nasional.

Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengikuti rapat virtual dengan Kementerian PAN RB Republik Indonesia berkenaan dengan Penguatan Komitmen Pelaksanaan SP4N-LAPOR di enam wilayah percontohan di antaranya Kabupaten Badung, Kabupaten Sleman, Kabupaten Tangerang, Provinsi Bali, Provinsi Yogyakarta dan Provinsi Sumatera Barat dari Gedung Badung Command Centre Dinas Kominfo Puspem, Selasa (23/3).

Turut mendampingi Wakil Bupati, Inspektur Luh Suryaniti, Kadis Kominfo I Gst Ngr Jaya Saputra, Kabag Organisasi I Wayan Putra Yadnya, Kabag Pembangunan AA. Putri Mas Agung dan Kabag Humas Made Suardita.

Wabup Suiasa atas nama Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan terima kasih kepada Kemenpan RB karena sudah menetapkan Kabupaten Badung sebagai salah satu daerah percontohan dalam Penguatan Komitmen Pelaksanaan SP4N-LAPOR di tingkat nasional. “Tentu ini akan menjadi pemantik bagi kami untuk mewujudkan good government, maupun dalam hal penguatan dan peningkatan kapasitas Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di wilayah Kabupaten Badung,” ujarnya.

Suiasa juga menyambut baik dan mendukung penguatan komitmen pelaksanaan SP4N-LAPOR yang difasilitasi oleh KemenPAN RB. Menurutnya, komitmen ini sangat penting artinya bagaimana daerah mampu mengimplementasikan SP4N-LAPOR di daerah masing-masing dalam upaya meningkatkan pelayanan pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik di daerah. “Kami menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung komit menjadi daerah percontohan pelaksanaan penguatan kapasitas E-Governance melalui peningkatan kapasitas sistem pengaduan pelayanan publik nasional SP4N-LAPOR, secara terintegrasi di Indonesia yang didukung oleh KOICA dan UNDP,” katanya.

Selanjutnya Wabup Suiasa juga mengungkapkan, pengaduan publik merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik. Sesuai dengan amanat UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, bahwa instansi pemerintah wajib menyediakan unit pengaduan pelayanan publik. “Pemkab Badung sudah membuat kanal pengaduan online masyarakat yang dinamakan dengan SIDUMAS (sistem pengaduan masyarakat) yang berfungsi untuk menampung semua masukan masyarakat berkenaan dengan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemkab Badung. Kami berharap kepada KemenPAN RB agar mengintegrasikan SP4N-LAPOR dengan SIDUMAS sehingga kami mampu meningkatkan kapasitas kualitas sistem pengaduan pelayanan publik, agar memudahkan masyarakat Badung untuk menyampaikan pengaduan,” pungkasnya. 

Sementara itu Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB, Diah Natalisa menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 76 tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik. Kementerian PAN-RB bersama lembaga mitra pembangunan United Nations Development Programme (UNDP) dan The Korea International Cooperation Agency (KOICA) bekerja sama dalam peningkatan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (SP4N-LAPOR), baik di tingkat nasional maupun daerah melalui program “KOICA-UNDP Partnership for Capacity Development for an Integrated National Complaint Handling System (SP4N-LAPOR) in Indonesia”.

Sebagai koordinator Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), menurutnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyiapkan road map SP4N 2020-2024. Peta jalan tersebut dianggap penting dalam penguatan SP4N yang saat ini menggunakan platform Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). “Penyusunan strategi ini bertujuan untuk mewujudkan sistem pengelolaan pengaduan yang memiliki respons dan solusi cepat serta terpercaya terhadap aduan masyarakat.” ujarnya. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bawa Misi Lingkungan, Gubernur Koster Lepas Kontingan Pramuka Bali Menuju Jambore Nasional XII di Cibubur

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.
LEPAS KONTINGEN: Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah Gerakan Pramuka Bali melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah Gerakan Pramuka Bali melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur. Pelepasan kontingen yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/8), ditandai pemakaian jaket dan penyerahan bendera oleh Gubernur Koster kepada pimpinan kontingen. Kontingen Bali yang berjumlah 352 orang ini membawa misi lingkungan dengan menerapkan budaya pengelolaan sampah berbasis sumber dan meminimalisir penggunaan plastik selama mengikuti Jambore.

Gubernur Koster dalam arahannya menyampaikan rasa bahagia karena dapat hadir di tengah-tengah adik-adik Pramuka. Ia pun terkenang dengan masa sekolah, dimana dirinya juga aktif di kegiatan Pramuka.

Menurut pendapatnya, Pramuka adalah gerakan positif yang bertujuan membangun disiplin, karakter dan jati diri generasi muda.

Dia menambahkan, gerakan ini sejalan dengan program Pemprov yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Bali yang unggul. SDM unggul yang dimaksud bukan semata cerdas secara intelektual, namun memiliki karakter, jati diri dan memegang teguh identitas sebagai orang Bali.

“Kalau kemampuan kognitif dan profesionalnya itu nomor dua. Yang pertama harus baik dan beradab,” ujarnya.

Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini kemudian menyinggung karakter orang Bali yang dikenal santun dan baik. “Jumlah kita sedikit, tapi karakter itulah yang menjadi keunggulan SDM kita sehingga banyak yang jago dan mampu berkiprah di kancah nasional,” imbuhnya.

Ia berharap, adik-adik yang tergabung dalam gerakan Pramuka menunjukkan jati diri dan karakter sebagai orang Bali.

Menutup arahannya, Gubernur Bali dua periode ini berpesan agar peserta Jambore menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh kegiatan dengan baik.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Sebab kegiatan ini akan membangun semangat kompetisi, Nak Bali harus jengah dan tunjukkan yang terbaik,” pungkasnya.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam laporannya merinci, 352 kontingen terdiri dari 288 Pramuka Penggalang, 36 Pembina Pramuka atau pendamping, 18 pimpinan kontingen cabang dan 10 pimpinan kontingen daerah.

Kontingan Bali akan mengikuti pertemuan akbar Pramuka Penggalang di Cibubur dari tanggal 12 hingga 21 Agustus 2026.

“Pemilihan peserta telah melalui seleksi, pemusatan latihan dan pembekalan yang matang,” terangnya.

Selama mengikuti Jambore, selain memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, Kontingan Bali juga membawa misi lingkungan dengan penerapan budaya pengelolaan sampah berbasis sumber dan meminimalisir penggunaan plastik. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Pelantikan Pengurus GPEI, Gubernur Koster Ingin Bali Jadi Hub Ekspor Produk Nusantara

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah GPEI Bali di Teater Saba, The Keranjang Bali, Kuta.
PENGUKUHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster ingin Bali menjadi hub ekspor produk yang dihasilkan berbagai daerah di Indonesia. Karena menurutnya, Bali punya ekosistem ekspor yang baik karena sudah dikenal dunia.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8).

Lebih lanjut ia memberi gambaran, secara faktual selama ini Daerah Bali telah menjadi hub ekspor bagi produk dari berbagai daerah di Nusantara.

“Faktanya sekarang sebenarnya sudah jadi hub, hanya saja belum dipolakan dan dikelola,” ucapnya.

Jika dipolakan dan dikelola dengan baik, ia yakin pertumbuhan ekspor Indonesia akan semakin meningkat.

“Karena Bali sudah punya branding dan standar mutu yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah bersertifikat ekspor dari Bali, pasti laku. Itu yang membuat barang-barang yang dikirim dari Bali diterima oleh pasar dunia,” ujarnya.

Agar harapan ini bisa terwujud, saat ini pihaknya tengah menyiapkan Pusat Kebudayaan Bali yang pada Desember 2026 dijadwalkan masuk proses tender. “Kita berharap zona inti tuntas tahun 2027 dan mulai kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola zona komersial. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali Expo. Doakan semoga segera terwujud,” imbuhnya.

Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini menyinggung pentingnya peran ekspor karena mampu meningkatkan nilai jual komoditi, baik itu hasil pertanian atau produk kerajinan. Agar nilai jualnya lebih meningkat, Koster menyarankan agar ekspor tak hanya fokus pada komoditi mentah. “Kalau bisa, ekspor juga produk olahan supaya nilai jual naik,” sarannya.

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPD GPEI Bali yang baru dikukuhkan. “Jadikan ini sebagai momentum untuk memajukan sektor perdagangan Daerah Bali agar lebih banyak komoditi yang menembus pasar ekspor,” katanya.

Wamendag Dyah Roro menambahkan, tahun ini pemerintah menargetkan nilai ekspor bisa mencapai $315 miliar dan saat ini baru terealisasi $218 miliar. Ia optimis, dengan potensi yang dimiliki berbagai daerah utamanya Daerah Bali, target itu bakal tercapai. Khusus untuk Bali, Dyah Roro memberi perhatian pada produksi seperti salak, manggis dan buah tropis lainnya yang sangat diminati pasar internasional.

Ketua Umum DPD GPEI Bali yang baru dilantik, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster. “Terima kasih, ini adalah bentuk perhatian dan konsern Bapak Gubernur pada sektor perdagangan, khususnya ekspor,” ucapnya.

Ia berkomitmen melanjutkan visi meningkatkan kontribusi Bali untuk target ekspor nasional. Sependapat dengan Gubernur Koster, ia menilai Daerah Bali layak menjadi hub ekspor produk nusantara. “Tak hanya menjadi pusat keuangan, kami ingin Bali menjadi pusat perdagangan produk Nusantara dan trade tourism,” tambahnya.

Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali ditandai dengan penyerahan pataka oleh Sekjen DPP GPEI Toto Dirgantoro kepada Ketua Umum DPD GPEI Bali Ngurah Sunu. Acara juga diisi pelepasan ekspor perdana salak gula pasir seberat 3,5 ton dengan nilai $ 13.000 ke Tiongkok. Pelepasan truk pengangkut salak gula pasir ditandai pengibasan bendera oleh Wamen Dyah Roro, diikuti Gubernur Koster dan sejumlah undangan yang membunyikan cengceng. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Ajak Perempuan Bali Berani Jadi Womenpreneur Tanpa Tinggalkan Jati Diri

Published

on

By

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster menghadiri talkshow Perempuan Bali Berdaya di Atrium Icon Mall, Sanur.
HADIRI TALKSHOW: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri talkshow inspiratif bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” di Atrium Icon Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Adat dan tradisi tidak pernah mengekang perempuan Bali untuk berwirausaha. Lahir dan tumbuh dalam adat serta tradisi yang kuat, perempuan Bali dikenal tangguh dalam menjalankan berbagai perannya, baik dalam keluarga, kehidupan adat, maupun ranah publik.

“Adat, budaya, dan tradisi Bali selalu memberikan peluang bagi perempuan untuk mandiri,” ungkap Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri talkshow inspiratif bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” di Atrium Icon Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026).

Putri Koster menjelaskan bahwa perempuan Bali tidak hanya menjalankan tugas domestik, tetapi juga memiliki hak untuk mengembangkan potensi, mengejar minat, dan mewujudkan cita-citanya di ranah publik. Salah satunya dengan menjadi perempuan pengusaha atau womenpreneur.

Womenpreneur harus memiliki jiwa yang kuat dan pantang menyerah. Jika jatuh, bangkit lagi. Harus memiliki visi dan tujuan, serta disiplin dan inovatif,” imbuhnya.

Menurutnya, karakter tangguh dan pantang menyerah telah melekat pada diri perempuan Bali. Hal tersebut tercermin dari kemampuan mereka dalam membagi waktu dan menjalankan berbagai tanggung jawab, mulai dari urusan rumah tangga, kegiatan adat dan tradisi, hingga pekerjaan serta aktivitas di ruang publik.

“Jangan takut, lakukan saja. Ibu yakin perempuan Bali pasti bisa. Namun, semuanya tetap harus dijalankan secara seimbang. Jangan sampai melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga,” katanya.

Putri Koster menjelaskan bahwa bagaimanapun perempuan memiliki peran penting sebagai ibu dan istri dalam keluarga, mendampingi suami, serta menjadi benteng utama dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan bahwa sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan.

“Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu menopang perekonomian daerah dan nasional, sekaligus menciptakan efek berganda yang positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Dyah Roro menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan bersama pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk memajukan UMKM dan sektor industri melalui berbagai program serta fasilitas yang tersedia.

Lebih lanjut, Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi perempuan Bali agar tidak takut memulai usaha dan berani menjadi womenpreneur.

Menurutnya, semakin banyak perempuan yang membangun dan mengembangkan UMKM lokal, seperti industri kerajinan, tenun, dan sektor kreatif lainnya, semakin besar pula peluang produk lokal untuk berkembang dan naik kelas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca