Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hadiri Pelantikan Pengurus GPEI, Gubernur Koster Ingin Bali Jadi Hub Ekspor Produk Nusantara

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah GPEI Bali di Teater Saba, The Keranjang Bali, Kuta.
PENGUKUHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster ingin Bali menjadi hub ekspor produk yang dihasilkan berbagai daerah di Indonesia. Karena menurutnya, Bali punya ekosistem ekspor yang baik karena sudah dikenal dunia.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8).

Lebih lanjut ia memberi gambaran, secara faktual selama ini Daerah Bali telah menjadi hub ekspor bagi produk dari berbagai daerah di Nusantara.

“Faktanya sekarang sebenarnya sudah jadi hub, hanya saja belum dipolakan dan dikelola,” ucapnya.

Jika dipolakan dan dikelola dengan baik, ia yakin pertumbuhan ekspor Indonesia akan semakin meningkat.

“Karena Bali sudah punya branding dan standar mutu yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah bersertifikat ekspor dari Bali, pasti laku. Itu yang membuat barang-barang yang dikirim dari Bali diterima oleh pasar dunia,” ujarnya.

Agar harapan ini bisa terwujud, saat ini pihaknya tengah menyiapkan Pusat Kebudayaan Bali yang pada Desember 2026 dijadwalkan masuk proses tender. “Kita berharap zona inti tuntas tahun 2027 dan mulai kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola zona komersial. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali Expo. Doakan semoga segera terwujud,” imbuhnya.

Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini menyinggung pentingnya peran ekspor karena mampu meningkatkan nilai jual komoditi, baik itu hasil pertanian atau produk kerajinan. Agar nilai jualnya lebih meningkat, Koster menyarankan agar ekspor tak hanya fokus pada komoditi mentah. “Kalau bisa, ekspor juga produk olahan supaya nilai jual naik,” sarannya.

Baca Juga  Pelajar Asal Badung dan Karangasem Terpilih Wakili Bali di Paskibraka Nasional, Gubernur Koster Minta Tunjukkan Prestasi Terbaik

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPD GPEI Bali yang baru dikukuhkan. “Jadikan ini sebagai momentum untuk memajukan sektor perdagangan Daerah Bali agar lebih banyak komoditi yang menembus pasar ekspor,” katanya.

Wamendag Dyah Roro menambahkan, tahun ini pemerintah menargetkan nilai ekspor bisa mencapai $315 miliar dan saat ini baru terealisasi $218 miliar. Ia optimis, dengan potensi yang dimiliki berbagai daerah utamanya Daerah Bali, target itu bakal tercapai. Khusus untuk Bali, Dyah Roro memberi perhatian pada produksi seperti salak, manggis dan buah tropis lainnya yang sangat diminati pasar internasional.

Ketua Umum DPD GPEI Bali yang baru dilantik, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster. “Terima kasih, ini adalah bentuk perhatian dan konsern Bapak Gubernur pada sektor perdagangan, khususnya ekspor,” ucapnya.

Ia berkomitmen melanjutkan visi meningkatkan kontribusi Bali untuk target ekspor nasional. Sependapat dengan Gubernur Koster, ia menilai Daerah Bali layak menjadi hub ekspor produk nusantara. “Tak hanya menjadi pusat keuangan, kami ingin Bali menjadi pusat perdagangan produk Nusantara dan trade tourism,” tambahnya.

Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali ditandai dengan penyerahan pataka oleh Sekjen DPP GPEI Toto Dirgantoro kepada Ketua Umum DPD GPEI Bali Ngurah Sunu. Acara juga diisi pelepasan ekspor perdana salak gula pasir seberat 3,5 ton dengan nilai $ 13.000 ke Tiongkok. Pelepasan truk pengangkut salak gula pasir ditandai pengibasan bendera oleh Wamen Dyah Roro, diikuti Gubernur Koster dan sejumlah undangan yang membunyikan cengceng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tanggap Darurat Insiden KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban

Published

on

By

KMP Virgo Transport 8 Alami Listing di Masalembo
KECELAKAAN: Insiden kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing (kemiringan) dan lost contact di perairan Laut Jawa. (Foto: Hms SAR)

Banjarmasin, baliilu.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin menyampaikan informasi awal terkait insiden kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing (kemiringan) dan lost contact di perairan Laut Jawa.

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT yang dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT. Virgo Karya Shipping ini sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Salah satunya dengan mendirikan posko di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Posko ini bertujuan untuk penanganan serta membangun koordinasi intensif dengan pihak terkait seperti Basarnas, BUP PT. Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT. Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal serta pihak keluarga.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan kronologi awal kejadian di mana kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada tanggal 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Berdasarkan data manifes, kapal membawa total 243 orang di atas kapal (30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet) beserta 89 unit muatan kendaraan.

“Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” ujar Heri Purwanto.

Baca Juga  Rektor Unud: Program Gubernur Koster Disambut Positif Warga Kurang Mampu

Sementara itu, upaya evakuasi dan penanggulangan di lapangan langsung dilaksanakan oleh unsur SAR gabungan bersama BASARNAS Banjarmasin, serta dibantu oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni KM. Hai Da, MT. Mau Ha, dan TB. TCP. Selain itu, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin turut mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.

“Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung,” ungkapnya.

Terkait dugaan sementara penyebab kecelakaan baik dari faktor alam, faktor teknis, maupun faktor manusia serta dampak terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, dan harta benda lainnya, pihak KSOP menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap investigasi serta konfirmasi lanjutan.

“KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bawa 243 Orang, Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Area Masalembo

Published

on

By

Infografis Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Masalembo
Infografis Kapal Virgo Transport 8. (Foto: SAR)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya memberangkatkan KN SAR 249 Permadi dan Helikopter HR-3601 dalam rangka mendukung pencarian kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9).

Kapal Virgo Transport 8 dengan data penumpang 243 orang tersebut diketahui hilang kontak sekitar pukul 01.00 WIB setelah sebelumnya dilaporkan sedang menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Kantor SAR Banjarmasin yang menerima informasi ini langsung memberangkatkan satu tim rescue menuju Dermaga SAR Basirih pada pukul 04.30 WITA untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

Guna mendukung upaya pencarian tersebut, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M. memberangkatkan KN SAR 249 Permadi dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu (13/9) pukul 08.30 WIB untuk menuju area pencarian Kapal Virgo Transport 8.

“KN SAR 249 Permadi berangkat diawaki oleh 11 orang kru kapal dan membawa 4 orang rescuer Kantor SAR Surabaya juga 2 orang Polairud Polda Jatim” jelas Nanang.

Tidak hanya KN SAR 249 Permadi, Helikopter HR 3601 juga diberangkatkan dari Skuadron 400 Lanudal Juanda pada pukul 08.22 WIB untuk mendukung Kantor SAR Banjarmasin dalam pencarian Kapal Virgo Transport 8. Helikopter dengan lima kru dan 2 rescuer Kantor SAR Surabaya diperkirakan tiba di Banjarmasin sekitar pukul 10.31 WIB dan akan berkoordinasi dengan SAR Mission Coordinator (SMC) operasi SAR ini yakni I Putu Sudayana, S.E., M.A.P., Kepala Kantor SAR Banjarmasin.

Sementara itu, update KM Virgo Transport 8 pada Minggu, 13 September 2026 pukul 11.35 WIB,

Baca Juga  Pelajar Asal Badung dan Karangasem Terpilih Wakili Bali di Paskibraka Nasional, Gubernur Koster Minta Tunjukkan Prestasi Terbaik

Kapal KM Virgo Transport 8 (RORO) tersebut melakukan perjalanan rute Surabaya ke Banjarmasin yang berangkat Sabtu, 12 September 2026 pukul 10.13 WIB. Kemudian hilang kontak Minggu, 13 September 2026 pukul 02.00 WITA / 01.00 WIB.

Dari informasi SAR bahwa kapal terbalik karena dihantam cuaca buruk yang mengakibatkan kapal miring ekstrem, lalu terbalik. Posisi terakhir kapal: 4°31’51.82″S 114°02’06.88″E — ±80 mil laut dari Banjarmasin (area Masalembo). Total di atas kapal: 243 orang (penumpang + ABK).

Data terkini jumlah korban dan berhasil dievakuasi yakni selamat dievakuasi 115 orang, ditemukan meninggal dunia 1 orang, dan masih dalam pencarian ±127 orang. Masih diverifikasi/diproses 70 orang (data awal).

SAR menginformasikan bahwa angka masih berkembang karena pendataan belum final. Perbedaan angka berasal dari proses verifikasi yang masih berlangsung di lapangan.

Sedangkan kapal yang membantu evakuasi di antaranya TB TCP sebanyak 38 orang, TB Majuhan IX sebanyak 16 orang (15 selamat + 1 meninggal) dan MV Handa sebanyak 32 orang.

Tim SAR Gabungan yang dikerahkan yakni KN SAR Laksmana 241 (Banjarmasin), KN SAR 249 Permadi + helikopter (Surabaya), Helikopter Dauphin AS 365 N3+ dari Lanudal Juanda, dan Posko keluarga: Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya & Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana menyampaikan bahwa pencarian akan dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Dorong Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas

Published

on

By

Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III
BUKA PKKF 2026: Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan kreativitas masyarakat kembali diwujudkan melalui kehadiran Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sekaligus membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mendorong aktivitas positif yang mampu menggerakkan masyarakat dan perekonomian lokal.

Pembukaan festival turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kerambitan bersama unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Pangkung Karung, Ketua Pelangi Tabanan, serta para peserta festival. Sejak pagi, Area Subak Serongga telah dipadati antusiasme masyarakat dan peserta yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan festival layang-layang yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.

Tahun ini, sebanyak 920 peserta dari Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Kota Denpasar turut ambil bagian dalam perlombaan. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat Bali terhadap permainan tradisional layang-layang, sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan budaya di tingkat desa mampu menjadi ruang berkumpul bagi berbagai komunitas.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, tokoh masyarakat, serta para pemekas di Desa Dinas dan Desa Adat Pangkung Karung yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang hampir mencapai seribu orang menjadi bukti bahwa festival ini memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota ke Tabanan.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, para tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Pangkung Karung Kite Festival ini. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Ribuan masyarakat datang ke Desa Pangkung Karung, dan tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita sebagai masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Baca Juga  Gubernur Koster Adakan 1 Unit Lab Keyboard Aksara Bali ke Semua SMAN/SMK Negeri di Bali

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan terus membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk menjadikan Tabanan sebagai tempat berkumpul dan melaksanakan kegiatan positif. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Tabanan yang terbuka dan ramah terhadap masyarakat dari berbagai daerah.

“Kami ingin Tabanan menjadi salah satu titik berkumpul bagi berbagai komunitas, baik komunitas layang-layang, mancing, otomotif, maupun komunitas lainnya. Silakan datang dan berkegiatan di Tabanan. Pemerintah bersama masyarakat Tabanan tentu sangat terbuka dan menyambut kehadiran masyarakat dari berbagai daerah. Inilah bagian dari keramahan dan semangat kebersamaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Menurut Bupati Sanjaya, kegiatan yang mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Lebih dari itu, festival layang-layang menjadi ruang untuk mempertahankan hobi, budaya, kearifan lokal, serta nilai gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, terutama UMKM di sekitar lokasi. Membuat sebuah layang-layang hingga dapat diterbangkan tinggi membutuhkan proses yang panjang, kreativitas, kerja sama, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.

Bupati Sanjaya berharap Pangkung Karung Kite Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan berkembang menjadi event yang mampu menarik lebih banyak pecinta layang-layang, bahkan hingga tingkat dunia. Ia juga mengapresiasi pemanfaatan hamparan persawahan sebagai lokasi kegiatan yang sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pangkung Karung Kite Festival III, I Wayan Arjawa, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Sanjaya, terhadap pelestarian permainan tradisional layang-layang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai wadah pelestarian permainan tradisional, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta menumbuhkan kreativitas dan sportivitas generasi muda.

Baca Juga  Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Gubernur Koster Ingin Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi Se-Bali

Dalam festival ini, terdapat 17 kategori layangan yang dilombakan dengan penilaian secara objektif oleh dewan juri. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyiapkan dua piala bergilir Desa Pangkung Karung, piagam penghargaan bagi para juara, satu piala bagi pengirim peserta terbanyak, serta enam piala untuk masing-masing kategori dan penghargaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca