Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali International Trail Run 2025 Digelar

3.000 Pelari Ramaikan Perayaan HUT Ke-80 RI di KEK Kura Kura Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

bali international trail run
BITR: Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tumpah ruah memeriahkan Bali International Trail Run (BITR) 2025, Sabtu (9/8) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. (Foto: Hms KEK Kura Kura Bali)

Denpasar, baliilu.com –  Gegap gempita semangat kemerdekaan bergelora di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali pagi ini. Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tumpah ruah memeriahkan Bali International Trail Run (BITR) 2025, sebuah ajang olahraga yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (Sabtu, 9/8).

Pelari cilik berusia 12 tahun asal Denpasar, Pande Made Arkana Ganesh Suta mengungkapkan bahwa medan yang dilalui membuat dirinya merasakan pegal di kakinya. “Saya mengikuti kategori 5K. Seru sih rintangannya, melewati pohon-pohon yang tertutup. Semoga di tahun depan saya bisa finish pertama,” harapnya.

Sejalan dengan tema HUT RI ke-80, kegiatan ini bertujuan untuk membubuhkan semangat nasionalisme sekaligus melestarikan kesenian budaya daerah serta tetap menjaga kesehatan. Semarak kegembiraan dimulai sejak pukul 05.45 WITA untuk kategori 10K dan pukul 06.00 WITA untuk kategori 5K. Sebanyak 3.000 pelari memulai langkah penuh semangat di lintasan yang unik sekaligus memukau. 1.000 peserta menaklukkan rute 10K, sementara 2.000 peserta lainnya berlari di jalur 5K. Variasi kontur lintasan—mulai dari jalan paving, tanah, hingga pasir—menjadi ujian ketangguhan diri dilengkapi suguhan panorama tropis Pulau Serangan yang berpadu harmonis dengan nuansa budaya Bali. Derap langkah para pelari berpacu dengan irama baleganjur dan sorak-sorai, menciptakan atmosfir perayaan yang meriah. Atribut merah putih menghiasi lautan peserta, menggambarkan persatuan yang melintasi usia, latar belakang, dan asal daerah.

Tidak main-main, antusiasme juga hadir dari pelari asal Prancis yaitu Denis Langlois yang telah berusia 59 tahun. Dirinya mengakui bahwa sebelum Covid-19 ia pernah berlari di daerah Serangan, kini BITR 2025 memberikan ruang untuk dirinya bernostalgia. “Saya sangat menikmati acara ini, saya harap ini akan diselenggarakan lagi. Serangan sangat indah!” ungkapnya.

Baca Juga  Bali Kibarkan 10 Juta Bendera Merah Putih Sambut HUT Ke-80 RI dan Hari Jadi Ke-67 Provinsi

Tak hanya para pelari yang merasakan euforia, ribuan pengunjung turut hadir sebagai pendukung, penggemar olahraga, dan keluarga yang ingin merayakan kemerdekaan di ruang publik terbuka. Area finish pun menjelma menjadi festival rakyat: stan UMKM, booth interaktif komunitas, hingga panggung hiburan yang dimeriahkan oleh grup musik lokal, Crazy Horse Band dan Ray Peni Band.

Sebagai puncak kemeriahan, Bali International Trail Run 2025 menghadirkan momen yang dinantikan semua peserta: pengumuman pemenang penghargaan dan doorprize. Sorak-sorai pecah ketika Best Performance, Best Costume, serta Best Content diumumkan, menandai apresiasi atas kreativitas dan semangat para pelari. “Ini pakaian asal Banyuwangi yaitu Tari Gandrung. Saya kalau lari sampai podium rasanya tidak kuat, jadi saya mau mencari nominasi best costum,” ujar Nor Cholifah, perempuan asal Banyuwangi yang turut memeriahkan acara dengan kostum Tari Gandrungnya.

Tensi kegembiraan semakin memuncak saat hadiah-hadiah utama diundi. Empat unit motor, tiga sepeda listrik, tiga sepeda, satu LED TV, hingga sepuluh hadiah hiburan berhasil membuat lapangan finish seakan berguncang oleh teriakan dan tepuk tangan.

Dalam pidatonya, Kepala Polisi Daerah Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menyampaikan bahwa acara ini menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. “Akan semakin kita tingkatkan lagi, jumlah peserta maupun kualitasnya agar nantinya menjadi agenda pasti. Tentunya, bisa meningkatkan pariwisata di Bali, sehingga pariwisata Bali semakin berkualitas,” ungkapnya.

Berbagai apresiasi hadir dari setiap lini masyarakat terhadap terselenggaranya BITR 2025. Salah satu bentuk apresiasi datang dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Drs. Dewa Made Indra. “Acara ini luar biasa, rutenya bagus dan menantang. Terima kasih untuk Kura Kura Bali sudah memfasilitasi kegiatan ini. Saya yakin kedepannya akan semakin diminati oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui di tengah lautan pelari.

Baca Juga  Sosialisasi Seleksi Calon Paskibraka Buleleng 2025 Digelar, Kuota Ditambah

Zakki Hakim, Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang merupakan Badan Usaha Pelaksana dan Pengelola (BUPP) KEK Kura Kura Bali, mengatakan, “Bali butuh pariwisata alternatif yang tadinya tergantung pada pariwisata massal. Sport tourism ini salah salah satu trend baru yang mendatangkan turis berbeda atau wisatawan yang lebih berkualitas. Ini bisa menjadi pangsa ekonomi baru buat Indonesia dan Bali bisa menjadi contohnya.” Dalam mendukung terwujudnya Pariwisata Bali yang berkualitas, KEK Kura Kura Bali terus berkomitmen untuk menciptakan ruang bagi ekonomi baru yang tetap mengedepankan budaya, adat, dan tradisi Bali.

Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia — dari KEK Kura Kura Bali, semangat kemerdekaan menjelma menjadi gerak bersama yang menembus batas usia, latar belakang, dan jarak. Dalam setiap langkah, kita merangkai persatuan, menyalakan optimisme, dan menapaki jalan menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Published

on

By

Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dengan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memperoleh laporan terkini mengenai kondisi karhutla, khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta perkembangan penanganan secara keseluruhan di Kalimantan dan Sumatra.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Seskab Teddy.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian melaporkan perkembangan penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Hingga Rabu sore masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” ungkap Suharyanto.

Pemerintah terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menyelesaikan karhutla ini antara lain dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang terus dilakukan secara masif. Kepala BNPB mengatakan bahwa OMC akan dilakukan setidaknya sampai dengan musim hujan kembali normal.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya di Istana Merdeka. Sementara Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan laporan dari tempat masing-masing melalui konferensi video.

Baca Juga  Perdana, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Rapat ini menegaskan perhatian Presiden terhadap perkembangan karhutla di lapangan. Pemantauan harian terus dilakukan agar upaya pemadaman dapat segera menuntaskan sisa titik kebakaran. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp 218,3 Triliun

Published

on

By

Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah telah menuntaskan pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp 218,3 triliun kepada Bank Indonesia (BI). Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa pelunasan tersebut menandai berakhirnya kewajiban pemerintah kepada BI atas obligasi yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis keuangan tahun 1997-1998.

“Utang yang obligasi yang Rp 218,3 triliun itu dibayar, sudah selesai. Sudah tuntas kita bayar. Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Menkeu, pada Selasa, 22 September 2026.

Menurut Menkeu, kewajiban tersebut tercatat sebagai utang pemerintah kepada Bank Indonesia dan secara bertahap dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembayaran terakhir dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sisa surplus Bank Indonesia.

“Bank Indonesia itu ketika beroperasi bisa jadi mengalami surplus. Ketika dia mengalami surplus, maka surplusnya itu ada ketentuannya berapa besar, itu diserahkan kepada kas negara dan kami mencatat sebagai penerimaan negara bukan pajak,” jelasnya.

“Nah, penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini, itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu,” tambahnya.

Meski kewajiban pemerintah kepada Bank Indonesia telah tuntas, Menkeu menegaskan bahwa pelunasan tersebut tidak menghapus hak negara untuk menagih kewajiban para obligor maupun debitur BLBI. Pemerintah tetap memiliki hak tagih terhadap kewajiban yang belum diselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Kalau para debitur itu tercatat sebagai nasabah di bank, bank-nya itu kemudian sudah dilakukan rekap, pernah menerima BLBI atau dilakukan rekapitalisasi, kemudian diambil alih oleh pemerintah, maka pemerintah memiliki hak tagih atas semua debitur yang masih, atas semua kewajiban dari obligor maupun debitur tersebut. Jadi, saya sekaligus pada saat ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut,” tegasnya.

Baca Juga  Diisi Berbagai Kegiatan Lomba Sambut Hut Ke-80 RI, Wawali Arya Wibawa Buka Bulan Bakti Karang Taruna Desa Sumerta Kelod

Pada kesempatan tersebut, Menkeu turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penyelesaian kewajiban tersebut. Pelunasan utang obligasi BLBI dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Indonesia dalam menangani dampak krisis sekaligus menjadi pembelajaran bagi pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makroekonomi Indonesia, sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup. Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas lunas,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri dan Pecalang Perkuat Sinergitas Pengamanan IAWP Ke-63 di Bali

Published

on

By

Polri dan Pecalang Perkuat Pengamanan IAWP di Bali
PENGAMANAN: Pecalang Desa Adat Pedungan ikut terlibat dalam mendukung pengamanan kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara. (Foto: Hms Polri)

Denpasar, baliilu.com – Polri memperkuat sinergitas bersama Pecalang Desa Adat Pedungan dalam mendukung pengamanan rangkaian International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Denpasar, Bali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan tetap menghormati nilai serta kearifan lokal Bali.

Salah satu keterlibatan tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026), yang diikuti para delegasi IAWP dari berbagai negara.

Penyarikan Desa Adat Pedungan Kadek Duwi Cahyadi mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan Pecalang dalam pengamanan rangkaian kegiatan IAWP. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dengan kekuatan pengamanan berbasis desa adat.

“Sinergitas pengamanan antara Pecalang dengan Polri sangat luar biasa. Kami dari Desa Adat Pedungan mengucapkan terima kasih kepada Polri karena sudah melibatkan Pecalang Desa Adat dalam kegiatan ini,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa adat. Karena itu, kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala internasional di Bali.

“Di Bali, eksistensi agama dan budaya itu adalah desa adat. Untuk menjaga eksistensi dan keamanan itu, keberadaan Pecalang menjadi terdepan yang berkolaborasi dan bekerja sama dengan aparatur pemerintah, khususnya Polri,” katanya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), mengatakan sinergitas dengan Pecalang merupakan bagian penting dalam mendukung pengamanan kegiatan internasional sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan kearifan lokal Bali.

“Polri mengapresiasi sinergitas yang terjalin bersama Pecalang dalam pengamanan rangkaian IAWP ke-63. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta tetap menghormati kearifan lokal,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga  Bali Kibarkan 10 Juta Bendera Merah Putih Sambut HUT Ke-80 RI dan Hari Jadi Ke-67 Provinsi

Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui Pecalang turut memperkuat upaya Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan IAWP yang diikuti delegasi dari berbagai negara.

“Sinergitas seperti ini merupakan bentuk kebersamaan dalam menjaga keamanan. Polri bersama masyarakat, termasuk Pecalang, dapat hadir dan bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi seluruh peserta dan delegasi yang hadir di Bali,” katanya.

Sinergitas tersebut juga mencerminkan pendekatan Polri dalam membangun pengamanan dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal. Dalam pelaksanaan IAWP ke-63, keberadaan Pecalang turut mendukung Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi para delegasi dari berbagai negara.

Kadek berharap kolaborasi tersebut dapat terus dipertahankan, khususnya dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang berlangsung di Bali.

“Harapan ke depan, tentu sinergitas ini harus dipertahankan. Budaya tidak bisa dilepaskan dari Bali, sehingga sinergitas pengamanan antara Polri dan desa adat harus terus terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergitas Polri dan Pecalang, pengamanan IAWP ke-63 tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari kekuatan lokal Bali dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan internasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca