Denpasar, baliilu.com – Gegap gempita semangat kemerdekaan bergelora di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali pagi ini. Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tumpah ruah memeriahkan Bali International Trail Run (BITR) 2025, sebuah ajang olahraga yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (Sabtu, 9/8).
Pelari cilik berusia 12 tahun asal Denpasar, Pande Made Arkana Ganesh Suta mengungkapkan bahwa medan yang dilalui membuat dirinya merasakan pegal di kakinya. “Saya mengikuti kategori 5K. Seru sih rintangannya, melewati pohon-pohon yang tertutup. Semoga di tahun depan saya bisa finish pertama,” harapnya.
Sejalan dengan tema HUT RI ke-80, kegiatan ini bertujuan untuk membubuhkan semangat nasionalisme sekaligus melestarikan kesenian budaya daerah serta tetap menjaga kesehatan. Semarak kegembiraan dimulai sejak pukul 05.45 WITA untuk kategori 10K dan pukul 06.00 WITA untuk kategori 5K. Sebanyak 3.000 pelari memulai langkah penuh semangat di lintasan yang unik sekaligus memukau. 1.000 peserta menaklukkan rute 10K, sementara 2.000 peserta lainnya berlari di jalur 5K. Variasi kontur lintasan—mulai dari jalan paving, tanah, hingga pasir—menjadi ujian ketangguhan diri dilengkapi suguhan panorama tropis Pulau Serangan yang berpadu harmonis dengan nuansa budaya Bali. Derap langkah para pelari berpacu dengan irama baleganjur dan sorak-sorai, menciptakan atmosfir perayaan yang meriah. Atribut merah putih menghiasi lautan peserta, menggambarkan persatuan yang melintasi usia, latar belakang, dan asal daerah.
Tidak main-main, antusiasme juga hadir dari pelari asal Prancis yaitu Denis Langlois yang telah berusia 59 tahun. Dirinya mengakui bahwa sebelum Covid-19 ia pernah berlari di daerah Serangan, kini BITR 2025 memberikan ruang untuk dirinya bernostalgia. “Saya sangat menikmati acara ini, saya harap ini akan diselenggarakan lagi. Serangan sangat indah!” ungkapnya.
Tak hanya para pelari yang merasakan euforia, ribuan pengunjung turut hadir sebagai pendukung, penggemar olahraga, dan keluarga yang ingin merayakan kemerdekaan di ruang publik terbuka. Area finish pun menjelma menjadi festival rakyat: stan UMKM, booth interaktif komunitas, hingga panggung hiburan yang dimeriahkan oleh grup musik lokal, Crazy Horse Band dan Ray Peni Band.
Sebagai puncak kemeriahan, Bali International Trail Run 2025 menghadirkan momen yang dinantikan semua peserta: pengumuman pemenang penghargaan dan doorprize. Sorak-sorai pecah ketika Best Performance, Best Costume, serta Best Content diumumkan, menandai apresiasi atas kreativitas dan semangat para pelari. “Ini pakaian asal Banyuwangi yaitu Tari Gandrung. Saya kalau lari sampai podium rasanya tidak kuat, jadi saya mau mencari nominasi best costum,” ujar Nor Cholifah, perempuan asal Banyuwangi yang turut memeriahkan acara dengan kostum Tari Gandrungnya.
Tensi kegembiraan semakin memuncak saat hadiah-hadiah utama diundi. Empat unit motor, tiga sepeda listrik, tiga sepeda, satu LED TV, hingga sepuluh hadiah hiburan berhasil membuat lapangan finish seakan berguncang oleh teriakan dan tepuk tangan.
Dalam pidatonya, Kepala Polisi Daerah Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menyampaikan bahwa acara ini menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. “Akan semakin kita tingkatkan lagi, jumlah peserta maupun kualitasnya agar nantinya menjadi agenda pasti. Tentunya, bisa meningkatkan pariwisata di Bali, sehingga pariwisata Bali semakin berkualitas,” ungkapnya.
Berbagai apresiasi hadir dari setiap lini masyarakat terhadap terselenggaranya BITR 2025. Salah satu bentuk apresiasi datang dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Drs. Dewa Made Indra. “Acara ini luar biasa, rutenya bagus dan menantang. Terima kasih untuk Kura Kura Bali sudah memfasilitasi kegiatan ini. Saya yakin kedepannya akan semakin diminati oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui di tengah lautan pelari.
Zakki Hakim, Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang merupakan Badan Usaha Pelaksana dan Pengelola (BUPP) KEK Kura Kura Bali, mengatakan, “Bali butuh pariwisata alternatif yang tadinya tergantung pada pariwisata massal. Sport tourism ini salah salah satu trend baru yang mendatangkan turis berbeda atau wisatawan yang lebih berkualitas. Ini bisa menjadi pangsa ekonomi baru buat Indonesia dan Bali bisa menjadi contohnya.” Dalam mendukung terwujudnya Pariwisata Bali yang berkualitas, KEK Kura Kura Bali terus berkomitmen untuk menciptakan ruang bagi ekonomi baru yang tetap mengedepankan budaya, adat, dan tradisi Bali.
Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia — dari KEK Kura Kura Bali, semangat kemerdekaan menjelma menjadi gerak bersama yang menembus batas usia, latar belakang, dan jarak. Dalam setiap langkah, kita merangkai persatuan, menyalakan optimisme, dan menapaki jalan menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera. (gs/bi)