Buleleng, baliilu.com – Untuk membangun Taman Teknologi Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, Buleleng-Bali, Gubernur Bali Wayan Koster memberdayakan tim dari Civitas Akademika Universitas Udayana.
‘’Mahakarya Turyapada Tower ini saya persembahkan sebagai warisan nan-abadi sepanjang jaman kepada generasi penerus Bali,’’ ungkap Gubernur Koster dalam sambutannya saat peletakan batu pertama groundbreaking Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, Sabtu (Saniscara Kliwon Krulut) bertepatan Tumpek Krulut, 23 Juli 2022.
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menyampaikan untuk menjabarkan secara teknokratis, mantan anggota DPR RI tiga periode dari PDI Perjuangan ini memberdayakan tim dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Adapun susunan tim terdiri dari 9 orang yaitu Ketua Dr. Ir. I Made Oka Widyantara, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng, dengan anggota, Dr. Eng. Ir. I Wayan Kastawan, S.T., M.A., Dr. Ir. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, S.T., SDs, M.A., IPU, Dr. Ir. I Dewa Gede Agung Diasana Putra, S.T., M.T., IPU, Dr. Ir. AA Gede Agung Yana, S.T., M.T., Ir. I Gede Adi Susila, S.T., M.Sc., Ph.D, Ir. I Made Dodiek Wirya Ardana, S.T., M.T., Nyoman Pramaita, S.T., M.T., Ph.D, dan I Gusti Agung Komang Diafari Djuni H, S.T., M.T.
Gubernur mengungkapkan, Turyapada Tower tidak kalah dengan 5 tower terkenal di dunia yakni, menara Eiffel, Tokyo Tower, Toronto Tower, Macau Tower, dan Fernsehturm Tower. Menara Eiffel hanya ada restaurant dan anjung pandang, Tokyo Tower ada restaurant tapi statis, Macau Tower ada restaurant. Tapi dari sekian tower tidak ada planetarium, tidak ada restaurant putar.
‘’Perbedaan yang mencolok adalah Turyapada Tower berada di perbukitan desa, berbeda dengan tower lain yang berada di pusat kota. Turyapada Tower memiliki ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut, lebih tinggi dari 5 tower terkenal di dunia. Untuk menjamin keandalan bangunan, Turyapada Tower didesain secara khusus, dengan ketahanan gempa, kekuatan struktur minimal 500 tahun dan dibangun dengan sistem struktur ganda. Sehingga tahan terhadap beban angin dan gempa menjadi bangunan yang andal nyaman dan aman,’’ ujar Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.
‘’Para pakar dari Universitas Udayana ini hebat betul. Kalau kita berdayakan tenaga kita itu akan menjadi kebanggan tersendiri, dan ini akan menjadi legacy Udayana juga karena punya tim yang mampu merumuskan konsep yang saya idekan dalam Turyapada Tower ini,’’ bebernya.
Sementara itu, Rektor Unud Prof. Gde Antara yang hadir saat peletakan batu pertama Turyapada Tower ini, mengatakan Civitas Akademika Universitas Udayana sangat bangga bisa berpartisipasi dalam mewujudkan program Bapak Gubernur Bali untuk pembuatan tower ini.
‘’Mudah-mudahan beliau tetap memberikan arahan kepada kami Civitas Akademika Universitas Udayana yang sudah memberdayakan, mempercayakan kepada Universitas Udayana. Tantangan bagi kami mudah-mudahan ke depan kita bisa lagi lebih memberdayakan ilmuwan-ilmuwan yang ada di Universitas Udayana yang memiliki kompetensi yang luar biasa. Sebetulnya kita mampu membuat sesuatu yang lebih baik, kadang-kadang kesempatan tidak ada,’’ papar Rektor yang hadir bersama Tim Universitas Udayana yang beranggotakan 9 orang.
Lebih lanjut Rektor Prof. Antara mengatakan, berkaitan dengan ke-Bali-an itulah yang harus diperkuat dan Rektor mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Pemerintah Provinsi Bali, serta Kabupaten Kota.
‘’Mudah-mudahan Tim Tower ini bisa berkelanjutan, Bapak Gubernur bisa menghubungkan kami kepada Pemerintah Pusat. Siapa tahu, ibukota IKN barangkali bisa juga diberdayakan. Kami siap untuk membantu,’’ pungkasnya. (gs/bi)