Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bank Indonesia Dorong Ekosistem Ekonomi Keuangan Digital di Bali

BALIILU Tayang

:

de
Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan narasumber serta GenBI foto bersama usai acara. (Foto: Gs)Kepala

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka mendorong terciptanya ekosistem ekonomi keuangan digital di Bali, maka Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten kota di Bali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bali Digital Festival (DigiFest) 2022 dengan tema ‘’Digital Kerthi Bali: Enabling Bali As Digital Creative Paradise” (Spirit Menumbuhkembangkan Kreativitas Digital sehingga Bali menjadi Surganya Komunitas Digital) mulai 8-10 April 2022 di Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur, Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan bahwa Bali bisa menjadi pusat ekonomi digital. Saya yakin Bali akan menjadi hub digital di Indonesia. Saya kira bukan sesuatu yang tidak mungkin,’’ terang Trisno Nugroho saat memberikan sambutan pada acara Talkshow ‘’Navigasi Sistem Pembayaran untuk Optimalkan Ekonomi Keuangan Digital’’ dalam rangkaian Bali DigiFest 2022, Sabtu (9/4). Talkshow ini menghadirkan narasumber Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Bendahara Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Vincent Iswara, dan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga. Dihadiri secara offline para dosen, rektor, perbankan, penggerak aktivitas hub di Bali, ekonomi kreatif, dan GenBI.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: Gs)

Keyakinan itu, lanjut Trisno Nugroho, didasarkan atas beberapa pertimbangan, di antaranya sektor ekonomi keuangan memiliki potensi tinggi sebagai salah satu sektor dalam menumbuhkan ekonomi kerthi Bali. Selain itu, Bali yang telah memiliki direct flight kota-kota besar dunia, lingkungan komunitas lokal, nasional hingga internasional sudah terbentuk dan infrastruktur yang memadai. Bahwa digital nomad cukup tinggi di Bali, di Canggu Badung sempat nomor 3 dan kini nomor 6 di dunia. Demikian juga blankspot sudah tidak terlalu banyak dan sudah bisa dicapai sampai ke kecamatan bahkan ke desa-desa.

Baca Juga  BI Bali: Provinsi Bali Alami Inflasi pada Agustus 2021

Trisno Nugroho mengungkapkan, dengan pandemi Covid-19 ini, Bali bertransformasi melalui penggunaan teknologi digital yang meningkat pesat. Bali menjadi salah satu provinsi yang terbaik dalam hal digital. Demikian juga penggunaan QRIS juga salah satu yang tercepat di Indonesia.

‘’Bali walaupun kecil tetapi lincah. QRIS-nya sudah menjadi trend salah satu alat pembayaran. Demikian pula pemerintah daerahnya pun cukup masif menggunakan QRIS untuk PAD, PHR, pajak STNK BBNKB dll. Tentunya ada tim percepatan perluasan digitalissi daerah yang sudah dibentuk di seluruh Bali,’’ bebernya.

Trisno Nugroho menegaskan Bank Indonesia mendukung Bali menjadi salah satu pusat hub di Indonesia, mendorong Bali Smart island, Bali Kerthi Island. Melalui talkshow ini dapat mendorong ekosistem digital di Bali dan menjadi langkah awal dalam merealisasikan mimpi Bali sebagai digital hub nasional bahkan internasional.

Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta. (Foto: Gs)

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengapresiasi dan menyambut baik event Bali DigiFest ini yang merupakan sarana kolaboratif antara regulator, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat. Ia mengungkapkan ada secercah harapan di tengah pandemi yang masih menjadi tantangan pemulihan ekonomi baik di global dan domestik. Ia melihat di tahun 2022 Indonesia menjadi titik balik momentum pemulihan ekonomi nasional. Keyakinan ini karena tanda-tanda perbaikan ekonomi mulai terlihat. Saat ini mulai pelonggaran pembatasan mobilitas, vaksin yang semakin massif.

Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter dengan suku bunga yang rendah, stabilitas nilai tukar dan juga injeksi likuiditas yang terus dilakukan. Demikian juga pelonggaran kebijakan terus dilanjutkan mendorong peningkatan pembiayaan perbankan bagi dunia usaha. Dan di bidang sistem pembayaran ada akselerasi digitalisasi sistem yang terus dilakukan bersama dengan industri, pemda untuk mendorong integrasi ekonomi keuangan digital nasional.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Wakili Bali Terima Penghargaan Universal Health Coverage, Program Jaminan Kesehatan Nasional

Dikatakan, di tahun 2021 Bank Indonesia menekankan pada tiga prioritas, yakni reformasi regulasi, infrastruktur, dan standardisasi sistem pembayaran. Salah satu contoh seperti QRIS bisa dibaca oleh siapa saja dan oleh aplikasi apa saja.  

Dua narasumber dalam acara talkshow Bank Indonesia rangkaian Bali DigiFest 2022. (Foto: Ist)

Sedangkan pada 2022, sistem pembayaran diarahkan pada 5 fokus strategi pokok. Pertama, percepatan konsolidasi industri supaya tetap sehat, kompetitif dan inovatif melalui reformasi regulasi. Kedua, mengembangkan infrastruktur sistem pembayaran yang 3I yakni interoperable saling bekerja sama, interkonektif saling terhubung, intergrated menyatu. Ketiga, menciptakan infrastruktur yang aman dan handal.

‘’Seperti tagline sistem pembayaran kita Cemumuah, cepat mudah murah aman dan handal,’’ ujarnya. Cemumuah artinya kita mengatur supaya tidak terjadi kompetensi yang saling mematikan. Kita mengatur merchant discount rate, atau skema harga. Terobosan baru Bank Indonesia yakni BI Past.

Keempat, percepatan persiapan penerbitan digital rupiah, Central Bank Digital Guarantee. Dimana sekarang kirim uang, 25 detik sudah bisa masuk melalui BI Past. Nanti ke depan dengan Central Bank Digital Guarantee transfer antarnegara pun juga bisa dilakukan dengan cepat. Ini sedang dipersiapkan.

Kelima, penguatan sinergi baik dengan pemerinah pusat, daerah, perbankan asosiasi, dan tentunya E-Commerce. BI terus memperluas elektronifikasi pembayaran untuk penyaluran seperti bansos bisa dengan QRIS, bisa melalui handphone jadul melalui SMS, dan bisa dengan biometric. Demikian juga moda transportasi, retribusi, pajak-pajak, penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah. Terkait elektronifikasi transportasi, ke depan tidak ada berhenti di jalan tol tetapi akan terbaca sendiri melalui multiline freeflow yang sudah diujicobakan di Tol Bali Mandara.

Lebih lanjut dikatakan, QRIS sumber dananya bisa dari uang elektronik, tabungan, kartu kredit dan untuk memudahkan bisa dari kredit. Artinya bisa digunakan di E-Commerce dimana beli dulu bayar belakangan. Dan ini masuk di sendbox Bank Indonesia dan jika sudah waktunya bisa diimplementasikan secara industri. Demikian juga QRIS cross border, dimana sudah kerja sama dengan Thailand, Malaysia dan ke depan dengan beberapa negara termasuk Saudi Arabia. Dimana, ketika berbelanja di Malasysia menggunakan QRIS maka uang ringgit akan langsung dikonversi dengan nilai tukar rupiah.

Baca Juga  Rumah BUMN Denpasar PLN Hadirkan 80 Produk Binaan di Living World Mall Bali 

Untuk menjaga optimisme itu, Bank Indonesia melakukan berbagai inisiatif kebijakan baik sisi suplay dan demand. Seperti mengarahkan upaya meningkatkan output dunia usaha termasuk UMKM melalui perluasan akseptasi digital payment dan elektronifikasi.

Demikian juga transaksi keuangan digital terus tumbuh seiring perluasan pembayaran digital semakin nyaman dan akselerasi digital banking. Ini terlihat dari transaksi uang elektronik digital banking terus tumbuh positif di Februari ini mencapai 3,732 triliun meningkat 46,5 persen secara year on year, E-Commerce transaksi Februari ini mencapai 30,8 triliun meningkat 12,8 persen secara yoy, uang elektronik meningkat nominal transaksi 27 triliun bertumbuh 41,35 persen secara yoy. QRIS juga secara nominal mencapai 4,5 triliun dan tumbuh pesat 304 persen. ‘’Kami meyakini Indonesia memiliki pondasi dan potensi yang luar biasa,’’ tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Indeks Keyakinan Konsumen Bali Masih Terjaga di Tengah Gejolak Geopolitik

Published

on

By

IKK bali
Infografis optimisme konsumen di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terus berlanjut yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 127,3 (nilai indeks > 100), meskipun mengalami perlambatan atau turun sebesar 2,6% (mtm). Penurunan tersebut melandai dibandingkan dengan IKK Februari 2026 yang turun sebesar 3,6% (mtm).

Lebih lanjut, IKK Provinsi Bali masih lebih tinggi dari IKK Nasional dengan IKK sebesar 122,9. Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh kelompok pendapatan Rp 3-4 juta (138,6), Rp 5-6 juta (136,8), dan kelompok pendapatan Rp 2-3 juta (130,5). Optimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (127,2) dan informal (127,3).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui siaran pers menyatakan bahwa Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang. Perlambatan komponen IKK tertahan oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari sebelumnya 140,2 menjadi 124,7. Faktor penahan pertumbuhan IEK berasal dari penurunan seluruh komponen pembentuk IKE, antara lain indeks prakiraan penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini yang menurun sebesar 15,5% (mtm) atau sebesar 123,0, indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang yang menurun sebesar 9,6% (mtm) atau sebesar 122,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 7,9% (mtm) atau sebesar 129,0.

Responden menyatakan adanya kecenderungan penurunan perjalanan wisatawan ke Bali seiring dengan konflik perang di Timur Tengah yang meningkatkan risiko kenaikan harga avtur dan keterbatasan maskapai. Adanya sejumlah pembatalan perjalanan wisatawan ke Bali ini memberikan efek domino bagi keberlangsungan kondisi usaha di Bali sebagai wilayah yang bergantung dari sektor pariwisata.

Baca Juga  PHRI Bike Tour 2022 di Bali

Meskipun demikian, Erwin Soeriadimadja menegaskan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri turut mendorong IKK Maret 2026 tumbuh lebih baik jika dibandingkan IKK Februari 2026. Optimisme tersebut sejalan dengan data Angkasapura pada bulan Maret 2026 yang menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 9,6% (mtm) atau total jumlah kunjungan sebanyak 892 ribu orang. Adapun peningkatan wisatawan didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 26,3% (mtm), lebih tinggi dibandingkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 0,8% (mtm). Peningkatan kunjungan wisatawan yang selaras dengan peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mampu menahan penurunan IKK lebih lanjut, dari IKE 121,0 menjadi 129,8 (naik 7,3%; mtm).

Erwin lanjut mengungkapkan bahwa faktor pendorong pertumbuhan IKE berasal dari peningkatan tiga komponen yaitu indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 15,0% (mtm), indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 5,5% (mtm), serta indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 3,0% (mtm).

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. TPID terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga.

Demi mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Lebih lanjut, untuk menjaga konsumsi masyarakat di tengah instabilitas geopolitik, pada tanggal 1 April 2026 Pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Stimulus tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Wakili Bali Terima Penghargaan Universal Health Coverage, Program Jaminan Kesehatan Nasional

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Gercep dan Solid! Sinergi Hebat TPID Se-Bali Mampu Kendalikan Inflasi di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Perkembangan inflasi Provinsi Bali berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 April 2026 mencatatkan bahwa secara bulanan Provinsi Bali pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,50% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Februari sebesar 0,70% (mtm).

Beberapa catatan peristiwa seperti perayaan HBKN Nyepi dan Idulfitri, kenaikan harga cabai, serta kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mendorong dinamika pergerakan inflasi secara bulanan. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan menurun dari 3,89% (yoy) pada Februari 2026 menjadi 2,81% (yoy). Secara spasial, seluruh Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Maret 2026.

Singaraja mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,90% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,40 % (yoy), diikuti Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan sebesar 0,63% (yoy) atau inflasi tahunan sebesar 2,67% (yoy), selanjutnya Kabupaten Badung mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,09% (yoy). Lebih lanjut Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,42% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,02% (yoy).

Berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Maret 2026 bersumber dari kenaikan harga cabai rawit, bensin, tarif air minum PAM, canang sari, dan cabai merah. Sementara itu, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga tarif angkutan udara, emas, bawang putih, beras dan kangkung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengapresiasi berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan koordinasi bersama dalam High Level Meeting (HLM) menjelang HBKN Idulfitri dan Nyepi sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran.

“Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau yang disertai potensi El Nino, potensi kenaikan harga minyak dan komoditas dunia di tengah ketidakpastian global, serta peningkatan permintaan HBKN Galungan Kuningan,” ujarnya.

Baca Juga  BI Bali: Provinsi Bali Alami Inflasi pada Agustus 2021

Untuk memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, yang difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat aspek regulasi. Strategi tersebut diimplementasikan utamanya melalui intensifikasi operasi pasar dengan kaidah 3T (tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran), penguatan kerja sama antar daerah baik intra-Bali maupun luar Bali, dan perluasan ekosistem ketahanan pangan hulu-hilir yang inklusif dengan melibatkan BUMDes, Perumda pangan, dan koperasi, yang diperkuat melalui regulasi pemanfaatan produk pangan lokal oleh pelaku usaha di daerah. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penerimaan Pajak Hingga Akhir Februari Tumbuh 30,4 Persen, Sektor Konsumsi Jadi Motor Utama

Published

on

By

pendapatan negara
KINERJA POSITIF: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kinerja positif pendapatan negara hingga akhir Februari 2026 di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta pada Rabu (11/3). (Foto: kemenkeu.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kinerja positif pendapatan negara hingga akhir Februari 2026. Dalam paparan APBN KiTa, Suahasil menyoroti pertumbuhan neto penerimaan pajak yang mencapai 30,4% (yoy), didorong kuat oleh tingginya aktivitas transaksi ekonomi masyarakat.

Hingga 28 Februari 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 245,1 triliun. Secara khusus, Suahasil memberikan catatan pada pertumbuhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang melonjak hingga 97%.

“PPN dan PPnBM dibayar jika ada transaksi. (Lonjakan) ini menunjukkan bahwa di perekonomian kita transaksi berjalan terus, kegiatan ekonomi, aktivitas ekonomi itu berjalan terus.,” ujar Suahasil di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta pada Rabu (11/3).

Empat sektor utama, yakni industri pengolahan, perdagangan, keuangan dan asuransi, serta pertambangan, tercatat masih menjadi kontributor mayoritas dengan sumbangan mencapai 74% dari total penerimaan pajak.

Sejalan dengan pendapatan yang kuat, pemerintah melakukan akselerasi belanja negara guna mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026. Realisasi belanja negara hingga akhir Februari mencapai Rp 493,8 triliun, tumbuh signifikan 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu pendorong utama kenaikan belanja adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 9 Maret 2026, program ini telah menjangkau 61,6 juta penerima yang terdiri dari 50 juta siswa dan 10,5 juta nonsiswa (ibu hamil, menyusui, dan lansia) dengan total serapan anggaran mencapai Rp 44 triliun.

Selain itu, Kemenkeu juga melaporkan realisasi pembayaran THR ASN, TNI, dan Polri tahun 2026. Hingga 10 Maret, pemerintah telah menyalurkan Rp 24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total alokasi Rp 55 triliun. “Kami mendorong seluruh K/L dan Pemerintah Daerah segera menuntaskan pembayaran THR agar tuntas sebelum hari raya,” tambahnya.

Baca Juga  Pembayaran Lintas Negara yang Cepat, Murah dan Inklusif, untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi

Di sisi lain, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia (ICP) akibat konflik di Timur Tengah. Meskipun sempat menyentuh angka di atas US$100 per barel, harga minyak menunjukkan tren volatilitas tinggi. Suahasil menegaskan bahwa APBN akan terus berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) melalui skema subsidi dan kompensasi energi untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga global.

Dalam bidang kepabeanan, terdapat peningkatan signifikan pada frekuensi penindakan rokok ilegal, dari 1.993 kali pada tahun lalu menjadi 2.872 kali penindakan di tahun 2026. Jumlah rokok ilegal yang disita naik dua kali lipat menjadi 369 juta batang.

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) telah terealisasi sebesar Rp 147,7 triliun. Pemerintah juga memberikan atensi khusus pada daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 10,65 triliun yang disalurkan dalam tiga tahap mulai Februari hingga April 2026. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca