Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bank Indonesia Dorong Ekosistem Ekonomi Keuangan Digital di Bali

BALIILU Tayang

:

de
Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan narasumber serta GenBI foto bersama usai acara. (Foto: Gs)Kepala

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka mendorong terciptanya ekosistem ekonomi keuangan digital di Bali, maka Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten kota di Bali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bali Digital Festival (DigiFest) 2022 dengan tema ‘’Digital Kerthi Bali: Enabling Bali As Digital Creative Paradise” (Spirit Menumbuhkembangkan Kreativitas Digital sehingga Bali menjadi Surganya Komunitas Digital) mulai 8-10 April 2022 di Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur, Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan bahwa Bali bisa menjadi pusat ekonomi digital. Saya yakin Bali akan menjadi hub digital di Indonesia. Saya kira bukan sesuatu yang tidak mungkin,’’ terang Trisno Nugroho saat memberikan sambutan pada acara Talkshow ‘’Navigasi Sistem Pembayaran untuk Optimalkan Ekonomi Keuangan Digital’’ dalam rangkaian Bali DigiFest 2022, Sabtu (9/4). Talkshow ini menghadirkan narasumber Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Bendahara Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Vincent Iswara, dan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga. Dihadiri secara offline para dosen, rektor, perbankan, penggerak aktivitas hub di Bali, ekonomi kreatif, dan GenBI.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: Gs)

Keyakinan itu, lanjut Trisno Nugroho, didasarkan atas beberapa pertimbangan, di antaranya sektor ekonomi keuangan memiliki potensi tinggi sebagai salah satu sektor dalam menumbuhkan ekonomi kerthi Bali. Selain itu, Bali yang telah memiliki direct flight kota-kota besar dunia, lingkungan komunitas lokal, nasional hingga internasional sudah terbentuk dan infrastruktur yang memadai. Bahwa digital nomad cukup tinggi di Bali, di Canggu Badung sempat nomor 3 dan kini nomor 6 di dunia. Demikian juga blankspot sudah tidak terlalu banyak dan sudah bisa dicapai sampai ke kecamatan bahkan ke desa-desa.

Baca Juga  Kinerja Penjualan Eceran Bali Diprakirakan Terus Meningkat

Trisno Nugroho mengungkapkan, dengan pandemi Covid-19 ini, Bali bertransformasi melalui penggunaan teknologi digital yang meningkat pesat. Bali menjadi salah satu provinsi yang terbaik dalam hal digital. Demikian juga penggunaan QRIS juga salah satu yang tercepat di Indonesia.

‘’Bali walaupun kecil tetapi lincah. QRIS-nya sudah menjadi trend salah satu alat pembayaran. Demikian pula pemerintah daerahnya pun cukup masif menggunakan QRIS untuk PAD, PHR, pajak STNK BBNKB dll. Tentunya ada tim percepatan perluasan digitalissi daerah yang sudah dibentuk di seluruh Bali,’’ bebernya.

Trisno Nugroho menegaskan Bank Indonesia mendukung Bali menjadi salah satu pusat hub di Indonesia, mendorong Bali Smart island, Bali Kerthi Island. Melalui talkshow ini dapat mendorong ekosistem digital di Bali dan menjadi langkah awal dalam merealisasikan mimpi Bali sebagai digital hub nasional bahkan internasional.

Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta. (Foto: Gs)

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengapresiasi dan menyambut baik event Bali DigiFest ini yang merupakan sarana kolaboratif antara regulator, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat. Ia mengungkapkan ada secercah harapan di tengah pandemi yang masih menjadi tantangan pemulihan ekonomi baik di global dan domestik. Ia melihat di tahun 2022 Indonesia menjadi titik balik momentum pemulihan ekonomi nasional. Keyakinan ini karena tanda-tanda perbaikan ekonomi mulai terlihat. Saat ini mulai pelonggaran pembatasan mobilitas, vaksin yang semakin massif.

Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter dengan suku bunga yang rendah, stabilitas nilai tukar dan juga injeksi likuiditas yang terus dilakukan. Demikian juga pelonggaran kebijakan terus dilanjutkan mendorong peningkatan pembiayaan perbankan bagi dunia usaha. Dan di bidang sistem pembayaran ada akselerasi digitalisasi sistem yang terus dilakukan bersama dengan industri, pemda untuk mendorong integrasi ekonomi keuangan digital nasional.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-16, DPRD Bali Terima LHP BPK RI atas LKPD Provinsi Bali Tahun 2024

Dikatakan, di tahun 2021 Bank Indonesia menekankan pada tiga prioritas, yakni reformasi regulasi, infrastruktur, dan standardisasi sistem pembayaran. Salah satu contoh seperti QRIS bisa dibaca oleh siapa saja dan oleh aplikasi apa saja.  

Dua narasumber dalam acara talkshow Bank Indonesia rangkaian Bali DigiFest 2022. (Foto: Ist)

Sedangkan pada 2022, sistem pembayaran diarahkan pada 5 fokus strategi pokok. Pertama, percepatan konsolidasi industri supaya tetap sehat, kompetitif dan inovatif melalui reformasi regulasi. Kedua, mengembangkan infrastruktur sistem pembayaran yang 3I yakni interoperable saling bekerja sama, interkonektif saling terhubung, intergrated menyatu. Ketiga, menciptakan infrastruktur yang aman dan handal.

‘’Seperti tagline sistem pembayaran kita Cemumuah, cepat mudah murah aman dan handal,’’ ujarnya. Cemumuah artinya kita mengatur supaya tidak terjadi kompetensi yang saling mematikan. Kita mengatur merchant discount rate, atau skema harga. Terobosan baru Bank Indonesia yakni BI Past.

Keempat, percepatan persiapan penerbitan digital rupiah, Central Bank Digital Guarantee. Dimana sekarang kirim uang, 25 detik sudah bisa masuk melalui BI Past. Nanti ke depan dengan Central Bank Digital Guarantee transfer antarnegara pun juga bisa dilakukan dengan cepat. Ini sedang dipersiapkan.

Kelima, penguatan sinergi baik dengan pemerinah pusat, daerah, perbankan asosiasi, dan tentunya E-Commerce. BI terus memperluas elektronifikasi pembayaran untuk penyaluran seperti bansos bisa dengan QRIS, bisa melalui handphone jadul melalui SMS, dan bisa dengan biometric. Demikian juga moda transportasi, retribusi, pajak-pajak, penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah. Terkait elektronifikasi transportasi, ke depan tidak ada berhenti di jalan tol tetapi akan terbaca sendiri melalui multiline freeflow yang sudah diujicobakan di Tol Bali Mandara.

Lebih lanjut dikatakan, QRIS sumber dananya bisa dari uang elektronik, tabungan, kartu kredit dan untuk memudahkan bisa dari kredit. Artinya bisa digunakan di E-Commerce dimana beli dulu bayar belakangan. Dan ini masuk di sendbox Bank Indonesia dan jika sudah waktunya bisa diimplementasikan secara industri. Demikian juga QRIS cross border, dimana sudah kerja sama dengan Thailand, Malaysia dan ke depan dengan beberapa negara termasuk Saudi Arabia. Dimana, ketika berbelanja di Malasysia menggunakan QRIS maka uang ringgit akan langsung dikonversi dengan nilai tukar rupiah.

Baca Juga  Bali Jadi Titik Awal Perjalanan Senyuman Bersama Duta Global dari Smile Train

Untuk menjaga optimisme itu, Bank Indonesia melakukan berbagai inisiatif kebijakan baik sisi suplay dan demand. Seperti mengarahkan upaya meningkatkan output dunia usaha termasuk UMKM melalui perluasan akseptasi digital payment dan elektronifikasi.

Demikian juga transaksi keuangan digital terus tumbuh seiring perluasan pembayaran digital semakin nyaman dan akselerasi digital banking. Ini terlihat dari transaksi uang elektronik digital banking terus tumbuh positif di Februari ini mencapai 3,732 triliun meningkat 46,5 persen secara year on year, E-Commerce transaksi Februari ini mencapai 30,8 triliun meningkat 12,8 persen secara yoy, uang elektronik meningkat nominal transaksi 27 triliun bertumbuh 41,35 persen secara yoy. QRIS juga secara nominal mencapai 4,5 triliun dan tumbuh pesat 304 persen. ‘’Kami meyakini Indonesia memiliki pondasi dan potensi yang luar biasa,’’ tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Mei 2026: TPID Bali Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Tensi Geopolitik Global

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 Juni 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan April sebesar 0,01% (mtm), dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional bulan Mei sebesar 0,28% (mtm). Inflasi bulanan meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi, serta tekanan harga komoditas global yang turut memengaruhi dinamika pergerakan inflasi secara bulanan.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,08% (yoy) pada April 2026 menjadi 2,99% (yoy). Meskipun inflasi meningkat, level inflasi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Mei 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,54% (mtm) atau 2,78% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,19% (yoy), diikuti Singaraja dengan inflasi bulanan sebesar 0,37% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,17% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Badung yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,25% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,64% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Mei 2026 bersumber dari kenaikan harga beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga canang sari, tomat, bawang merah, jeruk, dan bawang putih. Inflasi yang terjaga mendukung daya beli masyarakat di tengah konflik geopolitik global. Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%.

Baca Juga  Triwulan II 2023, Pertumbuhan Ekonomi Bali Tetap Kuat

Ke depan, sebut Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan serta periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino berupa gangguan cuaca dan risiko kekeringan pada beberapa sentra produksi pangan yang mempengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga. Per 1 Juni 2026, terdapat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K. Adapun strategi tersebut diantaranya intensifikasi operasi pasar murah dan pemantauan harga secara berkala, termasuk monitoring dan sidak pasokan LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan serta optimalisasi kerjasama antar daerah oleh Perumda pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah kepada masyarakat di kab/kota. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Libur HBKN dan Perayaan Festival Daerah Dorong Penjualan Ritel Bali

Published

on

By

IPR Bali
Infografis indek penjualan riil. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan April 2026 masih tumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 125,6 atau secara tahunan tumbuh 6,5% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 1,0% (mtm) didukung dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, diantaranya seperti kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Agenda tersebut meliputi pameran-pameran yang mendorong konsumsi pada sub sektor Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik). Belanja masyarakat masih relatif kuat yang didorong libur panjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung yang diprakirakan meningkatkan penjualan eceran, khususnya pada kelompok kebutuhan rekreasi, gaya hidup, elektronik, serta produk rumah tangga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponennya, dari 7 komponen pembentuknya, pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Suku Cadang dan Aksesori dengan peningkatan sebesar 3,9% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi dengan peningkatan sebesar 3,3% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 2,6% (mtm); Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 1,4% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 0,3% (mtm); Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 0,2% (mtm); serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dengan peningkatan sebesar 0,1% (mtm). Tingkat konsumsi April 2026 masih tumbuh terkendali berdasarkan inflasi tahunan pada bulan April 2026 sebesar 2,08% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga Maret 2026 tercatatat tumbuh positif sebesar 1,09% (yoy).

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Kader Posyandu Data Warga Miskin dan Rumah Tak Layak Huni

Meskipun demikian, prospek positif penjualan ritel di Bali diprakirakan melandai berdasarkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memprakirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0, lebih rendah dari IEP Mei 2026 sebesar 174,0. Prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada September 2026 sebesar 184, lebih rendah dibandingkan IEP Agustus 2026 sebesar 194. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan April 2026.

Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus bersinergi dan berupaya mengimplementasikan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) agar inflasi terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Tingkat Keyakinan Konsumen Bali Masih Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Published

on

By

keyakinan konsumen bali
Infografis info konsumen Bali. (Fotto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 sebagai cerminan optimisme konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terjaga sebesar 124,1 (nilai indeks > 100). Meskipun demikian, IKK mengalami perlambatan atau turun sebesar 2,5% (mtm), namun relatif membaik dibandingkan Maret 2026 yang turun 2,6% (mtm). Di sisi lain, IKK Bali tetap berada pada level optimis dan lebih tinggi dibandingkan IKK Nasional sebesar 123,0. Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh kelompok pendapatan Rp4-5 juta (141,4), > Rp8 juta (135,1), dan kelompok pendapatan Rp5-6 juta (127,8). Optimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (134,5) dan informal (116,2).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan bahwa Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang. Perlambatan komponen IKK terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 129,8 pada Maret 2026 menjadi 120,7 pada April 2026 atau melambat sebesar 7,1% (mtm).

Achris Sarwani menegaskan faktor penahan pertumbuhan IKE berasal dari 3 (tiga) komponen pembentuk IKE, antara lain penurunan indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 9,3% (mtm) atau menjadi 107,5, penurunan indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 6,6% (mtm) atau menjadi 128,0, serta penurunan penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 5,6% (mtm) atau menjadi 126,5. Sementara, terdapat satu komponen pembentuk IKE yang masih stabil jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu, dengan IKE sebesar 100,0.

Baca Juga  Rumah BUMN Denpasar PLN Hadirkan 80 Produk Binaan di Living World Mall Bali 

Responden menyatakan adanya penurunan penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja saat dibandingkan 6 bulan sebelumnya. Kondisi tersebut sejalan dengan menurunnya kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) pada bulan April sebesar 12,4% (mtm), dengan jumlah kunjungan wisnus tercatat sebesar 310,7 ribu orang. Penurunan tersebut seiring dengan normalisasi kunjungan wisnus pasca libur panjang yang terjadi pada Maret 2026. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menjelaskan adanya kenaikan biaya transportasi, khususnya lonjakan harga tiket pesawat lebih dari 30% (mtm) akibat kenaikan harga bahan bakar avtur. Fenomena tersebut turut menahan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata ke Bali.

Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mampu menopang optimisme konsumen, dengan IKE April 2026 sebesar 127,5, meningkat 2,3% (mtm) dibandingkan IKE Maret 2026. Faktor pendorong pertumbuhan IEK berasal dari seluruh komponen pembentuk IEK, antara lain peningkatan indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 2,5% (mtm) atau menjadi 125,0, peningkatan indeks prakiraan penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 2,4% (mtm) atau menjadi 126,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 1,9% (mtm) atau menjadi 131,5.

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. TPID memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas strategis, serta koordinasi rutin guna menjaga kelancaran distribusi pangan. Demi mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Lebih lanjut, untuk menjaga geliat konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Stimulus tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-16, DPRD Bali Terima LHP BPK RI atas LKPD Provinsi Bali Tahun 2024

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca