Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bank Indonesia Dorong Inovasi dan Digitalisasi Melalui Baligivation 2023

BALIILU Tayang

:

baligivation
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menggelar Bali Digital Innovation Festival (BALIGIVATION) 2023. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendorong akselerasi ekosistem ekonomi keuangan digital melalui penyelenggaraan Bali Digital Innovation Festival (BALIGIVATION) 2023. Sebagai awal rangkaian acara BALIGIVATION, pada Kamis (9/3) telah diadakan kick off dan talkshow dengan tema Expediting Sustained and Innovative Digitalization to Accelerate Economic Recovery yang menghadirkan sejumlah narasumber yang inspiratif dan kompeten di bidangnya.

Kick-Off BALIGIVATION, dihadiri langsung oleh anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya; Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Sukawati; Asisten Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta; dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho. Selain itu, sejumlah narasumber yang hadir diantaranya Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak; Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan RB Republik Indonesia, Alex Denni; Wakil Presiden Direktur BCA, Gregory Hendra Lembong; seniman dan influencer, Maudy Koesnadi dll. Acara dihadiri oleh sejumlah undangan dari pimpinan perbankan dan asosiasi dari Bali dan Nusa Tenggara, masyarakat desa adat dan desa dinas, UMKM dan pelajar dengan mencapai sekitar 600 orang yang hadir secara offline dan 2000 orang secara online.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho, yang menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan strategi utama yang mampu membawa perekonomian Indonesia khususnya Bali menjadi lebih baik dan kuat. Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, menyebutkan bahwa implementasi digitalisasi juga telah sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang akan membantu pemulihan ekonomi Bali era baru.

Baca Juga  Penanggulangan Pandemi Covid-19, Program Sosial BI Serahkan 1.000 Paket Sembako kepada DPN Peradah

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, juga menyampaikan bahwa potensi Indonesia untuk mengambil manfaat digitalisasi terbuka lebar dan BALIGIVATION 2023 bisa menjadi wadah yang sangat baik dan inspiratif untuk menyambut era digitalisasi. Dalam sesi talkshow pertama yang bertemakan Innovative Leadership in Digital Era, Wakil Presiden Direktur BCA, Gregory Hendra Lembong menekankan pemimpin berperan sebagai nahkoda yang akan mengarahkan transformasi digital yang terjadi di sebuah institusi atau lembaga. Hal ini sekaligus menjadi pendorong bagi lingkungan sekitarnya agar menjadi agile dan adaptif pada perubahan terutama terkait dengan implementasi teknologi di kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak juga menyebutkan bahwa sikap keterbukaan menjadi kunci utama untuk mendorong akseptasi teknologi yang lebih luas dan inklusif pada semua lapisan masyarakat.

Selanjutnya, sesi kedua mengangkat tema Digital Transformation and Innovation Across Sectors dengan pembicara Faye Wongso, Partner & Superchargers Venture Builder dan Ivan Chen, CEO Anantarupa yang dibuka dengan sambutan Alex Denni, Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan RB. Sesi ini fokus pada pembahasan terkait implementasi transformasi digital pada berbagai sektor kehidupan. Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang menjadikan digitalisasi sebagai faktor utama pengembangannya. Mengutip dari sambutan, untuk mencapai hasil akhir yang diharapkan harus diawali dari perilaku dimana perilaku ditentukan oleh mindset. Oleh sebab itu demi mendorong implementasi transformasi digital di kehidupan sehari-hari utamanya ekonomi kreatif harus dimulai dari perubahan mindset dari individu pelakunya.

Sementara itu, sesi ketiga mengangkat tema Stay Safe in The Digital Era #HakKuKewajibanku dengan narasumber Ricky Satria, Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen, Kombes Pol. Muhammad Nuh Al Azhar, pemeriksa forensik utama Puslabfor Bareskrim Polri dan Maudy Koenaedi, seniman dan juga influencer. Adapun sesi penutup ini menyajikan pandangan dari sisi konsumen dan penegak hukum terutama terkait dengan perlindungan konsumen di era digital. Hal ini mengingat digitalisasi tidak lepas dari dampak negatif yang berpotensi timbul apabila tidak dijalankan dengan bijaksana dan penuh kewaspadaan.

Baca Juga  Tumbuhkan Generasi Penerus yang Berkualitas, Bank Indonesia Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa dan Pelajar

BALIGIVATION, yang sebagai salah satu pre-event Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023, diharapkan mampu mendukung penciptaan ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendorong kreativitas generasi muda untuk berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital yang bertujuan mendukung pemulihan ekonomi Bali. Sebagai salah satu rangkaian BALIGIVATION, juga akan diadakan berbagai lomba diantaranya Lomba Ide Kreatif “Banjar Digital: Inovasi Membangun Bali” dan Turnamen E-sport “Digital Warrior: Ksatriya Bani Satya” yang dapat diikuti seluruh pelajar (siswa SMA/SMK dan mahasiswa/i) serta masyarakat umum se-Bali. Informasi lebih lanjut dapat diikuti di media sosial Bank Indonesia Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  SERAMBI 2024 di Pasar Badung, Kas Keliling BI Bali Diserbu Warga

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Jelang Hari Raya Nyepi, Transaksi Tunai dan Nontunai di Bali Meningkat

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  Hasil Survei November 2023, Optimisme Konsumen Bali Terus Meningkat

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca