Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bantu Penderita Covid-19, Gerakan Pramuka Kwarda Bali Ikut Laksanakan Donor Darah

BALIILU Tayang

:

de
DONOR DARAH: Gerakan Pramuka Kwarda Bali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Palang Merah Indonesia (PMI) Bali, RSUP Sanglah dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) berpartisipasi pada kegiatan donor darah plasma konvalesen yang diperuntukkan bagi sesama yang membutuhkan terutama pasien Covid-19. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/8).

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka Hari Pramuka ke-60, serta untuk ikut memperingati hari jadi Provinsi Bali ke-63, 14 Agustus 2021, Gerakan Pramuka Kwarda Bali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Palang Merah Indonesia (PMI) Bali, RSUP Sanglah dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) berpartisipasi pada kegiatan donor darah plasma konvalesen yang diperuntukkan bagi sesama yang membutuhkan terutama pasien Covid-19. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/8).

Ketua Kwarda Bali Made Rentin menyampaikan, untuk membantu mempercepat kesembuhan para pasien Covid-19 salah satu terapi yang dilakukan adalah dengan cara mentransfusi plasma konvalesen ke dalam tubuh penderita. Maka dari itu bagi warga khususnya anggota pramuka yang pernah terpapar Covid-19 diharapkan bisa mendonorkan darahnya khususnya  plasma konvalesen sehingga makin banyak penderita bisa disembuhkan.  ‘’Dengan semakin banyaknya pendonor yang melakukan donor plasma konvalesen maka akan semakin banyak juga jiwa yang tertolong dan terbebas dari virus Corona yang satu setengah (1,5) tahun mengintai dan memakan korban,’’ jelasnya.

Selain kebutuhan terhadap plasma konvalesen, kata Rentin, kebutuhan terhadap darah sangat tinggi, karena memang sangat banyak pasien yang dirawat di rumah sakit juga membutuhkan darah dan donor dari masyarakat untuk membantu kebutuhan darah tersebut sangat dibutuhkan.

Rentin yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali juga menjelaskan, untuk mengundang masyarakat, khususnya anggota pramuka untuk ikut donor, Kwarda Bali sejak beberapa hari sebelumnya sudah menyebarkan pamflet melaui media sosial, maupun melalui group-group whatsapp. Di samping itu Kwarda Bali juga menyebarkan Link, untuk menerima pendaftaran secara online.

Terakhir, Rentin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, ASN maupun non-ASN dan anggota Pramuka yang telah bersedia mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. Semoga apa yang telah dilakukan hari ini bisa meringankan penderitaan para pasien di rumah sakit terutama yang memang membutuhkan darah.

 “Sekali lagi saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi melakukan donor darah pada hari ini,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra  yang Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali berkesempatan hadir meninjau pelaksanaan donor darah.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra  yang Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang berkesempatan hadir meninjau pelaksanaan donor darah  mangajak kepada seluruh ASN dan non-ASN yang memenuhi syarat agar turut mendonorkan darahnya terlebih plasma konvalesen, di Gedung Wiswa Sabha Utama. ‘’Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Bali terhadap pasien Covid-19 dan masyarakat umum yang membutuhkan,’’ tambahnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Wiswa Sabha Utama berlangsung dua (2) hari yaitu  tanggal 12 dan 13 Agustus 2021. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

WHDI Kota Denpasar Gelar Pelatihan Kecakapan Hidup Pembuatan “Banten Otonan Tumpeng Pitu”

Published

on

By

whdi denpasar
PELATIHAN: WHDI Kota Denpasar saat menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu yang dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar secara berkelanjutan menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup dengan tema pembuatan Banten Otonan Tumpeng Pitu. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (24/4), dengan menyasar kaum perempuan atau Wanita Hindu di wilayah setempat.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus menyamakan persepsi masyarakat terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu serta tata cara pembuatannya sesuai dengan sastra agama Hindu.

Menurutnya, banten otonan merupakan sarana upacara yang rutin digunakan setiap enam bulan sekali dalam rangka memperingati hari kelahiran berdasarkan kalender Bali. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengetahui cara pembuatan dan maknanya.

Banten otonan sangat sering digunakan di dalam keluarga. Jika masyarakat bisa membuat sendiri dan memahami maknanya, tentu dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ujar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program kerja WHDI Kota Denpasar di bidang keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap banjar pada empat kecamatan se-Kota Denpasar. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi dalam setiap pelaksanaan pelatihan.

“Antusias masyarakat sangat besar, sehingga WHDI merespons positif dengan terus mengadakan pelatihan seperti ini secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini para ibu rumah tangga tidak hanya mampu membuat banten otonan untuk kebutuhan keluarga sendiri, tetapi juga dapat mengaplikasikannya di lingkungan yang lebih luas.

Sementara itu, narasumber dari WHDI Kota Denpasar, Ni Wayan Sukerti, menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pelatihan tersebut bukan untuk menggurui, melainkan untuk menyamakan persepsi terkait makna Banten Otonan Tumpeng Pitu sesuai dengan ajaran yang diperoleh dari nabe atau sulinggih.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, bukan di balai rumah. Hal ini dikarenakan merajan merupakan tempat berstana Ida Sang Hyang Widhi beserta para leluhur. Namun kalau merajan milik banyak keluarga beliau tidak mempermasalahkan.

“Setiap pelaksanaan otonan sebaiknya dilakukan di merajan, karena saat mengaturkan banten, para dewa dan leluhur diyakini hadir di sana,” jelasnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tata cara pembuatan banten otonan yang benar sesuai sastra agama Hindu, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta Ni Nyoman Rikin Ariani mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kota Denpasar karena telah melaksanakan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bagus untuk menyamakan persepsi. Bahkan dia baru mengetahui bahwa ngotonan harus dilaksanakan di merajan.

“Melalui pelatihan ini saya baru mengetahui hal ini, semoga kegiatan ini terus berlanjut agar masyarakat banyak yang mengetahui makna dari otonan maupun banten otonan-nya,” harapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Yunita Alit Sucipta Kunjungi Perajin Disabilitas di Carangsari

Published

on

By

gow badung
HOME VISIT: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, kunjungi kediaman I Ketut Tirtayasa melalui kegiatan “home visit“ di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, melakukan aksi nyata dukungan terhadap kaum disabilitas melalui kegiatan home visit di Banjar Beng, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4).

Kunjungan ini secara khusus menyasar kediaman I Ketut Tirtayasa, seorang warga disabilitas yang memiliki keterampilan luar biasa dalam mengolah limbah kertas koran menjadi anyaman bernilai seni tinggi, seperti bokor, tempat tisu, tas, hingga wadah bunga.

Dalam kunjungannya, Nyonya Yunita Alit Sucipta menyampaikan rasa kagumnya atas semangat kemandirian yang ditunjukkan oleh Ketut Tirtayasa. Menurutnya, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan berdaya secara ekonomi.

“Pak Ketut adalah sosok yang mengajarkan kita bukan tentang keterbatasan, melainkan tentang kekuatan dan kemandirian. Beliau mampu mengubah koran bekas menjadi kerajinan yang sangat bernilai,” ujarnya di sela-sela kunjungan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Yunita Alit Sucipta yang didampingi jajaran GOW Badung memberikan bantuan dana motivasi serta pasokan bahan baku berupa kertas koran. Tak hanya itu, ia juga langsung memesan 50 buah tempat tisu hasil karya Ketut Tirtayasa untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

“Kami dari GOW Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM seperti Pak Ketut agar terus maju dan berkembang. Semoga sosok beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak menyerah dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Aksi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi warga disabilitas dan mendorong munculnya produk-produk kreatif berbasis lingkungan di Kabupaten Badung.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Petang A.A. Ngr Darma Putra, Ketua WHDI Kecamatan Petang dan Wakil Ketua WHDI Kecamatan Petang, Ketua TP PKK Desa Carangsari, serta pengurus GOW Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Nyonya Yunita Alit Sucipta Buka Pelatihan “Garnish” dan “Fruit Carving” di Carangsari

Published

on

By

gow badung
PELATIHAN: Ketua GOW Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka pelatihan “Garnish” dan “Fruit Carving” di Monumen Tugu Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4). (Foto: Hm Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, secara resmi membuka pelatihan Garnish dan Fruit Carving di Monumen Tugu Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Jumat (24/4).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Ibu-ibu PKK Desa Carangsari ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dalam menghias tumpeng sekaligus meningkatkan keterampilan yang bernilai ekonomi bagi kaum perempuan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya Nyonya Yunita Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk WHDI Kecamatan Petang dan perangkat desa, yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini demi kemajuan perempuan di Kabupaten Badung. Ditekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar hobi, melainkan peluang usaha yang menjanjikan di sektor kuliner dan pariwisata.

“Kami berharap pelatihan ini membuka peluang keterampilan yang bernilai ekonomi. Melalui pengetahuan praktis ini, peserta dapat menerapkannya untuk keperluan rumah tangga, kegiatan adat, hingga membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kehadiran narasumber ahli, Ibu Eny Kojiro, sebagai momentum untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya. “Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk bertanya dan berlatih langsung dengan ahlinya agar ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat secara berkelanjutan bagi ekonomi keluarga,” tambahnya.

Acara ini dihadiri pula oleh Camat Petang AA. Ngr Darma Putra, Ketua WHDI Kecamatan Petang Nyonya Winda Bima Nata, Wakil Ketua WHDI Kecamatan Petang Nyonya Dewi Lanang Umbara, pengurus GOW Badung, serta jajaran TP PKK Desa Carangsari. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca