Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Belajar dari DKI Jakarta, Bali Hadapi Ancaman Banjir

BALIILU Tayang

:

PENCEGAHAN BANJIR: Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Bali bersama puluhan wartawan peliput DPRD Bali belajar mengenai pencegahan dan penanganan banjir ke Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dalam agenda Press Tour, Kamis (9/10/2025). (Foto: gs)

Jakarta, baliilu.com – Tragedi banjir di Bali yang terjadi Rabu subuh, 10 September 2025, telah merenggut 18 nyawa melayang, ribuan warga terdampak, dan fasilitas publik seperti Pasar Badung dan Pasar Kumbasari porak-poranda oleh luapan air Tukad Badung.

Pesan alam ini telah menampar semua pihak, bahwa Bali, pulau kecil yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya kini harus berhadapan dengan bencana ekologis yang tidak bisa dianggap biasa.

Sebulan pascabencana itu, Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Bali bersama puluhan wartawan peliput di DPRD Bali melakukan langkah konkret yakni belajar langsung ke Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta dalam agenda Press Tour, Kamis (9/10/2025).

Rombongan dipimpin langsung Sekretaris Dewan DPRD Bali, I Ketut Nayaka, didampingi Koordinator Press Tour Dwikora Putra. Mereka diterima langsung oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Sumber Daya Air Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Nugraharyadi atau disapa Medi.

Sekretaris Dewan DPRD Bali I Ketut Nayaka dalam sesi pembukaan menegaskan bahwa alasan kunjungan ke Dinas SDA DKI Jakarta berangkat dari keprihatinan mendalam atas banjir besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di Bali.

“Tidak pernah terbayangkan bencana banjir sebesar itu. Ini mengagetkan semua pihak, pemerintah maupun masyarakat. Karena itu kami ingin belajar bagaimana Jakarta mengelola banjir agar Bali bisa lebih siap menangani banjir atau bencana lainnya,” ujar Nayaka. Dengan kita kesini mendapat informasi yang sangat konfrehensif dan masukan ini bisa disampaikan ke pimpinan dan bisa ditindaklanjutinya.

Sementara itu, Nugraharyadi menegaskan bahwa banjir di Jakarta tidak mungkin dihapuskan sepenuhnya, meski Jakarta sudah memiliki sistem pengendalian canggih sekalipun.

“Tidak ada gubernur yang bisa menjamin Jakarta bebas banjir. Tapi yang terpenting adalah mitigasi bagaimana menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak sosialnya,” ujar Medi.

Baca Juga  Di Depan Rapat Paripurna DPRD Bali, Wagub Cok Ace Jelaskan Raperda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi

Ia lanjut menjelaskan, Jakarta sendiri menghadapi tiga jenis banjir yakni kiriman, lokal, dan rob. Sebanyak 13 sungai yang melintasi Jakarta, merupakan salah satu penyumbang banjir terbesar sehingga ancaman banjir itu permanen. Meskipun demikian, Provinsi DKI telah melakukan penanganan melalui pendekatan Stormwater Management Nature-Based Solution (NBS) yang melibatkan pemerintah dan masyarakat secara aktif dari perencanaan hingga pemeliharaan.

Sedangkan ancaman banjir rob, karena sebagian wilayah bagian utara termasuk Jakarta Barat adalah wilayah laut. Namun dalam lima tahun terakhir DKI Jakarta telah mengendalikan percepatan penurunan muka tanah. Selain itu, ada perubahan tata guna lahan seperti pembangunan villa yang tadinya ada resapan air, juga ada pengembangan kota yang berubah tata guna lahannya.

Medi menjelaskan ada tiga penanganan banjir yakni pra, saat dan pascabanjir. Pra banjir melalui pengurasan saluran, pengerukan kali/sungai dan waduk, dan pemeliharaan atau servis pompa stasioner dan pompa mobile. Kemudian saat banjir dengan mengerahkan pasukan biru, melakukan operasional pompa pengendali banjir, penempatan pompa mobile, penempatan satgas di titik genangan, komando banjir dan penanggulangan limpasan. Sedangkan pascabanjir dengan mengoperasional pompa pengendali banjir, kerja sama dengan damkar untuk membantu masyarakat membersihkan lokasi banjir baik sampah maupun lumpur. “Kita bantu mendorong lumpur dari rumahnya,’’ ujar Medi.

Medi kemudian menegaskan seluruh infrastruktur pengendali banjir di Jakarta menggunakan dua jalur yakni infrastruktur fisik dan run-off control. Seperti normalisasi sungai, kanal, floodway, hingga kolam retensi dan embung dibangun untuk menahan limpasan air hujan. Selain itu, ada pula program On Site Detention seperti sumur resapan, tangki air, hingga pemanfaatan atap rumah untuk menampung air hujan.

“Data sistem saluran drainase kami lengkap sampai ke saluran mikro. Jadi kita melakukan sesuatu hal berdasarkan data. Perbaikan saluran dari data yang diolah dan dilaksanakan,‘‘ ucapnya.

Baca Juga  ASN Hingga TNI Polri Berjibaku Bersihkan Sisa Bencana Banjir di Denpasar

Jakarta bahkan memiliki sistem peringatan dini untuk potensi banjir rob dan dilengkapi sarana yang lengkap: 557 pompa stasioner di 190 lokasi, 627 pompa mobile, 449 dump truck, 258 alat berat, serta lebih dari 3.900 personel petugas pengendalian banjir.

“Kami punya armada dan alat penanganan banjir yang sangat besar. Ini memang bikin ngeri kalau dilihat. Tapi hasilnya nyata,” kata Medi.

Pada kesempatan itu, Koordinator Press Tour, IGMB Dwikora Putra menyoroti bahwa Bali belum memiliki instansi khusus yang menangani sumber daya air.

“Kita dorong agar Gubernur Bali membentuk Dinas Sumber Daya Air. Setelah banjir 10 September, baru terasa pentingnya lembaga yang fokus pada urusan air,” ujarnya seraya mengungkapkan perbedaan fasilitas antara Jakarta dan Bali disebutnya seperti ‘langit dan bumi’. Bali belum memiliki sistem dan peralatan memadai untuk menghadapi bencana sebesar banjir bandang kemarin, apalagi jika skala curah hujan ekstrem terus meningkat akibat perubahan iklim.

Dewan Dorong Langkah Nyata

Sekwan DPRD Bali I Ketut Nayaka menekankan pentingnya tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar rencana di atas kertas.

“Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengembalikan fungsi bantaran sungai dan melakukan pengerukan sungai. Bali harus punya master plan pencegahan dan penanganan banjir,” katanya.

DPRD Bali, sebut Nayaka, akan mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur serta membangun sistem mitigasi bencana yang lebih terintegrasi.

“Kita harus belajar dari Jakarta. Bali tak boleh hanya bereaksi setelah bencana datang. Ini waktunya menyiapkan strategi agar banjir bandang seperti 10 September tak terulang lagi,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Jalan Santai Milad Ke-37 RWM Al-Hasanah Canggu Permai

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Milad Ke-37 RWM Al-Hasanah
HADIRI PERINGATAN MILAD: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri peringatan Milad Ke-37 Rukun Warga Muslim Al-Hasanah di Perumahan Canggu Permai, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (25/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri secara langsung acara puncak peringatan Milad Ke-37 Rukun Warga Muslim (RWM) Al-Hasanah yang dipusatkan di Perumahan Canggu Permai, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (25/10). Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berkesempatan melepas secara resmi ratusan peserta jalan santai yang menjadi bagian utama dari rangkaian perayaan.

Bupati Wayan Adi Arnawa mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar RWM Al-Hasanah yang telah memasuki usia Ke-37 tahun. Ia berharap momentum hari jadi ini dapat dijadikan sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh semangat persaudaraan antar warga demi terwujudnya tatanan sosial yang harmonis.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya mengucapkan selamat atas peringatan Milad Ke-37 ini. Semoga momentum ini mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat persaudaraan serta mendorong lahirnya berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Bupati turut memberikan apresiasi yang tinggi atas peran aktif RWM Al-Hasanah dalam dinamika kehidupan sosial dan keagamaan di daerah. Keberadaan organisasi kemasyarakatan berbasis keumatan seperti ini dinilai memiliki arti penting dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat nilai-nilai kebajikan, serta merawat keharmonisan antar umat beragama di Gumi Keris.

“Keberagaman yang dimiliki Kabupaten Badung harus senantiasa dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong. Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Mari kita bersama-sama menjaga daerah kita dan mendukung program pembangunan Kabupaten Badung,” tegas Adi Arnawa.

Sementara itu, Ketua Keluarga Besar Masjid Al-Hasanah Canggu Permai, Nur Hasim, menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada Bupati Badung atas kehadiran dan perhatian langsung yang diberikan kepada warga. Kehadiran pemimpin daerah dinilai memberi motivasi berlipat bagi warga untuk berkontribusi positif.

Baca Juga  Gubernur Koster, Kepala Daerah dan BNPB Rakor Pengendalian Bencana Banjir Bali, Suharyanto: Situasi Relatif Terkendali

“Kehadiran Bapak Bupati menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar kami. Acara ini terasa semakin berwarna dan bermakna, sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempererat persaudaraan, menjaga toleransi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kami siap bersama seluruh elemen masyarakat menjaga daerah ini, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta merawat kerukunan. Perbedaan bukan penghalang untuk bersaudara, melainkan kekuatan untuk membangun daerah,” ungkap Nur Hasim.

Agenda peringatan ini turut dihadiri oleh Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa, Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya, Bendesa Adat Tibubeneng, Kelian Dinas Tandeg, Kelian Dinas Canggu Permai, serta tokoh pengurus Rukun Warga Muslim setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

“Karya Ngenteg Linggih“ di Balai Banjar Selat

Bupati Adi Arnawa Ingatkan Warga Optimalkan Ruang Adat dan Budaya

Loading

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Banjar Selat
HADIRI KARYA: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Balai Banjar Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri prosesi upacara (upasaksi) Karya Ngenteg Linggih serangkaian Karya Mamungkah, Mendem Pedagingan, Rsi Gana, Ngenteg Linggih, Ngingkup, dan Padudusan Alit di Balai Banjar Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/10) siang.

Rangkaian karya suci tersebut dipuput oleh Ida Ratu Pedanda dari Griya Gede Selat. Agenda keagamaan ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, pelingsir Puri Selat, serta krama Banjar Selat. Dalam kesempatan itu, Bupati melaksanakan persembahyangan bersama dan menandatangani prasasti peresmian.

Dalam Sambrama Wacananya, Bupati Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong warga dalam mensukseskan rangkaian upacara sekaligus meresmikan fasilitas banjar baru. “Saya merasa bersyukur dapat hadir bersama krama Banjar Selat dalam rangkaian karya suci ini. Saya mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat yang telah mempersiapkan serta melaksanakan karya ini dengan baik. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, rahayu, dan memberikan kerahayuan bagi kita semua,” ucapnya.

Bupati berharap gedung Balai Banjar Selat yang baru dapat dioptimalkan sebagai pusat kegiatan adat, budaya, dan sosial guna mempererat semangat kekeluargaan. “Dengan adanya Balai Banjar yang baru ini, saya berharap krama dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, adat, dan budaya. Mari kita jaga bersama fasilitas ini agar dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat serta menjadi tempat untuk memperkuat persatuan dan semangat menyama braya,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa turut memaparkan program prioritas Pemkab Badung yang pro-rakyat. Di antaranya program santunan khusus lansia berusia 75 tahun ke atas sebesar Rp 3 juta per tahun yang cair saat hari ulang tahun, serta bantuan hari raya keagamaan sebesar Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK). Seluruh bantuan ditegaskan wajib disalurkan secara transparan tanpa pemotongan.

Baca Juga  Bali Dilanda Banjir, Dewan Bali Minta Pemprov Gelar “Mecaru Akasa“

Sementara itu, Pemucuk Karya yang juga Perbekel Desa Selat, Made Semawan, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi balai banjar dilakukan karena lokasi lama berdiri di atas lahan milik pribadi. Berkat dukungan penuh pemerintah daerah dan swadaya warga, pembangunan di lokasi baru berhasil rampung. Upacara pengurip bangunan ini didanai dari APBDes Selat dengan total anggaran mencapai Rp 314.000.000. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-54 STT Giri Kusuma Kelod, Wabup Bagus Alit Sucipta Sebut Pemuda Garda Depan Pembangunan

Published

on

By

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri HUT Ke-54 STT Giri Kusuma Kelod
HADIRI HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Perayaan HUT Ke-54 STT Giri Kusuma Kelod di Balai Banjar Negara Kelod, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Sabtu malam (24/10). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Sekaa Teruna Teruni (STT) Giri Kusuma Kelod sekaligus Pelantikan Anggota Baru di Balai Banjar Negara Kelod, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Sabtu malam (24/10).

Kehadiran Wakil Bupati Badung disambut hangat oleh krama banjar, tokoh masyarakat, serta pengurus dan anggota sekaa teruna. Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Suardana, Camat Mengwi beserta unsur Tripika, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra, Wakil Kelian Desa Sading Nyoman Ardika, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi semangat dan kebersamaan pemuda Banjar Negara Kelod yang aktif menjaga kekompakan serta melestarikan tradisi dan budaya Bali. Menurutnya, Sekaa Teruna merupakan garda terdepan dalam menjaga keharmonisan dan modal sosial pembangunan di Kabupaten Badung.

“Selamat Hari Ulang Tahun Ke-54 untuk STT. Giri Kusuma Kelod dan selamat kepada para anggota baru yang dilantik. Generasi muda adalah tulang punggung desa adat dan penerus masa depan daerah. Tetap jaga persatuan, tingkatkan kreativitas, serta teruslah berkarya untuk kemajuan Banjar Negara Kelod dan Kelurahan Sading,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kelian Desa Sading Nyoman Ardika turut menyampaikan pesan agar seluruh anggota menjadikan momentum ini sebagai ajang pembelajaran dalam berorganisasi secara mandiri.

“Selamat merayakan hari ulang tahun Sekaa Teruna Teruni Giri Kusuma Kelod yang ke-54. Mudah-mudahan apa yang menjadi pengabdian dari anak-anak sekalian bisa terbimbing, bisa pulih. Mari bersama-sama krama sekalian, belajar berorganisasi, dan belajar mandiri,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung menyerahkan bantuan dana kegiatan sebesar Rp 30 juta dan anggota DPRD Badung I Made Suwardana sebesar Rp 5 juta. Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng serta penampilan kreativitas seni dari pemuda setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Pasca Hujan, PUPR Denpasar Respon Cepat Atensi Genangan di Beberapa Titik

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca