Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bentuk Perumda Kerthi Bali Santhi, Pemprov Bali Gelar Seleksi Terbuka untuk Posisi Dewan Pengawas dan Direksi

BALIILU Tayang

:

asisten
Ketua Panitia Seleksi, Dewa Putu Sunartha yang juga Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali, saat ini sedang membentuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kerthi Bali Santhi yang dibentuk dalam rangka penyelenggaraan pariwisata digital budaya Bali sesuai dengan Perda Provinsi Bali No. 2 Tahun 2022.

Perusda Kerthi Bali Santhi juga ditujukan untuk pengelolaan kepariwisataan berbasis digital yang diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel serta profesional melalui portal satu pintu pariwisata Bali untuk mewujudkan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru. “Karena itu, dibentuk pula Panitia Seleksi Anggota Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan Umum Daerah Kerthi Bali Santhi atas nama Pemerintah Provinsi Bali untuk selanjutnya disebut dengan Panitia Seleksi membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat umum untuk berkarir sekaligus mendedikasikan diri sebagai Pejabat dalam Organ Badan Usaha Milik Daerah pada Perumda Kerthi Bali Santhi, yang bergerak dalam bidang ekonomi digital khususnya pariwisata,” kata Ketua Panitia Seleksi, Dewa Putu Sunartha di Denpasar pada Kamis (8/12).

Sebagaimana tercantum dalam surat dengan Nomor : 002/PANSEL/KBS/2022 yakni Pengumuman Seleksi Terbuka Penerimaan Bakal Calon Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan Umum Daerah Kerthi Bali Santhi, maka pihak panitia disebutkan Sunartha akan menyeleksi 1 orang Ketua Dewan Pengawas dan  3 orang Direksi  yakni 1 orang Direktur Utama, 1 orang  Direktur Operasional dan Keuangan, 1 orang Direktur Bisnis dan Pengembangan Digital. Dewan Pengawas Bertugas melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan pengurusan perusahaan umum daerah, lalu Direktur Utama bertanggung jawab atas pengurusan Perumda Kerthi Bali Santhi untuk kepentingan dan tujuan Perumda Kerthi Bali Santhi dalam mengakses seluas-luasnya potensi ekonomi digital khususnya dalam bidang pariwisata dan bidang lainnya serta mewakili Perumda Kerthi Bali Santhi baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Hadiri Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas LKPP Tahun 2023

Selanjutnya Direktur Operasional dan Keuangan bertanggung jawab terhadap proses operasional, keuangan dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem digital serta mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik. “Direktur Bisnis dan Pengembangan Digital bertanggung jawab dalam membangun inovasi proses dan modal bisnis serta mengembangkan teknologi digital,” tandas Sunartha yang juga Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali.

Masih sebagaimana tercantum dalam surat tersebut, Persyaratan Umum Dewan Pengawas antara lain ; 1) Sehat jasmani dan rohani (dibuktikan dengan surat keterangan Dokter dari Rumah Sakit Pemerintah atau Rumah Sakit Swasta); 2) Memiliki keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, jujur, perilaku yang baik, dan dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan; 3) Memahami penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 4) Memahami manajemen perusahaan yang berkaitan dengan salah satu fungsi manajemen; 5) Berijazah paling rendah S-1/D-4; 6) Berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun pada saat mendaftar pertama kali; 7) Tidak pernah dinyatakan pailit; 8) Tidak pernah menjadi anggota Direksi, anggota Dewan Pengawas, atau anggota Komisaris yang dinyatakan bersalah atau menyebabkan badan usaha yang dipimpin dinyatakan pailit; 9) Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau keuangan daerah; 10) Tidak sedang menjalani sanksi pidana; dan 11) Tidak sedang menjadi pengurus partai politik, calon Kepala Daerah atau calon Wakil Kepala Daerah, dan/atau calon Anggota Legislatif.

Sedangkan Persyaratan Umum Direksi  yakni ; 1) Sehat jasmani dan rohani (dibuktikan dengan surat keterangan Dokter dari Rumah Sakit Pemerintah atau Rumah Sakit Swasta); 2) Memiliki keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, jujur, perilaku yang baik, dan dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan; 3) Memahami penyelenggaraan pemerintah daerah; 4) Memahami manajemen perusahaan; 5) Memiliki pengetahuan yang memadai di bidang usaha perusahaan; 6) Berijazah paling rendah S-1/D-4; 7) Pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun di bidang manajerial perusahaan berbadan hukum dan pernah memimpin tim; 8) Berusia paling rendah 35 (tiga puluh lima) tahun dan paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat mendaftar pertama kali; 9) Tidak pernah menjadi anggota Direksi, anggota Dewan Pengawas, atau anggota Komisaris yang dinyatakan bersalah atau menyebabkan badan usaha yang dipimpin dinyatakan pailit; 10) Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau keuangan daerah; 11) Tidak sedang menjalani sanksi pidana; dan 12) Tidak sedang menjadi pengurus partai politik, calon Kepala Daerah atau calon Wakil Kepala Daerah, dan/atau calon anggota legislatif.

Baca Juga  FP Golkar DPRD Bali Harapkan Gubernur Kembalikan Posisi Pemprov Bali sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank BPD Bali

Sedangkan untuk persyaratan khusus, yang pertama Dewan Pengawas memiliki pengalaman jabatan/kerja di bidang yang berkaitan dengan pengembangan dan pengawasan perusahaan berbadan hukum dan memiliki pengetahuan dalam bidang ekonomi digital, dan yang kedua Direksi; Memiliki pengetahuan dan pengalaman jabatan/kerja di bidang pariwisata digital/ industri pariwisata/ industri digital/ ekonomi digital/ keuangan yang berkaitan dengan perusahaan secara kumulatif sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

Dijelaskan pula oleh Sunartha bahwa tahapan seleksi akan dimulai dengan Seleksi Administrasi Seleksi yang dilakukan dengan meneliti kelengkapan administrasi dari pelamar. Bagi peserta yang memenuhi syarat administratif dinyatakan lulus dan dapat mengikuti tahapan selanjutnya, hasilnya akan diumumkan melalui website yang telah ditetapkan dan email peserta  Pendaftaran dan penyampaian surat lamaran dapat dimulai dari tanggal 8 Desember 2022 dan paling lambat tanggal 15 Desember 2022 pukul 12.00 Wita. “Lalu dilanjutkan dengan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yakni Psikotes, Ujian Tertulis sesuai tema yang ditentukan oleh Tim UKK,  Presentasi makalah dan rencana bisnis serta terakhir Wawancara,” jelas Sunartha.

Sunartha juga menggarisbawahi bahwa pelamar hanya dapat melamar untuk 1 (satu) jabatan; dan selama proses seleksi, panitia seleksi tidak memungut biaya kepada pelamar dan Panitia Seleksi tidak menanggung biaya yang telah dikeluarkan oleh pelamar. Berkas lamaran tidak dikembalikan dan digunakan oleh Panitia Seleksi untuk keperluan proses seleksi. “Keputusan Panitia Seleksi tidak dapat diganggu gugat serta formulir surat pernyataan dapat diunduh melalui website di https://www.baliprov.go.id ,” ucapnya lagi.

Seperti sempat dijelaskan Gubernur Bali Wayan Koster belum lama ini, Perumda ini akan mengintegrasikan sejumlah marketplace dengan pelaku UMKM bidang kerajinan di Bali akan menjadi portal satu pintu pariwisata Bali. Anggotanya terdiri dari UMKM, industri kerajinan tangan, maupun penghasil produk lokal lainnya. Sementara itu, marketplace, toko online, maupun e-commerce lainnya akan menjadi mitra portal. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Sukses Bawa Bali Raih Penghargaan Terbaik I Nasional Penurunan Kemiskinan dan Stunting

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Pilar Perekonomian, Pemprov Bali dan BI Perkuat Sinergi Ekonomi Berkelanjutan melalui Bali Jagaditha VII

Sekda Dewa Indra: Bali Tetap Terbuka bagi Investasi yang Memperhatikan Masyarakat, Lingkungan, dan Budaya Lokal

Loading

Published

on

By

Bali Jagaditha
CLOSING CEREMONY: Penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 yang berlangsung di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Penyelenggaraan Bali Jagaditha VII Tahun 2026 kembali mencatat capaian signifikan dalam penguatan investasi, pariwisata, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali. Ajang yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan bisnis bernilai triliunan rupiah serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam acara penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 yang berlangsung di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Bali Jagaditha yang kini memasuki edisi ketujuh.

“Saya sangat berbahagia. Jika kita mengikuti sejak penyelenggaraan pertama, kegiatan ini terus berkembang dan semakin luas. Pemangku kepentingan yang terlibat juga semakin banyak. Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra.

Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menilai Bank Indonesia terus memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi berbagai kegiatan yang mampu menggairahkan perekonomian daerah.

Dewa Indra menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang masuk, sepanjang memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Kami sangat terbuka terhadap investasi dengan ketentuan memperhatikan masyarakat, lingkungan, budaya, serta berkomitmen menjaga lingkungan hidup agar dapat menopang ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudi Brando, menilai Bali layak menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Baca Juga  WTP 11 Kali Berturut-turut, Gubernur Koster: Administrasi Pemprov Bali Lengkap, Transparan, Akuntabel dan Berkualitas

Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I Tahun 2026 mencapai sekitar 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali pada angka 2,99 persen.

“Mengingat Bali, saya selalu teringat film Eat Pray Love. ‘Eat’ menggambarkan perputaran ekonomi yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi Bali tinggi dan inflasinya terjaga. Bali patut menjadi teladan,” ujarnya.

Menurut Rudi, filosofi “pray” mencerminkan keseimbangan antara aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menjadi ciri pembangunan Bali. Adapun “love” menggambarkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, hingga perwakilan negara sahabat.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk para konsul dan duta besar negara sahabat. Sinergi yang baik akan menghasilkan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, melaporkan bahwa Bali Jagaditha VII merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor investasi, pariwisata, dan UMKM dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah.

Mengusung tema Bhumi Parahita, kegiatan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi hijau dan penguatan budaya yang menjadi prioritas nasional.

Di sektor pariwisata, pelaksanaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 berhasil menghadirkan 407 buyer dari 44 negara serta 208 seller dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menghasilkan potensi kesepakatan bisnis senilai Rp6,9 triliun.

Pada sektor investasi melalui Bali Investment Forum 2026, kegiatan ini mempertemukan 21 pemilik proyek dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan 35 calon investor internasional, termasuk para duta besar negara sahabat. Forum tersebut juga diisi dengan kunjungan proyek dan pertemuan bisnis secara langsung (one-on-one meeting).

Sementara itu, sektor UMKM mencatat potensi ekspor sebesar Rp 23,03 miliar. Selama tiga hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut dikunjungi sekitar 60.000 orang dengan nilai transaksi langsung mencapai Rp 1,9 miliar.

Baca Juga  Rayakan Rahina Tumpek Krulut, Pemprov Bali Hadirkan Lolot dkk di Ardha Candra

Achris mengatakan skala Bali Jagaditha terus berkembang dan ke depan akan mencakup sektor-sektor strategis lainnya, seperti energi terbarukan, infrastruktur, serta pengolahan sampah.

“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Pada rangkaian penutupan acara, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan piagam rekor untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis Endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak.

Selain itu, dilakukan penyerahan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara investor dan UMKM lokal, penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengembangan keuangan daerah, serta penyerahan katalog investasi Bali–Nusa Tenggara kepada para duta besar negara sahabat.

Sejumlah duta besar hadir secara langsung dalam acara tersebut, antara lain Duta Besar Pakistan, Duta Besar Bahrain, Duta Besar Oman, dan Duta Besar Armenia. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya perhatian komunitas internasional terhadap peluang investasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Tinjau Telajakan Desa Adat Batu Lantang, Berikan Apresiasi Rp 20 Juta untuk Warga

Published

on

By

SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyerahkan bantuan usai meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, meninjau telajakan di sepanjang jalan menuju Pura Kahyangan Jagat Kancing Gumi, Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (7/6) pagi.

Sambil berbincang dengan warga setempat, ia tampak berkeliling meninjau telajakan yang sebelumnya telah ditata dan ditanami berbagai jenis tanaman hias oleh warga desa. Sesekali, ia juga memberikan masukan mengenai cara penataan telajakan agar tampak asri dan enak dipandang.

“Jika menanam tanaman, daunnya dipangkas terlebih dahulu untuk mengurangi stres air dan mendorong pertumbuhan akar,” jelasnya sambil memangkas daun tanaman yang tampak layu karena baru ditanam menggunakan gunting dahan.

Menurutnya, jenis tanaman yang dipilih juga harus diperhitungkan agar terlihat menarik dan tidak saling tumpang tindih dengan tanaman lainnya. Selain itu, pemeliharaan dan pemupukan juga harus mendapat perhatian yang baik.

Pupuk organik hasil pengelolaan sampah rumah tangga, lanjutnya, sangat bermanfaat untuk membantu menyuburkan tanah sekaligus memberikan nutrisi bagi tanaman di sekitar rumah. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk semakin giat melaksanakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS).

Sebagai bentuk perhatian dan sesuai dengan janjinya saat meninjau pelaksanaan Kegiatan Kul-Kul PKK dan Posyandu di Desa Adat Batu Lantang pada 5 April 2026 lalu, Ny. Putri Koster memberikan apresiasi sebesar Rp 20 juta yang diserahkan langsung kepada Bendesa Adat Batu Lantang.

“Kalau dulu Ibu berjanji memberikan hadiah Rp 10 juta, sekarang Ibu tambahkan menjadi Rp 20 juta,” ujarnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dana tersebut kepada masyarakat, baik untuk pemberian penghargaan kepada warga dengan penataan telajakan terbaik maupun untuk membenahi telajakan yang masih perlu ditata di wilayah Desa Adat Batu Lantang.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta: Pemprov Bali Tetap Berkomitmen Tinggi dalam Perbaikan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

“Tapi pesan Ibu satu, telajakan ini harus terus dirawat. Ibu ingin telajakan di Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali. Kemudian, untuk tiga telajakan lainnya, nanti Ibu akan tinjau kembali pada bulan Desember,” janjinya.

Sementara itu, Bendesa Adat Batu Lantang, I Made Sarpa, menyampaikan terima kasih atas perhatian Ny. Putri Koster kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang. Ia mengatakan bahwa apresiasi yang diberikan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin rajin merawat telajakan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster yang didampingi Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, juga menyerahkan bantuan sebanyak 200 kilogram beras kepada masyarakat Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Harapan yang Tumbuh di SRMP 17 Tabanan: Kisah Orang Tua Menyambut Masa Depan Anak

Published

on

By

prabowo di tabanan
HADIR DI SEKOLAH RAKYAT: Presiden Prabowo Subianto bersama orang tua siswa yang hadir di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Tabanan, baliilu.com – Di tengah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026, tersimpan kisah-kisah perjuangan keluarga yang kini menemukan secercah harapan melalui program Sekolah Rakyat. Bagi banyak orang tua, sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan jalan bagi anak-anak mereka untuk meraih masa depan yang selama ini terasa begitu jauh.

Ni Putu Yuniawati menjadi salah satu orang tua yang merasakan langsung manfaat kehadiran Sekolah Rakyat. Dengan mata berbinar, Yuniawati menceritakan bahwa sang anak, Rizky kini memiliki cita-cita yang jelas. Rizky ingin menjadi insinyur pertanian. Bagi Yuniawati, mimpi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus harapan agar anaknya dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

“Sekarang saya harap anak-anak saya tuh biar bangga mencapai tujuannya mereka sekolah karena kami orang tak punya. Saya mengucapkan sama Pak Presiden banyak terima kasih membantu orang-orang yang tak mampu,” ujar Yuniawati penuh haru.

Kisah serupa datang dari I Nyoman Sukonado, seorang buruh tani yang hadir dalam gelar griya sebagai orang tua calon siswa. Dengan penghasilan yang tidak menentu, jika ada pekerjaan, Sukonado selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Dari enam orang anak yang dimilikinya, lima anak sebelumnya terpaksa berhenti sekolah setelah jenjang SMP.

“Saya juga berterima kasih banyak sekali kepada Bapak Prabowo yang punya program sebesar ini, membiayai masyarakat miskin seperti saya, biar bisa anaknya menimba ilmu. Saya banyak-banyak terima kasih,” ungkap Sukonado.

Bagi Sukonado, pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarganya. Ia berharap sang anak kelak dapat memperoleh pekerjaan yang baik dan membantu keluarga di masa depan.

Baca Juga  Rayakan Rahina Tumpek Krulut, Pemprov Bali Hadirkan Lolot dkk di Ardha Candra

Sementara itu, Ni Putu Megayani menyaksikan sendiri bagaimana Sekolah Rakyat membantu mengembangkan potensi anaknya, Ni Made Ayu Arini. Sejak bersekolah di SRMP 17 Tabanan, Arini terus menunjukkan prestasi, termasuk di bidang olahraga.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Arini telah mencatatkan prestasi pada cabang lompat jauh tingkat provinsi. Setelah bersekolah di Sekolah Rakyat, bakatnya terus berkembang dan kini ia juga berprestasi di cabang bulu tangkis.

“Saya sangat bangga kepada anak saya karena anak saya bisa mandiri dan dia berprestasi di sekolah rakyat ini dan saya sangat bangga kepada anak saya sendiri karena dia bisa mandiri dan dia tidak mau menyulitkan saya sama bapaknya,” kata Megayani.

Sebagai seorang ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Megayani mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat. Ia bahkan berharap anaknya yang lain juga dapat memperoleh kesempatan serupa pada jenjang pendidikan berikutnya.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Prabowo telah mendirikan sekolah rakyat ini. Terima kasih Pak Prabowo atas semua yang diberikan kepada saya. Saya ingin anak saya tidak seperti saya yang tidak bisa membaca dan menulis. Saya ingin anak saya sukses nantinya, dan saya ingin anak saya melebihi diri saya sendiri,” tuturnya.

Kisah Yuniawati, Sukonado, dan Megayani menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan harapan bagi keluarga-keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mengejar cita-cita mereka.

Bagi para orang tua tersebut, kehadiran Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus keluarga mereka. Di balik setiap ruang kelas, tumbuh harapan-harapan besar yang kini perlahan mulai menemukan jalannya. (gs/bi)

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan di Masa Mendatang, Walikota Jaya Negara Kembali Usulkan Penambahan Kuota Gas LPG 3 Kg

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca