Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Bertemu Konsulat Kehormatan Ceko dan Ukraina, Wagub Cok Ace Sampaikan Bali Masih Relevan untuk Pertumbuhan Ekonomi

BALIILU Tayang

:

de
BERTEMU: Wagub Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati saat bertemu Konsulat Kehormatan Ceko dan Konsulat Kehormatan Ukraina, di Hotel Griya Santrian, Sanur - Denpasar, Jumat (21/1). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia di pengujung tahun 2019 telah meninggalkan bekas dalam diri kita semua.  Bali dan seluruh dunia telah memfokuskan semua energi dan pikiran selama 2 tahun terakhir untuk mengekang penyebaran virus. 

“Bali telah melalui banyak tantangan di masa lalu, tetapi tidak ada yang seperti ini.  Untuk beradaptasi dan mengatasi tantangan pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali telah bekerja sebaik mungkin dengan serangkaian kebijakan dan peraturan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Setidaknya ada dua (2) titik fokus dalam upaya yang dilakukan pemerintah Provinsi Bali terkait ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah di Bali dan ketidakseimbangan antarsektor ekonomi di Bali”. Hal ini disampaikan Wagub Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati saat didaulat menjadi narasumber utama dalam Bali Consular Corps Monthly Cosular Luncheon, yang diselenggarakan oleh Konsulat Kehormatan Ceko dan Konsulat Kehormatan Ukraina, di Hotel Griya Santrian, Sanur – Denpasar, Jumat (21/1).

Pemerintah Provinsi Bali mengatasi ketidakseimbangan ini melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berarti melestarikan alam Bali dan segala isinya baik secara fisik (Sekala) dan spiritual (Niskala).  Dengan demikian, pemerataan pembangunan di Bali tidak hanya menjaga keseimbangan antarkabupaten, tetapi juga menjaga aspek lingkungan. 

Terlepas dari segala kekurangan dan keterbatasan sumber daya akibat dampak pandemi terhadap sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali telah mengedepankan komitmen terbaik untuk berdiri bersama seluruh masyarakat Bali.  Semua pemangku kepentingan termasuk komunitas lokal dan bisnis telah bekerja sama untuk mengurangi penyebaran virus ke tingkat terendah. 

Pemerintah kemudian menggerakan beberapa rencana strategis untuk pemulihan ekonomi Bali yang turun menjadi -9,7% di tahun 2021. Rencana strategis tersebut mencakup beberapa poin salah satunya merumuskan lembaga regulasi, dan bekerja sama dengan kementerian untuk bisnis. Bali telah bekerja sangat keras untuk mencapai hasil yang baik dalam mengendalikan pandemi, karena pariwisata Bali masih relevan bagi pertumbuhan dan perkembangan perekonomian Bali.

Baca Juga  Sambut 2023, Bali Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah Domestik

Dengan mengangkat tema “Peran Konsulat dan Perwakilan Negara Sahabat di Bali Menyambut Perekonomian Bali Era Baru Pasca-Pandemi”, ada beberapa poin yang disampaikan oleh Wagub Cok Ace, yakni sekalipun Visa on Arrival (VOA) masih dicabut, namun Cok Ace ingin meyakinkan  bahwa proses aplikasi visa akan berjalan lancar dan semua birokrasi telah memperhatikan hal ini sebagai hal yang sangat penting.  Karantina wajib dapat menunda calon wisatawan mancanegara yang akan berlibur di Bali, tetapi dapat dipastikan bahwa karantina tidak akan merepotkan.  Karena Bali  memastikan bahwa keramahan terbaik akan selalu menjadi hal utama untuk memanjakan semua kebutuhan selama masa karantina.  Selain itu asuransi kesehatan wajib bagi wisatawan internasional yang selama ini dianggap merepotkan bagi banyak orang, juga dipastikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat untuk meringankan cakupan asuransi (dan biaya), dan uji coba untuk mengizinkan wisatawan internasional untuk mengakses asuransi perjalanan pada saat kedatangan sudah dilakukan.

Dengan dilaksanakannya pertemuan ini diharapkan mampu menjadi simbol kerja sama, persahabatan dan perdamaian yang baik antara Indonesia khususnya Bali dengan Ceko dan  Ukraina. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Apresiasi Kemendag, Gelar Kegiatan Bantu Pemulihan Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  HUT Ke-50 PPM, Wagub Minta Generasi Muda Teruskan Perjuangan Bebaskan Kemunduran Diri di Tengah Globalisasi

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wagub Cok Ace Kenalkan Nilai-nilai Sad Kertih di Konferensi Dharma Dhamma di India
Lanjutkan Membaca