Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Komisi II DPRD Badung Tinjau Pantai Seminyak, Anom Gumanti: 100 Hari, 5 Potensi DTW Harapkan sudah Dapat Legal Formal

BALIILU Tayang

:

de
KUNJUNGAN: Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, S.H. dan anggota dewan saat melakukan peninjauan ke potensi DTW Desa Adat Seminyak, Senin (24/1) bertempat di K Resto Seminyak Kuta, Badung. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Menindaklanjuti Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung dengan Dinas Pariwisata Badung soal penetapan DTW baru di Badung, Komisi II DPRD Badung dipimpin ketuanya I Gusti Anom Gumanti, S.H. melakukan peninjauan ke potensi Daya Tarik Wisata (DTW) Desa Adat Seminyak, Senin (24/1) bertempat di K Resto Seminyak Kuta, Badung.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Komisi II Anom Gumanti didampingi Anggota Dewan Kadek Suastiari, IGA Agung Inda Trimafo Yudha, dan I Made Wijaya, S.E. Dari pihak eksekutif hadir Kadis Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta, Camat Kuta, Lurah Seminyak I Putu Gede Adhi Karmita Putra, pengelola Pantai Seminyak Koming, Bandesa Adat Seminyak Wayan Windu Segara serta prajuri Desa Adat Seminyak.

Ketua Komisi II DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. (foto: Ist)

Usai melakukan pertemuan, Ketua Komisi II, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan dengan program 100 harinya Kadis Pariwisata yang baru ini, Dewan berharap 5 potensi DTW ini sudah mendapatkan legal formal SK Bupati tentang penetapan dan pengelolaan oleh desa adat. Komisi II tentu akan selalu mensupport Kadis Pariwisata, karena dasar hukum yang paling penting dari keberadaan DTW.

Politisi Dapil Kuta ini lanjut menegaskan, pengelolaan DTW oleh desa adat juga sesuai dengan visi Bupati Badung, yang ingin menjadikan warganya menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Ini yang perlu dikaji dan di dinas mana ini yang akan kita dorong. ‘’Jadi sesuai dengan permohonan dan hari ini melakukan kunjungan lapangan potensi DTW Seminyak sudah menenuhi syarat semua dan tinggal di-SK-kan oleh bapak Bupati,’’ ujarnya.

Hal lain yang bisa digali di samping bentuknya retribusi, papar Anom Gumanti dari Fraksi PDI Perjuangan ini, ada masukan dinas soal karakteristik pengelolaan DTW di Badung yang berbeda-beda, ada watersports, kuliner, dan ada dalam bentuk lain. Ini yang perlu dikaji ke depan supaya minimal dari kajian itu menambah pundi-pundi PAD. ‘’Harapan saya bagaimana caranya penetapan itu tidak memberatkan pengelola tetapi terjadi simbiose mutualistis, saling menguntungkan sehingga setoran ke PAD juga ada, ke pengelola juga dengan senang hati, nyaman dan tenang mengelola wilayahnya masing-masing,’’ papar Gumanti.

Baca Juga  Fraksi DPRD Badung Sampaikan Pandangan Umum Atas Dua Raperda

Lebih dalam, Anom Gumanti asal Kuta Badung ini menjelaskan penataan dan pengelolaan DTW ini mesti komprehensif dengan penataan Samigita. Ketika nanti proses penataan Samigita sudah berjalan kalau tidak ada SK pengelolaan DTW ini akan kurang bagus. Karena itu, semua komponen baik eksekutif, legislatif termasuk pengelolanya mesti bersama-sama memikirkan Badung ke depan. ‘’Jadi ini sesuatu hal yang penting. Ketika nanti pariwisata sudah bertumbuh seperti dulu, kita sudah siap dalam segala hal, baik kondisi fisiknya maupun regulasinya,’’ ucapnya.

Oleh karena itu, Anom Gumanti menargetkan dalam 100 hari, 5 potensi DTW sudah mendapatkan SK pengelolaan. Untuk di Seminyak permohonan sudah lengkap. Kajian sudah lengkap tinggal ditelaah bagian hukum. Kalau tidak ada masalah akan dilanjutkan ke bupati.

‘’Saya minta kepada pihak pengelola nanti apakah desa adat atau bentuk lain, ketika nanti mengelola, mengelolalah dengan profesional. Ketika sudah diberikan SK pengelolaan artinya desa adat harus mandiri. Maintenance-nya semuanya diserahkan kepada desa adat. Kita semua supaya punya rasa tanggung jawab di wilayahnya sendiri,’’ papar Gumanti seraya menegaskan perlu edukasi, inisiatif dari komponen pengelola untuk menggerakkan masyarakatnya supaya bertanggung jawab. Partisipasi ini yang akan kita tumbuhkan ke depan.

Jika ada yang tidak mendapat SK bupati, Komisi II akan mendorong dinas menindaklajuti. Bahkan Jika sampai pada keputusan jika minta pertimbangan bapak Bupati akan kita berikan. Ia pun kurang sependapat kalau banjar adat yang mengelola, tetapi tetap konteksnya harus desa adat, bahwa yang mendapatkan legitimasi adalah desa adat bukan banjar.

Sedangkan anggota Dewan Made Wijaya mengimbuhkan kehadiran Komisi II ini untuk menuntun dan membina serta melengkapi yang sudah ditetapkan agar jro bandesa dan seluruh jajarannya tidak diobok-obok ke hukum positif. Sekarang legitimasinya di desa adat, karena desa adat dasar hukumnya jelas, bukan banjar adat. Dengan dipayungi perda, esok kalau ada masalah hukum maka larinya ke majelis dan tidak semua ke meja hijau. Dewan pun akan memberi tanggapan terhadap peran desa adat yang sangat kooperatif terhadap program bupati.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Apresiasi Advokat dan Konsultan Hukum Lihat Data Tanah SD 1 Angantaka Diakui Aset Milik Pemkab Badung
Kadis Pariwisata Badung Nyoman Rudiarta. (Foto: ist)

Sementara itu Kadis Pariwisata Badung Nyoman Rudiarta mengatakan kunjungan lapangan dari Komisi II DPRD Badung ini tindak lanjut dari raker yang dilaksanakan minggu lalu. Mantan Camat Kuta ini menyebutkan, tahun 2022 ada 5 permohonan kaitannya dengan pengelolaan kawasan pantai dan beberapa destinasi yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Yakni, Kelan, Seminyak, kawasan luar Pura Batu Ngaus di Cemagi, Pancoran Solas di Penarungan, dan wisata Gerih di Taman Wisata Gerih Sibang Kaja.

“Jadi hari ini beliau (Komisi II, red) melihat bagaimana persyaratan yang sudah kita tentukan kaitan dengan ditetapkan menjadi sebuah DTW. Yang prinsipnya ada sebuah permohonan dari desa adat dan juga kita melihat ada pengelolaan yang cukup bagus dan juga sarana prasarana penunjang baik menyangkut keamanan dan kebersihan sudah lengkap dan ini sudah layak kita jadikan sebuah daya tarik wisata baru yang ada di Kabupaten Badung,’’ ucapnya.

Dikatakan, ini adalah sebuah sampel yang dilakukan oleh Komisi II karena dari kelima tempat itu pihaknya sudah melakukan inspeksi untuk persyaratan-persyaratan yang sudah ditetapkan apakah benar dan tidak, itu semua sudah layak kita jadikan sebuah DTW.

‘’Kami sudah merancang sampai ke bagian hukum. Astungkara, kalau minggu ini bisa keluar dari bagian hukum sehingga dengan kajian yang sudah dibuat kami akan laporkan ke bapak Bupati untuk penetapan,’’ ujarnya.

Soal penetapan DTW, Kadis yang baru dilantik ini mengatakan tidak seluruh pantai ditetapkan menjadi DTW tetapi melihat sebuah potensi. Karena dalam DTW itu tentunya ada persyaratan. Pertama kaitannya dengan komitmen terhadap pantai tersebut. Kedua, adanya fasilitas untuk penunjang operasional seperti pengamanan pantai, petugas pantai, dan ada tenaga kebersihannya.

Baca Juga  Bahas RKPD Badung 2025, Komisi II DPRD Badung Gelar Raker Bersama Dispar dan Disperpa

‘’Ada keinginan dari beberapa kawasan pantai yang akan mengajukan juga atau ditetapkan sebagai sebuah DTW . Tetapi itu di bawah masih terjadi persepsi yang berbeda-beda. Sehingga harapan kami kita tetapkan menjadi DTW harus ada permohonan dari desa adat melalui entah paruman, rapat khusus sehingga ada rasa kebersamaan dan komitmen dari seluruh komponen masyarakat terhadap penetapan DTW yang nanti tentunya berlanjut ke hak pengelolaan,’’ ujar Kadis Rudiarta seraya menegaskan Dinas Pariwisata sangat berkomitmen karena harapan bapak Bupati adalah bagaimana masyarakat menjadi tuan di rumahnya sendiri. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Bahas RKPD Badung 2025, Komisi II DPRD Badung Gelar Raker Bersama Dispar dan Disperpa

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Pimpin Raker Gabungan Komisi Bahas Ranwal RPJMD Badung 2025-2029

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bahas RKPD Badung 2025, Komisi II DPRD Badung Gelar Raker Bersama Dispar dan Disperpa
Lanjutkan Membaca