Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bhabinkamtibmas Jadi Pembina Upacara di SD 3 Tegallalang

BALIILU Tayang

:

Bhabinkamtibmas tegallalang
PEMBINA UPACARA: Bhabinkamtibmas Desa Tegallalang Aiptu Dewa Made Sandat saat menjadi pembina upacara bendera di SD 3 Tegallalang pada Senin, 2 Desember 2024. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bhabinkamtibmas Desa Tegallalang Aiptu Dewa Made Sandat menjadi pembina upacara bendera di SD 3 Tegallalang pada Senin, 2 Desember 2024.

Pada kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Tegallalang memberi amanat pada dasarnya semua orang ingin dihargai, dihormati dan disegani oleh semua orang. Jika kita ingin disegani, dihormati dan dihargai oleh orang lain, kita harus mau menghargai dan menghormati orang lain. Tidak mungkin kita tidak menghargai orang lain, orang lain akan menghargai, menghormati kita atau kita membenci orang lain, orang lain sebaliknya akan menyukai kita. ‘’Tidak mungkin akan terjadi hal yang demikian, kenapa demikian karena Aku adalah Kamu dan Kamu adalah Aku, disinilah perlunya kita sopan santun,’’ ucap Dewa Sandat.

Dewa Sandat menambahkan sopan santun ini merupakan akhlak yang terpuji dan akhlak yang mulia yang semestinya dimiliki oleh kita semua. Akhlak ini mesti dimulai dari sejak dini sehingga dapat membentuk karakter yang semakin kuat dan menjadikan pribadi-pribadi yang dihargai, dihormati dan disegani.

“Sopan santun adalah berbicara dan berprilaku dengan sopan santun terhadap semua orang tanpa memandang status sosial/latar belakang. Sopan santun merujuk pada prilaku yang mencerminkan penghargaan, kesantunan, tata krama dalam interaksi sosial. Ini mencangkup berbagai hal seperti berbicara lembut dan sopan, menggunakan kata-kata yang sesuai, menjaga postur tubuh yang sopan, menghormati privasi orang lain serta memperhatikan norma-norma sosial yang berlaku,’’ ujarnya.

Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi saat dihubungi via telpon membenarkan tugas tambahan Bhabinkamtibmas juga menjadi pembina upacara di sekolah kelurahan/desa binaannya, agar tercipta situasi dan kamtibmas kondusif dan aman.

“Makanya, kita tekankan Bhabinkamtibmas bisa melaksanakan tugasnya secara optimal,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Polsek Tegallalang Survei Lokasi Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka HUT Ke-80 Bhayangkara

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ngopi Kamtibmas Polresta Denpasar Rangkul Komunitas Ojol Maxim

Perkuat Deteksi Dini Jaga Kamtibmas

Loading

Published

on

By

Plt. Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta bersama komunitas Ojol Maxim dalam Ngopi Kamtibmas di Kantor Polsubsektor Diponegoro.
NGOPI KAMTIBMAS: Polresta Denpasar menggelar Ngopi Kamtibmas bersama komunitas Ojek Online (Ojol) Maxim, Jumat (7/8/2026), bertempat di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Denpasar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya memperkuat komunikasi, silaturahmi dan sinergi dengan masyarakat, Polresta Denpasar menggelar Ngopi Kamtibmas bersama komunitas Ojek Online (Ojol) Maxim, Jumat (7/8/2026), bertempat di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Denpasar.

Kegiatan tersebut menjadi sarana deteksi dini dan penggalangan dengan menyasar komunitas Ojol Maxim, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), termasuk menyikapi isu rencana aksi massa secara nasional yang berkembang untuk bulan Agustus dan September 2026.

Plt. Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta, S.H., S.I.K., M.Si., hadir didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar. Sementara itu bapak Juadi Harjo selaku Head of Division Maxim Bali hadir bersama perwakilan Komunitas Ojol Maxim Pelontar Jalanan dan MDSI (Maxim Dewata Solidaritas Indonesia).

Dalam suasana penuh keakraban, Wakapolresta Denpasar bersama para pengemudi ojol melaksanakan dialog dan ngopi bersama. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga membuka ruang komunikasi dua arah untuk menyerap berbagai informasi dan persoalan yang ditemukan komunitas ojol selama beraktivitas di lapangan.

Plt. Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta menyampaikan bahwa Ngopi Kamtibmas secara rutin dilaksanakan sebagai wadah komunikasi dan penguatan sinergi antara Kepolisian dengan masyarakat.

Menurutnya, komunitas Ojol memiliki posisi strategis dalam membantu Kepolisian menjaga situasi Kamtibmas. Hal tersebut tidak terlepas dari aktivitas para pengemudi yang setiap hari berada di berbagai ruas jalan dan wilayah Kota Denpasar.

“Mengingat rekan-rekan beraktivitas langsung di lapangan, berada di ruas-ruas jalan hingga ke berbagai sudut wilayah, tentunya memiliki potensi besar dalam mendeteksi secara dini berbagai hal yang berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas,” jelasnya.

Wakapolresta juga mengajak komunitas Maxim untuk segera menyampaikan kepada Kepolisian apabila menemukan kejadian, informasi, maupun indikasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Baca Juga  Polsek Tegallalang Amankan Pelaku Pencurian dan Penggelapan di Gianyar

Penyampaian informasi dapat dilakukan melalui berbagai sarana komunikasi yang telah tersedia, termasuk grup WhatsApp yang terhubung dengan Bhabinkamtibmas, Kanit Binmas maupun personel Kepolisian lainnya. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Call Center 110 serta Super App Polri untuk mendapatkan akses pelayanan Kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP I Ketut Widiarta juga mengingatkan para pengemudi Ojol agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang beredar melalui media sosial dan grup percakapan yang belum diketahui kebenarannya, khususnya terkait isu rencana aksi massa nasional pada Agustus dan September 2026.

“Kami mengajak seluruh anggota Komunitas Maxim untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan melalui media sosial atau grup percakapan yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Juadi Harjo, Head of Division Maxim Bali, menyambut baik kegiatan Ngopi Kamtibmas yang dinilai menjadi ruang komunikasi penting antara komunitas Ojol dengan Kepolisian.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan lalu lintas merupakan salah satu hal yang kerap ditemui para pengemudi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pihaknya menyatakan kesiapan untuk turut berperan dalam memberikan informasi maupun masukan kepada Kepolisian.

“Permasalahan lalu lintas merupakan hal yang sudah sangat sering kami hadapi dan temukan di lapangan dalam aktivitas sehari-hari. Berkaitan dengan hal tersebut, kami dari komunitas menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam memberikan informasi, masukan, serta melaporkan setiap potensi gangguan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan,” kata Juadi.

Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin secara berkesinambungan diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan di lapangan, termasuk kecelakaan lalu lintas maupun kejadian lainnya yang melibatkan anggota komunitas ojol.

Baca Juga  Kapolres Gianyar Berikan Reward 8 Personel Berprestasi

Sebagai bentuk konkret penguatan sinergi, komunitas Maxim juga menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam grup Kamtibmas yang dibentuk oleh Polri sebagai wadah komunikasi bersama.

Melalui grup tersebut, setiap kejadian, pelanggaran maupun potensi gangguan Kamtibmas yang ditemukan para pengemudi dapat segera diinformasikan kepada Kepolisian melalui WhatsApp, sehingga koordinasi dan penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bawa Misi Lingkungan, Gubernur Koster Lepas Kontingan Pramuka Bali Menuju Jambore Nasional XII di Cibubur

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.
LEPAS KONTINGEN: Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah Gerakan Pramuka Bali melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah Gerakan Pramuka Bali melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur. Pelepasan kontingen yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/8), ditandai pemakaian jaket dan penyerahan bendera oleh Gubernur Koster kepada pimpinan kontingen. Kontingen Bali yang berjumlah 352 orang ini membawa misi lingkungan dengan menerapkan budaya pengelolaan sampah berbasis sumber dan meminimalisir penggunaan plastik selama mengikuti Jambore.

Gubernur Koster dalam arahannya menyampaikan rasa bahagia karena dapat hadir di tengah-tengah adik-adik Pramuka. Ia pun terkenang dengan masa sekolah, dimana dirinya juga aktif di kegiatan Pramuka.

Menurut pendapatnya, Pramuka adalah gerakan positif yang bertujuan membangun disiplin, karakter dan jati diri generasi muda.

Dia menambahkan, gerakan ini sejalan dengan program Pemprov yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Bali yang unggul. SDM unggul yang dimaksud bukan semata cerdas secara intelektual, namun memiliki karakter, jati diri dan memegang teguh identitas sebagai orang Bali.

“Kalau kemampuan kognitif dan profesionalnya itu nomor dua. Yang pertama harus baik dan beradab,” ujarnya.

Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini kemudian menyinggung karakter orang Bali yang dikenal santun dan baik. “Jumlah kita sedikit, tapi karakter itulah yang menjadi keunggulan SDM kita sehingga banyak yang jago dan mampu berkiprah di kancah nasional,” imbuhnya.

Ia berharap, adik-adik yang tergabung dalam gerakan Pramuka menunjukkan jati diri dan karakter sebagai orang Bali.

Menutup arahannya, Gubernur Bali dua periode ini berpesan agar peserta Jambore menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh kegiatan dengan baik.

Baca Juga  Polsek Tegallalang Berikan Pelatihan kepada Satpam Alas Harum Copy Luwak Bali

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Sebab kegiatan ini akan membangun semangat kompetisi, Nak Bali harus jengah dan tunjukkan yang terbaik,” pungkasnya.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam laporannya merinci, 352 kontingen terdiri dari 288 Pramuka Penggalang, 36 Pembina Pramuka atau pendamping, 18 pimpinan kontingen cabang dan 10 pimpinan kontingen daerah.

Kontingan Bali akan mengikuti pertemuan akbar Pramuka Penggalang di Cibubur dari tanggal 12 hingga 21 Agustus 2026.

“Pemilihan peserta telah melalui seleksi, pemusatan latihan dan pembekalan yang matang,” terangnya.

Selama mengikuti Jambore, selain memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, Kontingan Bali juga membawa misi lingkungan dengan penerapan budaya pengelolaan sampah berbasis sumber dan meminimalisir penggunaan plastik. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Pelantikan Pengurus GPEI, Gubernur Koster Ingin Bali Jadi Hub Ekspor Produk Nusantara

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah GPEI Bali di Teater Saba, The Keranjang Bali, Kuta.
PENGUKUHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster ingin Bali menjadi hub ekspor produk yang dihasilkan berbagai daerah di Indonesia. Karena menurutnya, Bali punya ekosistem ekspor yang baik karena sudah dikenal dunia.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8).

Lebih lanjut ia memberi gambaran, secara faktual selama ini Daerah Bali telah menjadi hub ekspor bagi produk dari berbagai daerah di Nusantara.

“Faktanya sekarang sebenarnya sudah jadi hub, hanya saja belum dipolakan dan dikelola,” ucapnya.

Jika dipolakan dan dikelola dengan baik, ia yakin pertumbuhan ekspor Indonesia akan semakin meningkat.

“Karena Bali sudah punya branding dan standar mutu yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah bersertifikat ekspor dari Bali, pasti laku. Itu yang membuat barang-barang yang dikirim dari Bali diterima oleh pasar dunia,” ujarnya.

Agar harapan ini bisa terwujud, saat ini pihaknya tengah menyiapkan Pusat Kebudayaan Bali yang pada Desember 2026 dijadwalkan masuk proses tender. “Kita berharap zona inti tuntas tahun 2027 dan mulai kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola zona komersial. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali Expo. Doakan semoga segera terwujud,” imbuhnya.

Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini menyinggung pentingnya peran ekspor karena mampu meningkatkan nilai jual komoditi, baik itu hasil pertanian atau produk kerajinan. Agar nilai jualnya lebih meningkat, Koster menyarankan agar ekspor tak hanya fokus pada komoditi mentah. “Kalau bisa, ekspor juga produk olahan supaya nilai jual naik,” sarannya.

Baca Juga  Polsek Tegallalang Survei Lokasi Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka HUT Ke-80 Bhayangkara

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPD GPEI Bali yang baru dikukuhkan. “Jadikan ini sebagai momentum untuk memajukan sektor perdagangan Daerah Bali agar lebih banyak komoditi yang menembus pasar ekspor,” katanya.

Wamendag Dyah Roro menambahkan, tahun ini pemerintah menargetkan nilai ekspor bisa mencapai $315 miliar dan saat ini baru terealisasi $218 miliar. Ia optimis, dengan potensi yang dimiliki berbagai daerah utamanya Daerah Bali, target itu bakal tercapai. Khusus untuk Bali, Dyah Roro memberi perhatian pada produksi seperti salak, manggis dan buah tropis lainnya yang sangat diminati pasar internasional.

Ketua Umum DPD GPEI Bali yang baru dilantik, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster. “Terima kasih, ini adalah bentuk perhatian dan konsern Bapak Gubernur pada sektor perdagangan, khususnya ekspor,” ucapnya.

Ia berkomitmen melanjutkan visi meningkatkan kontribusi Bali untuk target ekspor nasional. Sependapat dengan Gubernur Koster, ia menilai Daerah Bali layak menjadi hub ekspor produk nusantara. “Tak hanya menjadi pusat keuangan, kami ingin Bali menjadi pusat perdagangan produk Nusantara dan trade tourism,” tambahnya.

Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali ditandai dengan penyerahan pataka oleh Sekjen DPP GPEI Toto Dirgantoro kepada Ketua Umum DPD GPEI Bali Ngurah Sunu. Acara juga diisi pelepasan ekspor perdana salak gula pasir seberat 3,5 ton dengan nilai $ 13.000 ke Tiongkok. Pelepasan truk pengangkut salak gula pasir ditandai pengibasan bendera oleh Wamen Dyah Roro, diikuti Gubernur Koster dan sejumlah undangan yang membunyikan cengceng. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca