Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

BI Bali: Inflasi Bali Juni 2022 Didorong Peningkatan Harga Pangan

BALIILU Tayang

:

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, inflasi Bali pada bulan Juni 2022 mencapai 0,92% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,71% (mtm) dan lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,61% (mtm).

Peningkatan inflasi di bulan Juni terutama bersumber dari kenaikan harga kelompok volatile food disusul core inflation. Sementara itu kelompok administered price mengalami deflasi. Secara tahunan, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 5,75% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 4,39% (yoy) dan inflasi nasional sebesar 4,35% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho melalui siara pers menyampaikan, bahwa kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 3,88% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei yang sebesar 0,71% (mtm). Kenaikan harga kelompok volatile food didorong oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, telur ayam ras dan daging ayam ras.

‘’Naiknya harga komoditas cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat disebabkan oleh penurunan pasokan dari produksi daerah sentra yang disebabkan cuaca kurang kondusif. Sedangkan, kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan oleh kenaikan kebutuhan bahan pangan selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,’’ ungkap Trisno. Di sisi lain, laju inflasi volatile food tertahan oleh menurunnya harga minyak goreng yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, produksi CPO dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan melakukan pelarangan ekspor CPO pada Mei 2022.

Lebih lanjut Trisno membeberkan, kelompok barang inflasi inti (core) tercatat sebesar 0,45% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,80% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi core adalah canang sari, mie, upah asisten rumah tangga, bakso siap santap, dan kopi bubuk. ‘’Peningkatan harga canang sari dipengaruhi oleh kenaikan permintaan untuk perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan,’’ ujarnya.

Baca Juga  TPID Provinsi Bali Siap Membentuk dan Memperkuat Peran BUMD Pangan

Sementara itu, kenaikan harga mie diakibatkan adanya kenaikan harga gandum sebagai bahan baku pembuatan mie, sedangkan kenaikan harga bakso diakibatkan meningkatnya harga daging ayam ras.

Di sisi lain, kata Trisno, barang administered price mencatat deflasi sebesar -0,09% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,39% (mtm). Deflasi terjadi terutama disebabkan oleh penurunan tarif angkutan antar-kota, angkutan udara, dan tarif kendaraan roda dua online.

‘’Fenomena ini didorong oleh kembali normalnya permintaan pada Juni 2022 setelah terjadi kenaikan pada bulan sebelumnya sehubungan dengan liburan Hari Raya Idul Fitri 2022,’’ ungkapnya.

Selanjutnya pada Juni 2022, tekanan inflasi diperkirakan bersumber dari kelompok administered price dan volatile food. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan tekanan harga antara lain: i)kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Juli 2022, ii) risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK)yang berpotensi mengganggu pasokan daging ternak di tengah kenaikan permintaan sapi untuk Qurban, iii) kenaikan permintaan seiring dengan musim liburan sekolah bagi wisatawan domestik dan liburan musim panas bagi wisatawan mancanegara, serta iv) risiko turunnya produksi hortikultura saat curah hujan tinggi di Provinsi Bali akibat dampak angin monsun dari Australia.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota senantiasa melakukan koordinasi dan komunikasi dalam forum High Level Meeting untuk melakukan pemantauan harga dan stok barang, melaksanakan kegiatan operasi pasar, serta peningkatan Kerja sama Antar-Daerah (KAD) untuk menjamin ketersediaan barang di Provinsi Bali. Untuk surveillance risiko PMK, dilakukan pengawasarn hewan ternak 24 jam di setiap pintu masuk baik bandara maupun pelabuhan, serta rencana vaksinasi kepada hewan ternak. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022

BPR Kanti is Back, Kembali Berikan yang Terbaik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

bpr
Wakil Gubernur Bali Cok Ace menyerahkan undian utama Kijang Innova yang diperoleh nasabah atas nama Made Dwi Junihariningsih dari Banjar Panti Desa Kediri Tabanan yang telah ikut menabung di BPR Sutra. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah keterpurukan Bali yang notabene tergantung dari sektor pariwisata, BPR Kanti ingin membuktikan bahwa pasca-pandemi Covid-19, BPR Kanti kembali memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

‘’Dalam kondisi terpuruk pun ketika kita selalu berupaya yang terbaik maka tentu kinerja kita bisa kita berikan yang terbaik,’’ ujar Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba selepas acara Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022 sekaligus undian Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali yang dilaksanakan di Hongkong Restaurant Denpasar, Senin malam (15/8/2022).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘’BPR Kanti is Back’’ menghadirkan Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ida Rsi Putra Manuaba, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Giri Tribroto, Perwakilan dari Bank Indonesia Provinsi Bali, Bandesa Agung MDA Bali, para nasabah, para kreditor, para stakeholder lainnya serta keluarga besar BPR Kanti.

Amitaba menjelaskan, Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022, yang mengangkat tema ‘’BPR Kanti is Back’’, kembalinya BPR Kanti, karena ini mengindikasikan kepada lembaga keuangan yang lain bahwa pasca-pandemi kita harus kembali berkarya. ‘’Kami mengundang para stakeholder BPR Kanti dari pemerintah, regulator, para kreditor, bank pemberi linkage, tokoh-tokoh masyarakat semuanya kita undang ingin menyampaikan bahwa di tengah keterpurukan Bali yang notabene tergantung pada sektor pariwisata kami ingin membuktikan bahwa pasca-pandemi Covid kita harus kembali, memberikan yang terbaik kepada masyarakat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Bali,’’ ujar Amitaba.

bpr
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

Amitaba mengenang BPR Kanti di masa-masa pandemi Covid dan tentu juga dialami oleh lembaga keuangan lain yang pernah mengalami pada posisi terendah. Likuiditas sangat rendah dan pada saat itu penyaluran kredit BPR Kanti sedang tinggi-tingginya yaitu lebih dari 90%.

Baca Juga  BI Bali Dukung Adaptasi dan Transformasi Digital Pelaku Usaha untuk Bertahan dan Bangkit di Tengah Pandemi

Namun di saat endemi Covid-19 ini, kinerja BPR Kanti dalam year to year di semester kedua Juni 2022, dimana pertumbuhan kredit hampir 47,78 persen, aset tumbuh lebih dari 52 persen dan perhimpunan dana pihak ketiga sekitar 30 persen serta dengan NPL terjaga di 2 persen. ‘’Ini satu pencapaian yang sangat luar biasa. Pencapaian saat normal pun BPR Kanti belum pernah memiliki kinerja seperti ini,’’ ungkapnya.

Amitaba membeberkan, pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi BPR Kanti dimana CR sempat di titik nadir 2 %, pendapatan seret karena restrukturisasi. ‘’Akhir 2020 kami keluar dari ketakutan. BPR Kanti merambah keluar dari bisnis intinya yang dulu hanya melayani UMKM sekarang ikut membantu melayani lembaga keuangan, BPR maupun koperasi melalui beberapa produk yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan fungsi apex bank,’’ papar Amitaba.

Berfungsi sebagai apex bank, kata Amitaba, BPR Kanti ke depan fokus pada bagaimana dapat berbagi, membantu dan melayani masyarakat. BPR Kanti bisa berbagi ilmu pengetahuan dengan menyiapkan sarana pusdiklat, demikian juga membantu BPR, Koperasi baik dalam penyiapan modal kerja, sehingga bisa fokus pada core bisnis BPR, fokus memberikan kredit kepada rakyat, serta BPR Kanti siap melayani baik secara institusi, kelembagaan maupun perseorangan.

Saat ini asset BPR Kanti telah mencapai lebih dari 500 miliar dan dalam dua tahun terakhir diharapkan mencapai 1 triliun. Namun, Amitaba menegaskan bukan pertumbuhaan asset yang menjadi fokus BPR Kanti. Tetapi, ketika assetnya besar artinya dapat melayani lebih banyak kepada masyarakat.

Undian Arisanku Bersama BPR Bali. (Foto: gs)

Oleh karena itu, dalam rangka bisa berkiprah lebih banyak, BPR Kanti telah melakukan ekspansi usaha dengan melakukan sindikasi dengan BPR ke Provinsi NTB di antaranya dengan BPR Tresna Niaga NTB yang sudah menggelontorkan kredit Rp 6,5 miliar. Ke depan, BPR Kanti akan membuka cabang di Provinsi NTB dan juga di provinsi lainnya.

Baca Juga  Bank Indonesia Bali Selenggarakan Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H dengan Stakeholders

Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022 ditutup undian Arisanku Bersama BPR Bali dengan berbagai macam hadiah dari puluhan unit TV Led, sepeda motor PCX, mobil listrik dan hadiah utama satu unit Kijang Innova. Undian yang disaksikan Dinas Sosial Provinsi Bali, Wakil dari Polda Bali, Kejati, Notaris, dimana pengambilan bola dilaksanakan oleh Wakil Gubernur Bali, Perwakilan BI Bali, Kepala OJK, dan Bandesa Agung MDA Bali. Undian utama Kijang Innova diperoleh nasabah atas nama Made Dwi Junihariningsih dari Banjar Panti Desa Kediri Tabanan yang telah ikut menabung di BPR Sutra. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Gubernur Bali dan Ketua OJK Bentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali

Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Bali secara Komprehensif

Published

on

By

ojk
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar di ruang Rapat di Jayasabha, Kamis (11/8/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar di ruang Rapat di Jayasabha, yang dihadiri secara daring Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angle Tanoesoedibyo, Sekretaris Eksekutif Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Raden Pardede, dan Staff Ahli Menteri Keuangan, pada Kamis (Wraspati Wage, Medangkungan), 11 Agustus 2022.

Dalam rapat tersebut, hadir Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Ketua BTB, IB Agung Parta Adnyana, Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi, Ketua Himpi Bali, Agus Pande, dan Pengurus PHRI Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan perkembangan ekonomi Bali yang sudah tumbuh, namun memerlukan percepatan agar dapat kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Ketua OJK sependapat dan tidak perlu diperdebatkan kembali bahwa Bali masih belum kembali pulih, yang utama segera merumuskan langkah kongkrit dan komprehensif agar Ekonomi Bali bisa cepat kembali pulih pasca-pendemi Covid-19.

Untuk merumuskan langkah-langkah tersebut, Ketua OJK mengusulkan membentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali, yang terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi Bali, dan swasta. Mengingat dukungan yang diperlukan harus bersifat komprehensif, maka diperlukan pula dukungan dari unsur dunia usaha dan unsur lainnya dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya.

Ekonomi Bali memerlukan perhatian khusus, mengingat struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor pariwisata menyebabkan pemulihannya sangat tergantung dengan kedatangan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Oleh karena itu, Bali memerlukan kebijakan khusus (spatial policy).

Baca Juga  Bank Indonesia Bali Selenggarakan Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H dengan Stakeholders

Terkait kebijakan khusus tersebut, Gubernur Wayan Koster mengusulkan perpanjangan program restrukturisasi kredit yang diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2021 yang akan berakhir 31 Maret 2023, diperpanjang menjadi 30 Maret 2025. Ketua OJK akan membawa usulan tersebut dalam Rapat Dewan Komisioner OJK terkait dengan perpanjangan program restrukturisasi kredit di atas.

Ketua OJK menyampaikan pula bahwa perpanjangan program resturkturisasi kredit saja tidak cukup, para pengusaha sektor pariwisata dan sektor pendukung pariwisata memerlukan modal kerja untuk memulai usahanya yang sudah 2 tahun tidak dioperasikan. Kebutuhan modal kerja tersebut antara lain untuk merenovasi aset-aset yang mengalami kerusakan dan melatih tenaga kerja yang baru atau yang sebelumnya untuk bekerja kembali dan dapat memberikan pelayanan baik seperti sebelum pandemi Covid-19.

Dalam rapat tersebut, Ketua OJK juga menyampaikan bahwa telah ada kebijakan penjaminan Korporasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27 Tahun 2022 dan penjaminan kredit UMKM melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2022 yang belum berjalan dengan baik di Bali. Oleh karen itu, Ketua OJK akan membahas bersama KC-PEN, untuk membantu dan memfasilitasi pelaksanaannya di Bali, terutama korporasi sektor pariwisata dan UMKM, pendukung pariwisata, memperoleh modal kerjanya.

Dengan kondisi perekonomian Bali yang diwarnai sektor pariwisata yang sangat tertekan, dalam jangka pendek kondisi Bali jelas memerlukan penanganan khusus. Sementara itu, dalam jangka panjang, perekonomian Bali tidak akan dapat berkelanjutan, jika terus bertumpu pada dominasi sektor pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan proses transformasi ekonomi Bali. Langkah jangka pendek dan jangka panjang transformasi perekonomian Bali akan dirumuskan oleh Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali, yang didalamnya juga terdapat tim Pemulihan Ekonomi Nasional. (gs/bi)

Baca Juga  BI Bali: Optimisme Konsumen Bali Terus Menguat

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Penjualan Eceran Juli 2022, Diperkirakan Terus Tumbuh

Published

on

By

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan ritel Bali pada Juli 2022 diperkirakan meningkat secara bulanan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tercatat sebesar 94,0 atau meningkat 0,42% (mtm) dibandingkan IPR bulan sebelumnya yang sebesar 93,6. Pertumbuhan positif ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali selama periode high season, meskipun terdapat risiko peningkatan laju inflasi terutama untuk komoditas volatile food.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa perkiraan kenaikan kinerja penjualan ritel di Bali bulan Juli 2022 bersumber dari penjualan kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Makanan, Minuman dan Tembakau yang masing-masing sebesar 9,9% dan 0,7% (mtm). Sementara itu, kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Barang Budaya dan Rekreasi mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,1% dan 0,9% (mtm).

Kinerja positif penjualan eceran pada Juli 2022 tersebut lebih baik dibandingkan kondisi nasional yang diperkirakan mengalami kontraksi. Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional tercatat sebesar 0,81% (mtm). Penurunan IPR nasional disebabkan kontraksi penjualan eceran pada Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Suku Cadang dan Aksesori yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,7% (mtm) dan 2,0% (mtm). (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Baca Juga  BI Bali QRIS-kan Bangli, Trisno Nugroho: Transformasi Digitalisasi Sebuah Keharusan
Lanjutkan Membaca