Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BI Serahkan Bantuan 2.500 Paket Sembako, Trisno Nugroho: Angka Covid Terkendali Makin Cepat Perbaikan Perekonomian Bali

BALIILU Tayang

:

de
SEMBAKO: Penerima paket sembako dari Program Sosial Bank Indonesia, Sabtu (25/9) di Banjar Kebonkuri Lukluk, Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Pandemi Covid-19 yang telah melanda bangsa ini selama hampir dua tahun mengakibatkan terjadinya kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pangan, bagi masyarakat ekonomi ke bawah. Kesulitan tersebut berpotensi mengakibatkan lemahnya imunitas masyarakat, sehingga upaya pencegahan Covid-19 tidak dapat dilakukan secara optimal.

Menyikapi fenomena tersebut, Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupaya berperan aktif dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Dimana dalam rangka penanggulangan kepada warga terdampak pandemi Covid-19, pada Sabtu, 25 September 2021, BI menyerahkan bantuan 2.500 paket sembako di 5 kabupaten kota di Bali yang disalurkan secara bertahap.

‘’Sebagai wujud nyata kontribusi Bank Indonesia kepada negeri, BI telah melaksanakan Program Sosial Bank Indonesia yang bertajuk Dedikasi untuk Negeri melalui tiga program, yaitu Peningkatan Ketahanan Ekonomi (PKE) dan UMKM, SDM Unggul, dan Kepedulian Sosial. Salah satunya program penyaluran paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Dan kali ini kami bekerja sama dengan Desa Adat Kesiman melalui support Bapak I Gusti Agung Rai Wirajaya selaku Anggota Komisi XI DPR RI,’’ terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam sambutannya saat acara penyerahan secara simbolis 1.000 paket sembako kepada lembaga/kelompok masyarakat dari 2.500 paket yang tersebar di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar dan Karangasem, Sabtu (25/9), di Balai Banjar Kebonkuri Lukluk, Kesiman, Denpasar.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan paket sembako tersebut anggota DPR RI dari Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M., Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kepala Kelurahan Kesiman, Jro Bandesa Adat Kesiman, Kelihan Adat dan Kepala Lingkungan se-Kelurahan Kesiman dan wakil penerima sembako.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Terima Hibah Truk dari Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho

Para penerima paket sembako secara simbolis yakni Banjar Kebonkuri Lukluk, Banjar Kebonkuri Tengah, Banjar Kebonkuri Mangku, Banjar Kebonkuri Kelod, Desa Adat Taman Badung, Desa Adat Mambal Badung, Desa Adat Seminyak Badung, Desa Adat Waringin Karangasem, INKAI Ranting Tojan Gianyar, dan STT Teja Murti Tabanan.

Trisno Nugroho lanjut berharap agar bantuan yang diberikan dapat bermantaat bagi seluruh warga yang terdampak Covid-19. ”Mari kita bersama-sama bersinergi dan bahu-membahu menghadapi Covid-19. Jika angka Covid-19 terkendali maka akan semakin mempercepat perbaikan perekonomian di Bali. Kesehatan pulih, ekonomi bangkit, menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” ujarnya.

Trisno Nugroho menegaskan kepada awak media, bahwa perkembangan Covid menentukan bagaimana Bali bisa mulai bergerak. Dengan masuk level 3 yang sudah berjalan dua minggu berdampak sekali terhadap kedatangan wisatawan Nusantara ke Bali. Kemarin (Jumat, 24 September 2021) sudah mencapai sekitar 6 ribuan wisatawan.

‘’Dengan perkembangan Sabtu ini tercatat 105 kasus positif, mudah-mudahan di Senin besok ada perkembangan baru buat level Bali. Saya kira kita punya harapan, di kuartal ketiga mungkin kita kontraksi karena PPKM level 4 Juli Agustus, namun September PPKM dibuka baru setengah bulan, apalagi ada agenda Super Bike Mandalika November, juga ada kunjungan negara G20 yang mulai Desember take off, moga-moga menggeliatkan di kuartal keempat 2021,’’ ujar Trisno.

Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia yang tidak pernah berhenti membantu masyarakat Bali, terus secara kontinu sejak pandemi Covid-19 sampai sekarang. ‘’Intinya BI ingin membangkitkan dan memotivasi masyarakat Bali agar mereka tetap survive dan tentunya tetap menjaga prokes yang ditetapkan pemerintah,’’ ujar Rai Wirajaya.

Baca Juga  Jelang Nyepi dan Ramadan, BI dan Perbankan Lakukan Pembatasan Kegiatan Operasional

Politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, Bali saat ini berangsur sudah berubah ke level 3 dan berharap dalam pengumuman besok bisa turun level karena perkembangan Covid-19 di Bali sudah sangat drastis penurunannya. ‘’Tetapi  kita jangan lengah dan jangan eforia. Agar di bulan Oktober ini betul-betul apa yang diinginkan kita semua dibuka peluang warga negara asing ke Bali, sehingga pariwisata berangsur naik dan kita bisa beraktivitas, maka prokes tetap dijaga,’’ pesannya.

Soal membuka pariwisata internasional, Rai Wirajaya menegaskan menunggu levelnya turun. Kalau Bali turun ke level dua, maka siap-siap menerima wisatawan asing. ‘’Kalau Bali bisa masuk level dua minimal, saya rasa di pusat akan memikirkan. Masak dibuka hanya di Manado dan Jakarta saja. Makanya saya berharap masyarakat Bali jangan lengah dan jangan eforia,’’ tegasnya lagi.

Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede

Sedangkan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, mewakili masyarakat Kota Denpasar mengucapkan banyak terimakasih kepada BI, juga kepada Agung Rai Wirajaya yang sangat antusias membantu masyarakat yang ada, khususnya di Kota Denpasar dalam menghadapi pandemi Covid-19.

‘’Mudah-mudahan dengan sigapnya kita bersama-sama di sini kami mengharapkan dan mengajak semua komponen masyarakat untuk bagaimana memahami pandemi Covid tak bisa berpikir menyalahkan si A atau si B. ‘’Seharusnya melalui flasback pada diri sendiri. Kalau kita ingin sehat, ingin perekonomian kembali maka disiplinlah kita bersama-sama untuk menaati tentang protap ini,’’ pungkasnya. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Peduli Warga Kurang Mampu, Polsek Kuta Serahkan Paket Sembako Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  Peduli Warga Kurang Mampu, Polsek Kuta Serahkan Paket Sembako Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Terima Hibah Truk dari Bank Indonesia

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca