Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Buka Lomba Barong, Bupati Tabanan Harapkan Generasi Muda Sebagai Agen Pelestari Budaya

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E.,M.M. saat hadir untuk membuka Lomba Barong dan Mekendangan Tunggal Se-Bali Desa Selanbawak. (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Kesenian barong dan mekendangan tunggal menuai antusiasme yang tinggi dari seniman muda Tabanan. Nampak dari euforia para pemuda yang memadati Jaba Pura Desa Adat sejak dimulainya kegiatan lomba pada siang hari Sabtu, (30/4). Hal tersebut dibuktikan langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E.,M.M. saat hadir untuk membuka Lomba Barong dan Mekendangan Tunggal Se-Bali Desa Selanbawak. 

Terselenggaranya lomba kesenian kali ini, terlebih saat pandemi masih melanda, merupakan titik balik bangkitnya seni dan budaya di Tabanan yang beberapa waktu silam sempat redam dikarenakan Covid-19. Berlangsung di Desa Adat Kekeran Desa Selanbawak, Kecamatan Marga Tabanan, kegiatan ini juga disaksikan oleh Perwakilan Anggota DPR RI, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, Camat Marga, Perbekel dan Yowana Desa Selanbawak dan tentunya diramaikan oleh para pegiat seni muda di Tabanan. 

Apreasiasi dan penghargaan yang tinggi diberikan oleh Bupati Tabanan, Sanjaya, kepada para seniman muda Tabanan, sebab orientasi tujuan dan maksud dalam membangkitkan seni dan budaya melalui lomba ini sangat sesuai dengan Visi dan Misi Tabanan. Pihaknya menyampaikan, “seni dan budaya sudah menyatu dalam tatanan kehidupan kita dalam bermasyarakat”.

Dikatakan sangat erat kaitannya dengan Visi dan Misi Tabanan yakni, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Mengandung makna bahwa bagaimana kita membangun sebuah keharmonisan, keseimbangan antara manusia, alam dan lingkungan dalam konsep Tri Hita Karana, “Dan yang ketiga adalah seni dan budayanya yang tidak terlepas, ini juga tercantum dalam jana kerthi, bagaimana kita sebagai manusia membangun peradaban seni dan budaya” tegas Sanjaya. 

Baca Juga  Jadi Panutan, Bupati Tabanan Dinobatkan Sebagai Ayah Generasi Berencana

Kegiatan lomba yang diinisiasi oleh Karang Taruna Panca Tunggal Desa Selanbawak ini terselenggara dengan mengedepankan gotong-royong, terlebih anggaran biayanya dapat terpenuhi dengan beberapa program CSR. Untuk menanggapi kemandirian itu, Sanjaya tekankan poin 4 dalam Visi Pola Pembangunan Semesta Berencana, yakni pelestarian adat, agama dan seni budaya. “Untuk menciptakan masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani tidak terlepas dari kita yang harus mengambil bagian untuk pelaksanaan dan pelestarian seni dan budaya, seperti apa yang dilakukan semeton di sini, sudah sangat sesuai dengan Visi dan Misi Tabanan dan Bali secara umum,” paparnya. 

Sebagaimana tagline “Banggalah Menjadi Orang Tabanan” itu terus digaungkan oleh Bupati Sanjaya, ia berharap, Tabanan bisa terus mempelopori dan bangkit melalui event kesenian. Dan pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada para seniman muda tersebut. “Seni dan Budaya sebagai napas kita dalam kehidupan ini, dan tulang punggungnya adalah anak-anak muda generasi milenial seperti sekarang, tugas pemerintah adalah mendukung dan mengayomi adik-adik untuk terus berkreasi,” katanya lebih lanjut. 

Sementara itu, Sanjaya juga berharap agar Seni Tari Barong dan Mekendang ini bisa terus dilestarikan, agar didengar oleh saudara-saudara di seluruh Bali. “Sehingga Tabanan tetap menjadi daerah berkesenian yang memang telah lama diwariskan oleh para leluhur kita, mari kita harapkan generasi muda sebagai agen pelestari budaya,” sambungnya.

Meskipun diguyur hujan, acara berlangsung diiringi dengan meriahnya semangat kebersamaan pemuda Tabanan. Seiring dengan dukungan Bupati Tabanan, Ketua Panitia lomba juga ucapkan harapan yang serupa. “Semoga acara seperti ini bisa terus berlangsung sebagai program tahunan desa, dan seniman muda Tabanan khususnya tari barong dan mekendang tunggal di tahun 2023 bisa mengirim duta muda ke kancah Pesta Kesenian Bali,” ucapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Berkantor di Desa Pangkung Karung, Bupati Tabanan Komitmen Membangun dari Desa, oleh Desa dan untuk Desa

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota dan Wawali Denpasar Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih” di Banjar Dukuh Pesirahan

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan.
HADIRI PUNCAK KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih Mapedududsan Alit, Mapeingkup, Mapancalingga lan Nyatur di Pura Kahyangan Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih Mapedududsan Alit, Mapeingkup, Mapancalingga lan Nyatur di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan, Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Mahendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Gede Wirawan, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto.

Dalam pelaksanaan karya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar turut memberikan dukungan berupa Dana Hibah sebesar Rp 500 juta untuk membantu pelaksanaan upacara. Sebelum persembahyangan dimulai upacara juga diiringi dengan Tarian Rejang, Baris dan Tari Topeng Sidakarya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Banjar Dukuh Pesirahan yang telah bersama-sama melaksanakan karya dengan penuh semangat gotong-royong. Menurutnya, pelaksanaan karya keagamaan ini menjadi momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Pemerintah Kota Denpasar tentu sangat mengapresiasi pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan, kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, Kadek Dwi Cahyadi, mengatakan pelaksanaan karya ini telah lama direncanakan. Namun, sesuai dengan kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, karya tersebut baru dapat dilaksanakan pada tahun ini.

Karya ini sudah lama belum terlaksana. Sesuai kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, akhirnya karya ini dapat dilaksanakan secara berbarengan di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan,” jelasnya.

Baca Juga  Optimalkan Pelayanan Publik, Bupati Sanjaya Resmikan Tiga Gedung Pemerintahan di Kabupaten Tabanan

Ia menambahkan, rangkaian karya telah dimulai sejak 11 Agustus 2026, diawali dengan upacara Matur Piuning Karya lan Ngaturan Guru Piduka. Selanjutnya, berbagai rangkaian upacara dilaksanakan hingga puncak karya pada Rabu (26/8).

Rangkaian karya akan dilanjutkan dengan upacara Nyegara Gunung serta Nyineb lan Nuek Penyenjer lan Pengenteg Karya yang dijadwalkan berlangsung pada Rahina Saniscara, 29 Agustus 2026 mendatang.

Pada puncak karya hari ini upacara di Pura Kahyangan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gde Watulumbung dari Griya Batulumbung, Sibang, serta Ida Rsi Bhujangga Whaisnawa Putra Sara Shri Satya Jati dari Griya Sesetan, Denpasar.

Sementara itu, upacara di Pura Prajapati lan Pemanahan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede dari Griya Anyar Cau Belayu. Sedangkan di Pura Ratu Gede Begawan Penyarikan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede Oka Megelung dari Griya Megelung, Baha, Mengwi.

Kadek Dwi Cahyadi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan sehingga rangkaian karya dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam pelaksanaan karya,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Pujawali Jelih” di Pura Panti Pasek Gaduh

Walikota Jaya Negara Ajak Masyarakat Perkuat Srada Bhakti dan Keharmonisan

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan.
HADIRI PUJAWALI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8). Kehadiran Walikota tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan yadnya serta pelestarian nilai-nilai adat, agama, dan budaya di tengah masyarakat.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat diiringi lantunan kidung dan tabuh gamelan. Pujawali juga dilengkapi dengan pementasan Topeng Wali dan diakhiri dengan persembahyangan bersama. Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar, Luh Putu Mamas Lestari dan I Gede Tommy Sumertha, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Sesetan Gita Prayudi, serta undangan lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan. Menurutnya, pujawali merupakan momentum bagi umat untuk senantiasa eling serta meningkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam melaksanakan yadnya. Semangat tersebut sejalan dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam yang mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah bersaudara.

“Melalui pelaksanaan pujawali ini, mari kita tingkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memperkuat keharmonisan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi konsep Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, I Made Niko Wiryawan mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Walikota Denpasar dalam pelaksanaan Upacara Pujawali Jelih tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi bukti eratnya sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan Pemkot Denpasar serta berharap sinergi tersebut dapat terus terjalin secara berkesinambungan.

Baca Juga  Libatkan 23 Desa Adat, Tanah Lot Art & Food Festival Ke-5 Tampilkan Atraksi Seni dan Budaya Tradisional Setempat

“Upacara pujawali ini merupakan wujud yadnya dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjadi wahana untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di antara krama pengempon,” ujar Niko Wiryawan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara “Ngenteg Linggih” Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih di Pura Banjar Dukuh Sari, Desa Adat Sesetan.
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan pada Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8) siang. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan pada Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8) siang.

Tampak krama adat setempat dengan khidmat mengikuti setiap prosesi Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan.

Turut hadir sejumlah kalangan diantaranya anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo dan Luh Putu Mamas Lestari, Bendesa Adat Sesetan I Made Sudama, Kadis Perkim Kota Denpasar Putu Tony Marthana Wijaya, Kabag Kesra Setda Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Densel I Kadek Ermanto serta undangan terkait lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan Sradha Bhakti sebagai upaya menjaga harmonisasi sebagai impelementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Jaya Negara.

Sementara Panitia Karya, Wayan Budiarta mengatakan Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Bang Buruan Manuaba Griya Bang Swarga Manuaba.

“Upacara Pujawali dan Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Ngungkup Dewa Pura Banjar Dukuh Sari Desa Adat Sesetan ini dilaksanakan pasca-selesainya pembangunan Bale Gong dan Renovasi Bale Banjar Adat Dukuh Sari ini melalui bantuan dana hibah Pemkot Denpasar,” katanya

Baca Juga  Bupati Tabanan Kembali Ngantor di Desa, Wujud Kedekatan dengan Masyarakat

Upacara ini sendiri katanya, merupakan wujud sradha dan bhakti krama kami terhadap Ida Bhatara Sesuhunan. “Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kebaikan serta kemakmuran bagi seluruh krama di Banjar Dukuh Sari ini,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca