Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Padangsambian Gelar Upacara ‘’Mepandes’’ Bersama

BALIILU Tayang

:

de
Upacara Mepandes Bersama yang dilangsungkan pada Kamis, 28 April 2022 bertempat di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana, Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sehubungan dengan melandainya kasus Covid-19, Angga Griya Reka Dwi Sari Bhuwana Desa Adat Padangsambian menggelar Upacara Mepandes Bersama yang dilangsungkan pada Kamis, 28 April 2022 bertempat di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana, Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat. Upacara ini diselenggarakan serangkaian dengan Upacara Atma Wedana yang akan berlangsung pada Sabtu, 30 April 2022.

Upacara Mepandes Griya Reka Dwi Sari Bhuwana

Menurut Ketua Karya, Jro Mangku Pasek I Wayan Sutasma, upacara ini sudah beberapa kali dilaksanakan. “Upacara Atma Wedana dan Mepandes ini sudah beberapa kali kami selenggarakan. Hal ini dikarenakan adanya permintaan umat untuk menuntaskan kewajibannya sebagai pratisentana dan sebagai orangtua,” terang Jro Mangku Sutasma. Ia juga menjelaskan, rangkaian upacara ini diawali dengan rapat pemilet pada 10 April 2022, dilanjutkan dengan Nuasen Karya pada 18 April 2022, Mebumi Sudha, Melaspas Peyadnyan, Ngingsah, Ngadegan Rare Angon & Tapini, serta Ngunggahang Sunari pada 22 April 2022. Dilanjutkan dengan Mendak Pakuluh dan Ngemargiang Panuwuran Sulinggih pada 24 April 2022. Pada 27 April 2022 dilaksakan Upacara Ngulapin ke Segara Kayu Aya, Ngangget Don Bingin, dan Nunas Toya Ning. Sore harinya dilaksanakan rangkaian Upacara  Medengen-dengen, Ngeraja Singa-Ngeraja Sewala serta Ngekeb untuk para pemilet Upacara Mepandes. Puncak Karya Mepandes sendiri dilaksanakan pada 28 April 2022. Sedangkan puncak Karya Atma Wedana dilaksanakan pada 30 April 2022 dan pada 3 Mei 2022 dilaksanakan pula Upacara Mendak Nuntun, Meajar-Ajar, dan Mepegat Semaya.

Jro Mangku I Wayan Sutasma

Sekretaris Karya, Jro Mangku Pasek I Ketut Adi Wibardi menambahkan, upacara ini bertujuan untuk meringankan beban umat sedharma. “Dengan melaksanakan upacara yang bersifat bersama atau kinembulan, banyak hal yang bisa kita ringankan. Mulai dari ringan dari segi biaya upacara, hemat waktu, hemat tenaga, hemat pikiran. Selain itu juga, dengan berupacara secara bersama seperti sekarang ini, kita bisa mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan kepada anak-anak kita dan dana lebih yang dimiliki bisa dipergunakan untuk menyekolahkan putra-putri kita setinggi-tingginya sehingga akan bisa melahirkan generasi-generasi penerus yang berkualitas yang bisa membanggakan keluarga nantinya,” beber Jro Mangku Adi Wibardi.

Baca Juga  Intervensi Layanan Kesehatan Masyarakat, TP PKK Denpasar Gelar Pembukaan Posyandu Paripurna di Banjar Padangsambian
Jro Mangku Adi Wibardi

Di sisi lain, para pemilet juga sangat antusias dengan upacara ini. Salah satu pemilet, Made Harmoni menyampaikan bahwa baru kali ini ia mengikuti Upacara Mepandes di Griya Reka Dwi Sari Bhuwana. “Tityang sangat puas dengan rangkaian upacara driki. Kami dijelaskan tattwa upacara, sehingga kami bisa mengetahui arti sesungguhnya dari rangkaian upacara yang kami ikuti. Selain itu, hal yang paling berkesan dalam upacara yang saya ikuti hari ini adalah adanya prosesi sungkeman. Pengenter upacara menjelaskan arti sungkeman tersebut yang tiada lain untuk mengingatkan sang anak untuk selalu berbhakti kepada orangtuanya dan orangtua pun agar senantiasa mendoakan dan memberikan restu kepada anak-anaknya dalam menjalani kehidupan,” kata Made Harmoni.

Sedangkan menurut pemilet lainnya, Made Oka menyampaikan upacara yang dilangsungkan bersifat sama rata sama rasa. ”Kami dilayani sepenuh hati di sini dan tidak dibeda-bedakan. Seluruh pemilet mendapatkan hal yang sama, mulai dari penjelasan tentang upacara, banten dan eteh-eteh upacara diberikan sama kepada pemilet dan tidak ada perbedaan perlakuan antara pemilet yang satu dengan pemilet yang lain, semua sama rasa sama rata. Ini merupakan perwujudan sesungguhnya bahwa kita semua bersaudara atau biasa disebut Wasudewa Kuthumbakan dan Tat Twam Asi,” tambah Made Oka.

Rangkaian Upacara Memendak Saking Ngulaping Ring Segara

Ida Pandita Mpu Jaya Smara Sanyasa Tenaya selaku Pengerajeg Karya memberikan keterangan bahwa upacara ini merupakan kewajiban beliau sebagai seorang wiku atau sebagai pelayan umat sedharma. “Bapa wantah ngemargiang pinunas oka-oka kemanten, sapunapi antuk mangda Griya niki bermanfaat bagi umat. Niki wantah swadharma bapa dados wiku ngemargiang sesananing kawikon, inggih punika dados Sang Satyawadi (Sulinggih adalah orang yag selalu berpikir, berkata dan berbuat tentang kebenaran), Sang Apta (Sulinggih adalah orang yang dipercaya oleh umat), Sang Patirthan (Sulinggih adalah  tempat untuk memohon penyucian diri bagi umatnya), lan Sang Panadahan Upadesa utawi Adi Guru Loka (Sulinggih adalah tempat untuk mendapatkan pencerahan spiritual bagi umatnya). Taler, sapunapi antuk Griya niki mangda dados pusat agama, pusat spiritual lan pusat pengajegan seni lan budaya Bali,” jelas Ida Anak Lingsir, sapaan beliau.

Baca Juga  Jelang PTM, Bhabin Padangsambian Klod Sampaikan Imbauan Prokes
Ida Pandita Mpu Jaya Smara Sanyasa Tenaya (kanan)

Upacara Mepandes kali ini diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Bali. Rangkaian Upacara Mepandes ini juga tetap menjalankan protokol kesehatan standar Covid-19 dikarenakan kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi. Panitia juga berharap ke depan upacara-upacara seperti ini bisa dilaksanakan kembali sebagai wujud pengabdian Angga Griya Reka Dwi Sari Bhuwana kepada masyarakat agar tetap bisa berlanjut. (*/gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Purnama Sasih Katiga, Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bersama

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memimpin persembahyangan bersama rahina Purnama Sasih Katiga 2026 di Pura Luhur Batukau, Penebel.
PERSEMBAHYANGAN: Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka rahina Purnama Sasih Katiga Tahun 2026, Kamis (27/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka rahina Purnama Sasih Katiga Tahun 2026, Kamis (27/8). Rangkaian persembahyangan berlangsung khidmat, diawali di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan dilanjutkan di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Persembahyangan tersebut diikuti Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan hadir Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta istri dan juga para Asisten Setda, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap rahina Purnama sebagai wujud sradha dan bhakti jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Melalui persembahyangan bersama ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon kerahayuan, kesehatan, kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan keharmonisan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Tabanan.

Rangkaian persembahyangan kemudian dilanjutkan di Pura Luhur Batukau. Sebelum menuju Beji, Bupati Sanjaya bersama jajaran mengawali kegiatan dengan memberi makan ikan di kolam yang berada di sebelah Beji Pura Luhur Batukau. Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan lima ekor burung titiran sebagai simbol keharmonisan antara Tuhan, manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup.

Kegiatan tersebut turut mencerminkan implementasi visi Tabanan dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan keseimbangan dan keharmonisan kehidupan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Setelah itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan di Beji sebelum melanjutkan persembahyangan utama di Pura Luhur Batukau.

Baca Juga  Penguatan Ketahanan Pangan, Kelurahan Padangsambian Tanam Ratusan Pohon Cabai

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa persembahyangan bersama yang dilaksanakan setiap bulan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, namun menjadi sarana untuk memperkuat sradha dan bhakti sekaligus memanjatkan doa bagi keberlangsungan pembangunan dan kehidupan masyarakat Tabanan. “Persembahyangan ini merupakan wujud sradha bhakti dan permohonan kita agar Tabanan senantiasa diberikan kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara Tuhan, alam dan manusia dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai pelayan masyarakat. “Sebagai pelayan masyarakat, kita wajib menjaga keharmonisan antara Tuhan, alam dan manusia. Semoga melalui yadnya yang tulus ini, Tabanan senantiasa berada dalam kedamaian dan kerahayuan jagat,” ungkapnya.

Kegiatan persembahyangan juga dirangkaikan dengan sosialisasi pemaparan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) oleh Dinas Sosial Kabupaten Tabanan serta Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tabanan, yang bertempat di Wantilan Pura Luhur Batukau. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritualitas, kebersamaan, serta pelayanan kepada masyarakat dalam pelaksanaan tugas pemerintahan di Kabupaten Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota dan Wawali Denpasar Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih” di Banjar Dukuh Pesirahan

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Kahyangan Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan.
HADIRI PUNCAK KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih Mapedududsan Alit, Mapeingkup, Mapancalingga lan Nyatur di Pura Kahyangan Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Wuku Matal, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih Mapedududsan Alit, Mapeingkup, Mapancalingga lan Nyatur di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan, Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Mahendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Gede Wirawan, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto.

Dalam pelaksanaan karya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar turut memberikan dukungan berupa Dana Hibah sebesar Rp 500 juta untuk membantu pelaksanaan upacara. Sebelum persembahyangan dimulai upacara juga diiringi dengan Tarian Rejang, Baris dan Tari Topeng Sidakarya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Banjar Dukuh Pesirahan yang telah bersama-sama melaksanakan karya dengan penuh semangat gotong-royong. Menurutnya, pelaksanaan karya keagamaan ini menjadi momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Pemerintah Kota Denpasar tentu sangat mengapresiasi pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan, kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, Kadek Dwi Cahyadi, mengatakan pelaksanaan karya ini telah lama direncanakan. Namun, sesuai dengan kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, karya tersebut baru dapat dilaksanakan pada tahun ini.

Karya ini sudah lama belum terlaksana. Sesuai kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, akhirnya karya ini dapat dilaksanakan secara berbarengan di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan,” jelasnya.

Baca Juga  Jelang PTM, Bhabin Padangsambian Klod Sampaikan Imbauan Prokes

Ia menambahkan, rangkaian karya telah dimulai sejak 11 Agustus 2026, diawali dengan upacara Matur Piuning Karya lan Ngaturan Guru Piduka. Selanjutnya, berbagai rangkaian upacara dilaksanakan hingga puncak karya pada Rabu (26/8).

Rangkaian karya akan dilanjutkan dengan upacara Nyegara Gunung serta Nyineb lan Nuek Penyenjer lan Pengenteg Karya yang dijadwalkan berlangsung pada Rahina Saniscara, 29 Agustus 2026 mendatang.

Pada puncak karya hari ini upacara di Pura Kahyangan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gde Watulumbung dari Griya Batulumbung, Sibang, serta Ida Rsi Bhujangga Whaisnawa Putra Sara Shri Satya Jati dari Griya Sesetan, Denpasar.

Sementara itu, upacara di Pura Prajapati lan Pemanahan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede dari Griya Anyar Cau Belayu. Sedangkan di Pura Ratu Gede Begawan Penyarikan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede Oka Megelung dari Griya Megelung, Baha, Mengwi.

Kadek Dwi Cahyadi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan sehingga rangkaian karya dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam pelaksanaan karya,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Pujawali Jelih” di Pura Panti Pasek Gaduh

Walikota Jaya Negara Ajak Masyarakat Perkuat Srada Bhakti dan Keharmonisan

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan.
HADIRI PUJAWALI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, bertepatan dengan Buda Kliwon Wuku Matal, Rabu (26/8). Kehadiran Walikota tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan yadnya serta pelestarian nilai-nilai adat, agama, dan budaya di tengah masyarakat.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat diiringi lantunan kidung dan tabuh gamelan. Pujawali juga dilengkapi dengan pementasan Topeng Wali dan diakhiri dengan persembahyangan bersama. Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar, Luh Putu Mamas Lestari dan I Gede Tommy Sumertha, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Sesetan Gita Prayudi, serta undangan lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan Pujawali Jelih di Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan. Menurutnya, pujawali merupakan momentum bagi umat untuk senantiasa eling serta meningkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam melaksanakan yadnya. Semangat tersebut sejalan dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam yang mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah bersaudara.

“Melalui pelaksanaan pujawali ini, mari kita tingkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memperkuat keharmonisan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi konsep Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pura Panti Pasek Gaduh Sesetan, I Made Niko Wiryawan mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Walikota Denpasar dalam pelaksanaan Upacara Pujawali Jelih tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi bukti eratnya sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan Pemkot Denpasar serta berharap sinergi tersebut dapat terus terjalin secara berkesinambungan.

Baca Juga  Jelang PTM, Bhabin Padangsambian Klod Sampaikan Imbauan Prokes

“Upacara pujawali ini merupakan wujud yadnya dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjadi wahana untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di antara krama pengempon,” ujar Niko Wiryawan. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca