Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Buka Muscab PHRI Denpasar, Wagub Cok Ace Ajak Komponen Pariwisata Fokus pada Kualitas SDM dan Lingkungan

BALIILU Tayang

:

wagub cok ace
Wagub Bali Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) BPC PHRI Denpasar yang berlangsung di Hotel Griya Santrian Sanur, Jumat (14/4/2023). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengajak komponen pariwisata fokus pada upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan lingkungan. Karena menurutnya, dua hal itu menjadi komponen penting dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Penekanan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) BPC PHRI Denpasar yang berlangsung di Hotel Griya Santrian Sanur, Jumat (14/4/2023).

Lebih jauh ia mengurai, kualitas SDM dan lingkungan adalah target pertama yang mesti mendapat perhatian serius dari komponen pariwisata Bali. “Dua hal itu adalah target pertama kita. Sebab kalau manusianya tak benar, maka akan berdampak pada rusaknya lingkungan,” ucapnya. Sebaliknya, jika kualitas SDM dan lingkungan dapat ditingkatkan, maka akan melahirkan produk budaya sebagai modal untuk mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas. “Jangan bicara kualitas, kalau manusia dan lingkungan masih rusak,” ujarnya.

Apa yang disampaikannya itu sejalan dengan tema yang diusung pada pelaksanaan Muscab PHRI Denpasar kali ini yaitu ‘Bangkit dan Kembangkan Pariwisata Berkualitas, Berbudaya dan Berkelanjutan’. Ia menilai, tema tersebut sangat relevan dengan situasi saat ini, dimana Bali tengah menata sektor pariwisata agar menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Pada bagian lain, Wagub Cok Ace memuji jajaran BPC PHRI Denpasar yang melaksanakan amanat AD/ART organisasi yaitu Muscab. Ini menandakan kalau keberadaan PHRI Denpasar masih eksis. “Sekalipun sempat tertunda karena pandemi dan juga kesibukan lainnya, akhirnya Muscab bisa terlaksana. Ini membuktikan bahwa PHRI Denpasar tetap eksis, kita harus bersyukur masih punya organisasi,” tuturnya.

wagub
Wagub Bali Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati foto bersama selepas membuka Musyawarah Cabang (Muscab) BPC PHRI Denpasar yang berlangsung di Hotel Griya Santrian Sanur, Jumat (14/4/2023). (Foto: ist)

Ia lantas mengingatkan tiga hal penting yang harus dibahas dalam Muscab yaitu organisasi, keuangan dan program kerja. Terkait dengan organisasi, Cok Ace menyebut saat ini keberadaannya sangat dinamis karena terkait dengan kondisi kekinian dan banyak regulasi baru yang mesti diperhatikan. Satu regulasi yang menurutnya harus dicermati adalah Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali yang diturunkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Tata Kelola Pariwisata Bali. Payung hukum itu antara lain mengamanatkan agar setiap pengelola usaha pariwisata menjadi anggota asosiasi Pariwisata. Menurutnya, ini peluang bagi PHRI untuk merekrut lebih banyak lagi anggota baru untuk membesarkan organisasi. Hal ini, kata Cok Ace, akan berdampak pada dukungan pendanaan yang bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan bermanfaat bagi kemajuan sektor pariwisata Bali.

Baca Juga  Raih Prevalensi Stunting Terendah Nasional, Provinsi Bali Menjadi Lokus Studi Banding Pemprov Sumbar

Agar dapat menambah keanggotaan baru, Wagub yang juga selaku Ketua BPD PHRI Bali ini mendorong jajarannya mampu menunjukkan peran yang bermanfaat bagi pengelola usaha wisata. “Kalau kita bisa menunjukkan peran penting, otomatis akan lebih banyak lagi yang tertarik masuk menjadi anggota,” sebutnya.

Lanjut terkait program kerja, PHRI Denpasar diminta memetakan potensi terkait pengembangan sejumlah infrastruktur seperti KEK dan Pelabuhan Sanur. Ia memprediksi, Denpasar akan mengalami perkembangan luar biasa jika KEK Sanur telah rampung dan beroperasi. “Ini prospek sangat bagus dan luar biasa. Harus disikapi dengan persiapan SDM agar nantinya kita mampu bersaing untuk memperebutkan peluang,” cetusnya. Mengakhiri sambutannya, ia berpesan agar jajaran PHRI, khususnya BPC Kota Denpasar tetap solid karena tantangan yang dihadapi akan makin kompleks.

Sementara itu, Ketua BPC PHRI Denpasar IB Gede Agung Sidharta Putra dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab merupakan amanat organisasi. Ia bersyukur karena setelah hampir 2,5 tahun mengalami stagnasi, kini pariwisata Bali mulai pulih. Ia mengajak pelaku usaha pariwisata tetap semangat melakukan terobosan agar mendapat berkah dari sektor ini. Masih dalam sambutannya, ia menyinggung keberadaan sektor pariwisata dan pertanian yang berada dalam posisi saling melengkapi.

“Hampir 60 persen perekonomian Bali disupport oleh pariwisata. Jadi, pertanian dan pariwisata itu sejatinya saling melengkapi, jangan dianggap lawan,” bebernya. Sebagai lokomotif perekonomian Bali, sektor pariwisata harus tetap didorong. Karena jika pariwisata maju, bidang lain juga akan mendapat keuntungan.

Berikutnya, Ketua Panitia Muscab IB Vedanta Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini telah didahului dengan sejumlah tahapan. Ditambahkan olehnya, tema yang diusung adalah bentuk refleksi isu dunia pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. (gs/bi)

Baca Juga  Jadi Pembicara Workshop Nasional, Wagub Cok Ace Sampaikan Upaya Pemulihan Pariwisata Bali

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Nikmatnya Tegukan Kopi di Heritage Coffee Farm & Roastery Munduk

Published

on

By

Heritage Coffee Farm munduk
Heritage Coffee Farm & Roastery yang berlokasi di Desa Munduk, Buleleng. (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Kopi Buleleng tidak hanya dimaknai sebagai sekadar komoditas, namun juga mampu menjadi pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi para turis melalui penyajian asal-usul dari bagaimana secangkir kopi itu bisa tercipta.

Hal itulah yang menjadi motivasi seorang Gede Pusaka Harsadina, owner Kopi Banyuatis, untuk mendirikan Heritage Coffee Farm & Roastery yang berlokasi di Desa Munduk. Destinasi tujuan wisata tersebut resmi dibuka pada hari ini, Rabu (15/5).

Melalui unit bisnis barunya tersebut, pengusaha yang akrab disapa Saka itu ingin menyajikan sejarah atau asal-usul bagaimana secangkir kopi itu dapat diciptakan untuk dinikmati. Jadi, kopi yang disajikan di Heritage Coffee Farm & Roastery merupakan kopi yang ditanam di kebun sendiri dan diolah sendiri, dan pengunjung dapat merasakan pengalaman tersebut melalui Eco Edu Tourism di sini.

“Jadi kopi yang kita tanam sendiri, kita hasilkan sendiri dan kita nikmati langsung dari hasil kebun sendiri,” imbuhnya.

Lokasi pun oleh Saka dipilih yang ideal bagi budidaya tanaman kopi. Desa Munduk sejak era sebelum kemerdekaan Republik Indonesia telah diarahkan menjadi sentra budidaya kopi oleh kolonial Belanda. Faktor temperatur dan ketinggian dataran Desa Munduk menjadi pertimbangan utama untuk budidaya kopi. Saka sendiri telah menyiapkan lahan seluas 70 are yang digunakan untuk budidayanya. Pembibitan dan penanaman telah dilakukan dan Saka mencanangkan kurang lebih 2 tahun ke depan, kebun kopi di sini sudah berbuah dan bisa dipanen.

Nama Heritage itu sendiri, menurut Saka, diambil dari kata warisan, memaknai asal-usul dari kopi di sini mulai dari tanah perkebunannya yang merupakan warisan dari leluhur, hingga teknik pengolahannya yang menggunakan metode tradisional warisan turun-temurun para petani kopi di Buleleng.

Baca Juga  Wagub Bali Hadiri Pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Provinsi Bali

“Kita memang proses pengolahan ini kita lakukan secara tradisional. Maksudnya tradisional itu zaman dulu ya. Jadi dijemur selama beberapa minggu, barulah kemudian dipilah dan diolah di-roastery,” jelas Saka.

Cita rasa kopi yang diolah secara tradisional pun, kata Saka, memiliki perbedaan signifikan di lidah penikmatnya dibanding dengan biji kopi yang diproses secara full wash atau semi-wash. Menurutnya, cita rasa kopi yang diolah secara tradisional memiliki cita rasa yang lebih asam.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menyambut baik kehadiran destinasi agrowisata dan eco edu tourism ini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan bahwa hadirnya Heritage Coffee Farm & Roastery menjadi stimulus baik untuk memajukan Kopi Buleleng. Aktivitas Eco Edu Tourism yang disajikan pun menjadi daya jual lebih bagi pariwisata Buleleng, khususnya di Desa Munduk.

Dukungan tersebut, rencananya oleh Dody akan diwujudkan melalui Festival Kopi Bali Utara, sebagai wadah bagi komunitas pecinta kopi, hotel, restoran, dan coffee shop di Kabupaten Buleleng untuk ajang unjuk gigi dan peningkatan popularitas dalam mengolah komoditas Kopi Buleleng.

“Nah, nanti ini akan kita lakukan di High Season, dengan tujuan untuk bisa mempopulerkan lagi bagaimana warisan kopi di Bali Utara ini bisa bersinergi dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, jadi tidak hanya menjadi konsumsi lokal saja,” ucap Dody. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Pariwisata Buleleng, Jeep Tour Desa Panji Jadi Terobosan Wisata Baru Hubungkan Edukasi dan Alam

Published

on

By

Jeep Tour desa panji
Village Safari Tour dari Jeep Tour di Desa Panji Buleleng. (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Desa Panji, Kecamatan Sukasada pada tahun ini membuat gebrakan baru pada destinasi wisata di Buleleng dan satu-satunya yang menggabungkan edukasi dan keindahan alam. Destinasi tersebut dinamakan “Jeep Tour” atau yang biasa di sebut “Village Safari Tour” yang digadang-gadang menjadi program yang bisa menarik wisatawan untuk menikmati wisata alam di desa.

Perbekel Desa Panji, Made Ariawan, menjelaskan terobosan terbaru dalam dunia pariwisata lokal. Dalam kegiatan Jeep Tour ini, pengunjung dapat merasakan sensasi unik dengan menggunakan jeep terbuka sambil menikmati pemandangan dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat, yang dominan dalam bidang pertanian. Desa Panji, yang sebelumnya dikenal sebagai desa berbasis pertanian, kini juga menawarkan pengalaman wisata yang memikat bagi para wisatawan yang mencari edukasi dan petualangan.

“Desa Panji bukan sekadar destinasi wisata biasa, tetapi merupakan investasi dari kelompok masyarakat lokal,” jelas perbekel yang akrab disapa Mangku Panji.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan masyarakat, kami menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui konsep Edu Eco Tourism,” imbuhnya.

Jeep Tour ini juga menawarkan kesempatan bagi para pengunjung untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan setempat. Dengan harga tiket yang terjangkau yaitu sebesar 75 ribu/pax, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman yang berharga yang dilengkapi dengan asuransi tetapi juga ikut kontribusi untuk program penghijauan Desa Panji.

“Kami berharap terobosan ini tidak hanya menjadi tren di Desa Panji, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Buleleng untuk mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal mereka,” tambahnya.

Melalui kontrak rate dengan berbagai pihak, Desa Panji juga memastikan bahwa pemasaran Jeep Tour ini dapat mencapai target pasar yang lebih luas, termasuk melalui kemitraan dengan travel agent dan universitas lokal. Selain itu, peran media sosial seperti Instagram melalui “Panji Eco Village Bali” dan bisa melalui reservasi WhatsApp di nomor 0878-6026-6999 juga menjadi sarana utama dalam mempromosikan potensi wisata Desa Panji kepada masyarakat luas.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Ramah Tamah Meriahkan Hari Jadi Provinsi Bali Ke-64

Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, Desa Panji menegaskan komitmennya untuk menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal serta pengunjung dari seluruh dunia. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Bakal Dikunjungi Delegasi WWF, Pemprov Bali Cek Kesiapan Desa Wisata Penglipuran

Published

on

By

desa penglipuran
PENGECEKAN: Jajaran Pemprov Bali pada Rabu (8/4), melakukan pengecekan ke Desa Pengelipuran yang akan menjadi tempat kunjungan para delegasi World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali, 18-25 Mei 2024. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bukan tanpa alasan, Desa Wisata Penglipuran memiliki keunikan dan hal menarik lainnya sehingga menjadi salah satu opsi yang ditawarkan untuk dikunjungi para delegasi World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali, 18-25 Mei 2024. Salah satunya Desa Wisata Penglipuran menyuguhkan bangunan tradisional yang dijaga kelestariannya dan menyandang status ‘‘Desa Terbersih di Dunia’’.

Untuk memastikan kesiapan Desa Wisata Penglipuran dalam menyambut para delegasi World Water Forum, Rabu (8/5), Pemerintah Provinsi Bali melakukan pengecekan langsung kesiapan desa ini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok. Bagus Pemayun mengatakan, pengecekan ke Desa Wisata Penglipuran ini karena menjadi salah satu opsional kunjungan delegasi WWF. “Selain pengecekan untuk memastikan kesiapan dalam menyambut para delegasi, kami juga melakukan pemantauan Pungutan Wisatawan Asing (PWA),” ungkapnya.

Menurutnya, desa wisata ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan yang lainnya, sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata favorit di Bali. “Desa wisata ini menyuguhkan bangunan tradisional yang terbuat dari bambu, baik itu dinding hingga atap rumah terbuat dari bambu. Ini yang dilestarikan oleh penduduk setempat hingga sekarang,” tuturnya.

Tjok. Bagus juga menegaskan bahwa Bali sangat siap menyambut kedatangan para delegasi tersebut. Baik itu dari sisi akomodasi dan juga logistiknya. “Pihak hotel itu sudah tahu, kalau delegasi dari negara tertentu sudah diketahui apa menu makanan yang bakal disuguhi,” katanya. Menurutnya, para delegasi yang bakal ke Bali mencapai 30 ribu. “Tanggal 18 Mei ini mereka bakal mulai datang,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarta mengungkapkan kebanggaannya apabila DTW Penglipuran yang dikelolanya dipilih menjadi salah satu venue kunjungan para delegasi WWF. Karena menurutnya dari sisi infrastruktur, sarana prasarana, dan fasilitas sudah sangat mendukung dan memadai untuk menerima kunjungan delegasi kenegaraan. “Kesiapan kami dalam rencana menerima kunjungan para delegasi WWF, dari sisi sarana penunjang sudah sangat siap sekali. Di samping itu pula, DTW kami sudah menyiapkan atau menambah atraksi wisata baru yakni hutan bambu yang bisa dinikmati oleh para delegasi,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Ramah Tamah Meriahkan Hari Jadi Provinsi Bali Ke-64

Terlebih dengan predikat yang disandang DTW Penglipuran sebagai salah satu Desa Terbaik di dunia yang ditetapkan oleh United Nation Tourism, menurutnya merupakan salah satu nilai lebih yang bisa ditawarkan kepada para delegasi. Ia pun mengungkapkan tren tingkat kunjungan ke DTW dengan hawa sejuk ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Di tahun 2023 rata – rata per harinya kami dikunjungi oleh 3.000 orang wisatawan. Dan di tahun 2024 ini ada trend peningkatan jumlah kunjungan sekitar 3.500 orang setiap harinya, yang didominasi oleh kunjungan wisatawan Nusantara. Untuk kunjungan wisata asing pun mengalami tren peningkatan, yang awalnya sekitar 300 orang, saat ini mencapai 500 orang lebih,” jelasnya.

Saat pemantauan dilaksanakan, terpantau adanya peningkatan pemahaman dari wisman akan pengenaan PWA setiap melakukan kunjungan ke Bali sesuai Perda Nomor 6 tahun 2023  dan Pergub Bali Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pembayaran Pungutan Bagi Wisatawan Asing. Dari scanning yang dilakukan oleh para personil tim pemantauan kepada para wisman yang akan memasuki DTW Penglipuran, hanya sekitar 3 orang pengunjung yang belum melaksanakan pembayaran. Tim pun langsung menginformasikan untuk melakukan pembayaran melalui aplikasi Love Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca