Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buleleng Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Wabah, Empat Penyakit Prioritas Jadi Fokus Pemetaan Risiko

BALIILU Tayang

:

dinkes buleleng
PERTEMUAN: Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat menggelar pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging yang berlangsung di ruang rapat Dinas Kesehatan Buleleng, Senin (4/5). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar pertemuan pemetaan risiko penyakit infeksi emerging (PIE) sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi wabah. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Dinas Kesehatan Buleleng, Senin (4/5), menegaskan pentingnya kesiapan sistem kesehatan berbasis data dan perencanaan matang.

Atas ijin Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Nyoman Suardani saat memimpin rapat menyampaikan ini merupakan pertemuan kedua tahun ini menghadirkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Fokus pembahasan diarahkan pada empat penyakit prioritas, yakni COVID-19, avian influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), dan meningitis meningokokus.

Pihaknya menegaskan bahwa pemetaan risiko menjadi instrumen penting untuk mengukur kesiapan daerah secara objektif. “Setiap tahun kita melakukan penilaian risiko untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kapasitas kita. Ini penting agar ketika terjadi kasus, kita tidak lagi dalam kondisi tidak siap seperti saat awal pandemi COVID-19,” ujar Suardani.

Menurut dia, pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa kesiapan sistem kesehatan, baik dari sisi vaksinasi maupun penanganan kasus, harus terus diperkuat.

Dalam pemaparan hasil sementara, Dinas Kesehatan mengungkap bahwa aspek rencana kontingensi kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi. Hal ini berdampak pada hasil penilaian pemetaan risiko secara keseluruhan.“Rencana kontingensi kesehatan harus kita perkuat, karena itu menjadi acuan operasional saat terjadi kondisi darurat. Tanpa itu, respons kita tidak akan optimal,” kata Suardani.

Dokumen pemetaan risiko disusun berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh OPD pada pertemuan sebelumnya yang digelar 11 Maret 2026. Data tersebut dianalisis dengan pendekatan tiga komponen utama, yakni ancaman, kerentanan, dan kapasitas.

Baca Juga  Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Ia menjelaskan, intervensi pemerintah daerah akan difokuskan pada aspek kerentanan dan kapasitas, karena kedua komponen tersebut masih dapat ditingkatkan melalui kebijakan dan langkah konkret di lapangan.

Selain itu, mobilitas jemaah haji dan umroh juga menjadi perhatian serius, terutama terkait potensi penyebaran MERS-CoV dan meningitis meningokokus dari Arab Saudi. Tahun ini, Kabupaten Buleleng mengirim 109 jemaah haji reguler, belum termasuk jemaah umroh.“Mobilitas jemaah ini menjadi salah satu faktor risiko yang harus kita antisipasi bersama,” ujar Suardani.

Dokumen pemetaan risiko yang telah disusun selanjutnya akan diunggah ke sistem Kementerian Kesehatan dan dijadikan pedoman bagi seluruh OPD dalam menghadapi potensi penyakit infeksi emerging. Dokumen tersebut disusun setiap tahun, sementara rencana kontingensi kesehatan berlaku selama tiga tahun.

Dalam forum tersebut, peserta juga diminta memberikan masukan terhadap dokumen, baik dari sisi redaksi, kesesuaian rekomendasi, maupun timeline pelaksanaan agar dapat lebih operasional dan implementatif.

Melalui pemetaan risiko ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk membangun sistem kesiapsiagaan kesehatan yang lebih tangguh, terukur, dan responsif terhadap ancaman penyakit di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Wayan Sugihana Aradea, serta jajaran OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sekda Eddy Mulya Hadiri Prima Fun Run HUT Ke-81 TNI, Dorong Semangat Hidup Sehat dan Kebersamaan

Published

on

By

Sekda Eddy Mulya Hadiri Prima Fun Run HUT TNI
HADIRI PRIMA FUN RUN: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya (kanan) saat menghadiri Prima Fun Run serangkaian peringatan HUT Ke-81 TNI yang digelar di Makorem 163/Wira Satya, Minggu (20/9) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menghadiri Prima Fun Run serangkaian peringatan HUT Ke-81 TNI yang digelar di Makorem 163/Wira Satya, Minggu (20/9) pagi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, Gubernur Bali Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI I Dewa Agung Hadi Saputra, serta ribuan peserta dan undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan ucapan selamat HUT Ke-81 TNI sekaligus mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan tersebut. Menurutnya, Prima Fun Run tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.

Eddy Mulya menambahkan, pelaksanaan fun run juga menjadi momentum untuk meningkatkan gairah masyarakat, khususnya di Kota Denpasar, dalam membudayakan olahraga serta menerapkan pola hidup sehat.

“Tentu kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain memberikan ruang bagi para penghobi olahraga lari, kegiatan ini juga dapat mempromosikan gaya hidup sehat kepada masyarakat,” ujar Eddy Mulya.

Sementara itu, Ketua Panitia Prima Fun Run HUT Ke-81 TNI yang juga Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI I Dewa Agung Hadi Saputra mengatakan, Prima Fun Run merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan serangkaian peringatan HUT Ke-81 TNI. Kegiatan tersebut menempuh rute sepanjang 5 kilometer dan diikuti sekitar 3.000 peserta.

Selain Prima Fun Run, rangkaian peringatan HUT Ke-81 TNI juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, di antaranya penanaman 9.000 pohon mangrove serta pembagian 650 paket sembako kepada masyarakat di wilayah Jembrana.

Brigjen TNI I Dewa Agung Hadi Saputra berharap momentum HUT Ke-81 TNI dapat semakin memperkuat hubungan dan sinergi antara TNI, masyarakat, serta berbagai instansi, sehingga semangat kebersamaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terus terpelihara.

Baca Juga  Momentum Tumpek Krulut, Pemkab Buleleng Kerahkan Seluruh Faskes Layani Pemeriksaan Gratis

“Kami berharap hubungan TNI, baik dengan masyarakat maupun dengan instansi lainnya, ke depan tetap erat, sehingga tujuan bersama untuk menjaga keutuhan NKRI dapat terus terjaga,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Resmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul, Dorong Penguatan Budaya dan Kebersamaan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Resmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul
TANDA TANGAN PRASASTI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menandatangani prasasti saat meresmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, pada Rahina Saniscara Wage Prangbakat, Sabtu (19/9) sore. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Usai rampung proses pembangunan, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara Melaspas serta meresmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara. Peresmian dilaksanakan melalui penandatanganan prasasti pada Rahina Saniscara Wage Prangbakat, Sabtu (19/9) sore.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Alit Wirakesuma, dan sejumlah tokoh masyarakat sepertiI Nyoman Gede Sudiantara.

Turut mendampingi Walikota Jaya Negara diantaranya Kadis Perkim Denpasar, Putu Tony Marthana Wijaya, Kabag Kesra, I Putu Agus Jayadi, dan Camat Denpasar Utara, Wayan Ariyanta,

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan dengan berdirinya bangunan Wantilan Banjar Tampakgangsul yang baru dapat memberikan kenyamanan dan vibrasi positif bagi masyarakat setempat dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

Upacara Melaspas serta peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dalam menjaga harmonisasi sebagai implementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau persaudaraan,” ujar Jaya Negara.

Sementara Panitia Karya Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul, AA Ngurah Alit Semara menjelaskan Karya Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul dipuput Ida Pedanda Gede Made Karang, Griya Karang Tampakgangsul.

Pembangunan Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul untuk merevitalisasi bangunan agar lebih layak. Pembangunan dimulai sejak bulan Juni tahun 2024 dan rampung bulan September tahun ini. Setelah pembangunan ulang penambahan luas bangunan menjadi total 830 meter persegi.

Baca Juga  Buleleng Siap Jadi Tuan Rumah Kejurprov Bulutangkis Bali 2026, Pemkab Berikan Dukungan Penuh

Dijelaskan pula, bangunan terdiri dari dua lantai. Lantai atas diperuntukkan untuk kegiatan olahraga dan dibawahnya untuk kegiatan pelestarian budaya. Sementara halaman diperuntukkan untuk UMKM.

“Terimakasih atas kehadiran Bapak Walikota Jaya Negara meresmikan Wantilan Banjar kami. Mudah-mudahan setelah rampungnya pembangunan Wantilan Banjar kami yang baru dapat bermanfaat lebih baik bagi masyarakat kami terkait peningkatan fungsi dan fasilitas untuk masyarakat kami dalam menjalankan berbagai kegiatan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaksa Agung Pimpin Pengukuhan ABPEDNAS dan ASLINMAS Provinsi Bali

Kapolda Bali Tekankan Pentingnya Sinergi Desa-Kepolisian

Loading

Published

on

By

Kapolda Bali Hadiri Pengukuhan ABPEDNAS dan ASLINMAS
HADIRI PENGUKUHAN: Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah ABPEDNAS dan ASLINMAS Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, pada Sabtu (19/9/2026). (Foto: Hms Polda Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Upacara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.M., serta turut dihadiri Gubernur Maluku Utara, Gubernur Bali, unsur Forkopimda Provinsi Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Bali, Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Tenggara, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga dan elemen masyarakat dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung RI Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni organisasi. Jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, disiplin, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Jaksa Agung juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan desa, transparansi pengelolaan dana desa, serta sinergi dalam pengawasan melalui program Jaksa Garda Desa.

Menurutnya, ASLINMAS mempunyai peran strategis dalam membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat pada tingkat desa maupun kelurahan. Keberadaan organisasi tersebut sekaligus menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong-royong yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Semboyan “Patriot Perlindungan Masyarakat” juga diharapkan tidak sekadar menjadi identitas organisasi, tetapi diwujudkan melalui sikap, tindakan, kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kualitas pelayanan setiap anggota kepada masyarakat.

Anggota ASLINMAS diharapkan senantiasa siap membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban, memberikan perlindungan kepada masyarakat, mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, membantu pengamanan lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Baca Juga  Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Sementara itu, keberadaan ABPEDNAS memiliki posisi penting sebagai wadah bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa sekaligus mitra pemerintah desa dalam menyerap, menampung, dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Peran tersebut diharapkan semakin memperkuat penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa Polda Bali mendukung penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat penegak hukum, ABPEDNAS, ASLINMAS, serta seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sampai pada tingkat desa. Kami berharap ABPEDNAS dan ASLINMAS dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum, menjaga keamanan lingkungan, serta mendeteksi sejak dini berbagai potensi gangguan kamtibmas,” tegas Kapolda Bali.

Kapolda Bali juga menekankan bahwa desa merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Bhabinkamtibmas, perangkat desa, anggota Linmas, Badan Permusyawaratan Desa, serta masyarakat perlu terus diperkuat.

“Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat hingga ke tingkat desa. Mari kita jaga Bali melalui semangat kebersamaan, gotong royong dan komunikasi yang baik. Setiap persoalan yang muncul di masyarakat harus sedini mungkin kita identifikasi dan selesaikan secara tepat agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Irjen Pol. Daniel Adityajaya.

Menurut Kapolda, kehadiran ASLINMAS juga memiliki arti strategis dalam mendukung terciptanya keamanan berbasis masyarakat. Anggota Linmas yang berada dekat dengan masyarakat diharapkan dapat bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan seluruh perangkat desa dalam menjaga lingkungan, membantu masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai situasi darurat.

Baca Juga  BPBD Buleleng Siapkan Strategi Antisipasi Hadapi Bencana Puncak Musim Hujan

Pada kesempatan tersebut, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD ASLINMAS Provinsi Bali. Sementara itu, I Komang Merta Jiwa dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Bali.

Polda Bali berharap kepengurusan yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas serta mampu membangun kolaborasi yang semakin kuat bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan tata kelola pemerintahan desa semakin transparan dan akuntabel serta situasi kamtibmas di seluruh wilayah Bali tetap aman, damai, dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca