Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buleleng Raih Penghargaan IMDI 2024 Nasional dan Terbaik di Bali

BALIILU Tayang

:

penghargaan imdi buleleng
TERIMA PENGHARGAAN: Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng, Gede Sugiarta Widiada saat menerima penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 pada Selasa (10/9). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Kabupaten Buleleng kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 kategori sangat tinggi dan menjadi yang terbaik di Provinsi Bali. Dengan skor 49.995 di kategori “IMDI Sangat Tinggi”, sebuah pencapaian yang menegaskan perkembangan dan pemerataan infrastruktur digitalisasi di kabupaten Buleleng.

Acara peluncuran IMDI 2024 diselenggarakan di Westin Jakarta pada Selasa (10/9). Penghargaan bergengsi tersebut diterima oleh Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng, Gede Sugiarta Widiada, yang hadir mewakili Penjabat Bupati Buleleng, Ir. Ketut Lihadnyana, MMA.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Budi Arie Setiadi membuka secara resmi acara IMDI 2024, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan talenta digital sebagai faktor utama dalam menghadapi perkembangan sektor telekomunikasi, teknologi, dan jasa keuangan, yang saat ini memiliki tingkat adopsi teknologi digital tertinggi.

“Sektor telekomunikasi, teknologi, dan jasa keuangan terus mengalami percepatan adopsi teknologi digital. Untuk itu, diperlukan upaya ekstra dalam mengembangkan talenta digital yang mampu mendukung perkembangan teknologi tersebut,” dikutip dari bulelengkab.go.id.

Dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang dinamis, talenta digital di Indonesia perlu dibekali dengan keterampilan tingkat menengah hingga mahir yang relevan dengan teknologi terbaru seperti keamanan siber, data science, AI, dan big data. Selain itu, keterampilan kognitif seperti pola pikir analitis, sistemik, serta kreativitas juga menjadi aspek penting dalam menciptakan inovasi baru.

Budi Arie juga menyebutkan bahwa peluang ekonomi digital di Indonesia sangat besar. “Potensi pertumbuhan ekonomi digital kita diperkirakan mencapai 220-360 miliar dolar pada 2030, yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan perekonomian bangsa,” jelasnya. Namun, tantangan seperti penyebaran konten negatif dan kesenjangan literasi digital harus diatasi agar pemanfaatan ruang digital dapat berjalan optimal.

Baca Juga  Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Selain itu, Menteri Kominfo menyoroti negara-negara lain yang telah melakukan langkah serupa dalam pengembangan talenta digital. Untuk Indonesia, Kementerian Kominfo mencanangkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) sebagai alat pengukur kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. “IMDI disusun berdasarkan Digital Literacy and Digital Skills Toolkit yang merupakan salah satu inisiatif dari Presidensi Indonesia di Forum G20 tahun 2020. IMDI akan mengukur kondisi masyarakat digital di 514 kabupaten/kota di Indonesia, sehingga dapat menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan serta pengembangan SDM digital secara tepat sasaran,” ucap Budi Arie.

IMDI disusun berdasarkan empat pilar utama, yaitu infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan, dan pekerjaan. Pengukuran ini dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan kompetensi digital masyarakat, sekaligus mempercepat agenda transformasi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga hasil pengukuran IMDI 2024 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pembuatan kebijakan dan pengembangan SDM digital, agar kita siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang ada di era digital,” pungkas Budi Arie.

Disisi lain, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika serta Informasi dan Komunikasi Publik, Said Mirza Pahlevi, menyampaikan bahwasannya kegiatan peluncuran Indeks Masyarakat Digital Indonesia tahun 2024 atau IMDI 2024 ini menjadi sangat penting dalam upaya membangun masyarakat digital yang berbasis kewilayahan.

Peluncuran IMDI 2024 bertujuan untuk mempublikasikan hasil pengukuran tingkat kompetensi dan keterampilan digital masyarakat di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pengukuran ini telah dilakukan sejak tahun 2022 oleh Kementerian Kominfo melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Aptika IKP Badan Pengembangan SDM Kominfo. Hasil IMDI ini diharapkan menjadi basis data yang dapat dijadikan acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) digital di Indonesia.

Baca Juga  Lestariana Resmi Pimpin Forum TJSLP Buleleng

“Kami berharap hasil IMDI ini dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kebijakan untuk menyusun rencana pengembangan SDM digital yang inklusif dan berbasis kewilayahan, serta memberikan kontribusi pada perwujudan transformasi digital nasional,” tambah Said Mirza Pahlevi.

Acara peluncuran IMDI 2024 yang dilaksanakan baik langsung maupun secara hybrid ini dihadiri oleh berbagai peserta dari kementerian dan lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, akademisi, industri, serta para mitra BPSDM Kominfo. Dengan tema “Membangun Masyarakat Digital Berbasis Kewilayahan,” kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memahami perkembangan kondisi masyarakat digital di seluruh Indonesia.

Penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Buleleng  menunjukkan komitmen daerah dalam hal ini Pemkab Buleleng dalam mengembangkan kemampuan digital masyarakatnya. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi Kabupaten Buleleng untuk terus mengembangkan SDM digital yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ngobrol Lebih Dekat, Kadisdikpora Badung Dengarkan Langsung Curhatan Guru di Safari Pendidikan

Published

on

By

safari pendidikan badung
MENYAPA: Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana saat menyapa para guru pada kegiatan Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Di balik tugas mengajar dan tanggung jawab membentuk generasi muda, banyak guru menyimpan cerita yang jarang terdengar. Mulai dari tantangan di sekolah, kebutuhan fasilitas pendidikan, hingga harapan agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal.

Lewat Safari Pendidikan yang digelar di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026), para guru akhirnya memiliki ruang untuk menyampaikan semuanya secara langsung kepada Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana.

Kegiatan yang diselenggarakan Disdikpora Badung bersama PGRI Kecamatan Abiansemal dalam rangka Hardiknas 2026 ini menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah dan tenaga pendidik. Tidak hanya hadir untuk menyapa, Kadisdikpora Badung juga duduk bersama para guru mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Dalam sesi talkshow interaktif, para guru menyampaikan aspirasi mulai dari kondisi sarana prasarana sekolah, pola kerja di lingkungan pendidikan, hingga tantangan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar sekolah.

Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tenaga pendidik di lapangan.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Safari Pendidikan di Kecamatan Abiansemal yang diselenggarakan oleh PGRI Kecamatan Abiansemal dan didukung oleh seluruh guru di Kabupaten Badung serta PGRI Badung. Dalam rangka memperingati Hardiknas, tadi pagi kegiatan diawali dengan bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Gerih dan dilanjutkan dengan talkshow. Di sesi ini saya ingin mendengar langsung keluh kesah para guru, apakah ada kendala di sekolah, persoalan sarana prasarana, ataupun masalah lainnya,” ujarnya.

Menurut Dwipayana, komunikasi langsung seperti ini penting agar pemerintah mengetahui kondisi nyata yang dihadapi para guru setiap hari. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama yang kuat di lingkungan sekolah agar proses pembelajaran berjalan lebih baik.

Baca Juga  135 Relawan Lingkungan untuk Bulfest 2025: Bersama Wujudkan Festival Ramah Sampah Buleleng

“Guru-guru harus menjadi tim yang solid di sekolah. Kepala sekolah harus mampu memanage teman-temannya agar bisa menjadi tim yang kuat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang baik di sekolah. Selain itu, sekolah juga harus bisa menyatu dengan desa ataupun lingkungan di sekitarnya, karena sebagian besar sekolah berada di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Disdikpora Badung akan terus mendorong peningkatan kualitas guru agar mampu melahirkan generasi muda Badung yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

“Kedepannya kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru di Kabupaten Badung sehingga mampu mendidik anak-anak Badung menjadi generasi unggul yang siap bersaing, baik di Kabupaten Badung maupun Bali secara umum,” tambahnya.

Selain talkshow, kegiatan Safari Pendidikan juga diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah Desa Adat Gerih, penyerahan tanaman dari Ketua PGRI Abiansemal untuk Perbekel Desa Gerih dan Kepsek SMPN 5 Abiansemal, serta pemberian apresiasi kepada guru-guru yang mengikuti lomba di tingkat kecamatan, kabupaten hingga nasional.

Lewat kegiatan ini, Disdikpora Badung ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan ruang kelas. Mendengar guru, memahami keresahan mereka, lalu mencari solusi bersama juga menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang lebih kuat di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Rancang Penataan Besar Kuta

Trotoar 4 Meter hingga Transportasi Listrik

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
TINJAU LAPANGAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Kuta secara menyeluruh. Penataan ini mencakup pembenahan tata ruang, pengentasan kemacetan, hingga restorasi kawasan pantai guna mengembalikan citra Kuta sebagai ikon pariwisata dunia.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat meninjau langsung kondisi lapangan usai kegiatan Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Menurutnya, solusi tepat sasaran hanya bisa lahir dengan melihat realita di lapangan, bukan sekadar koordinasi di balik meja.

Pemkab Badung telah merancang transformasi besar ini untuk mulai dieksekusi pada tahun 2026. Fokus awalnya adalah menciptakan estetika kawasan yang rapi melalui pelebaran jalur pedestrian dan penataan kabel utilitas bawah tanah.

“Kita tidak bisa bekerja di atas meja saja, tetapi harus langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah-langkah solusi yang harus dilakukan. Kita akan buat estetika kawasan ini secantik mungkin. Pedestrian akan diperlebar kurang lebih sampai 4 meter, dilengkapi taman dan landscape hijau sehingga suasananya nyaman dan layak menjadi kawasan tujuan wisata,” jelasnya.

Selain estetika, Bupati Adi Arnawa menyoroti kemacetan kronis yang dipicu oleh sempitnya ruas jalan dan maraknya parkir liar. Sebagai solusi, ia telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyediakan kantong-kantong parkir terpusat. Langkah ini akan diikuti dengan penerapan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan utama Kuta. Sebagai kompensasi mobilitas, Pemkab Badung berencana memperkenalkan sistem transportasi publik berbasis listrik.

“Dengan kondisi jalan yang sempit seperti sekarang, ditambah parkir liar di sepanjang jalan, tentu akan memperparah kemacetan. Ini yang akan kita tata. Saya sudah perintahkan Bapak Sekda untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Setelah itu baru kita berlakukan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan ini. Nanti akan ada jalur khusus transportasi publik listrik, mungkin dibuat dengan penanda warna tertentu. Jadi masyarakat maupun wisatawan bisa menikmati kawasan Kuta dengan lebih nyaman,” imbuhnya.

Baca Juga  Perkuat Kesiapsiagaan, 1.040 Warga Seririt Ikuti Simulasi Bencana HKB 2026

Di sektor pesisir, penanganan abrasi menjadi prioritas utama. Saat ini, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai sedang membangun breakwater dari wilayah Tuban hingga Kuta. Melengkapi hal tersebut, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga ke wilayah Canggu.

Rencana besarnya adalah membangun jalur pedestrian pesisir raksasa dengan lebar 8 meter yang menghubungkan Tuban hingga Canggu. Jalur ini nantinya akan memisahkan area jogging track dan jalur khusus sepeda listrik. “Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, pantai akan lebih lebar dan nyaman. Setelah itu kita rancang pedestrian pesisir dari Tuban sampai Canggu dirancang memiliki lebar hingga sekitar 8 meter dan dibagi menjadi jalur jogging track serta jalur sepeda listrik. Nantinya wisatawan maupun masyarakat dapat menikmati kawasan pesisir dengan sistem transportasi modern berbasis digital,” katanya.

Bupati Adi Arnawa meminta masyarakat untuk bersabar karena proses penataan ini akan dilakukan secara bertahap. Ia memastikan koordinasi dengan desa adat dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat demi kesuksesan visi ini.

“Kita ingin mengembalikan Kuta seperti dulu, sebagai ikon pariwisata, turisme, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Horeka Pilah Sampah, Bupati Badung Turun Langsung ke Kuta

Wabup Pantau Pengelolaan Sampah di Kelurahan Tuban

Loading

Published

on

By

bupati adi arnawa
AKSI PENGAWASAN: Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Horeka serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5). Di saat yang sama, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta juga memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Tuban.

Hadir mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung IB Surya Suamba bersama jajaran Kepala OPD, Camat Kuta D. Ngurah Bayudhewa, Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, serta jajaran TNI dan ASN di lingkungan Pemkab Badung.

Seusai kegiatan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa secara umum wilayah Kuta sudah terlihat bersih. Meski demikian, ia mencatat masih adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan di lokasi tertentu. Sebagai solusi, pihak Kelurahan Kuta telah menginisiasi titik penampungan sampah sementara di Kantor Kelurahan.

“Saya melihat di Kantor Lurah Kuta, upaya yang dilakukan oleh Lurah adalah mencoba mengedukasi masyarakat untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang ada di Kuta ini memang sudah dipilah. Jadi, Bapak Lurah sudah menyiapkan tempat di Kantor Lurah sekaligus dia memastikan bahwa itu sudah dipilah. Dan dari pihak DLHK sudah siapkan truk yang standby untuk membawa sampah ke TPST,” ujarnya.

Bupati memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan, Kelurahan, Kepala Lingkungan (Kaling), serta masyarakat Kuta yang mulai sadar akan pentingnya pemilahan sampah. Untuk mendukung gerakan ini, Pemkab Badung berkomitmen menyediakan infrastruktur penampungan sampah terpilah yang lebih memadai di Kelurahan Kuta.

“Dan sekaligus juga nanti kita akan siapkan petugas untuk memastikan bahwa sampah-sampah yang dibawa ke sana itu memang sudah-sudah terpilah. Sambil itu juga, kami juga sudah perintahkan tadi Lurah, untuk segera melaksanakan pemantauan secara rutin. Karena masyarakat masih nyari celah-celah untuk menempatkan sampah di pinggir jalan, yang mana tidak ada pengawasan. Karena seiring dengan itu, kita akan melakukan penegakan hukum. Penegakan hukum bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkab dan HIPMI Buleleng Bersinergi Wujudkan Pengusaha Muda Berkualitas

Selain memantau lingkungan warga, Bupati Adi Arnawa beserta jajaran juga meninjau langsung beberapa unit usaha Horeka di wilayah Kuta. Berdasarkan pantauannya, sektor Horeka secara umum telah melakukan pemilahan sampah, meski belum sepenuhnya melakukan pengolahan secara mandiri di lokasi usaha.

“Harapan kita adalah semua Horeka itu mengolah sampah sendiri di tempat usahanya masing-masing, sehingga tidak perlu ada lagi membuang sampah ke TPST, atau ke TPA Suwung sudah tidak ada lagi, mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini rutin melakukan turun ke lapangan seperti ini kita langsung melihat situasi di lapangan,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca